Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 366 Side story ( A Feng Story)


__ADS_3

Jingu tak pernah menduga bahwa tindakannya menolong Liu Ru akan mendapatkan balasan begitu cepat. Namun sayang bukan balasan yang ia bayangkan selama ini.


Semula Jingu berpikir Sima Feng akan memberinya hadiah begitu ia mengatakan hendak membalas hutang budi istrinya. Tentu hadiah yang ia pikirkan adalah uang. Tapi siapa yang menduga bahwa pria itu justru memberinya hadiah lain.


" Bubarkan kampung bandit ini dan mulailah hidup layaknya masyarakat pada umumnya. Aku akan memberikan pengampunan atas segala kejahatan yang pernah kalian lakukan dahulu. Tak hanya itu, aku juga akan menyiapkan lapangan pekerjaan untuk para kepala keluarga. Bagaimana? "


Ultimatum Sima Feng membuat Jingu dilema, seolah dirinya berada di persimpangan jalan dan harus memilih langkah mana yang harus ia ambil.


Jingu benar-benar tidak pernah menduga bahwa Sima Feng akan mengetahui identitas lain kampung mereka dengan begitu cepat.


Kampung bandit, tempat tinggal kelompok bandit dimana Jingu memimpin. Namun mereka bukanlah bandit kejam yang memperkosa atau membunuh korbannya. Mereka hanya akan mencuri dan merampok karavan para saudagar kaya yang kebetulan lewat. Karena mempertimbangkan hal tersebut, Sima Feng dengan mudah memaafkan mereka.


" Sejak kapan kau mengetahuinya, Yang mulia? " Tanya Jingu dengan rasa penasaran.


Sima Feng mengangkat satu alisnya. Ia pikir Jingu akan mengelak namun siapa yang menduga pria itu akan langsung mengakuinya.


" Tidak peduli bagaimana aku mengetahuinya. Lebih baik kau pikirkan pilihan apa yang akan kau ambil. Berpikir bijaklah sebagai pemimpin. Tidak selamanya kalian akan hidup aman jika terus bertindak sebagai bandit. "


Sima Feng juga menambahkan. " Kau tahu para saudagar kaya itu mempunyai uang yang mampu menggerakkan para petugas pemerintah. Hanya menunggu waktu sampai mereka berhasil menemukan persembunyian kalian dan meratakan kampung ini rata dengan tanah. "


Jingu tak ingin mengakuinya, tapi semua yang di katakan Sima Feng memang benar. Selama ini mereka hidup dalam pelarian dan selalu merasa was-was. Takut, jika suatu waktu para petugas datang dan memusnahkan mereka.


" Aku akan memikirkannya. Bagaimana pun juga keputusan yang akan ku pilih menentukan nasib puluhan orang di sini. "


" Baik. Aku akan memberi mu waktu. Ingat! kesempatan ini tidak ku tawarkan dua kali. Kau tahu betul dengan melepaskan kalian saja sudah membuatku berlaku curang karena melawan hukum. Jadi aku harap sebagai seorang pemimpin kau akan cukup cerdas dan tidak melewatkan kesempatan ini. "


Satu lagi hal yang tak pernah Sima Feng lakukan tapi ia lakukan sekarang, menutup mata pada hukuman yang seharusnya ia berikan pada Jingu dan kelompoknya. Pengaruh Liu Ru benar-benar telah merubah cara berpikirnya.


Setelah pembicaraan singkat itu, Sima Feng kembali ke dalam kamar untuk melihat wajah damai istrinya yang sedang fokus membaca buku pengobatan nenek Wu.


Tersenyum, Sima Feng membelai puncak kepala wanita itu.


Liu Ru tersenyum lalu menutup bukunya sejenak. " Bagaimana pembicaraan kalian? apa kau menawarkan uang padanya? berapa banyak itu? "

__ADS_1


Liu Ru penasaran dengan hadiah yang di berikan Sima Feng. Dalam benaknya, suaminya akan memberikan uang pada Jingu sebagai balas jasa karena sudah menolongnya.


" Apa itu yang kau pikirkan? tampaknya kau dan Jingu memiliki pemikiran yang sama. Sayangnya bukan itu yang ku berikan. "


" Bukan uang? lantas apa yang ku berikan? apakah ada yang lebih baik dari uang. "


" Kau ini. " Sima Feng mencubit pelan pipi Liu Ru.


" Aku justru memberinya kesempatan hidup yang lebih baik. Setidaknya di masa depan, Jingu dan semua orang bisa hidup lebih baik dan tenang serta terbebas dari rasa was-was. "


Melihat istrinya masih diam dengan kebingungannya, Sima Feng yakin istrinya masih belum mengetahui fakta mengenai Jingu dan kampung mereka.


