Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Kerjasama


__ADS_3

Setelah mengetahui identitas Ziyan sebagai bangsawan, sang pemilik merasakan sedikit ketenangan bahwa ia sedang tidak berbicara dengan seorang penipu.


" Maaf atas keraguanku sebelumnya nona. perkenalkan namaku Zhou Wenran. Karena sebelumnya terjadi beberapa hal yang tidak menyenangkan. Itulah kenapa aku berpikir anda seperti penipu yang lain. "


'yang lain. ' Sepertinya dia sering mendapatkan tawaran seperti ini.


Wenran pun mulai menceritakan kejadian yang di alaminya. Semuanya dimulai sejak restauran Tiantang dibuka. Awalnya semua baik-baik saja. Hingga suatu hari, dimulai dengan keluhan pertama tentang makanannya. Dari ada rambut makanan, rasa yang tidak enak, hingga yang terparah adalah keracunan yang membuat seseorang meninggal. Meski ia berhasil selamat dari tuduhan pembunuhan, namun tetap aja hal itu berimbas pada restaurannya. Sekarang restaurannya menjadi lebih sepi dari kuburan massal.


Ternyata kesialan wenran tak berhenti di situ, penyakit ibunya kambuh dan kini kondisinya semakin parah. Terpaksa ia bekerja di shugua sebagai pelayan. Beruntung ada pelayan kecilnya Xiaoba yang mau menjaga restaurannya meski dirinya tak bisa memberinya upah.


Dan beberapa minggu ini selalu ada orang yang datang ingin membeli restorannya. Namun harga yang di tawarkan terlalu rendah. Mereka menganggap bahwa tempat usaha ini memiliki fengshui buruk dan karena itulah harga yang diberikan pun akan selalu rendah.


Wenran sadar bahwa semua kesialan yang menimpa restauran tak lepas dari campur tangan restauran Tiantang. Namun ia tidak bisa berbuat banyak, selain pemiliknya adalah seorang bangsawan Bojue. Mereka juga memiliki perlindungan dari putra mahkota, Sima Yan.


Informasi terakhir dari wenran entah kenapa membuatnya sedikit bersemangat. Ternyata sebelum pertunangannya, ia akan berurusan dengan anggota kerajaan. Menarik.


Setelah Wenran menyelesaikan ceritanya, orang pertama yang berkomentar adalah Yaoyao. Ia sangat geram dengan semua tindakan curang yang dilakukan Tintang.


"Mereka benar-benar jahat. Tidak bisa menghasilkan uang, tapi malah menghancurkan usaha orang lain. "


"Kau bisa tenang tidak. " Xiaoqi memukul pelan kepala yaoyao.


Tiga orang lain diruang itu pun tertawa ringan melihat reaksi keduanya.


Ziyan kembali fokus pada urusannya. Ia kembali menjelaskan tujuan kedatangannya. Rencananya setelah ia membeli tempat ini, ia akan membuka usaha baru. Dan jika wenran bersedia, ia bisa mengelolanya. Karena tujuan Ziyan adalah menjalan bisnis tanpa orang lain mengetahui campur tangannya. Bukanlah lebih mudah mengendalikan bisnisnya dari balik bayangan.


Mendengar penawaran ziyan, cukup membuat Wenran merasa antusias. Hanya saja, ia merasa tidak percaya diri. Ia khawatir akan membuat usaha orang lain berakhir seperti usahanya sendiri. Ia pun menggelengkan kepalanya. " Tawaran nona Mo sangat bagus, hanya saja... "

__ADS_1


"Hanya saja kau khawatir akan menghancurkan usahaku. " Ziyan memotong ucapan wenran.


Wenran yang terkejut hanya bisa mengangguk. Gadis didepannya ini seperti mengetahui apa yang lawan bicaranya pikirkan.


"Aku belum selesai menjelaskan padamu. Meskipun aku meminta kau mengelolanya, bukan berarti aku lepas tangan begitu saja. Tentu saja aku akan tetap memberikan arahan. Dan untuk masalah Tiantang. Serahkan saja padaku. Jika mereka berani melakukan sesuatu, akan kubuat mereka menyesal telah membangun usahanya. "


Wenran kagum dengan pola pikir ziyan. Meski usianya lebih muda darinya tapi mempunyai pemikiran jauh kedepan.


Karena kesepakan sudah terjalin. Ziyan segera melakukan proses pemindahan tanganan akta kepemilikan toko. Saat menyerahkan surat-surat toko, wenran menggunakan kesempatan untuk melontarkan pertanyaan yang dari tadi mengganggunya.


