Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 337 Side story ( A Feng story)


__ADS_3

Lalu kembali memperhatikan tabib dan pemuda yang masih berseteru itu.


Dua orang yang Liu ru yakini orang-orang tabib Meng datang dan menyeret pemuda itu ke jalan. Bahkan mereka mulai memukuli dan menendang pemuda itu.


Heran, nampak tak ada satupun orang yang menolong.


" Kenapa tidak ada yang menolongnya? " Seru Liu ru.


Orang asing di sampingnya berkata. " Nona, lebih baik kau jangan ikut campur. Jangan sampai kau justru mendapat masalah karena menolong pemuda itu. Tabib Meng memiliki hubungan kuat dengan petugas di biro penyidik. "


Liu ru mendengus kesal. Tangannya terkepal, geram akan tindakan tidak adil di depannya.


Apakah mereka semua buta? Bagaimana bisa mereka seolah menutup mata dan memilih abai. Padahal sangat jelas di sini tabib itu yang berbuat gila.


Tak tahan lagi. Liu ru maju dan mulai berteriak pada para pembully itu. " Berhenti! atau aku akan melaporkan kalian pada biro penyidik. " Ancam Liu ru. Ia sudah berdiri di depan mereka dengan kedua tangan melipat di dadanya.


Sementara Xiao Su yang melihat kenekatan majikannya itu menepuk jidatnya dan menggeleng. ' Nyonya, anda benar-benar berani. ' Batinnya memuji dalam arti sebaliknya.


Namun meski begitu ia tetap maju untuk melindungi sang nyonya.

__ADS_1


" Kalian ini. Jika ada masalah, lebih baik di bicarakan dengan kepala dingin. Jangan dengan memukul kalian menyelesaikan masalah. Apakah kalian tidak takut jika kami melaporkan kalian pada biro penyidik. "


Orang-orang yang menonton serentak bergumam dalam hati. ' Kami? jangan sebut kami jika hanya kau yang ingin melaporkan mereka. '


Sungguh egois mereka. Tapi itulah hidup.


Para pemukul pemuda tadi memandang Liu ru dengan wajah mengerikan. Ia sama-sama melipat tangannya di dada persis seperti Liu ru. " Nona, lebih baik kau menyingkir. Atau kau akan menyesal. " Ancamnya.


" Apa? kau ingin memukulku? kalau begitu akan ku laporkan kalian dengan biro penyidik. "


Mereka tertawa, bahkan tabib Meng ikut berbicara dengan setengah berteriak pada Liu ru. " Nona. Laporkan saja. Dan mari kita lihat siapa disini yang akan berakhir di dalam kurungan. "


Liu ru melihat sesuatu yang salah disini. Kenapa tabib Meng begitu percaya diri? sama sekali tak merasa takut?


" Sial sekali nona itu. Apakah ia tak tahu bahwa kepala biro penyidik adalah kerabat tabib Meng. Itulah kenapa ia tak pernah terjerat hukum meski pengobatannya sedikit bermasalah. "


Lagi, Liu ru melihat orang yang mengandalkan kerabatnya. Dan itu membuatnya teringat akan keluarga Liu yang selalu berpegang pada keluarga Hou.


Baiklah. Karena dia ingin bermain menggunakan kekuasaan kerabatnya. Maka ia pun akan melakukan hal yang sama. Dan mari kita lihat, akan seperti apa reaksi mereka.

__ADS_1


Jadi tanpa rasa takut. Liu ru memberikan tatapan menantang dan berkata dengan lantang pada tabib Meng.


" Baik. Ayo kita pergi ke biro penyidik. Dan mari kita lihat siapa yang akan menangis pada akhirnya. " Kemudian ia mendorong pria didepannya ke samping dan melihat pada pemuda yang wajahnya sudah penuh memar itu.


" Apa kau bisa berdiri? " Liu ru mengulurkan tangan.


Dan di sambut oleh pemuda itu. " Terima kasih. " lirihnya.


" Ayo kita ke biro penyidik. Kau bisa melaporkan tabib Meng pada mereka. "


" Tidak usah. Aku baik-baik saja. Tidak perlu melaporkan hal ini ke biro penyidik. " Tolaknya. Pemuda itu bukan tak ingin melaporkan tabib Meng. Tapi ia pikir akan percuma mengingat hubungan tabib Meng dengan kepala biro penyidik.


Jadi ia memilih untuk menelan utuh semua kemalangan hari ini. Mengenai nasib ibunya, ia akan kembali mengumpulkan uang dan mencari tabib lain.


Namun saat kembali teringat akan kondisi ibunya yang semakin parah, wajahnya kembali sendu.


Liu ru mengerti kegalauan pemuda itu. Besar kemungkinan ia pesimis bahwa laporannya akan di tindaklanjuti.


" Apakah nasib ibu mu tak penting di mata mu? kenapa kau begitu mudah menyerah. Bahkan kau belum mencoba melaporkannya. Kau tidak perlu khawatir. Aku bahkan memiliki pelindung jauh lebih kuat dari kerabat tabib Meng. Jadi kau tenang saja. "

__ADS_1


Setelah berkata begitu, dalam hati Liu ru bergumam. ' Maafkan aku suami ku. Kali ini biarkan aku menggunakan nama mu. Anggap ini sebagai bentuk perlindungan suami pada istrinya.'


Liu ru tidak tahu, bahwa setelah kejadian ini namanya akan menjadi terkenal. Bahkan saat semua orang menyebut nama Liu ru, maka mereka akan tahu bahwa itu adalah nama istri pangeran kedua, Sima Feng.


__ADS_2