" Sudahlah, jangan memikirkannya Aku berjanji akan menyelesaikan segalanya dan maaf sudah membuat mu melewati ini semua. " Katanya lirih.


" Apa yang kau katakan. Ini semua bukan salah mu. Kita hanya kurang komunikasi. Mari kita jadikan ini semua sebagai pembelajaran untuk ke depannya. Lagipula bukankah wajar untuk pasangan suami istri bertengkar. Aku yakin kaisar dan ratu yang saling mencintai pun pasti pernah bertengkar. "


Diingatkan mengenai orang tuanya, Sima Feng justru terkekeh. " Selama aku hidup menjadi putra mereka, aku sama sekali belum pernah melihat mereka berdebat. Setiap hari aku justru harus bertahan dengan pertunjukan penuh kasih mereka. "


" Tak perlu iri. Kita juga bisa menjadi seperti mereka. "


Liu Ru mengangguk. " Kita berdua akan berusaha. "


Wanita itu kemudian menghela napas kasar. Diingatkan tentang keluarga, membuatnya kembali teringat akan putranya.


" Aku merindukan Xiao Yi. Tidak bisakah kau membawanya kesini, suami ku? "


Melihat ekspresi istrinya, Sima Feng bisa merasakan kerinduan sang istri pada putra mereka.


" Baiklah. Aku akan membawanya kesini bersama A Fei. Mereka pasti senang bisa bertemu dengan mu. "


Karena istrinya telah di temukan maka Sima Feng segera menulis surat untuk memberitahu kabar baik ini pada adik dan putranya. Ia meminta Bingjie untuk memberikannya dan sekaligus menjemput mereka.


Bersamaan dengan itu, Sima Feng juga mendapatkan kabar dari Ling He jika Gu Xinzu berhasil di tangkap begitu pula dengan mantan raja wei.

__ADS_1


Satu persatu masalahnya akhirnya terselesaikan juga.


******


Bingjie yang menerima tugas penting itu segera melesat membawa surat Sima Feng menuju penginapan dimana dua orang yang menjadi tujuannya menginap.


" Paman, kau datang sendiri? dimana kakak? " Sima Fei heran saat melihat Bingjie datang seorang diri.


Setelah memberikan salam, Bingjie mengeluarkan surat Sima Feng. " Putri, kedatangan saya untuk menyampaikan surat dari pangeran. "


Sima Fei dengan cepat menyambar dan membuka surat tersebut. Yakin sekali jika surat tersebut berisi kabar terbaru mengenai kakak iparnya.


" Paman, benarkah ini semua. Kakak ku sudah menemukan kakak ipar? " Serunya setelah membaca surat ditangannya.


Sima Fei masih tak yakin dengan isi surat sima Feng, meski begitu ia sepenuhnya berharap bahwa semua itu benar.


" Benar putri. Karena itu pangeran mengutus saya untuk menjemput anda dan pangeran kecil. Jadi silakan anda mempersiapkan diri sebelum berangkat ke sana. "


" Apanya yang mempersiapkan diri. Ayo kita berangkat sekarang juga. "


Sima Fei tak peduli dengan persiapan. Yang di pikirannya saat ini adalah bertemu dengan sang kakak ipar. Jadi setelah itu, ia memberi tahu Xiao Yi kabar baik tersebut dan segera menarik bocah itu untuk pergi bersamanya.


Bingjie membawa keduanya ke desa bandit dimana Sima Feng dan Liu Ru berada. Selama perjalanan, Bingjie juga menjelaskan bagaimana kesehatan Liu Ru sesuai perintah Sima Feng.


" Jadi, putri dan pangeran kecil, pangeran kedua berpesan setelah kalian bertemu dengan wangfei, tolong agar kalian tidak mengganggu waktu istirahatnya. "


Bukan Sima Fei jika ia tidak bisa membaca maksud tersembunyi saudara kembarnya itu. Dengan ekspresi mencibir, Sima Fei berkata. " Ck, A Feng benar-benar berpikiran sempit. Dia melarang kami berdua mengganggunya, tapi dia sendiri justru melakukannya. Aku yakin dia sendiri sama sekali tak beranjak sedikit pun dari sisi kakak ipar. "


Bingjie meringis mendengarnya, 'itu benar' batinnya. Bagaimanapun apa yang di katakan putri kesayangan Sima Rui itu sangatlah tepat.


Setelah perjalanan sulit, akhirnya mereka tiba di kampung bandit.


Saat ketiganya berjalan menuju pondok nenek Wu. Ada sepasang mata yang terus mengawasi A Fei sejak ia memasuki kampung bandit. Setelah memastikan dengan benar dan yakin, dengan perasaan penuh antusias dan tidak sabar ia segera berlari untuk memberitahu kabar tersebut pada seseorang.

__ADS_1


__ADS_2