Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 196


__ADS_3

Melihat interaksi sima rui dan Arthur yang tak terlalu baik. Sepertinya butuh waktu lama untuk membuat keduanya akur.


Melihat sudah tengah malam. Ziyan memutuskan untuk sementara membiarkan Arthur tinggal di kediamannya. Masih banyak hal yang ingin ia tanyakan. Namun sebelum itu, tugas pertamanya adalah meyakinkan sima rui agar memperbolehkan Arthur menginap disini.


Ziyan tersenyum lalu menyentuh punggung tangan suaminya.


" Sayang, bolehkan Arthur dan temannya menginap disini satu malam saja. " Bujuk ziyan.


" Tidak! "


" Tidak! "


Jawab Arthur dan sima rui bersamaan.


Ziyan termangu lalu menatap keduanya bergantian. Meski bermusuhan tampaknya ada sisi dimana keduanya bisa satu pemikiran.


" Kenapa? " Ziyan balik bertanya.


" Gaia, aku akan kembali ke penginapan saja. Barang-barang ku masih ada di sana. Selain itu wang yi pasti tidak akan bisa tidur karena memikirkan semua barang-barang miliknya. Kita masih bisa bicara lagi besok. " Jawab Arthur. Ia tak ingin menumpang pada saingannya. Harga dirinya menolak keras hal itu. Selain itu menginap disini hanya akan membuat hatinya semakin meradang karena melihat kedekatan keduanya.


" Istriku. Tuan Arthur pasti kesulitan tidur di tempat baru. Jadi biarkan dia kembali ke penginapannya. Aku yakin bantal di penginapan jauh lebih nyaman untuknya dari pada bantal di tempat ku. " Sima rui beralasan. Meski ia senang ziyan memanggilnya sayang di depan Arthur, tapi untuk kali ini ia tetap tak akan menuruti kemauan sang istri.


" Kau benar. Pangeran rui ternyata sangat pengertian. " Ejek Arthur.


" Terima kasih atas pujiannya. Jika aku tidak pengertian, istriku tak mungkin bersedia menikah denganku. " Jawab sima rui yang berhasil menghunus tepat di jantung Arthur.


Kedua pria itu berbicara dengan wajah tersenyum namun ziyan bisa melihat urat menonjol di dahi keduanya.


' Mereka berbicara seolah baik-baik saja tapi ketidaksukaan mereka terlihat begitu jelas. ' Monolog ziyan.


" Baiklah. Aku akan meminta kusir untuk mengantar mu dan menjemputmu lagi besok pagi. Maaf karena identitas ku sebagai wangfei, aku tidak bisa keluar dengan bebas. jadi hanya bisa meminta mu datang kemari. Apakah kau keberatan ar? " Ujar ziyan dengan rasa bersalah.


" Tidak masalah. Aku paham. "


" Oh iya apa kau ingin bertemu snowy sebelum pulang? Ia semakin gendut semenjak datang ke sini. " Tawar ziyan.


" Mungkin besok saja. Aku tak ingin membuat kehebohan tengah malam seperti ini. "


Setelah berbicara, Arthur segera menemui wang yi dan mengajaknya kembali ke penginapannya. Awalnya wang yi menolak. Ia lebih suka tinggal di kediaman Sima rui. Menurutnya kamar di kediaman itu pasti lebih nyaman dari pada kamar di penginapan. Namun karena melihat wajah tak suka Arthur akhirnya ia hanya bisa menggigit jari kecewa.


" Kenapa kau terlihat tak bahagia? bukankah kau berhasil menemukannya. Aku benar-benar tak menyangka bahwa gadis yang kau cari adalah pemilik chuntian sekaligus istri Sima rui. " Kata wang yi masih tak percaya dengan identitas ziyan.

__ADS_1


Arthur tersenyum getir. " Aku juga tak menyangka akan menemukannya menjadi istri pria lain. "


Wang yi bisa mendengar kepahitan dalam kata-kata rekannya tersebut. Setelah hampir setahun mencari, begitu bertemu harus menelan kekecewaan karena melihatnya menjadi milik pria lain.


Saat wang yi dan Arthur terjebak dalam suasana duka. Berbeda dengan situasi panas di antara Sima rui dan ziyan.


Ziyan duduk di ranjang mengamati suaminya yang sedang mengganti pakaiannya.


" Suamiku, apa kau tak menyukai Arthur? " Tanya ziyan yang sebenarnya ia sendiri sudah tahu jawabannya.


