Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 160


__ADS_3

Sima rui yang mendapat serangan mendadak istrinya tentu saja tidak menolak, dengan tangan terbuka ia justru menikmatinya. Namun saat hendak memperdalam ciumannya. Sima rui tanpa sengaja mencium aroma yang dikenalnya. Ia menjauhkan wajah ziyan lalu mengendus napas ziyan.


" Kau mabuk? " Tanya Sima rui saat mencium bau alkohol dari mulut ziyan.


Sedang orang yang ditanya hanya terkekeh. " Aku tidak mabuk, terbukti aku masih mengenali suamiku. " Jawab ziyan dengan senyum konyolnya.


Sima rui melihat teko di atas meja yang sudah tergeletak kosong. Ia menggeleng ketika melihat tingkah lucu istrinya saat mabuk.


Sima rui menghela napas. " Sepertinya aku harus melewatkan malam pengantin kita. " keluh Sima rui.


Ziyan segera merangkul pinggang Sima rui begitu mendengar keluhan pria itu. Ia memberikan jari telunjuknya lalu berkata, " Siapa yang mengatakan bahwa kita akan melewatkan malam pengantin kita? "


Sima rui mengangkat satu alisnya mendengar ucapan sang istri. Ia bukan bajingan yang akan tega melakukan hal itu disaat sang wanita tak sadarkan diri. Ia ingin malam pengantinnya menjadi kenangan indah untuk keduanya, bukan hanya dirinya sediri.


" Yan er... hentikan... " Desah Sima rui saat tangan ziyan mulai membelai dada Sima rui. Entah sejak kapan, tangan gadis itu sudah membuka baju Sima rui. Dan sebagai pria normal tentu saja ia merasa terpancing. Seolah sebuah aliran listrik mengalir ke seluruh tubuh sima rui.


" Apa kau yakin akan melewatkan malam pengantin kita? " Tanya ziyan lagi tanpa menghentikan sentuhannya.


Mata sima rui terpejam menahan hasrat yang ingin meledak. " Yan er kau bermain api. Jangan sampai kau menyesalinya. "

__ADS_1


Sima rui langsung menggendong ziyan ala pengantin lalu merebahkannya di ranjang. Di bawah kungkungan Sima rui, ziyan menatap lekat kedua netra suaminya yang sudah berkabut. Ia juga bisa mendengar napas beratnya yang mencoba menahan hasrat.


Ziyan tersenyum, ia justru menyukai respon suaminya tersebut. Seolah menambah minyak dalam api. Ziyan kembali melingkarkan tangannya pada leher Sima rui lalu ******* lembut bibirnya.


Sima rui yang mendapatkan lampu hijau, langsung saja membalas ciuman ziyan dengan menggebu-gebu. Ciuman panas mereka berhenti hanya ketika ziyan telah kehabisan napasnya.


" Malam ini aku tidak akan berhenti meskipun kau menangis dan memohon. " Ucap Sima rui.


" Tidak akan. "


Dan kembali keduanya memadu kasih. Saling merasakan tubuh pasangan mereka. Hingga saat Sima rui hendak menuntaskan bagian akhir.


Ziyan menggeleng dan menutup matanya.


" Ada apa? kenapa kau berteriak? " Tanya Sima rui khawatir.


" itu..." Dengan wajah tersipu ziyan menunjuk ke arah senjata sima rui.


" Kenapa dengan milikku? " Tanya Sima rui tak mengerti.

__ADS_1


Ziyan menggeleng. " Itu terlalu besar. Aku takut itu. tidak akan muat denganku. " Dan Kali ini Sima rui yang terbahak karena mendengar ucapan ziyan.


" Jangan khawatir istriku. Mungkin di awal akan terasa sakit. Tapi setelahnya aku jamin kau akan menyukainya. "


Ziyan memicingkan matanya. " Bagaimana kau tahu bahwa aku akan menyukainya? Apakah ada wanita lain yang menyukainya? "


Ah Sima rui benar-benar dibuat tak berkutik. Sikap istrinya saat mabuk benar-benar berbeda. Jika dalam keseharian ziyan cenderung bersikap dewasa dan berpikir logis. Namun saat mabuk, ia akan berubah manja.


Sima rui mengarahkan tangan ziyan ke pipinya lalu mengecup telapak tangan gadis itu.


" Kau tahu bagaimana aku. Apakah aku masih perlu menjawab pertanyaan mu itu? " Ziyan menggeleng.


Sima rui tersenyum. " Lalu apakah aku boleh melanjutkannya? " Dan kali ini dengan wajah tersipu ziyan mengangguk.


" Pelan-pelan. " Pinta ziyan.


Dan selanjutnya.....


***********†*****

__ADS_1


__ADS_2