Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 130


__ADS_3

Hari berganti dengan cepat. Tanpa terasa sudah dua minggu terlewati. Besok adalah hari dimana utusan negara wei kembali. Sebagai pesta perpisahan, shuwang mengajak sima yan minum di gazebo yang ada di taman belakang istana sima yan. Hubungan mereka menjadi lebih dekat setelah keduanya sering menghabiskan waktu bersama saat berkunjung ke istana ibu suri.


Setelah mengusir semua pelayan dan kasim di tempat itu. Mereka segera menikmati malam dingin dengan beberapa botol arak.


Shuwang menuangkan botol arak ke dalam gelas sima yan, dan tanpa ragu pria itu terus minum hingga kesadarannya menipis.


" Aku tidak menyangka hubungan kita akan semakin dekat saat kau justru akan kembali ke negara wei. " Ucap sima yan sambil sesegukan dengan pipinya yang merah karena mabuk.


Shuwang tersenyum dan kembali menuangkan arak ke dalam gelas sima yan. " Aku pasti akan merindukan pangeran. " Sayangnya ucapan shuwang tidak mendapat tanggapan.


Gumaman sima yan, kini telah berganti dengan suara dengkuran. Kepala pria itu tertunduk di meja yang terbuat dari batu marmer tersebut. Setelah memastikan bahwa sima yan benar-benar tidak sadar, shuwang tersenyum seringai. Ia memasukan tangannya di balik lengan bajunya. Sebuah kilatan cahaya tampak terpantul dari belati kecil yang ada di tangan shuwang.


Dengan senyum iblis, shuwang bergumam. " Jangan salahkan aku karena membunuhmu pangeran. Jika saja kau mau menikah denganku dan membiarkan aku menikmati kemewahan sebagai putri mahkota. Mungkin saja aku akan mempertimbangkan untuk mengkhianati mereka dan memilihmu. Tapi sayangnya, kau justru menyukai tunangan kakakmu. ckck.. " setelah mengucapkan kata perpisahan shuwang, ia pun mengangkat tinggi pisau di tangannya dan dengan cepat mengarahkannya pada punggung sima yan. Dan cipratan darah muncrat mengenai meja dingin marmer tersebut.


*******


Keesokan harinya, istana di hebohkan dengan menghilangnya putri shuwang. Sejak semalam shuwang tidak kembali ke istananya.


Di aula istana.


" Yang mulia tolong cari putri shuwang. Saya takut sesuatu terjadi dengannya. " Ucap menteri guan pada sima shao.


Sima shao tak menyangka, di hari terakhir utusan tersebut justru terjadi hal tak terduga.


" Siapa pelayan yang terakhir melihat putri shuwang? bawa dia kemari. " Titah sima shao pada kasim liu.


kasim liu segera membungkuk lalu berjalan pergi untuk menyeret pelayan yang di maksud kaisarnya tersebut. Tak perlu menunggu lama, kasim liu datang dengan pelayan wanita yang di seret dua kasim lain.

__ADS_1


" Yang mulai, pelayan ini yang terakhir bersama putri shuwang. " Ucap kasim liu.


Sima shao menatap tajam pelayan yang kini sudah berlutut di hadapannya tersebut. " Katakan. Dimana kau terakhir melihat putri shuwang? " Nada sima shao penuh intimadasi.


Dengan tubuh gemetar, pelayan itu mulai membuka mulutnya. " Ham-hamba melihat putri terakhir kalinya bersama dengan putra mahkota Yang mulia. Mereka minum arak bersama di istana putra mahkota hingga larut malam. " Jelas pelayan itu.


Menteri guan diam-diam tersenyum tipis. Ia yakin sebentar lagi pelayan putra mahkota akan menemukan mayat pria itu di taman belakang.


" Suruh putra mahkota kemari. " Perintah sima shao pada bawahannya yang lain.


Menteri guan menatap sima shao. ' Kau akan terkejut kaisar jin. Bukan putramu yang akan datang, tapi kabar kematian putramu. Setelah itu seranglah negara wei, dan dengan senang hati akan kulihat dua kerajaan hancur. ' Ucap menteri guan dalam hati.


