Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 230


__ADS_3

Selama dua hari, tanpa lelah Sima rui terus mencari dimana istrinya berada. Bahkan ia sudah mencari sampai ke setiap sudut desa. Tapi sama sekali tidak terlihat jejak wanita itu sama sekali.


Semua prajurit mencari dengan membawa ketakutan mereka. Bagaimana tidak, jika wajah sang tuan tampak dingin dan semakin gelap. Bahkan mereka yang berada di sekitar Sima rui bisa merasakan hawa dingin yang begitu menyesakkan yang diciptakan pangeran pertama itu.


" Pengawal junyi, bagaimana ini? sudah dua hari kita mencari tanpa henti. Tapi sama sekali tidak ada sedikit pun petunjuk. Dan lihat lah mereka, bahkan kantung mata mereka mampu mengalahkan lingkaran mata pada panda, membuat mereka semakin mirip dengan hewan itu. Jika terus seperti ini aku takut mereka akan mati karena mengantuk. " Curhat salah satu kepala prajurit menunjuk para bawahannya. Pasalnya para bawahannya tersebut sudah terlihat sangat lelah, dan sebagai kepala prajurit yang baik, ia sungguh tidak tega melihat anak buahnya seperti itu.


" Aku akan bicara dengan pangeran. Kalian bersabarlah sebentar. " Ucap junyi.


Diam-diam para prajurit di belakangnya berdoa untuk keberhasilan junyi. Nasib mata mereka bergantung pada tangan kanan tuannya tersebut.


Junyi menarik napas panjang sebelum membuangnya kembali. Baginya tidak ada yang lebih menakutkan dari pada menghadapi tuannya saat suasana hati pria itu sedang buruk.


" Yang mulia, apa anda baik-baik saja? " Tanya junyi was-was.


Sima rui tidak menjawab, ia hanya menatap tajam seolah bertanya, apa maksud mu?


Menelan saliva, junyi kembali berkata. " Yang mulia, kita sudah melakukan pencarian selama dua hari penuh tanpa istirahat. Jadi.. "


" Katakan terus terang jangan bertele-tele. " Potong sima rui.


Junyi menahan napas lalu kembali melanjutkan kalimatnya. " Tidakkah anda biarkan beberapa prajurit untuk beristirahat sejenak Yang mulia. Saya pikir jika mereka diberikan waktu istirahat sedikit saja, mereka akan lebih fokus dalam pencarian setelah mendapatkan tidur. Itu akan membuat pikiran mereka sedikit lebih segar. "


Mata elang Sima rui menatap lurus ke arah pengawal kepercayaannya tersebut. Menimbang sejenak apa yang di katakan olehnya. Lalu melihat sekitar, dimana para prajuritnya yang terlihat lelah bahkan beberapa tampak seperti mayat hidup.


' Sepertinya aku terlalu memaksa mereka. ' monolog Sima rui pada dirinya.


" Kau atur mereka. Biarkan mereka beristirahat secara bergantian. " Ucap Sima rui lalu melangkah pergi meninggalkan junyi.


Junyi menghela napas lega. Tak jauh darinya, beberapa prajurit bersorak pelan karena akhirnya bisa memejamkan mata mereka meski sejenak.


' Lihatlah mereka. Bahkan tak ada yang lebih membahagiakan dari kesempatan tidur. ' Gumam junyi dalam hati ketika melihat tingkah berlebihan para prajuritnya.


Sima rui kembali ke penginapan kecil dimana dirinya tinggal selama dua hari ini. Kekhawatiran akan keselamatan istrinya membuatnya bertindak terburu-buru hingga mengabaikan keselamatan para prajuritnya.


Tok tok tok


Ketukan pintu membuat Sima rui tersadar. Membuka pintu, ia menemukan ayah mertuanya berdiri.

__ADS_1


" Apa saya mengganggu anda Yang mulia? " Tanya tuan Mo.


" Tidak. Silakan anda masuk ayah. "


Keduanya duduk berhadapan. Tuan Mo bisa melihat kantung mata di wajah menantunya. Pria yang selalu tenang dan tidak gentar meski mendapat desakan dari negara musuh itu, kini tampak kacau. Selama dua hari tak sedetik pun pria itu menutup matanya untuk beristirahat.


" Apakah masih belum ada petunjuk sama sekali? " Tanya tuan mo membuka pembicaraan.


Sima rui menggeleng pelan. " Sepertinya agak sulit. Aku bahkan tidak yakin apakah sudah mencarinya di setiap sudut desa. "


" Lalu apakah anda yakin akan menemukannya Yang mulia? " Tuan mo mencoba menguji rasa percaya diri Sima rui.


Tanpa mengurangi tekad dimatanya. Sima rui menjawab dengan pasti. " Aku sangat yakin bahwa aku akan segera menemukannya. "


Tuan mo tersenyum mendengarnya. " Kalau begitu ikuti kata hati anda Yang mulia. terkadang tidak ada salahnya mengikuti kata hati. Karena hati tidak pernah berbohong. Selain itu, saya yakin cinta anda pada ziyan akan membimbing dimana ziyan berada. "


Kemudian kembali tuan mo berkata. " Apa Yang mulia sudah yakin telah mencari ke semua tempat? "


" Aku sendiri ragu bahwa semua tempat sudah ku periksa... " Tiba-tiba Sima rui bangkit dari duduknya. Seolah baru saja mendapatkan sebuah ide.


