
Kedatangan ratusan prajurit membuat desa tianguan mendadak ramai. Dengan saran Sima rui, Sima Dan membagi tentara yang di bawanya menjadi dua bagian. Junyi membawa beberapa prajurit ke desa tianguan, sementara Sima Dan memimpin sebagian besar ke kuil heping.
Prajurit Sima Dan tengah mengepung kuil heping. Xumu yang melihat ratusan tentara Jin tidak begitu terkejut. Ia tahu begitu ziyan kabur, maka tidak lama Sima rui pasti akan mengambil tindakan. Dan inilah saatnya.
Xumu menyeringai melihat ratusan orang di depannya. Sedangkan Sima Dan menatap dingin xumu. Ia bertekad akan membalaskan kematian heimian meski nyawanya sendiri yang menjadi taruhannya.
" Xumu menyerahlah atau kami terpaksa membunuh mu. " Ucap Sima Dan penuh ancaman.
Xumu tertawa mengabaikan ancaman Sima Dan.
" Kau ingin membunuhku? " Xumu tertawa lagi, " Apa kau yakin? lebih baik kau berhati-hati. Jangan sampai kau ikut tewas seperti pengawal lemah mu itu. "
Mendengar konfrontasi dari xumu membuat emosi Sima Dan kembali tersulut.
" Beraninya... kau.. " Geram Sima Dan.
" Jangan terpancing dengan provokasinya. Itu hanya akan mengacau pikiran mu. " Sima rui menasehati adiknya, Sima Dan.
Seolah baru saja mendapat sentilan. Sima Dan tersadar bahwa hampir saja dirinya melupakan ketenangannya. Benar apa yang dikatakan oleh kakaknya. Jika sampai dirinya terpancing maka hanya ada kekalahan yang menunggunya. Jangankan membalas dendam, ia hanya akan kehilangan nyawanya dengan cara yang bodoh.
" Maafkan aku kak. Terima kasih sudah mengingatkan ku. "
Sima rui menepuk bahu Sima dan, " Kita akan melawannya bersama. Jangan lupa, kakak mu ini juga memiliki hutang yang harus di bayar. "
Sima dan mengangguk paham.
"Kalian berdua sangat lemah. Kalian tidak bisa mengalahkan ku karena itu kalian menyerang ku bersama-sama. " Ejek xumu.
Lalu memandang Sima rui.
" Dan kau, Sima rui. Kau monster seperti ku. Apa kau tahu monster seperti kita tidak memerlukan keluarga atau teman. Kau bisa melakukan apapun yang kau mau. "
Sima rui memandang xumu penuh ejek.
" Jangan samakan aku dengan mu. Kau boleh menganggap dirimu monster. Tapi jangan kau libatkan aku. Sungguh menjijikan disamakan dengan mu. " Sungut Sima rui kesal.
Xumu tertawa keras mendengar balasan Sima rui.
" Kau mengatakan aku dan kau berbeda? Hahaha. " xumu kembali terbahak. " Benar. Kita berdua berbeda. Aku adalah sebuah keberhasilan sedangkan kau, sebuah kegagalan. Kau itu monster cacat. Kau dengar, monster cacat. Kau monster sama seperti ku. "
__ADS_1
Sima rui dan Sima Dan hanya menatap datar pria yang terbahak di depan mereka.
" Kau humanoid seperti ku dan kau menganggap dirimu bukan monster. Sungguh menggelikan. " Sekali lagi xumu melontarkan kalimat penuh hinaan.
" Tentu saja aku berbeda denganmu. Setidaknya aku tidak menggunakan kekuatan yang kau sebut monster ini untuk hal yang sia-sia. Negara ku justru bangga karena berkat kekuatan ini, aku bisa melindungi negara ku dan mengusir semua musuh yang berniat menduduki tanah ini. " Ucap Sima rui datar. Ia sama sekali tampak biasa saja setelah mendengar kalimat penuh hinaan xumu.
Sima rui bukannya tidak tahu kenapa xumu menyebutnya dengan monster. Efek samping dari humanoid selain memiliki kekuatan besar, ialah keinginan berburu yang begitu besar pula. Mereka akan merasa puas saat berhasil membunuh dan melihat darah mengalir.
Hal itu lah yang di rasakan oleh Sima rui dulu.
Flashback on,
Sima rui begitu senang saat pertama kali berhasil membunuh orang. Korban pertamanya ialah pembunuh bayaran yang ditugaskan untuk membunuhnya. Saat itu, ada kepuasan tersendiri saat melihat tangannya yang merah penuh darah. Rasa haus darah itu semakin hari semakin besar. Ingin sekali dirinya membunuh semua pengawal yang ada di sekitarnya.
