
Setelah mengetahui keterlibatan Bai Lijin. Sima Dan segera meminta salah satu komandan biro penyidik untuk melanjutkan kasusnya. Ia membutuhkan setidaknya satu bulan untuk pemulihan secara menyeluruh.
Komandan Zhan, salah satu rekan Sima Dan menerima tugas tersebut.
" Jadi kau ingin aku melanjutkan kasus ini? Apa kau yakin? " Tanya komandan Zhan ketika menjenguk rekan kerjanya tersebut.
" Iya. Tolong kau lanjutkan. Semua berkas laporan ada di meja ku. Jika masih ada yang kurang jelas. Kau bisa bertanya padaku. "
" Baiklah. Aku akan menerima tugas ini. Lalu aku juga ingin menyampaikan turut berduka atas meninggalnya Heimian. Aku harap kita bisa dengan cepat menangkap pelakunya. "
Sima Dan hanya tersenyum pahit mendengarnya. Luka penyesalan di hatinya kembali terbuka ketika mengingat kembali pengorbanan Heimian. Sedangkan harapan rekannya itu menjadi pendorong Sima Dan untuk segera menangkap xumu. Ia berjanji akan membayar hutang nyawa Heimian.
Seminggu penuh sima Dan beristirahat memulihkan kesehatannya. Berkat pengobatan dari lucy, membuat Sima Dan sembuh lebih cepat. Kini ia sudah bisa melakukan aktifitas ringan diluar ruang. Sementara untuk berlatih beladiri, lucy menyarankan agar Sima Dan menunggu satu bulan agar semua lukanya mengering sempurna.
Di sisi lain, wang yi tengah sibuk dengan kerja samanya bersama bos zi. Meski awalnya sebuah kerja sama yang tercipta karena ketidaksengajaan, tapi kini ia begitu serius mengurusnya. Bersama Arthur, ia mengurus perijinan dari kerajaan Shu. Yang pada akhirnya memancing orang-orang kerajaan Shu datang. Ayahnya, kaisar shu menyambut baik kerja sama tersebut. Ia tidak lagi memaksa putranya kembali. Bahkan kaisar shu memberikan kebebasan bagi putranya untuk kembali kapanpun ia mau.
**********
Kediaman Sima rui.
" Apakah kau siap istriku? " Tanya Sima rui pada ziyan. Mereka akan pergi ke istana untuk menanyakan perihal ingatan Sima rui. Apakah benar ia pernah mengalami insiden yang membuatnya hilang ingatan.
Ziyan mengangguk, namun wajahnya menunjukan sedikit keraguan.
" Ada apa? " Sima rui berjalan mendekati sang istri.
" Apa tidak apa-apa kita bertanya ma Ibu? Mufei sedang hamil, aku takut pertanyaan kita mengganggu kehamilannya. " Kata ziyan khawatir.
" Kau tenang saja. Ibuku wanita kuat. Aku yakin anak di kandungannya juga kuat. Ia tidak akan begitu lemah hanya gara-gara masalah kecil seperti ini. " Yakin Sima rui.
" Benarkah? dari mana asal keyakinan mu itu? "
Sima rui mengangkat satu sudut bibirnya. " Aku yakin orang tua itu akan sangat kecewa karena kau meragukan bibit unggulnya. "
Tentu saja ziyan langsung mengerti siapa orang tua yang dimaksud suaminya. " Bukankah sama dengan mu suamiku. "
Wanita itu terkekeh melihat wajah suaminya yang kesal karena di samakan dengan sang ayah.
" Ayo kita berangkat. " Sima rui segera menggandeng tangan ziyan. Memutuskan untuk segera berangkat. Mengalihkan topik, tak ingin mendengar fakta akan kesamaan dirinya dan sang ayah.
Tiba di istana Huang Guifei, Sima rui dan ziyan langsung disambut oleh sang pemilik istana.
" Menantu ku, bagaimana kabar mu? apakah kau mengalami kesulitan selama kehamilan? " Tanya Huang Guifei setelah memberikan pelukan selamat datang.
" Bersyukur tidak terlalu berat Mufei. Hanya sesekali mual saat pagi. Tapi setelahnya baik-baik saja, sama seperti ketika belum mengandung. " Jawab ziyan jujur.
" Bagaimana dengan mufei? apakah sang putri baik-baik saja? " ziyan mulai menanamkan pemikiran bahwa dalam kandungan ibu mertuanya adalah seorang putri. Dan itu semua berkat ayah mertuanya yang terus mendoktrin semua orang bahwa itu seorang putri.