Tanpa menghentikan kegiatannya, sima rui berkata. " Bukan hanya dia, bahkan semua pria yang menyukai mu. " Jawab sima rui jujur.


Bukannya marah, ziyan justru merasa gemas dengan sikap suaminya itu.


" Maaf karena membuatmu cemburu. Tapi dia adalah teman ku dari kecil. Selain menganggapnya seperti keluarga ku sendiri, aku tak memiliki perasaan apapun padanya. Ia sudah ku anggap seperti kakak bagiku. " jelas ziyan.


" Mungkin itu bagi mu. Tapi tidak dengannya. Ia pasti akan berpikir lain jika kau bersikap lebih. "


Ziyan mencoba memahami Sima rui. Ia tahu apa yang di katakan suaminya tidaklah salah.


" Maaf. " Ziyan menunduk menyesal.


Sima rui menghampiri ziyan dan berdiri tepat di depannya. Ziyan yang masih duduk harus mendongak untuk melihat wajah Sima rui.


Ziyan mengangguk. " Aku mengerti. "


" Sekarang istirahatlah. Besok aku akan menemani mu menemuinya. " Ucap Sima rui.


Ziyan yang sudah berbaring menoleh pada Sima rui. " Bukankah besok ada pertemuan dengan para menteri istana? apa tidak masalah mangkir dan justru menemaniku? "


" Aku bukan raja yang wajib hadir dalam pertemuan. Kehadiranku hanya sebagai pelengkap. Jadi ada atau tidaknya aku besok itu tidak akan berpengaruh besar. " Jawab Sima rui santai.


" Bagiku menjaga istri dari serangan hama liar jauh lebih penting dari pada berkumpul bersama para pria tua itu. " Sambungnya.


**********


Keesokan harinya,


Snowy tersedak begitu ziyan menceritakan perihal kedatangan Arthur kemarin.


" Kau... uhuk... kau sedang tidak bercanda bukan? " Dengan susah payah Snowy bertanya pada ziyan.

__ADS_1


Ziyan mengambil sebuah mangkok berisi air dan memberikannya pada Snowy. " Minumlah. "


" Aku serius. Aku sendiri juga terkejut saat melihatnya kemarin. " Timpal ziyan lagi.


" Untuk apa dia disini? " Tanya Snowy curiga.


Ziyan mengangkat bahunya. " Entahlah. "


" Kau tak suka dia disini? " Tanya ziyan saat melihat ekspresi lain snowy.


" Bukan persoalan suka atau tidak. Aku hanya takut keberadaannya akan mempengaruhi hubungan mu dengan Sima rui. " papar Snowy.


**********


Sesuai janji kemarin, Ziyan menyuruh salah satu kusirnya untuk menjemput Arthur. Hari ini ia datang seorang diri.


" Silakan. Pangeran dan wangfei sudah menunggu di dalam. " Ucap pelayan yang memandu Arthur masuk ke dalam kediaman sima rui.


Di ruang penerima sudah menunggu sima rui dan ziyan.


" Duduklah. Apa kau sudah makan? " Tanya ziyan.


" Ehem! " Sima rui berdeham cukup keras.


Ziyan tahu suaminya itu sedang memberikan kode keras padanya agar tak memberikan perhatian lebih pada Arthur.


" Aku sudah makan tadi. " Jawab Arthur bohong. Sebenarnya ia sejak tadi menunggu agar bisa makan bersama dengan ziyan.


" Baiklah kalau begitu. Aku ingin langsung saja. Apakah boleh aku bertanya beberapa hal? "


Arthur mengangguk.


" Apa tujuan mu datang ke dunia ini? Apa kau tak takut terjebak di sini selamanya. " Ziyan langsung bertanya.


" Kedatangan ku tentu saja untuk membawa mu kembali. Untuk apa lagi selain hal itu. " Jawab Arthur yakin.


Hah?!


Ziyan menautkan kedua alisnya.


" Membawaku kembali? Apa maksudmu kita bisa kembali ke dunia kita? " Tanya ziyan antusias. Ada rona bahagia di wajahnya. Akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan kedua orang tuannya.

__ADS_1


" Benar. Kita bisa kembali ke dunia kita. Hanya saja.... " Jawab Arthur ragu. Hal itu membuat ziyan penasaran. Wanita itu masih menunggu Arthur melanjutkan.


__ADS_2