Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 339 side story ( A Feng story)


__ADS_3

Semua orang tampak terkejut saat Liu ru mengenalkan dirinya. Tidak ada yang menduga bahwa wanita asing yang membantu pemuda itu adalah seorang putri permaisuri.


Perubahan wajah pun nampak pada para petugas penyidik. Membuat mereka kini menjadi ragu dengan tindakan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


Petugas yang sebelumnya hendak menangkap Xiao Su bahkan langsung mundur.


Mereka takut jika hal itu benar, mereka justru akan menyinggung Sima Feng. Siapa pun yang memiliki otak pasti akan melakukannya, memilih mundur dari pada berurusan dengan pangeran yang dikenal sebagai iblis pembunuh itu.


Namun ada satu orang yang memiliki reaksi berbeda. Mungkin karena terlalu sering menipu, membuat otaknya berpindah di lutut.


" Pfft... Nona bagaimana kau akan membuktikan bahwa kau adalah putri permaisuri? tolong bicara lebih masuk akal? " Tabib Meng tak percaya. Ia masih yakin bila wanita itu hanya sedang menggertak. Membual, mengakui dirinya sebagai putri permaisuri.


Liu ru masih melihat tabib Meng dengan wajah datar. " Kau tidak percaya? "


" Tentu saja. Jika seorang putri permaisuri datang ke kota ini. Pasti kabar kedatangannya sudah menyebar ke seluruh kota. Tapi aku sama sekali tak mendengar bahwa pangeran membawa istrinya ke sini. " Jelas tabib Meng.


Ia tahu Sima Feng yang saat ini berada di perbatasan. Namun dari kabar yang ia dengar, pangeran kedua datang sendiri. Jadi mana mungkin wanita ini adalah permaisurinya.


Tentu saja kedatangan Liu ru ke kota ini tak ada yang tahu. Ia sengaja merahasiakannya karena teringat akan pesan ibu mertuanya agar berhati-hati mengingat situasi suaminya saat ini yang sedang memimpin di medan perang.


Liu ru tidak bodoh, ia tahu betul kemampuan bertarungnya, Benar-benar buruk. Untuk itu, Ia tidak ingin mengundang banyak perhatian yang justru membuatnya dalam bahaya.


Tapi sepertinya tindakan Liu ru membuat tabib Meng salah paham.


Liu ru menyeringai. Lalu menoleh pada petugas penyidik. " Apa kau mengenal kepala pelayan di kediaman pangeran? "

__ADS_1


Tentu yang dimaksud adalah kediaman pangeran di kota perbatasan bukan ibukota.


Ketua penyidik mengangguk. " Tentu. "


Ia pernah beberapa kali datang ke kediaman pangeran sebelumnya. Saat Sima Feng menjalankan tugas dari Sima Guang untuk menyelidiki masalah jalur sungai. Saat itulah ia akan beberapa kali datang untuk memberikan laporannya. Dan saat itu ia bertemu dengan pelayan Hu.


" Kalau begitu minta salah satu bawahan mu untuk datang ke kediaman pangeran dan minta kepala pelayan Hu untuk datang. Lalu tanyakan padanya siapa aku? "


Saat Liu ru menyebut kepala pelayan Hu. Ketua penyidik merasa bahwa kemungkinan besar apa yang diucapkannya adalah benar. Dan jika ia masih membuatnya sulit maka justru dirinya lah yang akan mendapatkan masalah besar. Jadi setelah pertimbangan singkat. Ia memilih untuk mundur.


Lebih baik percaya. Kita tak akan tahu apa yang akan terjadi jika menyinggung pangeran Feng, Pikirnya.


Dengan ragu-ragu ketua penyidik berkata. " Nyonya, tidak perlu sampai memanggil kepala pelayan Hu. Saya percaya. Jadi mari kita selesaikan saja masalah ini secepatnya. Saya akan menyuruh tabib Meng untuk membayar sejumlah uang sebagai ganti rugi. Bagaimana? " Bujuknya. Bahkan ia kini merubah cara bicaranya menjadi formal.


" Apa? Aku harus membayar ganti rugi. Tidak akan. Dia sudah memfitnah klinik ku dan menyebarkan kebohongan. Jadi jangan harap aku akan mengeluarkan uang untuknya. justru dia lah yang seharusnya membayar kompensasi karena secara tidak langsung sudah menyebarkan rumor buruk mengenai klinik ku. " Tunjuk tabib Meng pada pemuda itu.


Lalu beralih pada Liu ru. " Dan kau, jangan membual dan mengatakan bahwa kau adalah putri permaisuri. Kau mungkin bisa menakutinya dengan omong kosong mu itu, tapi tidak dengan ku. "


Ia juga menunjuk pada ketua penyidik dan menghinanya. " Aku ingin kau panggilkan saudara ipar ku. Biarkan dia yang menyelesaikan kasus ini. Dasar kau petugas tidak becus. "


Tabib Meng berbicara dengan arogan. Sangking semangatnya, Liu ru sampai menghindar agar tak terkena semburan air liurnya.


Ia bahkan belum membuka mulutnya untuk menjawab tawaran ketua penyidik. Tapi tabib Meng sudah berbicara seolah pihaknya akan menerimanya.


Percaya diri sekali dia.

__ADS_1


Ia mendengus, " Tabib Meng, bisakah kau lebih sabar. Jika kau terus marah, aku yakin kumis panjang mu itu akan rontok karena tekanan darah tinggi. Aku bahkan belum membuka mulut ku menjawab pertanyaan ketua penyidik. Tapi kau sudah berbicara begitu banyak. Jika orang yang tak tahu mungkin akan berpikir bahwa kita berada dalam kelompok yang sama. "


" Kau.. " Tabib Meng Ingin sekali meledak marah karena berani menghina kumisnya namun Liu ru mengabaikannya dan sudah kembali berbicara.


Menoleh pada ketua penyidik. " Karena tabib Meng ingin kasus ini ditangani oleh kerabatnya. Maka silakan atur agar kasus ini ditangani olehnya. "


Lebih baik membiarkan kerabat tabib Meng yang menangani. Jadi ia bisa sekaligus menariknya turun.


Petugas yang hanya merugikan rakyat harus di singkirkan, tekadnya.


Karena sudah mendapatkan lampu hijau dari Liu ru. Segera ketua penyidik memanggil atasannya yang sekaligus kerabat tabib Meng.


Tak berselang lama, pria yang terlihat seumuran dengan tabib Meng namun memiliki perut buncit masuk. Pria dengan jabatan kepala biro penyidik itu melihat Liu ru dengan tatapan tajam.


Liu ru mengira itu tatapan tak suka yang diberikan kepala biro penyidik. Berpikir bahwa ia sama seperti tabib Meng, tidak percaya bahwa ia adalah istri Sima Feng.


Beruntungnya tadi sebelum berangkat ke sini, Liu ru sudah meminta kusirnya untuk menjemput kepala pelayan Hu. Jadi mungkin tak lama lagi, dia akan segera datang.


" Kepala Chen, ini putri permaisuri pangeran kedua. " Ketua penyidik memperkenalkan.


Matanya masih menatap lurus Liu ru. Dagu yang terangkat seolah menunjukkan berapa arogan dirinya.


Namun wajah serius itu seketika berubah ramah dengan bibir melengkung senyum.


" Aiya.. Putri permaisuri maaf jika kami tidak menyambut mu dengan baik. " Sungguh gemulai sekali suaranya, mampu membuat mulut Liu ru menganga.

__ADS_1


__ADS_2