
π°πππ πππππ ππππππππ πΌπ,
Mo yincheng duduk di kursi kepala keluarga bersama nyonya tua yang duduk disampingnya. Semua orang juga duduk di kursi masing-masing. Tak terkecuali yifeng yang secara khusus di panggil kembali dari asramanya. Dihadapan semua anggota keluarga. Yuefeng berlutut bersama xun ai. Sementara Han jian menangis memeluk putrinya yang sedang berlutut tersebut.
Semua anggota keluarga cabang sempat dikejutkan dengan ziyan yang sudah duduk di kursinya. Bukankah ia tak sadarkan diri? Begitulah pertanyaan yang ada di benak semua orang. Bahkan yuefeng yang masih berlutut seakan belum sanggup menerima kenyataan. Bahwa sebenarnya ia sudah berada dalam permainan ziyan sejak awal.
Seperti baru kemarin ziyan memulai permainannya, tak terasa kini sudah mencapai klimaksnya yaitu saat ibu dan neneknya dengan mata mereka sendiri melihat bagaimana wajah yuefeng sebenarnya. Jika ziyan ingat kembali, sebenarnya rencana menjebak yuefeng ini sudah ia rencanakan bersama ayahnya sejak kasus yimin. Ketika yuefeng menggunakan cara tak bermoral untuk mempermalukannya. Ziyan bertekad akan membuatnya merasa di permalukan juga. Tapi sayangnya ziyan bukan orang rendahan yang akan menggunakan obat sejenis halusinogen.
Mula-mula ziyan menyuruh snowy untuk menyelinap ke kamar yuefeng. Setelah menemukan racun tersebut. Ziyan segera menyiapkan botol yang sama.
"Jadi kau ingin mengganti isinya dengan apa? " Snowy bertanya pada ziyan yang masih mencium isi botol tersebut.
" Karena racun ini berbentuk bubuk putih yang tak berbau. Bagaimana jika menggantinya dengan tepung terigu. Jadi meski mereka menggunakannya. Itu tak akan memberikan efek apapun padaku. "
Selanjutnya ziyan mengubah isinya menjadi tepung terigu dan menukar botolnya. Yuefeng, tentu saja tak menyadari semua tindakan ziyan. Karena tak ingin membangunkan ular yang tertidur, ziyan pun hanya bisa menyimpan botol yang asli sementara waktu. Karena ini termasuk racun langka, Ia tak bisa sembarangan mencari tahu dengan bertanya pada orang luar. Itu akan sangat berbahaya jika sampai diketahui oleh orang yang mengendalikan yuefeng. Jadi ia hanya bisa menunggu hingga musuh bergerak. Ia meminta ayahnya untuk merubah beberapa pengawal di halaman selatan. Agar memudahkannya mengawasi yuefeng. Dan saat itulah ziyan tahu. Bahwa orang yang diam-diam mengendalikan yuefeng adalah xun ai. Tapi sayangnya gadis ini hanya suruhan dari pelaku sebenarnya. Jadi ia hanya bisa mengganti fokusnya dari yuefeng ke xun ai.
Suatu kebetulan ia menjadi ketua heilong. Itu mempermudahkannya dalam mendapatkan informasi. Sambil menunggu musuh bergerak, Ziyan memberikan tugas pada heilong untuk mencari tahu jalur pembelian racun pelahap jiwa ini.
Ziyan tak menyangka kesempatan datang dengan cepat. Saat ibunya memintanya mengajak salah satu anggota keluarga cabang pada perjamuan Huang guifei. Ia sengaja mengajak chufeng untuk memancing kemarahan yuefeng. Dan nyatanya itu berhasil. Yuefeng akhirnya tergerak untuk menggunakan racun itu.
"Ayah. Yuefeng sudah mulai menggunakannya. Karena itu sandiwara kita akan segera dimulai. Aku akan mulai jatuh sakit dua hari setelah acara pertunanganku. "
"Baiklah. Jika sudah waktunya. Aku akan mengajak ibu dan nenekmu untuk ikut menonton. "
__ADS_1
Begitulah sandiwara sakit ziyan dimulai. Tepat dua hari setelah pertunangannya, ia sengaja membuat yaoyao sibuk sementara dirinya mulai menggunakan sedikit make up untuk membuat wajahnya pucat. Jadi ketika yaoyao kembali dari menghitung jumlah maharnya. Ia telah siap dengan aktingnya. Hanya saja ziyan tak menyangka bahwa berakting akan sangat melelahkan dan menguras tenaganya.
Xiaoqi bertugas mengawasi pelayan yang masuk dalam daftar para mata-mata yuefeng. Dia berhasil menemukan pelayan yang bertugas memberinya racun saat diam-diam dirinya menyelinap keluar.
Karena ziyan tidak makan dari siang. keesokan paginya ziyan merasa sangat lapar, hingga keringat dingin keluar dari pelipisnya. Namun siapa yang menyangka bahwa yaoyao akan menangis karena melihat wajahku yang pucat dan berkeringat.
