Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 140


__ADS_3

Sementara Sima rui rapat dengan para komandan. Ziyan berkeliling bersama lucy, junyi, dan xiaoqi. Baik lucy dan ziyan merasa seakan kembali ke dunia mereka sebelumnya. Dimana hidup berdampingan dengan peperangan.


Dari arah seberang, ziyan melihat tanah kosong dan tak jauh dari situ ada sebuah hutan.


" Junyi, hutan apa itu? " Tanya ziyan menunjuk hutan yang ada di wilayah suku bar-bar itu.


Junyi menoleh dan melihat arah yang di tunjuk ziyan. " Itu hutan Migong nona. Saya harap anda jangan sampai masuk ke hutan itu. Mesin hutan itu tidak terlalu besar, namun sangat berbahaya. Karena di hutan itu banyak sekali tanaman beracun. " Jelas junyi.


" Apakah hutan itu termasuk wilayah suku bar-bar. " Tanya ziyan lagi.


Junyi mengangguk. " Benar. Suku bar-bar terkenal dengan keahlian penggunaan racunnya. Itu karena didukung dengan ketersedian sumber tanaman beracun mereka. Bahkan beberapa racun mereka sama sekali belum di temukan obat penawarnya. Alasan itulah yang menjadi kendala bagi pengeran mengalahkan mereka. Meski pangeran bisa menekan mereka, namun sulit untuk sepenuhnya mengalahkan suku itu. "


Ketika mendengar penjelasan junyi mengenai hutan beracun, mata lucy berbinar. Ia seakan baru saja menemukan harta karun tersembunyi. Larangan junyi seolah menjadi panggilan untuk dirinya mengeksplore hutan tersebut.


Ziyan melihat tatapan lapar lucy dengan mulut menganga. Ia tahu bibinya pasti sangat senang karena menemukan sumber baru untuk penelitiannya.


" Bibi, tolong hapus air liur mu itu. Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan. " Ucap ziyan menunjuk sudut bibirnya.


Lucy segera mengelap sudut mulutnya dengan tangannya, lalu mendelik saat tahu bahwa ziyan membohonginya. " ish.. kau ini. "


" Bibi, Aku tahu apa yang kau pikirkan. Bagimu hutan itu seperti tambang emas bukan? Hentikan pemikiran memasuki hutan itu seorang diri. Ajaklah xiaoqi atau aku jika kau ingin ke sana, mengerti. " Ucap ziyan penuh tegas.


Lucy meninju pelan lengan ziyan, " Kau ini mengejutkan saja. Ku pikir kau akan melarang ku ke sana. "


Xiaoqi ingin tertawa melihat bagaimana hubungan bibi dan keponakan itu seolah terbalik. Keponakan yang justru mengkhawatirkan sang bibi.


Ziyan mengangkat satu alisnya mendengar ucapan lucy. " Kenapa aku harus melarang mu bi? bukankah tadi junyi mengatakan bahwa beberapa racun suku bar-bar belum di temukan penawarnya. Aku yakin kau pasti bisa membuat penawarnya. Aku akan meminta daftar racun apa saja itu, dan tugas bibi mencari tahu penawar racun tersebut. " Ucap ziyan menepuk kedua pundak lucy seolah memberikan sebuah beban bukan tugas.


" Aku mengandalkan mu bi. " Lanjut ziyan.


Lucy menatap tak percaya keponakannya tersebut. Ternyata di balik kemurahan hatinya terselip motif tersembunyi. Pantas ia memperbolehkannya pergi ke hutan itu. Ternyata untuk memanfaatkannya. Ziyan yang mengerti arti tatapan lucy hanya mengedipkan satu matanya sebagai balasan.

__ADS_1


' Dasar keponakan laknat. ' Umpat lucy dalam hati.


*******


Keesokan harinya, tanpa membuang waktu. Ziyan dan xiaoqi bersiap menemani lucy pergi ke hutan migong.


" Kalian mau kemana? " Tanya Sima rui tiba-tiba.


' Ah sial. Aku lupa memberitahunya. ' Batin ziyan.


Sima rui mengerutkan keningnya melihat penampilan ziyan dan lucy yang mengenakan pakaian pria.


" Ah kami akan pergi ke hutan Migong. " Jawab lucy jujur.


" Apa! Untuk apa kalian ke sana? "


" Tentu saja membuat penawar racun. Junyi bilang, racun suku bar-bar banyak yang belum memiliki penawar. Jika aku berhasil membuatnya, bukankah itu bagus untuk kalian. " Lucy menggunakan penjelasan junyi sebagai alasan. Ia tahu bahwa Sima rui pasti tidak akan melewatkannya.


Ziyan sama sekali tak ingin bicara. Lebih baik membiarkan bibinya berdebat dengan sima rui.


