Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Hadiah perkenalan ziyan


__ADS_3

π™±πšŽπš‹πšŽπš›πšŠπš™πšŠ πš“πšŠπš– πšœπšŽπš‹πšŽπš•πšžπš–πš—πš’πšŠ.


Ziyan berada di ruang rahasia yang ada di halaman utara. Mo yincheng secara khusus memberikan akses ke ruang tersebut. Dari luar tampak seperti batu besar biasa. Namun saat kita meraba bagian tertentu batu tersebut, kita akan menemukan sebuah tombol untuk menggerakkan batu tersebut.


Sehari sebelumnya, Xiaoqi mendapatkan perintah untuk menangkap salah seorang suruhan tiantang yang ditugaskan mengawasi chuntian. Ziyan ingin memberikan orang-orang tiantang itu sebuah hadiah perkenalan. Meski bukan hadiah yang berdarah tapi dijamin sangat menyakitkan.


Ziyan menyelusuri ruang tersebut, diding bebatuan dengan obor yang menancap pada dinding menghias ruang tersebut. Tempat ini mungkin lebih tepat di sebut sel rahasia. Xiaoqi membuka sebuah pintu sel, meski tangan kirinya membawa sebuah kotak namun tak membuatnya merasa kesulitan. Ia membiarkan ziyan masuk terlebih dulu. Ziyan melihat seorang pria duduk dengan kepala yang tertutup kain hitam, kedua tangan dan kakinya diikat. Sebenarnya ziyan tak ingin melakukan ini. Tapi mengingat tindakan mereka yang seperti tak ingin melepaskan chuntian. Lebih baik memulai perang terlebih dulu dan membuat masalah ini cepat selesai. Bukankah ada pepatah yang mengatakan 'cepat mati cepat reinkarnasi.'


Mengetahui ada orang yang datang, pria itu sontak bereaksi, "Siapa kau? Kenapa kalian menangkapku? Apakah kau orang-orang shugua?" Suaranya penuh dengan kepanikan dan ketakutan.


Ziyan melipat keningnya sekilas saat mendengar nama shugua disebut. Ternyata tak hanya dirinya yang bermasalah dengan pria ini. Sebuah ide muncul di benak ziyan. Hm... Karena ia baru saja menyebutnya, kenapa tidak membuatnya seperti itu. Ziyan tidak akan menyebut shugua secara langsung dari mulutnya. Ia akan membiarkan pikiran pria itu sendiri yang menganggap ziyan sebagai seseorang dari kasino itu.


Tanpa mengucapakan sedikit katapun, ziyan dan xiaoqi mulai melakukan 'Sambutan' perkenalan mereka. Xiaoqi merubah ikatan tangan pria itu, jika sebelumnya ada di belakang kursi, kini ia mengikatnya pada pegangan tangan kursi.


Acara pun dimulai. Ziyan mengambil buntelan kain yang ada di dalam kotak lalu melepaskan ikatannya sementara xiaoqi memegang tangan kanan pria itu lalu memasukkannya ke dalam kantong kain itu dan kemudian mengikatnya bersama dengan tangannya.


"Apa yang kalian lakukan? " Pria itu merasakan sesuatu diikatkan pada tangannya.


Setelah mengikatnya, ziyan dan xiaoqi mengamati pria itu. Tidak ada reaksi apapun pada pria tersebut, apa 'mereka' tak lapar? namun tiba-tiba.....


"AAAHHHHHHH!! "


Butuh beberapa detik untuk 'mereka ' membuat pria itu menjerit. Kelihatannya hadiah ziyan sudah mulai menyengatnya. Secara khusus ia menyiapkan ratusan semut jenis 'semut peluru' didalam kantong itu. Semut ini akan menggigit, lebih tepatnya mungkin menyengat dan membuat rasa sakit seperti berjalan di atas batu bara panas dengan paku besar tertancap di telapak kaki. Lebih parahnya lagi, efek menyakitkan dari sengatan semut ini tidak hanya berlangsung selama beberapa menit, tapi bisa sampai 24 jam penuh. Bukankah itu sangat menyakitkan.


Suara jeritan masih terdengar, bahkan semakin keras. "Ampun... si,siapapun kau maafkan aku. Aku akan segera membayar hutang-hutangku. Jadi..jadi tolong... tolong lepaskan aku. AAAHHH!! Sakitttt "


Ziyan masih menunggu beberapa saat. Saat melihat pria itu sudah lemas karena menahan sakit, ia mengangguk pada xiaoqi sebagai tanda 'sudah cukup', Xiaoqi melepaskan ikatan di tangannya lalu mengambil sisa semut yang masih menempel di tangannya. Tanpa melepaskan penutup kepalanya, Xiaoqi membawa pria itu yang sudah lemas karena menahan rasa sakit. Mereka membawanya keluar dan dengan cepat membawanya masuk kereta untuk mengirimnya kembali ke paviliun tiantang.

