
Malam ini ziyan akan menemui arthur di penjara. Sima Dan sudah mengatur semuanya yang tentunya atas instruksi sang kakak. Sima rui masuk bersama dengan ziyan. Di dalam penjara khusus ini, hanya ada beberapa narapidana saja. Karena dalam satu sel hanya di isi oleh satu orang.
Ziyan menutup mulutnya terkejut ketika melihat kondisi arthur yang mengkhawatirkan. Arthur mengalami beberapa luka di punggungnya karena siksaan cambuk yang di dapatnya.
" Arthur. " Panggil ziyan dengan suara bergetar.
Pria yang sedang meringkuk di lantai itu menoleh kala mendengar namanya di panggil. Mengumpulkan kesadarannya, arthur mencoba melihat siapa yang menemuinya.
"Gai.. a.." Lirih arthur memanggil ziyan.
Arthur mencoba bangkit, perlahan ia berjalan lalu kembali jatuh. Akibat luka di punggungnya membuat sekujur tubuhnya terasa tak bertenaga. Kembali ia mencoba bangkit dan berjalan terhuyung hingga akhirnya bisa berpegang pada batang besi yang menjadi pembatas antara ziyan dan juga dirinya.
" Gaia. Kau menemui ku? " Ada perasaan bahagia karena wanita terpenting dalam hidupnya datang menemuinya. Namun ia juga sedih karena harus menunjukkan sisi tak berdayanya pada wanita itu. Ia tak ingin Gaia nya melihat kondisi terpuruk saat ini.
" Kenapa kau seperti ini? sebenarnya apa yang terjadi? apa mereka menyiksa mu? " Tanya ziyan. Matanya berkaca-kaca menahan sedih melihat sahabatnya dengan kondisi yang memprihatinkan.
Arthur tersenyum kecut. Mengingat kembali bagaimana mereka menyiksanya agar mengakui kejahatan yang tak dilakukannya. Cara yang umum di lakukan untuk menginterogasi seseorang. Ah, mungkin lebih tepatnya memaksa seseorang.
" Mereka memaksaku untuk mengakuinya. Mengakui hal yang sama sekali tak ku ketahui. Pelaku penculikan mereka bilang. " Cibir Arthur.
" Salah satu korban mengatakan kau lah yang menculik orang-orang untuk di jual di pasar gelap. Itulah cara bagaimana kau memiliki uang selama ini. " Ucap ziyan.
" Omong kosong. Aku memiliki uang karena kasino mu. Kau sendiri mengetahui berapa banyak yang aku menangkan dalam satu minggu itu. " Meski suara Arthur lemah namun sarat akan emosi.
" Aku tahu. Karena itu aku dan Pangeran rui akan membantu mu bebas dari sini. Tolong bersabarlah. Aku akan mencari semua bukti. " Janji ziyan pada arthur.
Tiba-tiba Arthur teringat sesuatu. " Lelang ilegal. " Gumam Arthur.
__ADS_1
Lalu ia kembali bicara. " Iya itu pasti mereka. Gaia, insiden penculikan itu pasti di lakukan oleh orang-orang dari pelelangan ilegal. Mereka menjual manusia untuk dijadikan budak **** atau sebagai budak penyiksaan para psikopat. Aku dan wang yi pernah menjadi salah satu korban mereka. Beruntung, saat itu kami berhasil lolos. "
Ziyan dan Sima rui saling berpandangan.
" Apa kau yakin? " Tanya ziyan.
" Aku tidak sepenuhnya yakin, tapi jika korban penculikan itu para dewasa muda maka itu pasti. Mereka tak menculik anak-anak. " Jelas Arthur.
" Aku akan bertanya pada Dan er. Jika benar maka akan ku minta seseorang mencari informasinya. " ujar Sima rui.
Jika sampai pelelangan ini tak tersentuh petugas penyidik. Sudah di pastikan ada orang lain di belakang kelompok tersebut. Dan sima rui yakin orang itu pasti memiliki kekuasaan cukup besar di kerajaannya. Mengingat bisa menutup mata instansi penyidik.