__ADS_1
" Jangan terpengaruh dengan Yang mulia. Aku sendiri yang mengandung bahkan tak yakin ini seorang putri. " Jengah Huang Guifei kala mengingat suaminya yang terus menerus memanggil anak di perutnya dengan sebutan 'putriku'.
" Ehem... " Sima rui berdeham. Ia merasa di abaikan dengan kedua wanita hamil di depannya.
" Kenapa? Jika haus, masuk dan minumlah. " Kata Huang Guifei acuh tak acuh.
Melihat sikap ibunya yang acuh tak acuh membuat Sima rui hanya bisa menghela napas sabar.
Pelayan datang membawa beberapa kudapan. Lalu menatanya di atas meja. Sima rui mengernyit saat melihat jenis makanan yang terhidang di depannya.
" Kenapa hanya makanan manis dan asam yang terhidang? " Keluh Sima rui pada ibunya.
" Aku tak bisa makan selain makanan asam, istri mu menyukai makanan manis. Jadi apa masalahnya? Kau kan sedang tidak hamil, jadi tidak sulit bagi mu untuk menelan makanan jenis apapun. "
Kembali Sima rui hanya bisa diam menelan rasa dongkolnya mendengar alasan yang diberikan ibunya.
' Sepertinya karena pengaruh hormon selama kehamilan, sifat ibu menjadi semakin menyebalkan. ' Batin Sima rui.
Akhirnya terjalin lah perbincangan hangat antara mertua dan menantu yang sama-sama sedang mengandung itu. Mengabaikan Sima Rui yang hanya bisa memasang telinga menjadi pendengar yang baik.
Pandangan Sima ruin dan ziyan bertemu. Seolah mampu membaca pikiran satu sama lain. Ziyan mengerti apa yang ingin di sampaikan oleh suaminya tersebut.
" Bu, ada yang ingin ku tanyakan. " Sima rui membuka pembicaraan.
" Ada apa? sepertinya hal yang serius. " Wajah serius Sima rui membuat Huang Guifei yakin bahwa apa yang akan di bicarakan oleh sang putra adalah hal yang penting.
Huang Guifei tertegun. Lalu menatap sima rui penuh selidik.
" Kau mengingat sesuatu? " Satu pertanyaan yang semakin membuat Sima rui yakin akan dugaannya.
" Jadi benar aku pernah menghilang atau hilang ingatan? "
Huang guifei membuang napas. Berat rasanya jika harus kembali mengingat kenangan pilu saat itu.
" Itu kejadian saat kau berumur sembilan tahun. Kau menghilang hingga satu bulan lamanya. Puluhan prajurit diperintahkan ayahmu untuk mencari hingga ke pelosok negeri, disetiap desa bahkan hutan. Namun sama sekali tidak mendapatkan hasil. Putus asa karena tidak kunjung menemukan mu. Akhirnya kami memutuskan untuk mencoba ikhlas. Tapi suatu hari kau ditemukan berada di taman belakang istana. Masih menjadi misteri kenapa kau berada di tempat itu. Sementara selama satu bulan lebih kami sudah mencari kemana-mana. "
" Sedangkan saat kami menanyakan apa yang terjadi pada mu saat itu, kau sama sekali tak mengingat apapun. Akhirnya kami hanya bisa menganggap semua kejadian itu sebagai mimpi buruk. " Jelas huang guifei.
" Kapan tepatnya kejadian itu bu? " Ziyan bertanya. Pasalnya masih banyak kejanggalan dari cerita ibu mertuanya tersebut.
Huang guifei berkata. " Kalau tidak salah saat ibu suri mengajak rui er dan Yan pergi ke kuil untuk berdoa. "
" Apakah itu kuil heping bu? " Ziyan menebak.
" Benar. Kuil heping. Bagaimana kau bisa tahu ziyan? "
Ziyan tersenyum kikuk. " Hanya menebak bu. "
__ADS_1
Sedikit demi sedikit benang merah kusut mulai terurai. Ziyan cukup yakin apa yang terjadi pada saat itu.
Sima rui yang menerima isyarat mata istrinya, segera menyudahi kunjungan mereka.
" Sudah ingin kembali? " Huang guifei sedikit tidak rela membiarkan menantunya pulang. Namun ia tak ingin egois dan membiarkan ziyan lelah.
" Apa kalian tidak ingin menunggu Yang mulia? " Huang guifei masih mencoba membujuk.
