Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 275 Side story ( A Guang story)


__ADS_3

" Jadi bagaimana kepala sekolah, guru luo. Apakah kalian setuju dengan permintaan ku? " A Guang sekali lagi menanyakan kesanggupan permintaanya.


" Kau tenang saja. Aku akan membuat pengumuman khusus untuk mereka agar meminta maaf pada A Hua dan guru Yan jika memang terbukti mereka tidak bersalah. Itu juga sekaligus bisa membersihkan namanya. " Balas Kepala sekolah.


A Guang tersenyum tipis lalu melirik guru luo. " Guru luo diam saja. Apakah kau tidak setuju dengan hal tersebut? "


Mendengar namannya kembali di singgung, guru luo sedikit mendengus kesal. " Apa alasan yang membuat ku tidak setuju. Jika memang mereka berdua murni tentu saja aku menyetujuinya. "


A Guang pun menjawab. " Baguslah kalau begitu. Kepala sekolah tolong ijinkan aku membuktikan. "


" Kau ingin melakukannya? bagaimana caranya? " Tanya kepala sekolah tidak percaya.


Akhirnya Jiang jinfu datang dengan membawa saksi yang di maksud.


" Kau saksinya? " A Guang melihat tak percaya pada shenshen.


Gadis yang merupakan teman asrama bibinya lah saksinya.


Kemudian ia menatap ke arah A Hua. ' Jelaskan padaku' kurang lebih itulah arti tatapan A Guang.


A Hua yang paham berbisik. " Aku pergi ke perpustakaan dengan shenshen saat itu. "


Bibinya benar-benar pintar sekali membuat masalah.


" Shenshen, apa kau masih ingat posisi mereka saat kau melihatnya? "


" Aku ingat. Saat itu.. " Ucapan shenshen terhenti saat tiba-tiba A Guang menyela.


" Berhenti. Jangan katakan. " Perkataan A Guang membuat semua orang bingung. Bukankah ia baru saja bertanya apa gadis itu mengingatnya lalu kenapa menyuruhnya untuk tidak berbicara.


Melihat wajah bingung semua orang, A Guang kembali berkata. " Lebih baik kita segera pergi ke perpustakaan. Aku akan menunjukkannya di sana. "


Semua orang akhirnya berpindah ke tempat perpustakaan.


" Kita sudah ada di perpustakaan. Jadi cepat katakan apa yang ingin kau tunjukan. " Guru luo bertanya dengan tidak sabar.


" Kenapa begitu terburu-buru guru luo. kita baru juga sampai. Sesuatu yang dilakukan dengan tergesa-gesa tidak akan berjalan dengan baik. "


Setelah berkata, A Guang menoleh pada Shenshen lalu kembali bertanya. " Dimana posisi mu saat kejadian? "


Shenshen sedikit gugup tapi ia menunjukkan posisi dimana ia menyaksikan kejadian tersebut.


" Baiklah kalau begitu. Bisa kau peragakan bagaimana posisi A Hua dan guru Yan tadi. "


" Bisa. "


" Terima kasih. Kalau begitu lakukan, tapi setelah aku keluar. Ingat lakukan sesuai dengan apa yang kau lihat tadi. Guru Yan dan juga A Hua akan menilainya. Apakah gerakan shenshen sudah sesuai dengan situasi saat kalian jatuh. "


Meski semua orang masih tampak bingung dengan pengaturan A Guang. Tapi mereka tetap mengikuti.


A Guang langsung keluar dan tak lama shenshen menunjukkan posisi terakhir A Hua dan guru Yan terlihat.


" Apakah sudah selesai? " A Guang masuk setelah beberapa saat.

__ADS_1


Shenshen mengangguk. " Sudah. "


A Guang berjalan ke arah di mana A Hua terjatuh. Lalu ia mengambil tangga kecil yang biasa digunakan untuk mengambil buku pada rak atas.


" A Hua jie, sekarang kau lakukan bagaimana tadi kau mengambil buku dan terpeleset. Aku yang akan menjadi guru Yan. "


A Hua maju dan hendak melakukan apa yang A Guang katakan. Namun Guru Luo berbicara.


" Untuk apa kau lakukan itu. Apakah hal itu bisa menunjukkan bahwa mereka tidak bersalah? Jangan buang waktu kami untuk melayani mu bermain. "


" Guru luo, bahkan kau tidak tahu tujuan ku melakukan ini. Tapi kau berbicara seolah apa yang ku lakukan sia-sia. Aku tidak meminta mu melakukan apapun. Aku hanya butuh guru disini untuk melihat. Apakah menggunakan mata membuat mu lelah guru? "


Tentu saja apa yang A Guang katakan sebenarnya membuat guru luo marah. Tapi di depan kepala sekolah ia memilih untuk menahannya.


Guru luo yang marah hanya bisa mengepalkan tangannya kuat dan menekan keseluruhan giginya.


Di saat seperti ini tidak baik mencari lebih banyak masalah. Apa lagi kepala sekolah, sekarang bersikap jauh lebih hati-hati dari sebelumnya.


A Hua sudah menaiki tangga. Ia mulai menjatuhkan diri sama persis dengan sebelumnya.


Dengan sigap ia menangkap tubuh A Hua.


A Guang bergerak seperti apa yang guru Yan katakan padanya.


Brukk!


Keduanya jatuh dengan A Hua berada di atas tubuh A Guang.


Shenshen mengangguk sebagai jawaban. Lalu yang peserta yang lain pun mengangguk mengikuti.


Mereka akhirnya paham apa yang sedang di lakukan A Guang. Ia sedang melakukan rekaman adegan untuk membuktikan bahwa A Hua tidak bersalah.