"Nona kenapa kau percaya padaku? kau baru mengenalku, apakah kau tidak takut aku akan melakukan sesuatu dengan usahamu kelak. "


Ziyan hanya diam memandang wenran, kemudian ia kembali merapikan surat-suratnya dan meletakkannya kedalam kotak kayu. Baru kemudian ia menjawab pertanyaannya. "Toko ini adalah satu-satunya peninggalan ayahmu. Bukankah kau sangat menjaganya. Kau terpaksa menjualnya juga karena untuk biaya pengobatan ibumu. Mungkin jika orang lain yang membelinya dan membuka usaha baru. Aku menebak kau akan bekerja padanya. Apakah tebakanku benar? "


Mata wenran yang berkaca-kaca seakan air mata akan keluar dari pelupuk matanya. Ia tidak menyangka bahwa gadis muda di depannya akan sangat mengerti dirinya. Ia memang tidak bisa melepaskan keterikannya dengan toko ini. Itulah kenapa meski usahanya bangkrut, ia tidak mudah untuk menjualnya.


Wenran dan xiaoba mengantar ketiganya, dan menunggu diluar hingga kereta mereka berjalan jauh.


"Laoda. Bagaimana menurutmu Nona Mo itu? " Xiaoba bertanya pada tuannya yang masih menatap arah perginya kereta meskipun benda yang ditatapnya sudah tak terlihat lagi.


"Dia gadis yang baik, pintar, dan.... (sangat berbahaya). " Wenran tidak mengucapkannya, ia menyimpan kata selanjutnya dalam hati.


"Dan apa?" Xiaoba sangat penasaran dengan kalimat wenran selanjutnya.


Wenran tersenyum dan menggantinya dengan kalimat lain. "Dan cantik. "


"Kau benar-benar pintar menilai seseorang boss."

__ADS_1


Wenran tahu bahwa gadis yang baru saja bekerja sama dengannya ibarat mawar liar. Cantik, menarik, namun berduri. Saat dirinya melihat gadis itu, aura berbeda terpancar darinya. Sorot matanya seakan bisa menggali hingga bagian terdalam hati seseorang. Jika orang seperti ini berada di pihak lawan, akan sangat berbahaya.


Jalanan bebatuan ibukota yang rata, membuat kereta ziyan melaju mulus tanpa guncangan.


"Nona. Bagaimana kau tahu bahwa toko itu peninggalan ayahnya? " tanya yaoyao penasaran. Nona mudanya ini selalu melakukan hal yang membuatnya semakin takjub dengannya.


"Sebelumnya aku meminta Xiaoqi untuk mencari tahu semua informasi mengenai Chuntian. Bukankah kita harus mengenal lawan jika ingin berperang. "


" Lalu nona. Jenis usaha apa yang akan kau buat nanti? bisakah aku membantumu. " yaoyao yang begitu bersemangat terlihat sangat jelas.


" Ini masih rahasia. Tapi kau tidak bisa membantu. Jika kau membantu maka orang lain akan tahu bahwa aku memiliki campur tangan didalamnya. " Yaoyao merasakan sedikit kekecewaan.


Tak tega melihat ekspresi kecewa pelayannya. Ziyan kembali menambahkan. "Tapi kau bisa datang ke acara pembukaannya sebagai pengunjung bersamaku."


********************


Sementara ditempat lain.


"Apa kau bilang. Baru saja kau melihat sebuah kereta kuda di Chuntian. "


"Benar tuan. Untuk kereta milik siapa, aku tidak tahu. " pelayannya mengingat kembali kereta kuda yang ia lihat siang tadi.


Jelas orang itu tidak akan mengenali kereta kuda Ziyan. Karena dari awal dirinya menggunakan kereta umum bukan kereta kuda keluarganya.


"Sepertinya si bodoh wenran itu masih belum menyerah. Kita lihat saja, sampai kapan ia akan mempertahankan toko busuknya itu. " Pria itu tersenyum licik. " Kau pergilah, dan terus awasi wenran. Tuan muda cukup puas dengan hasil Tiantang. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. "


Setelah mendengar perintah tuannya. Pelayanan itu segera undur diri dan pergi meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Sementara sang tuan, duduk menatap tajam arah pintu. Otaknya berputar memikirkan cara keji lain apa yang akan ia gunakan untuk menghancurkan Chuntian.


__ADS_2