Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 371 Side story ( A Feng story)


__ADS_3

" Feifei, bangunlah. Feifei... " Panggil seorang pria dengan nada panik.


Samar, Gu Feifei yang saat ini sedang berbaring di lantai dingin itu terganggu kala mendengar suara seseorang memanggilnya. Suara yang terdengar begitu familiar di telinganya.


' Kakak? ' Ucapnya dalam hati sementara matanya masih terpejam.


Tersadar bahwa itu suara kakaknya. Gu Feifei berusaha keras membuka matanya, namun sangat sulit seolah ada lem pada kedua kelopak matanya.


Gu Feifei terus berusaha hingga akhirnya matanya bisa terbuka, tapi yang mencengangkan adalah ia menemukan pemandangan yang sangat asing didepannya. Sebuah tempat dengan sedikit penerangan nyaris gelap dengan kondisi udara lembab menusuk indera penciumannya.


" Feifei, adikku. Apa kau sudah bangun. " Khawatir sekali Gu Xinzu melihat adiknya yang kini terbaring di lantai penjara yang kotor.


" Kakak? apa itu kau? " Di tengah kesadarannya yang belum sepenuhnya pulih. Gu Feifei menatap lurus ke arah Gu Xinzu. Karena tempat itu memiliki sedikit Penerangan, membuat gadis itu kesulitan untuk melihat wajah pemilik suara itu.


" Benar. Ini aku. Feifei, apa kau baik-baik saja? "


" Aku... " Menyadari bahwa ia tidak ada di kamarnya. Gu Feifei seketika kehilangan kata-kata.


Gu Feifei bangkit, duduk dan mengedarkan pandangannya. " Ini dimana? kenapa aku berada di tempat ini? " Panik, itulah yang di rasakan wanita itu saat ini.


" Feifei, tenanglah. Kau tenang dulu. "


" Kakak, kakak, kau kah itu? kenapa kita berada di sini? ini tempat apa kak? " Tanyanya setengah berteriak.


" Feifei, tenangkan dirimu dulu. "


Perlahan Gu Feifei sedikit tenang namun tetap saja kepanikan dan rasa takutnya masih ada.


" Dengarkan aku Feifei. Saat ini kita berada di penjara milik Sima Feng. Dialah yang menangkap kita dan mengurung kita berdua di sini? " Jelasnya.


" A-apa? " Terkejut, ketika sang kakak memberitahunya.


Kepala Gu Feifei menggeleng menolak fakta tersebut. " Tidak. Itu tidak mungkin. Bagaimana bisa? bukankah ia sedang sibuk mencari mayat istrinya? " Gumamnya lirih tak percaya.

__ADS_1


Gu Feifei masih berpikir bahwa saat ini Sima Feng sedang berada jauh mencari tubuh Liu Ru yang sudah tak bernyawa.


" Sadarlah Feifei. Pria itu sudah menangkap kita dan membuat kita terkurung di tempat menjijikkan ini. " Gu Xinzu masih berusaha menyadarkan Feifei .


" Tidak. Kakak pasti berbohong. Aku yakin pangeran tidak mungkin melakukannya. Dia menyukai ku. Dia berniat menjadikan ku selir. Jika wanita itu benar-benar mati, maka akulah yang akan menjadi permaisuri putri. " Gu Feifei tertawa kecil saat mengatakan kalimat terakhirnya.


Gu Xinzu menatap nanar Gu Feifei. Terlihat jelas bahwa ada yang salah dengan mental adiknya. Ternyata fakta Sima Feng menangkapnya menjadi sebuah pukulan berat baginya.


" Feifei... sadarlah. Tolong jangan seperti ini. " Bujuk Gu Xinzu dengan suara lemah. Sungguh ia tak tega melihat adiknya seperti ini.


" KAKAK LAH YANG DIAM! " Teriak Gu Feifei membuat pria itu tersentak. Sang adik yang dikenalnya lemah lembut berteriak padanya.


" Kakak jangan membohongi ku. Aku yakin pangeran saat ini sedang berada jauh mencari mayat ****** itu. Aku yakin sebentar lagi dia akan datang dan menolong ku. Aku tidak mau mendengarkan kakak lagi. Aku akan duduk dan menunggunya. Lihat saja, tak lama lagi dia pasti datang menolong ku. "


Kemudian Gu Feifei terkekeh. "Dan setelah itu, aku akan menikah dengannya. "


Ia duduk dengan memeluk kedua lututnya. Mulutnya tak hentinya tersenyum hanya karena membayangkan pria yang dicintainya akan datang.


