Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 397 Side story ( A Fei the princess of Jin)


__ADS_3

Selang beberapa hari akhirnya A Fei kembali ke kabupaten Wuyuan. Larangan A Feng nyatanya tak menghentikannya untuk tetap tinggal di sana. Ia tahu saudara kembarnya itu akan membantunya bicara dengan sang ayah.


" Aku sudah menempatkan pengawal tambahan dan penjaga bayangan untuk menjaga mu. " Terang A Feng sebelum keberangkatannya kembali ke ibukota.


Meski apa yang dilakukan A Feng cukup berlebihan, namun A Fei tidak menolak pengaturan tersebut. Ia paham, baik saudaranya dan juga kedua orang tuanya melakukan itu karena khawatir dan itu semua dilakukan demi melindunginya.


" Aku juga sudah mengatur seseorang untuk mu. Beberapa hari lagi kemungkinan besar dia akan segera tiba. Setidaknya dia bisa meringankan beban pekerjaan mu. " Lanjut A Feng kemudian.


" Siapa? " Tatapan A Fei menyelidik. Jujur, ia tidak terlalu suka menerima begitu saja orang asing meskipun orang itu pilihan saudaranya.


" Kau akan tahu segera. " A Feng enggan memberitahu adiknya. Biarlah itu menjadi kejutan untuknya. Dan jawaban itu sukses membuat bibir A Fei mencebik.


Setelah berpamitan, A Feng akhirnya kembali ke ibukota. Menghembuskan berat napasnya, wajah tampannya tampak sedikit frustasi. Membayangkan tumpukan laporan yang saat ini pastinya sudah memenuhi meja kerjanya dan menunggunya untuk segera di selesaikan.


' Ah sekarang aku tahu kenapa kak A Guang enggan menjadi putra mahkota. Sungguh merepotkan. ' Batin A Feng mengingat mendiang sang kakak saat begitu getol membujuknya untuk menggantikan dirinya.


Tiba-tiba ia teringat ucapan A Fei. ' Mungkinkah Gu Xinzu berbohong? Apa pernyataannya hanya sebagai pengalihan untuk membuat Li Chenlan sebagai kambing hitam? '


Tidak ada pilihan lain, ia harus segera menemui ayahnya untuk bertanya.

__ADS_1


A Fei termenung dengan sorot mata kehilangan, matanya yang terus menatap punggung rombongan Sima Feng yang semakin menjauh, membuat semua orang berasumsi jika A Fei sedih atas kepulangan sang putra mahkota Jin itu. Pada kenyataannya, bukan hal itu yang terjadi. A Fei hanya sedang memikirkan langkah apa yang akan ia lakukan setelah ini. Pekerjaannya banyak yang tertunda dan ia harus segera melakukan riset sebelum masa panen yang semakin dekat.


Sayangnya tak ada satupun orang di sana mampu memahami pikiran wanita itu.


" Hubungan persaudaraan yang sangat erat. Sungguh membuat iri. "


" Aku tahu, aku juga akan merasa kehilangan jika kakak ku setampan putra mahkota. "


" Tak hanya tampan, putra mahkota juga begitu penyayang dan perhatian dengan putri. Dan dari kabar yang ku dengar, ia juga seorang suami setia. "


Yang lain kemudian menghela napas sesak. " Siapa yang menduga bahwa wanita muda yang kita pikir hanya seorang nona bangsawan ternyata seorang putri. "


Kedatangan Sima Feng saat mengantar A Fei ke kabupaten Wuyuan membuka identitasnya. Kesal, namun tak ada yang bisa A Fei berbuat. Membuat sikap warga desa yang sebelumnya sopan menjadi semakin sopan bahkan cenderung berlebihan. Inilah yang membuat A Fei sukar dan enggan mengenalkan statusnya sebagai putri.


Salah paham juga akhirnya si Jingu. Mengira jika A Fei begitu sedih dengan kepergian A Feng. Ia pun memutar otak memikirkan cara untuk menghibur. Sudut matanya melihat penjual tanghulu tak jauh darinya. Dengan cepat membeli seluruh manisan itu dan langsung menyodorkannya pada A Fei.


Kening A Fei mengerut saat Jingu memberinya puluhan tanghulu yang masih menancap di tempatnya. " Apa ini? "


" Tanghulu. "

__ADS_1


A Fei tidak bodoh. Ia tahu benda merah ini tanghulu.


" Aku harap ini bisa sedikit menghibur mu putri. " Sambungnya lagi.


Wanita itu akhirnya paham maksud pria yang menjadi pengawalnya itu. Tampaknya ia berpikir dirinya sedih karena kepulangan A Feng.


" Apa kau memborong semua ini dari penjualnya?" Jingu mengangguk. A Fei kembali menarik napas. " Lalu untuk apa kau memberiku tanghulu begitu banyak. Meskipun kau ingin menghibur ku tapi aku bukan babi yang bisa memakan semuanya. "


Pada akhirnya, usaha Jingu itu A Fei bagikan pada warga desa. Tentu saja barisan pertama yang begitu antusias menyambut makanan manis itu anak-anak.


Dua hari berlalu, selama itu pula A Fei menghabiskan waktunya dengan penelitiannya membuat racun hama dan akhirnya berhasil menemukan formulanya. Ia bersorak senang. Akhirnya kerja kerasnya membuahkan hasil.


Tanpa membuang waktu, hari ini juga A Fei akan menguji penemuannya secara langsung. Jadi ia mengundang beberapa warga dan mengajaknya pergi ke ladang.


Namun ketika tiba di tempat pertemuan, A Fei dikejutkan dengan sosok tak asing berdiri bersama para warga. Mata wanita itu melotot tak percaya tapi juga senang. Sementara Jingu, ia sama terkejutnya namun setelah itu langsung berubah cemberut. Seolah dirinya baru saja meminum jus cuka yang sangat asam.


" Kak Jinfu? " Panggil A Fei dengan suara yang terdengar bahagia.


Ya, pria yang dikirim Sima Feng adalah Jiang Jinfu.

__ADS_1


Jinfu dan Jingu, dua pria yang sebenarnya tak saling mengenal namun akan segera bersaing merebutkan perhatian seseorang.


__ADS_2