
Di saat Sima rui dan Sima shao sedang berbahagia karena kehamilan istri mereka. Keadaan justru berbanding terbalik dengan Sima Dan. Komandan biro penyidik itu tengah pusing karena kasus pembunuhan beberapa rekan kerjanya.
Hanya dalam kurun waktu dua hari, tiga pejabat tinggi dan beberapa rekannya menjadi korban pembunuhan. Bahkan mereka dibunuh dengan sangat brutal.
" Apakah sudah ada petunjuk terbaru. " Tanya Sima Dan pada salah satu bawahannya.
" Belum komandan. Hanya saja, hari ini pria asing yang sebelumnya kita tangkap sudah di bebaskan siang tadi. "
Langkah Sima Dan terhenti. Ia menoleh pada rekannya seolah menuntut penjelasan lebih lengkap.
" Seorang kasim datang dengan pria yang menjadi penjamin bahwa pria itu bukanlah seorang mata-mata. Pria asing itu ternyata pengawal pangeran negara shu. Dan yang menjadi penjaminnya tidak lain pangeran xuan yi sendiri. " Jelas bawahan Sima Dan.
" Pangeran Xuan Yi? " Kening Sima Dan mengernyit.
" Bukankah dia putra mahkota Kekaisaran shu? " Tanya Sima Dan memastikan.
" Itu benar komandan. "
" Bagaimana bisa ia bertemu dengan Yang mulia raja? "
" Kabarnya pangeran rui membantu beliau bertemu dengan kaisar. "
Sima Dan mengangguk mengerti. Jika kakaknya ikut terlibat. Maka ia tidak perlu khawatir.
********
" Kau tidak makan? " Wang yi melihat Arthur yang hanya memainkan sumpit tanpa menyentuh makanannya.
Mereka kini tinggal di rumah yang sudah disiapkan oleh Sima shao. Awalnya Sima shao memintanya tinggal di istana. Namun wang yi menolak. Karena ia tidak datang sebagai utusan negara, jadi kurang pantas agaknya jika sampai tinggal di istana. Meski begitu, sebagai jalan tengah, Sima shao akhirnya menyiapkan sebuah rumah di luar istana sebagai tempat tinggal wang yi sementara. Sayang jika menolak. Dengan senang hati wang yi menerimanya.
__ADS_1
" Aku tidak lapar. "
Wang yi menghela napas panjang. " Apa kau marah karena aku merahasiakan tentang identitas ku? " Akhirnya wang yi mengutarakan pertanyaan yang sejak tadi bercokol di tenggorokannya.
" Bukan. Aku tidak peduli kau seorang putra mahkota. Bahkan jika kau seorang kaisar pun, itu tidak ada bedanya. Kau tetap wang yi teman ku. " Jelas Arthur.
" Lalu apa yang membuat mu begini. " Tanya wang yi khawatir.
Sejak keluar dari penjara dan mengetahui fakta Sima rui membantunya, Arthur menjadi lebih pendiam. Meski biasanya ia tidak banyak bicara. Namun kali ini ia jauh lebih diam.
" Apa karena kau tahu bahwa pangeran rui yang menolong mu? " Tebak wang yi.
Melihat sedikit reaksi dari Arthur. Membuat wang yi semakin yakin akan tebakannya tersebut.
" Jangan merasa tidak enak. Aku yakin dia menolong mu juga karena permintaan Gaia. "
" Justru karena ini permintaan Gaia. Membuat ku kecewa. Aku jadi tidak memiliki alasan untuk menjerat Gaia tetap di sisiku. Tidak ada lagi hutang budi yang bisa aku jadikan sebagai pijakan untuk berdiri di sampingnya. " Arthur meluapkan seluruh isi hatinya.
" Jika kau tidak bisa berdiri di sampingnya. Maka berdirilah di belakangnya. Awasi dia. Pastikan bahwa ia bahagia dengan pilihannya. Bukankah arti mencintai pada hakekatnya memberikan kebahagiaan. Di sini aku tidak menyuruh mu untuk menyerah. Hanya saja jangan memaksakan sesuatu yang akan kau sesali di kemudian hari. Cinta tak harus memiliki, saudaraku. " kata mutiara Wang yi untuk arthur. Ia pun menepuk pundak Arthur sebagai dorongan semangat agar temannya tersebut bangkit.