Setelah berbicara dengan Arthur, ziyan dan Sima rui memutuskan kembali. Sebelum pergi, ziyan memberikan pil penyembuh luka buatan bibinya.
" Minumlah, setidaknya ini bisa menyembuhkan luka-luka di tubuh mu. "
Arthur menerima pil tersebut dan langsung meminumnya.
' Aku tak akan bisa membuat Gaia bahagia jika masih berada di dunia ini. Aku harus segera membawanya pulang. ' Batin Arthur.
*********
Keesokan harinya.
Ziyan meminta yaoyao untuk memanggil wang yi agar menemuinya. Ia ingin menanyakan beberapa hal padanya.
" Apakah demam mu belum sembuh? Wajah mu kelihatan sangat pucat. " Ziyan mengamati wajah wang yi yang masih putih pucat.
__ADS_1
" Aku sudah lebih baik wangfei. Maaf karena telah merepotkan. " Ucap wang yi merasa tak enak.
" Itu bukan hal yang merepotkan. Aku hanya heran padamu. Kenapa baru sehari disini kau sudah terkena demam. Apa benar yang di katakan Arthur bahwa kau kesulitan tidur di tempat baru? "
" Itu.. " Wang yi ragu untuk mengatakan hal yang sebenarnya. Ia malu karena kebodohannya yang percaya dengan ucapan junyi membuatnya harus mengalami demam karena hipotermia.
" Mungkin ini efek kelelahan karena beberapa hari lalu tidur di luar. " Ziyan mengangguk percaya. Lalu wang yi kembali bersuara. " Kenapa wangfei ingin menemui ku? "
Ziyan kembali mengingat tujuannya memanggil pria itu. " Ah aku lupa. Aku ingin menanyakan sesuatu padamu. Semalam aku bertemu dengan Arthur. Ia membahas tentang pelelangan ilegal. Katanya kalian berdua sempat menjadi tawanan di sana. Apakah itu benar? Bagaimana ceritanya? "
Wajah wang yi semakin pucat. Namun karena sudah sejak awal pucat. Jadi perubahan itu tak terlihat oleh ziyan.
' Bajingan tampan itu! kenapa juga ia cerita tentang hal itu. Kalau sudah begini mau tidak mau aku harus membuka kenangan menjijikan itu. ' Gerutu wang yi. Badan wang yi mendadak merinding kala mengingat sentuhan pria tua cabul itu.
" Kau tak apa? " Ziyan melihat gelagat aneh wang yi.
" Ah aku tak apa. Apa lagi yang Arthur katakan padamu wangfei? "
" Tidak ada. Hanya itu saja. "
Wang yi membuang napas lega. Karena sepertinya Arthur tak mengatakan pelecehan yang dirinya terima. Akhirnya wang yi pun menceritakan apa yang mereka alami kala itu, tentu saja dengan menghilangkan adegan dimana ia mendapatkan sentuhan cabul tuan Ma. Hingga akhirnya bisa melarikan diri dan bertemu dengan ziyan.
Ziyan mendengarkan cerita wang yi dengan serius. Dari cerita tersebut ziyan mendapatkan informasi bahwa korban yang di culik rata-rata memiliki wajah dan tubuh bersih. Mungkin bisa di simpulkan mereka yang good looking lah yang di culik.
' Aku pikir memiliki wajah rupawan adalah sebuah berkah ternyata justru musibah. Sungguh beruntung orang-orang yang berwajah jelek. ' Pikir ziyan.
Hal itu membuat ziyan mendapatkan sebuah ide. Ide untuk memancing para penculik. Seperti singa betina yang selalu membawa hasil buruannya ke sarang. Mengikuti hal itu, maka jika ingin mengetahui dimana mereka menyembunyikan para korban. Maka cara lebih cepat adalah menjadi apa yang mereka cari.
__ADS_1
Ziyan merasa begitu semangat kala memikirkan akan kembali beraksi. Namun pemikiran bahagia itu sirna setelah teringat bahwa kini dirinya adalah seorang istri yang harus patuh terhadap suami.
' Sepertinya meminta ijin suami posesifnya akan jauh lebih sulit dari pada menghancurkan sarang para bandit. ' monolog ziyan.