" Apa kalian tidak tahu bagaimana bahayanya hutan migong. Bahkan prajurit jin yang bertahun-tahun tinggal di perbatasan masih belum terbiasa dengan hutan itu. Lalu bagaimana dengan kalian. " Lanjut sima rui.


" Tenang saja, kam-.... " Kalimat lucy terputus saat ziyan menutup mulut lucy dengan tangannya.


" Kami tahu, hutan itu sangat berbahaya. Karena itu kami berniat menemui mu dan meminta seseorang untuk menemani kami. Jadi... Apakah ada seseorang yang kau rekomendasikan untuk mengantar kami? " Ziyan tak tahan dengan perdebatan tersebut. Lebih baik mundur selangkah demi maju dua langkah. Itulah kenapa ziyan mengalah.


Sima rui melirik pria di sampingnya. Salah satu komandan Sima rui yang selalu berwajah datar.


" Komandan jiang, temani mereka. " Perintah sima rui dan di tanggapi dengan anggukan oleh bawahannya tersebut.


Komandan jiang, pria dengan tubuh tinggi besar seperti beruang. Wajahnya bahkan tak memperlihatkan senyum sama sekali. Ada bekas luka pedang di pipi kirinya.

__ADS_1


" Berhati-hatilah. Aku ingin menemanimu tapi urusanku masih belum selesai. " Sima rui membelai lembut rambut ziyan. Lalu kembali melihat komandan jiang. " Komandan jiang adalah orang yang paling paham dengan hutan migong. Karena itu aku cukup tenang membiarkan kalian pergi bersamanya. "


" Aku tahu, orang yang kau kirim pastilah yang terbaik. "


Mereka pergi menggunakan kuda masing-masing. Ziyan yang sebelumnya tidak bisa menunggang kuda pun kini telah mahir menunggang hewan berkaki empat itu.


" Kita berhenti disini? " Tanya ziyan saat komandan jiang berhenti dan mengikat kudanya di sebuah pohon.


" Benar. Kita tidak bisa masuk ke dalam dengan kuda. Ada tanaman berduri yang cukup beracun. " Jelas komandan jiang.


"Jadi kita akan berjalan kaki mulai dari sini? " Dan komandan jiang hanya mengangguk sebagai jawaban.


Komandan jiang berjalan memimpin di depan, sementara xiaoqi berjalan di belakang melindungi para wanita. Tinggi tanaman yang mayoritas hanya setinggi manusia cukup menyulitkan perjalanan mereka. Karena itu mereka harus menebas tanaman di depan untuk membuka jalan. Komandan jiang berhenti menebas ketika mendengar sesuatu. Ia meletakan telunjuk di mulutnya memberikan tanda agar ketiga orang di belakangnya tidak bersuara.


Dengan hati-hati mereka berjalan ke arah sumber suara. Dari jarak cukup jauh itu, ziyan dan yang lainnya bisa melihat sekelompok orang sedang mengumpulkan sesuatu.


" Apakah itu lebah? " Tanya ziyan berbisik pada komandan jiang. Ia melihat seorang pria memasukan sarang lebah ke dalam sebuah kantong.


" Benar. Tampaknya mereka sedang mengumpulkan lebah iblis. "


Ziyan ingin kembali bertanya, namun takut akan mengungkap keberadaan mereka. Jadi ia menahannya dan memutuskan akan bertanya setelah mereka pergi. Cukup lama ziyan dan yang lainnya memantau. Hingga akhirnya kelompok tersebut pergi.


" Apa itu lebih iblis? Apakah begitu berbahaya hingga namanya pun terdengar menakutkan. " Tanya ziyan.


" Lebah itu sangat beracun. Akan sangat menyakitkan jika terkena racunnya. " sahut komandan jiang.


Karena penasaran, ziyan berjalan ke tempat di mana kelompok tadi mengambil sarang lebah. Ziyan memungut satu lebah mati yang jatuh ke tanah. Lalu menunjukkannya ke lucy.


" Bibi. Bukankah ini terlihat tidak asing? " Ucap ziyan. Lucy mengambil lebah tersebut dan mengamatinya.


" Asian giant hornet. " Ucap lucy begitu terkejut melihat hewan beracun tersebut.

__ADS_1


Apa yang ziyan pikirkan ternyata benar. Bahkan di dunianya lebah ini cukup berbahaya. Mampu menyuntikan racun komplek dengan delapan bahan kimia berbeda. Selain itu lebah ini juga disebut sebagai lebah pembunuh karena manusia yang terkena gigitannya tak jarang berakhir dengan kematian.


' Untuk apa mereka mengumpulkan hewan berbahaya ini? ' Pikir ziyan.


__ADS_2