Arthur hanya diam. Mencerna apa yang di katakan wang yi. Logikanya mengatakan untuk menyerah, namun jauh di lubuk hatinya menyuruhnya untuk tetap bertahan. Dilema, itulah yang di rasakan Arthur saat ini.
***********
Berita kehamilan ziyan dan Huang guifei akhirnya tersebar. Rakyat jin menyambutnya dengan suka cita. Karena saat pengumuman tersebut baik istana ataupun kediaman pangeran membagikan makanan gratis pada rakyat. Sebagai bentuk syukur menyambut kebahagiaan yang sebentar lagi hadir.
Namun ada kalanya di antara orang yang bahagia, akan ada orang yang dengki. Seperti saat ini, beberapa wanita ibu kota sibuk menyebar rumor bahwa pangeran rui tidak lama lagi akan mengangkat selir.
Yaoyao yang baru saja kembali dari dapur terlihat marah-marah.
__ADS_1
" Apa yang membuat mu terlihat begitu marah? " Tanya ziyan.
" Mereka benar-benar kurang ajar wangfei. Para pelayan itu mengatakan bahwa... " Yaoyao berhenti berbicara. Menutup mulutnya cepat dengan kedua tangannya. Tidak ingin ucapannya justru menyakiti majikannya tersebut.
" Bahwa.. " Ziyan mengulang kata yaoyao meminta gadis itu melanjutkan.
Yaoyao menggeleng. Namun bukan ziyan jika bukan pemaksa. Dengan berat hati akhirnya yaoyao kembali berbicara.
" Bahwa wangfei yang dalam kondisi hamil, pasti tidak akan bisa memenuhi kebutuhan ranjang pangeran. Seperti kebanyakan pria, mereka membutuhkan sarana untuk menyalurkan hasrat mereka. " Seperti itulah rumor yang beredar di ibukota saat ini. Yaoyao yang mendengarnya saja geram apa lagi nyonya yang sedang hamil. Ia tak ingin sang majikan stres dan mempengaruhi kehamilannya.
" Jadi kau marah karena hal itu? " Yaoyao mengangguk. Ia menunduk karena merasa bersalah.
Ziyan tersenyum lalu berbicara. " Aku baik-baik saja. Sebelum kau mengatakannya, aku sudah mendengarnya. Bagi ku itu hanya angin lalu yang akan segera menghilang. Jadi untuk apa mengindahkannya. Rumor itu tidak akan menyakiti kita jika kita abaikan. Dari pada percaya rumor tersebut, aku lebih mempercayai suami ku. "
" Apa menurutmu pangeran akan melakukan seperti rumor itu? " Yaoyao menggeleng.
" Jadi berhentilah mengkhawatirkan hal yang tidak perlu. Rambut mu akan cepat memutih jika kau terlalu banyak pikiran. "
Yaoayo menghela napas lega. " Terima kasih nyonya. Maaf pagi-pagi sudah membuat keributan. "
Di tempat lain.
" Kau ingin kemana? " Tanya wang yi pada arthur yang hendak pergi.
" Aku ingin menemui Gaia. Aku harus bertanya, apakah berita itu benar. " Kekeh arthur.
" Untuk apa? " Kesal wang yi. Ia tidak habis pikir dengan temannya itu. Ia sengaja melarang arthur keluar dan menemui Gaia agar dirinya perlahan bisa melupakannya. Meski cara itu mustahil, tapi demi janjinya pada sima rui untuk menjauhkan arthur dari istrinya. Terpaksa wang yi melakukannya.
" Gaia mu sudah menjadi milik sima rui. Bahkan sebentar lagi mereka akan memiliki anak. Tolong belajarlah melupakannya. Jika pun tidak bisa, minimal cobalah untuk mengikhlaskannya. " Seru wang yi putus asa. Ia sungguh tak tahu harus bagaimana menjelaskan temannya tersebut bahwa wanita yang dicintainya itu sudah menjadi milik orang lain.
__ADS_1
" Tidak. Aku tidak bisa. Aku sengaja datang ke dunia ini untuk menjemputnya. Aku tidak ingin menyerah. Bagaimana pun juga aku harus membawanya pulang. " Tekan arthur.