Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Ketua Gui


__ADS_3

"Ada apa? " Laohu mengamati tiga orang yang ada di depannya. Seorang gadis bercadar dengan dua pria bertopeng yang menutup setengah wajahnya.


"Aku ingin bertemu ketua Gui. " Ziyan langsung menyebutkan tujuannya.


"Kau? Lalu mereka? " Laohu kembali menatap kedua pria yang ada di kanan dan kiri ziyan.


Ziyan menatap Kedua pria tersebut seakan memberikan pesan untuknya agar bersandiwara dengannya.


"Mereka? mereka pengawalku. "


Karena laohu tidak melihat reaksi aneh dari kedua pria itu, laohu berpikir perkataan ziyan benar. Jadi ia pun menyetujui permintaan ziyan. Hanya saja, untuk bertemu dengan ketua Gui. Mata mereka harus ditutup. Laohu tak bisa membiarkan sembarang orang mengetahui markas mereka.


"Baik. Aku tidak keberatan. " (ziyan)


"Jadi hanya kau dan dua pria ini yang akan pergi?" Laohu kembali memastikan. Ia tak ingin ada tambahan orang lagi


Ziyan menggeleng. " Tidak. Masih ada satu pria lagi. "


Kali ini sima yan dan sima rui saling berpandangan tidak mengerti. Satu pria lagi? Bukankah para pengawal hanya mengawasi dari jauh.


"Siapa? Suruh dia cepat kesini! " Laohu melihat sekelilingnya. Tapi ia tak melihat ada orang lain lagi yang bersama mereka.


"Dia sudah disini. " Lalu ziyan menunjuk snowy.


"Dia. Dia akan ikut denganku juga.


"......... " Laohu, sima yan, sima rui.


"Kau jangan bercanda. Dia hewan bukan pria. " Laohu tampak kesal. Ia seperti di permainkan oleh perkataan gadis kecil.


"Dia memang hewan, tapi dia seekor jantan. Bukankah sama seperti pria. "


Tidak tahu kenapa, Sima rui dan Sima yan tiba-tiba merasa kesal dengan kucing putih itu. Mereka yang seorang pangeran seakan di samakan dengan seekor kucing.


Tiba-tiba snowy merasa tatapan menusuk dari atas. Ia mengangkat kepala dan melihat kedua pangeran sedang menatapnya dingin. Apa yang aku lakukan? Kenapa keduanya seakan ingin membunuhku dengan tatapan mereka.


"Baiklah.Baiklah. Dia boleh ikut. "

__ADS_1


Laohu berpikir apa yang bisa di lakukan seekor kucing. Paling hanya bisa mengeong saja. Laohu kemudian menutup mata ketiganya. Ziyan menggendong snowy. Dan mereka mulai berjalan.


Para pengawal yang mengikuti mulai ikut bergerak. Namun mereka kehilangan jejak ditengah jalan. Feng xiao yakin mereka memiliki jalan rahasia. Jadi tak ada yang bisa mereka lakukan selain menunggu.


Setelah berjalan cukup lama. Mereka akhirnya berhenti. Laohu meminta para bawahannya untuk membuka penutup mata mereka.


Ziyan menyesuaikan matanya. Ia melihat banyak rumah pondok kayu disini. Ini seperti perkampungan kecil. Bahkan ada wanita dan anak-anak juga. Mereka beraktivitas seperti biasa. Sama sekali tak ada kekerasan atau hal menyeramkan yang terlihat layaknya markas penjahat pada umumnya. Ziyan tak menyangka tempat seperti ini adalah tempat tinggal ketua pasar gelap yang identik dengan dunia hitam.


Tak lama seorang pelayan datang. Dia menghampiri laohu, mengangguk lalu memberikan gerakan tangan menyuruh mereka masuk.


Ziyan mengikuti langkah laohu masuk ke dalam sebuah pondok kayu. Meski di luar tampak kecil. Tapi didalam cukup luas. Ziyan mengamati sekeliling pondok tersebut. Matanya mengedar mengamati semua perabotan yang ada.


Mendengar laohu sudah memberikan salamnya. Itu berarti sang tuan rumah ada di depan mereka. Ziyan melihat seorang pria duduk di sebuah kursi pemimpin dengan wanita yang berpakaian seksi di sampingnya. Pakaian wanita itu sangat menyegarkan bagi mata para lelaki. Bagaimana tidak, Bagian atasnya hanya mengenakan baju sejenis bra yang menutup dadanya. Lalu rok sebagai pasangannya. Ziyan melirik sekilas Sima rui, Tak ada reaksi. Lalu melirik Sima Yan, tak ada reaksi juga. Mungkin bagi Sima yan penampilan wanita itu sudah biasa ia lihat. Jadi wajar jika ia tak bereaksi. tapi Sima rui... Bukankah ia tak pernah bersama wanita. Kenapa ia tak bereaksi sama sekali. Ziyan jadi meragukan kejantanan calon suaminya ini.


Ziyan kembali mengamati pria yang katanya bernama ketua Gui itu. Lalu kembali memperhatikan wanita di sampingnya. Ia menyadari ada sesuatu yang janggal dengan keduanya. Lalu ia mengamati para pelayan yang melayani mereka. Sepertinya ia sudah tahu hal salah itu apa. Dibalik cadarnya, ziyan menyeringai.