" Tidak. Terima kasih bu. Ayah pasti sangat berharap kami pulang alih-alih mengganggu waktu kalian berdua. " Sima rui bahkan bisa membayangkan wajah kesal ayahnya jika melihat mereka berdua di sini. Mendengar keputusan putranya, Huang guifei tidak ingin memaksakan kehendak.
Di dalam kereta kuda Sima rui.
" Bagaimana menurut mu istri ku? "
" Jika dugaan ku benar, maka mendiang ibu suri ada kaitannya dengan kejadian itu. Mengingat ibu suri mengemban misi keluarga wellington. Maka kemungkinan besar seperti apa yang ku pikirkan. " Papar ziyan.
kemudian kembali ia menyarankan. " Jika kau tidak keberatan. Kita bisa berkunjung ke kuil heping. Mungkin saja di sana kau akan mengingat kembali kejadian itu. " Sebenarnya ziyan juga ingin menyarankan untuk bertanya pada Arthur. Sebagai anggota keluarga wellington, dia pasti tahu lebih banyak tentang misi keluarganya. Namun urung, karena tak ingin suaminya cemburu.
" Baiklah. Aku akan mengikuti saran mu. Tapi tidak untuk waktu dekat ini. Aku tidak ingin kau terlalu lelah. Jangan kau pikir karena aku sibuk membantu Dan er, aku tidak tahu bagaimana sibuknya kau mengurus semua bisnis mu akhir-akhir ini. Apalagi setelah kerja sama mu dengan Kekaisaran shu di mulai. Beban pekerjaan mu semakin bertambah. " Terang ziyan.
Kemudian melanjutkan, " Ingat, kau sedang mengandung, istriku. Tolong jangan terlalu membuat tubuh mu lelah. Apa kau tahu itu? Hati ku sakit saat melihat mu kelelahan. " Ucapan penuh perhatian sima rui membuat suasana tegang berubah hangat.
Mata ziyan menatap suaminya penuh cinta. Menelusuri wajah sima rui, menyentuhnya dengan jemarinya. Mengusap bibir tipis pria itu dengan ibu jarinya. Lalu mendaratkan sebuah ciuman singkat di sana.
" Terima kasih. Ini hadiah kecil untuk perhatian mu. "
Sima rui mengangkat satu alisnya. " Ini tidak akan cukup nyonya. " Dengan cepat sima rui memindahkan tubuh istrinya ke atas pangkuannya. Lalu dengan buas melahap dan ******* bibir ranum ziyan.
Tentu saja adegan yang membangkitkan gairah dan hawa panas itu tidak berhenti sebatas ciuman. Hingga akhirnya kereta kuda yang bergoyang itu sampai di tempat tujuan.
Kepala pelayan dan beberapa pelayan sudah menunggu di depan gerbang menyambut kedatangan sang tuan rumah. Namun hingga beberapa menit berlalu kedua orang itu tidak juga kunjung turun. Hal itu mengundang keheranan dan tanda tanya semua orang.
" Junyi kenapa pangeran dan wangfei tidak turun? " Bisik kepala pelayan pada junyi.
Junyi berdeham menghilangkan rasa canggung. " Sebaiknya kalian tunggu saja. Mereka akan segera turun begitu urusan mereka sudah selesai. "
Pria paruh baya yang memiliki jabatan sebagai kepala pelayan itu akhirnya paham apa yang di maksud oleh junyi. Wajah merah pengawal pribadi sima rui itu sudah mewakili semua jawaban yang ia butuhkan.
' aish.. pangeran. Tidak bisakah anda menunggu sampai tiba di kediaman. Kasihan wangfei yang harus mengimbangi permainan anda pangeran. ' Batin kepala pelayan.
Sedangkan junyi juga ikut membatin. ' Yang mulia bisakah anda percepat permainan anda. Meski hal itu mustahil tapi tolong lanjutan saja dikamar kalian. '
Setengah jam kemudian, sima rui keluar dengan ziyan ada di gendongannya.
" Yang mulia ada apa dengan wangfei? " Tanya kepala pelayan khawatir. Namun itu hanya kekhawatiran palsu mengingat penyebab wangfei tak bisa jalan juga pria yang menggendongnya.
" Tidak apa. Kalian kembalilah. Tolong minta orang dapur menyiapkan jahe hangat untuk istri ku. "
__ADS_1
Setelah mengatakan perintahnya. Sima rui bergegas menuju kamarnya. Sedang ziyan terlalu lelah untuk sekedar memarahi pria yang membuatnya nyaris pingsan tersebut.