Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
ini pembunuhan bukan kecelakaan


__ADS_3

Mendekati pembukaan paviliun chuntiannya yang semakin dekat, membuat ziyan semakin sibuk. Setelah kemarin membereskan masalah tiantang. Kini ia harus memastikan bahwa semua persiapan pembukaan paviliunnya berjalan lancar. Saat dipertengahan jalan, kereta ziyan tiba-tiba berhenti. Ziyan melihat ke arah luar dan melihat bahwa mereka belum sampai di chuntian. Lalu apa yang membuat keretanya berhenti.


"Apa yang terjadi? " Ziyan bertanya pada xiaoqi yang ada di kursi pengemudi. Ia berpikir akan lebih aman jika xiaoqi yang sementara ini menjadi kusirnya, jadi akan semakin sedikit orang yang mengetahui rahasianya. Tentu saja itu hanya sampai ia menemukan orang yang tepat.


" Ada kerumunan di depan, nona. Jadi perjalanan sedikit terhambat. "


"Kerumunan apa? "


"Sepertinya ada yang meninggal. "


Ziyan melihat sekeliling tempat kereta terhenti. Sepertinya tidak terlalu jauh dari paviliunnya. Mungkin lebih cepat jika berjalan.


"Yaoyao, ayo kita turun. " Tanpa menunggu jawaban dari yaoyao, ziyan segera membuka pintu dan turun dari kereta kudanya.


Yaoyao masih belum menemukan kesadarannya ketika ziyan sudah mendaratkan kakinya di tanah. Ia baru tersadar saat snowy melompat dari pangkuannya ikut turun ke luar.


"Xiaoqi, kau bawa keretanya ke paviliun chuntian. Aku dan yaoyao akan berjalan dari sini. "


Mendengar arahan ziyan, xiaoqi mengangguk dan dengan cepat kedua gadis dan seekor kucing itu menghilang, bercampur dengan kerumunan di depan.


Penasaran dengan penyebab kerumunan tersebut. Ziyan berjalan ke arah pusat kerumunan. Ia melihat seorang wanita hamil sedang menangis. Di depan wanita itu terbaring tubuh kaku seorang pria. Betapa terkejutnya ziyan saat melihat wajah sosok mayat tersebut, xiaolu. Apa yang terjadi? bukankah kemarin ia baik-baik saja.


Ziyan mendengar beberapa pembicaraan kecil orang disampingnya.


"Kasihan sekali wanita itu. Padahal sedang hamil, tapi harus ditinggalkan suaminya seperti ini. "


"Menurutku suaminya pantas mati. Apa kau tidak tahu, suaminya sering sekali pergi ke kasino untuk berjudi dan pulang dengan keadaan mabuk. "


"Tapi bukankah suaminya sudah berubah, setelah tahu istrinya hamil. "

__ADS_1


Ziyan sedikit banyak jadi mengetahui bagaimana kehidupan xiaolu. Kelihatannya ia sangat mencintai istrinya. Jadi, kejadian ini pastilah bukan sekedar kecelakaan biasa. Ziyan bergerak ke depan agar lebih dekat dengan mayat xiaolu. Dilihatnya dengan teliti kondisi tubuh xiaolu dari ujung kepala hingga kaki. Tidak ada bekas luka sama sekali, Hanya ada bekas luka sengatan ditangannya. Saat memperhatikan lebih seksama tangan xiaolu. Ia melihat bekas jeratan di pergelangan tangannya. Lalu ziyan melihat lagi pergelangan tangan xiaolu yang lain. Dan melihat hal yang sama. Sudah jelas ia dibunuh.


"Minggir, minggir. " Sekelompok petugas berseragam mengusik kerumunan orang-orang yang sedang menonton. Melihat dari seragam mereka, sepertinya orang dari biro penyelidik.


Petugas tersebut langsung memeriksa kondisi mayat. Dan tak lama, seorang petugas membisikan sesuatu pada petugas lain yang memiliki seragam berbeda. Kelihatannya dia adalah komandan mereka.


"Bawa mayat ini dan segera lakukan pemakaman, Dia meninggal karena tenggelam, murni kecelakaan." Komandan tersebut segera mengumumkan hasil pemeriksaan tanpa melakukan otopsi.


What ! ! !


Ziyan terkejut melihat cara kerja biro penyelidik yang terlalu meremehkan kasus ini. Jelas-jelas kasus pembunuhan, tapi seenaknya mengatakan kasus kecelakaan.


"Sudah ku duga, mereka pasti akan langsung menutup kasus ini. Mungkin karena mereka takut menyinggung 'orang itu'. "


"Yah mau bagaimana lagi, Xiaolu memiliki hutang yang besar dengan mereka dan tidak bisa membayarnya. Wajar jika mereka sampai mengambil tindakan. "


"Ini tidak mungkin kecelakaan. Ia pasti dibunuh. Kenapa kalian mencoba menutupinya. " Wanita yang tak lain istri xiaolu berteriak ke arah komandan penyelidik itu. Dengan kesedihan dan air matanya yang masih mengalir, membuat suaranya sedikit bergetar. Ia terus memegangi lengan sang komandan itu dan terus menuntut agar dilakukan pemeriksaan ulang.