__ADS_1


********************


π™ΏπšŠπšŸπš’πš•πš’πšžπš— πšƒπš’πšŠπš—πšπšŠπš—πš,


"Saya ingin melapor, ini mengenai paviliun chuntian. Mereka sangat berani menangkap dan menyiksa xiao lu, tuan. "


"Chuntian? bukankah itu paviliun yang ada di depan kita? bukankah mereka sudah tutup? Kenapa mereka menangkap xiaolu? " Yelu mendengarkan laporan bawahannya, namun ia juga tak bisa langsung percaya atau menerima begitu saja. Selalu ada sebab akibat.


Sebenarnya xiaolu mengatakan bahwa yang menangkapnya adalah orang-orang shugua, tapi li Zhong ingin menjadikan hal ini sebagai alasan untuk menjatuhkan Chuntian. Jadi ia mengubah pengakuan xiaolu.


"Untuk alasannya, saya tidak yakin tuan. Mungkin karena kebencian paviliun Chuntian. Mereka mungkin berpikir bisnis mereka bangkrut karena kehadiran paviliun kita." Li Zhong benar-benar menggunakan setiap kesempatan yang ia bisa untuk menjatuhkan paviliun Chuntian di hadapan tuannya.


"Dimana xiaolu? aku harus bicara padanya? "


"Xiaolu terluka cukup parah? jadi kami masih mengobatinya. "


"Aku akan mengurusnya, kau keluarlah. " Yelu memutuskan untuk mendiskusikannya dengan kedua temannya.


"Baik tuan. " Li Zhong segera pergi setelah memberikan hormatnya.


Sima yan dan Jiangwu yang sedari tadi ikut menguping pembicaraan bos dan pegawainya itu langsung membuka suaranya sesaat setelah li Zhong meninggalkan ruangan.


"Apakah kau percaya sepenuhnya dengan semua yang diucapkan managermu itu yelu? " Sima yan menanyakan pendapat temannya tersebut.


"Aku tidak bisa mengambil keputusan begitu saja. Karena tidak bisa bertemu xiaolu saat ini. Setidaknya aku harus bertemu xiaolu sampai ia selesai diobati. "


Mendengar jawaban yelu, Sima yan sedikit tenang. Sahabatnya ini meski jatuh cinta telah membuatnya bodoh tapi tidak membuatnya kehilangan cara berpikirnya. Ia masih memikirkan segala sesuatu berdasarkan hukum sebab akibat yang biasa ia terapkan. Yelu yakin bahwa segala sesuatu yang ia putuskan dengan baik, akan membawanya dengan hasil yang baik pula.

__ADS_1


"Ck... Jika aku jadi kau. Aku akan ke paviliun Chuntian untuk bertanya langsung. Bukankah paviliun itu berada tepat di depan. Kenapa harus menunggu xiaolu? " Cara berpikir jiangwu yang selalu bertindak tanpa berpikir dulu ini membuat kedua sahabatnya hanya bisa menggelengkan. Bagaimana bisa seorang perdana menteri jiang memiliki anak seperti jiangwu. "Kenapa kalian diam saja. Bukankah ucapanku benar. "


Kedua temannya hanya memandang jiangwu sebagai jawaban mereka. Mereka terlalu malas menjawab pertanyaan bodoh jiangwu.


πš‚πšŠπšπšž πš“πšŠπš– πš”πšŽπš–πšžπšπš’πšŠπš—,


"Tuan. Saya membawa xiaolu. " Li Zhong meminta izin masuk, setelah sebelumnya ia datang kesini untuk melaporkan masalah xiaolu. Kini ia datang mengantar xiaolu.


" Masuk. "


Setelah mendengar yelu memberikan ijinnya, Li Zhong segera masuk bersama Xiaolu yang memegang tangannya yang diperban.


Yelu menyipitkan matanya mengamati tangan xiaolu. Keadaan xiaolu diluar ekspetasinya, ia mengira penyiksaan yang di maksud li Zhong adalah luka sayatan atau pukulan ditubuhnya. Tapi apa ini. Tangan yang di perban?


"Kenapa dengan tanganmu? Apakah mereka menyayat atau meremukan tanganmu? "


"Tidak tuan, mereka tidak melakukan hal itu. Tapi, tapi mereka menggunakan..." Terdapat sedikit karaguan saat menjelaskannya. Ia takut tuannya akan berpikir ia sedang mengatakan sebuah lelucon "Mereka menggunakan serangga tuan. "


".............. " Yelu, Sima yan, jiangwu.


Tak lama setelah itu,


"Huahahhaha" Tawa jiangwu sangat keras. Sementara Sima yan dan yelu hanya diam. Sebenarnya mereka juga ingin tertawa, namun mereka masih memiliki rasa simpati melihat kondisi xiaolu. Sangat berbeda dengan jiangwu, manusia tak berakhlak ini benar-benar.... bisa bahagia diatas penderitaan orang lain.


"Ehem... jiangwu hentikan. " Yelu segera meminta sahabatnya itu untuk berhenti tertawa.


Sima yan juga hanya memenjamkan mata, Ia sebenarnya sedang mencoba menahan tawa. Ia benar-benar ingin tahu, orang seperti apa yang menyiksa orang menggunakan metode aneh seperti itu. Sungguh menarik.

__ADS_1


__ADS_2