" Aku hanya tak bisa melihat nona seperti ini. Aku tak ingin terjadi sesuatu dengan nona seperti mendiang nona yaner. "
Gadis itu malah berpikir dirinya akan berakhir seperti yaner. Pelayannya terlalu naif. Itulah kenapa ia tak memberitahunya mengenai rencana pura-pura sakitnya ini. Hanya xiaoqi dan ayahnya yang tahu. Dan tentu saja tabib zhan juga. Ayahnya sudah meminta tabib zhan untuk bekerja sama dengannya. Jadi saat ia datang memeriksa di depan ibunya. Ia mengatakan sesuai dengan kesempatan mereka. Obat yang diberikannya, pastinya juga hanya tonic penambah stamina.
Namun hal yang tak ziyan duga adalah kedatangan sima rui. Malam itu ziyan sadar dengan kedatangan seseorang yang masuk melalui jendelanya. Jadi ia pura-pura tidur namun tetap waspada bersiap untuk menyerang balik kapanpun orang itu bergerak.
"Yaner... " Sosok itu membuka suaranya. Ziyan mengenali suara itu. Itu adalah suara pangeran pertama, sima rui.
"Kau belum tidur? maaf aku sudah mengganggumu." Sima rui yang sudah menemukan ketenangannya mulai membuka suaranya lagi.
"Apakah pangeran kesini karena khawatir denganku? "
"Tentu saja. Kau tunanganku jadi bukankah wajar kalau aku khawatir. "
Ziyan tak menduga bahwa Sima rui akan memberinya jawaban yang begitu terus terang. Ia pikir, sima rui akan setidaknya sedikit mengelak menjaga kesan dingin pada dirinya.
"Sepertinya kau tidak benar-benar sakit?" pertanyaan sima rui cukup mengejutkan ziyan. Ia sepertinya tahu bahwa dirinya pura-pura sakit. Mungkin lebih baik ia jujur saja dengannya. Lagipula kemungkinan besar orang yang menginginkan kematian yaner juga ada hubungannya dengan usaha merebut kekuatan militer miliknya.
__ADS_1
"Pangeran pertama memang hebat. Bisa tahu hanya dengan sekali lihat. " Ziyan tersenyum memuji sima rui. " Karena masalah ini kemungkinan ada hubungannya dengan orang yang menginginkan kekuatan militer pangeran. Aku akan mengatakan semuanya. "
Ziyan mulai menceritakan kejadian yaner yang di racuni tiga tahun lalu. Kecuali bagian yaner meninggal dan digantikan olehnya. Karena itu demi menemukan dalang yang meracuninya. Ia membuat sandiwara ini.
" Apa kau membutuhkan bantuanku? "
Sima rui tak bertanya apapun. Ia hanya menawarkan bantuannya. Kelihatannya ia sangat mempercayai ziyan.
"Kau tak bertanya apapun? "
"Tidak. Karena kau sudah bersedia menceritakan hal ini. Itu berarti kau percaya padaku. Dan sebagai calon suamimu. Aku harus mendukung semua yang dilakukan oleh calon istriku. "
Ucapan calon suami dan calon istri ini membuat wajah ziyan sedikit merona. Padahal hubungan mereka baru beberapa hari yang lalu. Tapi kenapa seperti sudah lama terjalin.
"Wajahmu merah. Sepertinya kau butuh istirahat. Kalau begitu aku akan kembali. Jika kau butuh bantuanku, segera beritahu aku. "
Ziyan memegang kedua pipinya. Apakah wajahnya yang memerah terlihat jelas.
Sima rui bergegas keluar dari kamar ziyan. Obrolan mereka memakan waktu cukup lama. Sima rui tak tahu bahwa seseorang sejak tadi sudah menunggunya keluar.
Keesokan harinya ziyan berpura-pura batuk darah. Ia menggunakan sejenis cat merah yang sudah disiapkannya untuk membuat darah pada sapu tangannya. Dan kembali ia melihat yaoyao yang histeris dan menangis hingga sesegukan. Beruntung yelu datang dan melapor bahwa tempat racun itu di jual sudah ditemukan. Jadi ziyan bisa menjalankan rencana selanjutnya. Ziyan meminta xiaoqi untuk menangkap pelayan yang meracuninya. Karena ia tahu, xunai pasti akan mengutus pembunuh untuk menghilangkan bukti. Dan ketika mata-mata ayahnya yang ada di halaman selatan melapor bahwa yuefeng akan ke halaman barat menjenguk dirinya yang tak sadarkan diri.
Mo yincheng segera melakukan tugasnya, membawa ibu dan neneknya ke ruang yang ada di sebelah kamar ziyan. Ayahnya hanya mengatakan pada mereka untuk diam dan mendengarkan. Awalnya ibu dan neneknya tak mengerti dengan tindakan yincheng. Namun saat yuefeng mulai membuka suaranya, mereka akhirnya mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Ternyata di rumah mereka terdapat ular yang sangat berbisa yang bahkan tega membunuh saudaranya sendiri. Jadi saat ayahnya sudah tak sanggup lagi mendengar ucapan keji yuefeng. Ia merobohkan pembatas ruangan tersebut. Sementara xun ai sudah di lumpuhkan oleh xiaoqi sejak awal.