Kesal dengan sikap wanita itu, komandan itu menepis tangannya dari istri xiaolu, membuatnya terlempar. Beruntung sebelum wanita itu jatuh, ziyan dengan sigap menangkapnya.


Ziyan meminta yaoyao menemani istri xiaolu. Ia ingin memberikan pelajaran pada komandan penyelidik sampah tersebut. Ziyan berjalan ke arah komandan tersebut. Diperhatikannya sosok komandan itu, ekspresi ziyan masih tenang seperti biasa namun sorot matanya memancarkan perasaan mengintimidasi.


"Sebagai petugas penyelidik, bukankah sudah tugas kalian untuk menyelidiki kasus. Tapi kalian tidak menjalankan tugas, justru menyakiti wanita hamil. Apakah kau tidak merasa malu? jelas-jelas pria ini di bunuh. Tapi kalian malah asal dalam penyelidikan dan mengatakan bahwa ini kecelakaan. "


Dengan suara lembutnya, Ziyan mulai mengkritik komandan itu, hal tersebut tentu saja menarik perhatian warga yang sedang menonton. Mereka penasaran bukan karena ingin mengetahui kebenaran dari kematian xiaolu, namun penasaran dengan identitas gadis yang berani sekali menantang seorang komandan zhuting.


"Lancang. apakah kau tidak tahu dengan siapa kau berbicara? " tegur salah satu petugas yang ada di belakang zhuting.


"Aku tahu dia. Komandan zhuting, komandan penyelidik. Lantas kenapa? bukankah kalian masih petugas negara yang harusnya melayani kami para rakyat. "

__ADS_1


Mendengar ucapan ziyan yang menyuruhnya melayani rakyat, sontak membuat tawa zhuting pecah. Ia tertawa seperti baru saja mendengar sebuah lelucon.


Ziyan masih diam, ia menunggu hingga zhuting menghentikan tawanya sebelum kembali berbicara.


Zhuting melihat gadis itu masih berdiri di depannya. Ia tahu gadis itu masih memiliki hal yang ingin di katakannya. Segera ia menghentikan tawanya, dan kembali memberikan perhatiannya pada ziyan.


"Sudah selesai? Apa yang salah dengan kata-kataku. Bukankah kalian di gaji oleh negara, dan negara mendapatkan uang dari pajak yang di bayar rakyat. Jadi secara tidak langsung bukankah rakyat yang membayar kalian. " Ziyan tersenyum sinis.


Beberapa orang di kerumunan mulai menangkap masuk akal ucapan ziyan, ada yang mengangguk setuju namun ada pula yang tetap diam tidak berani membuka mulutnya, mereka tak ingin merasakan kekejaman komandan zhuting.


Jika sebelumnya zhuting tertawa mendengar ucapan ziyan, kini ekspresinya berubah gelap. Dia merasa terhina mendengar ucapan ziyan terebut. Baginya yang terlalu menganggap tinggi harga dirinya, tentu saja merupakan penghinaan besar jika menyuruhnya untuk melayani para rakyat biasa itu. Ia hanya melayani orang memiliki status dan kekuasaan lebih darinya. Karena itu bisa memberikannya keuntungan.


"Gadis kecil, apa kau tahu, aku bisa menangkapmu karena membuat keributan. Jadi lebih baik kau pergi sekarang. "


Ziyan tersenyum mendengar tanggapan zhuting. sepertinya ia hanya bisa mengancam karena tidak mau merendahkan dirinya. Baiklah, mari kita saling mengancam kalau begitu.


"Yaoyao, cepat kau kembali ke kediaman. Laporkan pada ayahku bahwa komandan zhuting ingin menangkapku, minta ayahku untuk melaporkan hal ini pada Yang mulia kaisar. "


Zhuting sangat terkejut saat ziyan menyebutkan kata kaisar. Kini ia penasaran dengan identitas gadis ini. "Siapa kau sebenarnya? "


"Apakah komandan zhuting perlu menanyakan identitasku untuk berbicara sopan. " Ziyan sangat membenci orang-orang sejenis zhuting ini, selalu menjilat orang yang memiliki status lebih tinggi.


"Kau berani menggunakan nama yang mulia kaisar, apakah kau tak takut aku menangkapmu karena hal itu. " Zhuting berpikir karena gadis ini menolak mengungkap identitasnya, pastilah bukan bangsawan dengan status tinggi. Bukankah para bangsawan biasanya bangga saat mengungkap identitasnya.


Karena zhuting sepertinya berniat menantang balik dirinya. Ziyan sepertinya tidak ada cara lain selain mengungkap identitasnya. Namun saat ia akan membuka suaranya. Sebuah ucapan sarkas datang dari arah lain.


"Kelihatannya kesetiaan komandan zhuting tak perlu di ragukan lagi. Langsung menangkap orang yang berani menggunakan nama kaisar. Benar-benar perlu mendapat apresiasi. "


Mata zhuting membesar, begitu terkejut saat melihat pemilik dari ucapan sarkas tersebut. Sepertinya ia akan mendapatkan masalah lain.

__ADS_1


__ADS_2