Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 280 Side story ( A Guang story)


__ADS_3

Telah diputuskan bahwa keberangkatan A Guang ke kerajaan Shu tiga hari lagi. Jadi ia mulai mempersiapkan keberangkatan mendadaknya tersebut.


" A Guang gege, apa kau benar akan pergi ke shu? " Seorang bocah lima tahun memeluk kaki A Guang.


" Yan Jun? kau kesini bersama ibu mu? " Tanya A Guang bingung, alisnya mengerut melihat sosok bocah yang secara tiba-tiba memeluk pahanya tersebut.


Bocah itu mengangguk, lalu berkata. " Ibu mengatakan bahwa kau akan ke shu. Jadi ia meminta ku untuk merampok mu agar membelikan ku beberapa barang di sana. " Jawab jujur Yan Jun dengan wajah polos. Tanpa ia tahu bahwa ibunya telah menanamkan kebiasaan buruk untuk melubangi kantong kakak sepupunya.


A Guang hampir saja tersedak ludahnya begitu mendengar kejujuran Yan Jun.


Jadi ia mulai berpikir dalam hati, Bibi kau benar-benar bukan ibu yang bijaksana. Sungguh malang nasib guru Yan menemukan istri sepertinya.


Tidak ingin langsung menolak, A Guang memikirkan kata-kata bagus agar tidak membuat Yan Jun menangis.


" A Jun, jangan dengarkan ibu mu. Aku ke sana untuk bekerja bukan untuk tamasya. Jadi mungkin tidak ada waktu untuk berbelanja. Tapi aku berjanji jika menemukan waktu kosong, aku akan membelikan mu beberapa barang bagus. " Bujuknya pada adik sepupunya tersebut.


" Janji? "


A Guang menautkan kelingkingnya pada kelingking kecil bocah itu. "Janji. "


" Sekarang katakan padaku. Dimana ibu mu? "


Bocah itu menyentuh dagu dengan telunjuknya seolah sedang berpikir. Lalu ia menjawab. " Ibu sedang mengunjungi ayah di akademi. Ia bilang agar aku bermain dengan mu dan tidak mengganggu mereka. "


A Guang hampir mimisan karena kesal dengan kebiasaan bibinya itu.


' Anggap saja permainan terakhir sebagai salam perpisahan sebelum aku berangkat ke shu. ' Batinnya.


Lalu berbicara, " Baiklah. Ayo kita bermain bersama A Fei jiejie juga. "


" Terima kasih A Guang Gege. Kau memang yang terbaik. " Yan Jun memeluk paha A Guang lalu menariknya keluar untuk bermain.


Fu Xin membantu perjuangan putrinya, hingga akhirnya A Hua dan Guru Yan bisa menikah. Meski butuh waktu cukup lama untuk meyakinkan Sima shao. Tapi karena campur tangan istrinya juga, maka sima shao tidak memiliki kekuatan untuk menolaknya terus menerus.


Perjuangan guru Yan tidak berhenti sampai di situ. Setelah melewati sang ayah, ia harus melewati sang kakak yang sekaligus kaisar kerajaan, dan inilah fase tersulit Yan zheng.


Sima rui menyukai kecerdasan dan karakter Yan zheng, tapi ia tak menyukai fakta bahwa pria itu lemah. Bahkan mengalahkan preman pasar pun dirinya harus terluka. Sungguh sebuah lelucon bagi sima rui.


A Fei yang lebih muda dan seorang wanita bahkan bisa mengalahkan segerombolan bandit gunung.

__ADS_1


Sima rui mulai membandingkan A Fei dengan Yan zheng secara tidak sadar.


Karena itu, Sima rui berniat membuat calon iparnya itu untuk sedikit lebih kuat dengan memberikan pelatihan militer padanya.


Yan zheng selalu mengunakan otaknya tiba-tiba harus bergelut dengan latihan militer yang menguras tenaga, tentu itu tidak berakhir baik awalnya.


Ia harus menderita dan mengalami beberapa kali cidera dan hal itu membuat A Hua marah.


Apakah Sima rui luluh saat A Hua marah padanya? tentu saja tidak. Ia sudah bertekad untuk membuat calon iparnya setidaknya lebih kuat. Ia tak ingin menyerahkan adik satu-satunya itu pada pria lemah yang bahkan untuk melindungi dirinya saja sulit.


Tampaknya tekad Sima rui tersebut tersampaikan dengan baik pada Yan zheng, hingga akhirnya ia bisa menyelesaikan pelatihan dengan baik meski penuh perjuangan berdarah.


Lalu bagaimana dengan keluarga Guli ?


Pernah satu kali secara tidak sengaja A Guang bertemu dengan na li di ibukota. Sesuai dengan isi surat Xu xiang yang mengatakan jika keluarganya datang menemuinya untuk meminta sejumlah uang maka A Guang harus menolaknya.


Dan benar, Na li dengan dalih meminjam, Ia meminta sejumlah uang pada A Guang.


Apakah A Guang memberinya?


Jelas tidak. Bagi pria itu keluarga nya adalah salah satu penyebab Xu xiang pergi, dan itu membuat A Guang marah. Meski jumlah uang yang di mintanya tidak besar bagi seorang putra mahkota. Tapi karena alasan kepergian Xu xiang itulah ia enggan untuk memberikannya. Malah ia semakin berperut hitam dengan menagih hutang yang dulu ia jadikan alasan untuk tetap berhubungan dengan Xu xiang.