Karena laohu sudah menjelaskan maksud dari kedatangannya. Maka ziyan tak perlu repot-repot menjelaskannya. Ketua Gui mengangguk. Ia menatap ziyan, tersenyum mencibir sebelum akhirnya berbicara.


"Kau ingin racun pelahap jiwa. Berapa harga yang bisa kau bayar? "


Ziyan memberikan angka dengan jari telunjuknya.


Ziyan menggeleng dan dengan tenang menjawab cibiran pria tersebut.


"Bukan 1 tael emas. Tapi 100 tael emas. "


Ketua Gui yang tadi tertawa, seketika terdiam. Wajahnya kembali serius.


"Gadis kecil, Jangan melakukan penawaran yang tak bisa kau lakukan. "


Kelihatan Ketua Gui ini sedang meremehkanku. Apa ia pikir, aku tidak bisa membayarnya.


Ziyan mengeluarkan lima lembar kertas bank note, Masing-masing senilai 10 tael emas. Lalu menatap sima rui tanpa kata-kata. Ia membuka telapak tangannya didepan sima rui.


"Pengawal. Berikan sisa uangnya? "


Karena ziyan hanya membawa 5 lembar bank note. Jadi kekurangannya bukankah harus minta sang calon suami.

__ADS_1


Sima rui benar-benar tak menyangka tunangannya ini akan berwajah tebal. Ia sama sekali tak merasa canggung meminta uang darinya. Sima rui tersenyum tipis lalu mengeluarkan semua uangnya yang ada di balik bajunya. Ada lebih dari sepuluh lembar bank note.


Ziyan tak menyangka calon suaminya ini akan begitu dermawan. Ia hanya meminjam bukan meminta. Tapi Sima rui justru memberikan semua uang miliknya pada gadis itu. Ziyan tahu keluarga kerajaan tak mungkin miskin. Tapi siapa yang menyangka bahwa tunangannya akan sekaya ini.


"Ini terlalu banyak. " Ziyan memasukan kembali kertas bank note tersebut ke dalam baju. Namun bukan ke baju Sima rui tapi ke bajunya.


Sima yan melihat interaksi kedua yang tampak seperti sepasang suami istri itu berhasil membuatnya iri. Jadi ia juga mengeluarkan bank note dari kantongnya.


"Nona. ini uang anda. Silakan. " Sima yan masih berperan sebagai pengawal ziyan. Jadi ia yakin ziyan tak mungkin menolaknya saat berada di depan musuh.


Ziyan melihat bingung sikap Sima yan. Tapi karena mereka sedang dalam penyamaran. Ia tak mungkin menolak sikap Sima yan. Jadi ia mengambil uang miliknya juga dan memasukannya ke dalam kantong bajunya. Lagipula orang bodoh mana yang akan menolak uang.


"Ini. Seratus tael emas. Apakah sekarang kau percaya. "


Tuan Gui tersenyum. Lalu mengangguk memberikan kode pada seorang pelayan untuk mengambil barangnya.


Tak lama seorang pelayan datang dengan botol yang sama persis dengan botol yang ziyan ambil dari kamar yuefeng. Tuan Gui menyuruh sang pelayan memberikan botol itu pada ziyan dan sekaligus mengambil uangnya.


"Apakah racun ini sangat mematikan? " (ziyan)


"Tentu saja. Sebelumnya tidak ada yang bisa selamat dari racun ini. " Tuan Gui menjawabnya dengan penuh percaya diri.


"Sebelumnya? " Ziyan masih memancing tuan Gui untuk berbicara lebih banyak.


Ketua Gui terlihat enggan menceritakannya. Meski begitu ia tetap mengatakannya. "Beberapa bulan yang lalu aku menerima kabar bahwa ada satu orang yang berhasil sembuh dari racun ini. Kau tahu nona Mo dari kediaman menteri mo."


"Nona mo? "


Ziyan bereaksi seakan tak mengenal nama itu. Ia ingin mendengar apa lagi yang akan keluar dari mulutnya.


"Dialah yang berhasil bertahan dari racun itu. Sebenarnya agak aneh. Karena ia sembuh dengan tiba-tiba. Karena itu, seandainya saja aku bisa membawanya kesini dan menjadikannya bahan penelitianku pasti akan sangat hebat. "


Ziyan merasa orang ini bukan sekedar ketua pasar gelap. Tapi juga seorang psikopat. Mendengar pria itu ingin menjadikan dirinya sebagai bahan uji coba. Cukup membuat isi perut ziyan terasa bergejolak. Bukan karena takut, lebih kepada rasa jijik.


Di luar Sima rui tampak biasa, tak terpengaruh dengan ucapkan pria itu. Namun didalam ia sangat marah mendengar calon istrinya disebut dan bahkan ingin menjadikannya sebagai bahan penelitian. Begitu besar hasratnya ingin membungkam mulut itu untuk selamanya. Jika bisa, Ia ingin sekali menghunuskan pedangnya sekarang juga ke arah perutnya lalu mengeluarkan semua isi perutnya. 'Pria ini beraninya memikirkan hal mengerikan itu pada yaner. '


Mendengar kata-kata itu, Sima yan merasakan darahnya mendidih dan hampir meledakan isi kepalanya. Pria ini berpikir untuk melecehkan yaner. Akan ku buat dia menyesal.

__ADS_1


Secara kebetulan, ketiganya sedang berpikir hal kejam apa yang akan mereka lakukan pada pria Gui itu.


__ADS_2