" Jadi kepala sekolah, guru luo. Apakah masih ada keraguan pada kalian? Aku melakukan sesuai dengan apa yang tadi mereka lakukan. "


" Tapi bisa saja kau sudah merekayasa sehingga posisinya sama dengan saat A Hua dan guru Yan jatuh. " Sanggah guru luo. Ia masih tidak percaya dengan metode pembuktian yang di lakukan A Guang.


" Jadi apa guru luo juga mengakui bahwa apa yang ku lakukan tadi sesuai dengan kondisi sebenarnya? "


Guru luo berdehem sebagai jawaban.


" Kalau gitu masalahnya kita anggap selesai. "


" Bagian mana sudah selesai? jangan sembarangan kau. " Guru luo sedikit menaikkan nada suaranya.


A Guang mengangkat salah satu alisnya.


" Sepertinya guru Luo terlihat tidak senang dengan keputusan ini. Padahal kepala sekolah sendiri tidak mempermasalahkannya dan menganggap ini semua sudah selesai. "


Kepala sekolah yang mendengar ia disebut pun akhirnya membuka suaranya. " Itu benar Guru luo. Anggap ini semua sudah selesai dan hanya kesalahpahaman saja. Lagi pula bagaimana A Guang bisa merekayasa semuanya sementara saat Shenshen melakukan reka ulang. Ia berada di luar. "


A Guang memberikan ibu jarinya untuk kepala sekolah. Bagus pak tua.


Mendengar penuturan kepala sekolah, guru luo bungkam.

__ADS_1


' Kenapa jadi seperti ini? bukankah seharusnya nama baik guru Yan rusak. Jika begini bagaimana ia bisa menyingkirkannya. Atau minimal membuatnya sedikit tercoreng namanya. '


' Ah benar juga, seandainya ia menikahi wanita acak maka tidak ada wanita dari keluarga bangsawan yang akan menikahkan putri mereka padanya. '


Guru luo mulai memikirkan rencana jahatnya.


" Baiklah jika kepala sekolah sudah berkata demikian. Tapi sebagai laki-laki bukankah guru Yan juga harus menjelaskan pada orang tua A Hua tentang insiden ini. Jangan sampai rumor ini keluar dan menyebar. Jika sampai hal itu terjadi bukankah A Hua yang akan dirugikan. "


Memang benar bahwa di jaman ini reputasi seorang wanita adalah hal yang paling penting. Dan fitnah adalah senjata yang mematikan jika menyangkut reputasi.


Guru luo diam sejenak lalu kembali berkata. " Kau pastinya tahu guru Yan bahwa reputasi seorang wanita sangatlah penting dan itu bisa mempengaruhi masa depan pernikahan A Hua sendiri. "


Guru Yan yang sejak tadi diam akhirnya membuka suaranya.


" Kalian tenang saja. Jika keluarga A Hua meminta ku untuk bertanggung jawab. Maka aku akan melakukannya. "


Tidak ada keberatan atau keterpaksaan di wajah Guru Yan. Kehidupan keras sejak kecil, mengajarkannya untuk selalu menghargai orang lain dan juga bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.


Sedangkan A Hua yang mendengarnya, hatinya langsung berbunga.


Ia memuji matanya yang tak salah menilai seseorang. Ia tahu bahwa guru Yan baik dan itu terbukti sekarang.


Namun berbeda dengan A Guang yang sudah kembali pucat. Punggungnya berubah dingin saat membayangkan Kakeknya datang.


Mengundang kakeknya tidak ada bedanya dengan mengundang badai. Ia sangat yakin tidak akan ada pembicaraan yang akan baik-baik saja.


" Kepala sekolah. Aku pikir tidak perlu sampai mengundang orang tua kesini. Bukankah semuanya juga sudah selesai. " A Guang berusaha membujuk. Ia panik, tapi ia harus berusaha agar terlihat biasa.


Ayolah, ia masih ingin hidup. Jika kakek tahu, sudah pasti ayahnya juga akan tahu. Bukankah sama saja seperti mengirim surat pada malaikat maut dan menawarkan padanya ' wahai malaikat maut cabutlah nyawa ku. '


Berpikir tentang siksa apa yang akan di berikan. Membuat seluruh sendi tulang A Guang lemas.


" Tidak A Guang apa yang dikatakan oleh Guru Luo itu benar. Dan sebenarnya aku sudah mengirim seseorang untuk mengantarkan surat itu pada keluarga Fu. Jadi aku pikir mereka akan segera datang. "


A Guang hampir muntah darah saat mendengarnya.


Begitu kepala sekolah selesai berkata, seseorang datang.


" Kepala sekolah di luar ada kereta kuda. Mengatakan bahwa ia di undang oleh kepala sekolah. "


" Lihatlah. Orang tua mu sudah datang A Hua. Sekarang kita kembali ke ruangan ku. " Ucap kepala sekolah setelah itu berjalan pergi.


" Heh? apa kepala sekolah salah paham. Aku yakin itu kereta kuda istana. Kenapa ia mengatakan bahwa itu orang tua A Hua? " Gumam penjaga pelan.


A Hua dan A Guang yang mendengar gumaman tersebut langsung mendelik saling menatap.


Sebenarnya apa yang terjadi. Bukankah seharusnya pihak keluarga Fu yang datang dan bukan pihak istana.


Keduanya menatap kosong.


" Matilah kita.. " Lirih A Guang.


A Hua menggeleng dan bergumam. " Kau saja yang mati. Aku masih ingin menikah dengan guru Yan. "

__ADS_1


__ADS_2