Namun selang tak berapa lama, mata menteri guan terbelalak seakan kedua matanya dapat keluar. Pemandangan sima yan yang datang dengan tubuh utuh dan tegap, hanya saja wajahnya tampak lelah memperlihatkan wajah bantal memberikan kejutan telak padanya. Ia mulai merasakan sesuatu yang tidak beres.


' Kenapa ia masih hidup, bukankah seharusnya shuyan sudah membereskannya? jika dia masih hidup lalu dimana shuyan? ' Pikir menteri guan.


Putra mahkota mengernyitkan dahinya. Ekspresinya seolah ia sedang berpikir keras, namun nyatanya ia sedang menahan sakit kepalanya karena pengaruh alkohol semalam.


" Aku memang bersamanya, tapi setelah malam yang begitu larut. Aku memintanya untuk kembali ke istana. Setelah itu aku tidak melihatnya lagi. " Jawab Sima yan bohong. Ia bisa melihat wajah panik menteri guan yang coba ia sembunyikan.


' Menteri guan, kau tidak tahu kan bahwa orang yang sedang kau cari itu sekarang berada di tangan iblis.' monolog sima yan sembari menatap menteri guan dengan senyum.


Tiba-tiba seorang kasim datang dan berlutut untuk melaporkan sesuatu.


" Yang mulia, baru saja pangeran pertama mengatakan bahwa putri shuwang ada bersamanya


" Ucap kasim tersebut.

__ADS_1


Semua orang terkejut. Sima shao memijat pangkal hidungnya karena tindakan Sima rui tersebut. ' Apa lagi sekarang ini? Apakah ia tergoda dengan putri shuwang. Kenapa ia bisa bersama dengannya. ' Batin Sima shao.


Melihat dari sifat putranya yang begitu dingin, mustahil ia menerima wanita lain selain ziyan ke istananya jika ia tidak menyukainya. Lalu bagaimana dengan Nona mo. Bukankah baru kemarin ia meminta agar pernikahannya di percepat. Sima shao tiba-tiba merasa kepala hampir pecah.


" Panggil pangeran pertama kemari. " Perintah Sima shao dengan cepat pada kasim tadi.


Kasim tersebut segera undur diri dan dengan kecepatan penuh segera menuju istana rixi.


Tubuh tinggi tegap dengan wajah tanpa ekspresi segera tiba di hadapan sima shao. " Ayah memanggil ku? " Sima rui memberi hormatnya sekaligus.


" Pangeran pertama apakah kau bersama dengan putri shuwang? " Tanya Sima shao tanpa membuang waktu. Ia ingin secepatnya menyelesaikan masalah ini.


" Dia memang berada di istana rixi. Yaner ingin bertemu dengan putri sebelum ia pergi. Jadi aku mengundangnya untuk berkunjung ke istana ku. " Jawab Sima rui dengan wajah meyakinkan.


" Omong kosong. " Celetuk menteri guan tanpa sadar. Ia tahu bahwa Sima rui sedang berbohong. Ia tahu betapa buruknya hubungan shuwang dengan tunangannya.


Kini semua orang berbalik menatap menteri guan.


" Apa yang membuat menteri guan berpikir seperti itu? Apa kau tidak percaya dengan kata-kata ku? " Sima rui tanpa ragu langsung bertanya pada menteri guan.


Menteri guan berdeham, ia hampir saja kehilangan ketenangannya. " Bukan maksudku seperti itu pangeran. Aku hanya ragu, kenapa shuwang pergi tanpa membawa pelayannya jika benar kau mengundangnya. Apakah kau menyuruhnya datang seorang diri? " menteri guan segera mengutarakan alasannya.


Ucapan menteri guan tentu saja terkesan menghina Sima rui. Jika orang lain yang tidak mengetahui betul situasi Sima rui, maka mereka tentunya akan berpikir bahwa Sima rui mencoba menggoda calon istri adiknya tersebut.


Sima rui hanya menyeringai mendengar perkataan menteri guan. Lalu ia berbalik dan meminta kasim yang tadi memanggilnya untuk kembali ke istananya lagi guna memanggil Yaner dan putri shuwang.


Kasim tersebut menerima perintah Sima rui, dan kembali menuju istana rixi lagi. Semua orang di aula menunggu dalam diam.

__ADS_1


Dengan kaki gemetar karena lelah, Kasim yang tadi diperintahkan Sima rui langsung melaporkan kedatangan ziyan dan shuwang.


__ADS_2