Na li yang tidak memiliki uang akhirnya terpaksa di bawa ke biro penyidik untuk di tangani. Dengan alasan pemerasan serta hutang yang tidak kunjung di bayar. Maka setidaknya tiga tahun waktu yang dihabiskan oleh Na li untuk menikmati dinginnya penjara.


Setelah itu, A Guang tak tahu lagi apa yang terjadi dengan keluarga Xu xiang.


" Dimana Yan Jun? " A Hua baru saja datang untuk menjemput putranya.


Meski ia tinggal di luar istana setelah menikah. Tapi dirinya masih sering keluar masuk istana mengunjungi ayah ibunya yang ingin bermain dengan putranya atau sekedar melepas rindu pada mereka.


" Kau baru ingat putra mu setelah seharian melupakannya. " Sindir A Guang pada bibi yang usianya hanya terpaut tiga hari dengannya.


A Hua menggaruk pipinya yang tidak gatal. Lalu tertawa kecil. " Aku hanya mengatakan bahwa kau akan pergi ke kerajaan shu dan mungkin akan lama untuk mu kembali. Jadi ia dengan tergesa-gesa meminta ku mengantarnya kemari. Dan karena aku tak ingin mengganggu acara bermain kalian maka aku memilih untuk menyingkir. "


"Jangan jadikan Yan jun sebagai alasan. Kau hanya ingin menghabiskan waktu bersama suami mu tanpa terganggu oleh kehadiran putra mu bukan. " Tebak A Guang tepat sasaran.


A Hua tersenyum seperti kuda. Ia tak menyangka bahwa motif sebenarnya telah di temukan.


Tanpa merasa bersalah, ia memberikan ibu jarinya pada A Guang. " Kau memang yang terbaik. "

__ADS_1


A Guang memutar bola matanya jengah. Ia tidak butuh pujian. Bagaimana pun ia sudah mengenal wanita ini hampir seumur hidupnya jadi bukan hal aneh ia mengenalnya lebih baik dari siapa pun.


" Kau ingin aku membelikan mu apa? "


Mendengar tawaran manis dari A Guang, tentu saja A Hua tidak perlu sungkan. Ia langsung menyebut beberapa benda yang memang sudah di siapkan daftar list nya.


Kali ini A Guang hampir muntah darah karena sakit hati. Bagaimana tidak. Hari ini dirinya dirampok dua kali dan bayangan uangnya terbang dari kantongnya membuat hatinya sakit.


" Apa kau tidak bisa lebih murah hati. Itu merampok namanya. " Gerutu A Guang.


" Aku tidak merampok. Bukankah kau yang menawarkan pada ku? aku hanya mengambil umpan yang kau lempar. " Ucap A Hua dengan wajah tak bersalah.


" Sudah. Aku akan berusaha tapi aku tidak janji. karena aku ke sana juga karena menyelesaikan hukuman dari ayah. "


A Hua mengerutkan kening. " Kau di hukum kakak? kenapa? "


" Bukankah sudah pasti, karena aku menolak semua perjodohan yang didorong oleh ibu. " Ia menyembunyikan alasan utama dirinya dihukum. Fakta bahwa ayahnya cemburu dengan putranya sendiri yang merebut perhatian dari ibunya yang kebetulan adalah istrinya.


Bukankah akan menjadi sebuah lelucon jika fakta tersebut di ketahui oleh publik.


A Guang menjawab dengan acuh tak acuh seolah itu bukan masalah besar baginya. Nyatanya semua calon itu berasal dari keluarga bangsawan dengan reputasi baik. Meski tidak berdampak besar, tapi penolakan tersebut tetap meninggalkan kesan jelek bagi mereka.


Seolah tahu alasan penolakan tersebut. A Hua tak kuasa menahan dirinya untuk tidak bertanya.


Jadi ia membuka mulutnya dan berkata dengan hati-hati. " Apa kau belum bisa melupakannya? "


A Guang tidak menjawab. Ia masih suka menutup mulutnya rapat jika ia mendapatkan pertanyaan ini.


Diamnya A Guang tentu sebuah jawaban. Jadi kembali A Hua berkata. " Aku sudah pernah bilang pada mu sebelumnya. Dan sekarang dia sudah pergi. Tidakkah kau belajar melupakannya? jika itu sulit maka carilah. Bukan hanya diam dan menjadi pria kesepian. "


'Pria kesepian ' dua kata yang menurutnya lucu. Bagaimana bisa dirinya kesepian sementara ia bersama keluarganya yang menyayanginya.


" Aku memiliki alasan kenapa tidak mencarinya. Sesuai dengan surat yang ia tinggalkan, ia ingin membangun masa depannya dimana orang-orang tak mengenalnya. Aku hanya memenuhi apa yang dia inginkan. Jika ia ingin pergi, maka apa yang bisa aku lakukan? Tak ada hak bagi ku untuk melarang bahkan mengekangnya. Biarkan takdir yang bermain. Jika langit menginginkan kami bertemu maka kami akan bertemu. " Ungkap A Guang.


Kemudian A Hua menambahkan. " Lalu apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengannya? "


" .... Entahlah. " Jawab A Guang singkat.


Tapi ketahuilah, bahwa jauh di dalam hatinya, A Guang bersumpah jika ia bertemu dengannya, ia tidak akan pernah melepaskan dan membiarkan wanita itu pergi lagi. Jika menolak, A Guang akan mengikat dan membawanya ke altar untuk menyerah langit dan bumi agar wanita itu terikat selamanya dengannya.

__ADS_1


__ADS_2