Hingga suatu hari, terjadi perang di perbatasan. Seolah mendapatkan Oase, Sima rui mengajukan diri untuk ikut dalam peperangan. Dan akhirnya ia menjalani tahun-tahun masa mudanya di sana. Menebas semua musuh. Ia layaknya binatang buas yang baru saja terlepas di alam liar. Memburu mangsa dan mencabitnya secara brutal.
Keganasan Sima rui kala itu menarik perhatian Jenderal Rong. Ia melihat bakat Sima rui, namun yang amat disayangkannya adalah pengendalian diri Sima rui yang sangat buruk. Karena itulah ia mengirim surat dan meminta pada Sima shao untuk menjadikan dirinya sebagai guru Sima rui.
Jadi begitu kembali dari medan perang, sima shao langsung memanggil keduanya.
" Rui er. Apa kau mengenalnya? " Tanya Sima shao pada putranya.
" Benar. Kau akan menjadi murid Jenderal Rong. Satu-satunya murid beliau. Jadi bersikap baiklah dan belajarlah dengan keras. "
Sima rui muda menyambut baik kabar tersebut. Dan semenjak itu, ia menjadi murid Jenderal Rong dan sesekali kembali ke medan perang. Namun dengan sikap yang jauh lebih tenang dari sebelumnya.
Flashback off.
Tatapan xumu yang sebelumnya tenang berubah tajam.
" Hal sia-sia menurutmu? Kalau begitu akan ku buat kau merasakan hal sia-sia tersebut. "
Tangan Xumu ke atas.
Bawahan Xumu yang sebelumnya bersembunyi mulai menampakkan diri. Mengarahkan puluhan anak panah pada tentara Sima rui.
Wajah Sima Rui dan Sima Dan terkejut. Mereka menatap marah xumu.
" Lihatlah. Panah mereka akan menembus jantung kalian, Hahaha. " Xumu terbahak.
__ADS_1
" Dan sekarang nikmatilah kematian kalian yang sebentar lagi datang. " Xumu mengarahkan tangannya ke arah depan. Mengisyaratkan agar melepaskan anak panah mereka.
Krik krik krik
Hening.
Tak ada satu pun anak panah yang terbang.
Xumu melihat ke atas. Kedua bola mata xumu hampir saja melompat karena terkejut.
Ternyata mereka bukan bawahannya. Semuanya sudah berubah menjadi tentara jin.
Ternyata sebelum menyerang, pasukan kedua yang di pimpin junyi telah menyelinap masuk melalui jalan rahasia. Mereka berhasil mengalahkan bawahan xumu yang sudah siap sebagai regu pemanah.
Xumu terbahak melihat situasi yang berubah dengan begitu cepat. Alih-alih takut. Pria itu justru tertawa dengan sangat puas.
" Apakah dia gila. Karena kematian yang sebentar lagi datang. " Lirih Sima Dan.
Berbeda dengan Sima Dan yang memandang xumu dengan tatapan menghina. Perasaan Sima rui justru tidak enak. Ia merasa xumu telah merencanakan hal lain. Tapi apa?
Sima rui masih menatap xumu dengan tatapan menyelidik. Tiba-tiba ingatannya kembali pada percakapan dirinya dan ziyan.
" Jadi kepribadian ganda itu dimana satu orang memiliki beberapa kepribadian. Seperti xumu, terkadang ia kejam, terkadang ia seperti anak-anak, terkadang ia baik. Intinya kita tidak tahu sifat orang tersebut. Kelihatannya hal itu muncul karena trauma saat dirinya kecil yang membuatnya seperti itu. Jadi kita harus berhati-hati dengannya. Karena orang yang dengan kepribadian ganda lebih berbahaya dari orang pada umumnya. Kita tidak tahu apa yang akan ia lakukan. "
' Apa yang akan ia lakukan? ' pikir Sima rui. Menebak semua langkah yang mungkin saja di ambilnya.
" Dengar Sima rui. Jika aku jatuh ke neraka. Maka aku akan menyeret orang yang kau sayangi. Akan ku pastikan dia menemani ku dan meninggalkan dirimu seorang diri. " Kembali tawa xumu menggelegar.
" Hentikan omong kosong mu itu. " Sarkas Sima Dan seolah tidak peduli.
Namun berbeda Sima rui yang berubah pias.
' Ziyan. ' Batin Sima rui.
Boom! Boom!
Suara ledakan begitu besar. Arah pandang semua orang menuju ke arah belakang bangunan. Tak ada yang menyadari bahwa itu berasal dari bendungan. Namun Sima rui yang segera menangkap sinyal bahaya segera memacu kudanya kembali ke desa tianguan.
" Aku serahkan xumu padamu, jangan biarkan dia lolos. " Teriak Sima rui pada sima dan sebelum langkah kudanya semakin jauh.
__ADS_1
Dan benar saja. Disaat Sima rui sedang dalam perjalanan. Desa tianguan sudah tergenang oleh air.