Mata Gu Xinzu menatap sedih adiknya. ' Ada apa dengan mu Feifei? kenapa kau menjadi seperti ini? Apa yang sudah Sima Feng lakukan padamu? ' Batinnya menangis.


Sima Feng kembali ke kediamannya, berjalan langsung menuju kamar Liu Ru guna melepas kerinduannya pada wanita itu. Ingin rasanya ia segera menyelesaikan semua masalah di sini. Namun sayangnya, mantan raja wei terlalu licik hingga sampai saat ini dirinya masih belum berhasil menangkapnya.


" Yang mulia, semuanya berjalan sesuai rencana anda. " Lapor Ling He dari sisi luar pintu.


Tanpa membuka pintu, Sima Feng memberikan perintahnya. " Bagus. Terus awasi wanita itu. Biarkan wanita itu menjadi gila hingga Gu Xinzu merasa putus asa dan bersedia mengatakan semuanya. "


" Baik Yang mulia. " Setelah menerima perintah Sima Feng. Ling He segera pergi untuk menjalankan tugasnya.


Wajah Sima Feng yang dingin tersenyum miring. Gu Xinzu mungkin tak akan menduga bahwa adik yang disayanginya akan menjadi wanita gila. Sebelum membawa Gu Feifei ke penjara itu, ia sudah memberinya obat yang akan mengacaukan otak wanita itu. Membuatnya selalu berhalusinasi dan akhirnya berakhir gila.


Andai ia tidak membutuhkan informasi Gu Xinzu, sudah lama ia membunuh pengkhianat itu.


Tiga hari berlalu,

__ADS_1


Sima Feng berkunjung ke penjara dimana kedua saudara Gu di kurung.


Gu Xinzu sudah menyerang Sima Feng andai tidak ada penghalang di antara keduanya, sudah pasti akan terjadi pertarungan. Kedatangan Sima Feng membuat amarah Gu Xinzu meledak.


" Bajingan! apa yang kau lakukan pada adik ku? " Pekiknya menatap nyaman Sima Feng.


Sima Feng memandang Gu Xinzu penuh penghinaan lalu mengalihkan matanya melihat wanita yang sedang bergumam sendiri dengan penampilannya yang sudah kacau.


"Aku hanya membantunya agar tidak merasakan penderitaan ketika ia harus menikmati kehidupan di penjara ini. "


" Brengsek kau Sima Feng. Aku akan membunuh mu! "


" Lakukan dan akan ku pastikan adik mu selamanya tetap gila. "


Gu Xinzu menolak kenyataan bahwa ia sudah tak memiliki jalan lain. Ia sudah kalah. Namun sungguh, egonya melarang dirinya untuk menyerah.


Matanya melirik sekilas sang adik. Baru tiga hari dan wanita itu sudah kehilangan kewarasannya.


Jari-jari Gu Xinzu mencengkeram kuat jeruji besi. " Apa mau mu? " Tanyanya menahan geram dan putus asa.


" Masih sama. "


Hening sejenak, Gu Xinzu yang awalnya ragu mengambil napas dalam sebelum berbicara.


" Akan ku katakan. Tapi berjanjilah setelah ini berikan penawar untuk adikku. "


" Kau tidak dalam posisi untuk melakukan tawar menawar. "


" Kau.. " Geram Gu Xinzu.


" Berhenti berputar-putar. Cukup katakan, dimana Li chenlan dan juga dengan siapa dia bekerja sama. Aku yakin dia memiliki rekan saat peperangan kemarin. "


" Benar... " Gu Xinzu diam sejenak, lalu kembali melanjutkan. " Dia bekerja sama dengan Kerajaan Nan. Kemungkinan saat ini dia berada di sana. Untuk tepatnya dimana? aku tidak tahu. "

__ADS_1


Jika timur ada Kerajaan Jin dengan simbol naga, sementara negara shu ada di utara dengan simbol kura-kura hitam. Maka Kerajaan yang memiliki simbol burung Phoenix itu terletak di selatan benua. Ya, itu benar. Kerajaan Nan memiliki burung Phoenix sebagai simbol mereka.


__ADS_2