" Aku akan meminta junyi meminjam peta desa. Terima kasih ayah sudah mencerahkan pikiran ku. Maaf aku permisi dulu. " Dan tuan mo hanya mengangguk memandang kepergian menantunya tersebut.


" Junyi pinjam peta desa pada pemimpin desa. " Sima rui langsung memberikan perintahnya begitu melihat sang pengawal.


Meski bingung dan ingin sekali bertanya, tapi junyi memilih untuk langsung melaksanakan perintah tuannya tersebut. Persoalan bertanya gampang. Lebih baik melaksanakan perintah sebelum sang singa melahapnya.


" Kau mau kemana? " Tanya xiaoqi saat melihat junyi berjalan dengan terburu-buru.


" Aku akan pergi menemui pemimpin desa. Pangeran menyuruhku meminjam peta desa padanya. Ada apa? "


" Untuk apa pangeran meminjam peta pada kepala desa? " Tanya xiaoqi kembali. Ia tak mengindahkan pertanyaan junyi.


Junyi mengedikkan bahu. " Apa kau berani bermain-main dengan singa lapar. Begitulah posisi ku. Mana berani aku bertanya saat pangeran sedang dalam suasana hati buruk. Lebih baik aku melaksanakan perintahnya tanpa harus bertanya kenapa dan untuk apa. "


Kemudian junyi melanjutkan. " Kau memanggilku untuk apa? "


" Tidak ada. Pergilah. " Xiaoqi langsung melenggang meninggalkan junyi.

__ADS_1


Hah?!


" Dia pergi begitu saja setelah memanggilku. Dasar tidak bertanggung jawab. " Kata junyi pada dirinya.


Tidak ingin membuat tuanya menunggu lebih lama. Junyi bergegas melangkahkan kakinya menuju rumah pemimpin desa.


" Pangeran ini peta yang anda minta. "Junyi memberikan peta yang baru saja ia dapatkan dari pemimpin desa.


Tangan Sima rui terulur menerima peta tersebut, membukanya, kemudian memindai setiap bagian peta.


" Aneh. Kenapa berbeda? " Gumam Sima rui.


" Kenapa pangeran? " Junyi was-was. Ia takut peta yang di bawanya bukan peta yang seharusnya.


" Peta ini berbeda dengan peta yang di berikan oleh xiaoqi. " Sima rui lalu menunjukan peta lain yang baru saja di berikan oleh xiaoqi.


Sima rui lalu merentangkan kedua peta di meja. Baik junyi dan Sima rui bisa langsung melihat perbedaan peta tersebut. Peta xiaoqi memiliki luas wilayah yang lebih besar dari peta yang dibawa junyi. Padahal jelas-jelas itu peta desa tianguan.


" Apa kau tadi bertemu xiaoqi? " Tanya Sima rui.


Junyi mengangguk. " Tadi saat menuju ke rumah pemimpin desa. "


" Dari mana xiaoqi mendapatkan peta ini Pangeran? " sambung junyi.


" Dia berkata peta ini ia dapatkan dari orang tua sese. " Sima rui memberitahu. Tentu saja ia tidak akan menerima barang yang belum jelas asal usulnya. Karena itu Sima rui menanyakan pertanyaan dasar itu pada xiaoqi.


' Xiaoqi, bocah itu. Sebelumnya selalu menolak sese. Sekarang dengan tidak tahu malunya ia meminta tolong orang tua gadis itu. ' Heran junyi meski hanya mampu ia utarakan dalam benaknya.


" Kenapa peta yang sama memiliki luas wilayah berbeda? " lirih junyi.


" Bukankah sudah jelas. Karena ada yang disembunyikan oleh desa ini. " Ucap Sima rui masih memperhatikan kedua peta di depannya. Kemudian ia menyentuh peta tersebut. " Lihatlah. Kertas peta pemimpin desa terlihat lebih baru dari peta ayah sese. Hal ini membuktikan bahwa peta ayah sese adalah peta lama sedangkan peta pemimpin desa peta baru. " Jelas Sima rui.


" Apa jangan-jangan wilayah tersembunyi itu tempat dimana harta karun di simpan pangeran? " Tebak junyi. Membayangkan tumpukan emas tinggi membuat jiwa materialistisnya meronta.


Sima rui juga berpikir begitu sebelumnya. Namun logikanya mengatakan hal lain. Tampaknya tempat yang coba di sembunyikan oleh pihak desa bukan tempat harga karun di simpan. Melainkan tempat yang sengaja di hilangkan dari desa. Ada apa sebenarnya di sana?


Demi menuntaskan rasa penasarannya, Sima rui menuju tempat dimana letak tempat yang disembunyikan itu.

__ADS_1


__ADS_2