Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Apakah dia masih Gaia-nya?


__ADS_3

𝚂𝚊𝚊𝚝 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚕𝚊𝚖.


Ziyan memasuki ruang makan. Karena membereskan masalah yimin, membuat dirinya datang terlambat. Semua orang sudah tiba, kecuali yuefeng. Sepertinya bukan dirinya yang paling lambat hari ini, batin ziyan.


"Dimana yuefeng...kenapa dia belum datang? Apakah kau tau dia sedang apa chufeng? " Nyonya tua ingin segera memulai makan malamnya, namun kerena salah satu anggota keluarga belum datang, Ia pun menundanya.


"Tidak nek. Aku hari ini belum bertemu dengannya. " Meski mereka berdua tinggal di halaman yang sama. Namun keduanya memang jarang berinteraksi.


Tak lama seorang pelayan dari kediaman yuefeng datang. "Nyonya tua, tuan, nyonya. Nona dua berpesan dia tidak ikut makan malam. Nona dua berkata dia sudah kenyang saat acara minum teh bersama teman-temannya. "


Nyonya tua melambaikan tangannya. "Baiklah.Kau boleh pergi. "


"Tunggu." Perintah mo yincheng membuat langkah pelayan tersebut terhenti. Ia segara berbalik dan kembali ke posisi ia berdiri sebelumnya.


"Iya tuan. "


"Sampaikan pada yuefeng. Lain kali jika ia tidak ada niat untuk makan malam, segera kirim orang. Jangan sampai membuat para orang tua menunggu. Benar-benar tidak sopan. " Setelah menyelesaikan kata-katanya, mo yincheng menyuruh pelayan tersebut untuk secepatnya pergi.


Semua orang di meja tersebut tercengang, terkecuali ziyan. Ia sudah menduga bahwa sikap mo yincheng terhadap yuefeng sedikit banyak akan berubah.


Sudah lama nyonya tua tak melihat putra pertamanya ini marah. Begitu pun dengan anggota keluarga yang lain. Sebagai kepala keluarga, Mo yincheng hampir tak pernah menunjukan emosi marahnya. Ia selalu berusaha berkepala dingin dalam semua tindakannya. Apalagi hanya masalah kecil seperti ini. Kelihatannya suasana hati mo yincheng sedang buruk. Mereka semua diam, tak ada yang berani untuk bertanya. Suasana makan yang seharusnya hangat berubah dingin.


Ketika makan malam tersebut hampir selesai. Yaoyao berjalan mendekat, dan membisikan sesuatu pada ziyan. Ia memberikan anggukannya sebagai tanda mengerti. Setelah menyelesaikan makannya, ia segera meminta ijin untuk kembali terlebih dulu.


Xiaoqi telah menyelesaikan tugasnya dan sedang menunggu ziyan di pintu depan halaman barat. Ia memegang buntelan hitam besar ditangannya.

__ADS_1


"Kau sudah kembali xiaoqi. " Ziyan tiba bersama yaoyao.


"Aku sudah menyelesaikannya nona. Sesuai dengan arahan nona, aku menempatkannya di ruang rahasia, dan barang yang anda minta ada di kantong ini. " Xiaoqi mengangkat kantong kain di tangannya.


" Apa kau terluka? "


"Tidak nona. "


"Baguslah. Sekarang kau bawa kantong itu ke kamarku, dan letakan pada kotak yang sudah ku siapkan. " Ucapnya sembari melangkah menuju kamarnya.


Setelah meletakan barang yang dimaksud ke dalam kotak. Ziyan mendengarkan laporan xiaoqi. Ternyata benar dugaannya, para mata yang mengawasi paviliun Chuntian tempo hari adalah orang-orang dari Tiantang.


"Lalu bagaimana dengan orang itu nona? Apakah malam ini anda akan membiarkannya begitu saja? "


"Besok siang saja aku akan 'bermain-bermain' dengannya. Malam ini kita akan sibuk dengan sesuatu. " ucapan ambigu ziyan membuat xiaoqi dan yaoyao saling berpandangan tak mengerti.


Keduanya pamit undur diri dan segera meninggalkan kamar tersebut.


"Mereka sudah pergi, berhentilah bertingkah seperti seekor kucing. " ziyan memandang kucingnya yang sedang bermain dengan untaian yang ada pada tirai kasurnya.


"Maaf membuatmu kecewa, tapi aku memang seekor kucing." Snowy membalas tatapan ziyan seolah mengatakan 'Apa kau keberatan'.


Ziyan terkekeh melihat reaksi kucingnya tersebut. Diambilnya Snowy agar dirinya bisa menggendongnya. "Sepertinya sudah lama aku tak memelukmu seperti ini. "


Snowy yang dipeluk erat ziyan, hanya bisa pasrah menerima perlakukan gadis itu. Dulu saat dirinya masih kecil, ziyan sering sekali memeluknya. Ketika gadis lain di Britania akan sibuk dengan mainan bonekanya, ziyan kecil lebih suka bermain dengannya, atau melihat penelitian orang tuanya. Jika ia sedang memeluk dirinya seperti ini, itu berarti perasaannya sedang bahagia.

__ADS_1


"Apakah ada kejadian yang membuatmu bahagia yang tidak aku ketahui? " Snowy menyipitkan matanya mencoba menyelidiki.


"Tidak ada hal seperti itu, aku hanya mendapatkan beberapa informasi yang aku inginkan. Bagaimana dengan tugas yang ku berikan? "


Snowy tak langung menjawab, ia masih menatap penuh curiga. Ziyan memutar matanya melihat kelakuan kucingnya ini. Ia pun menatap balik snowy. Seakan mengatakan, Lihatlah ekspresi biasa saja ku ini. Apa menurutmu aku sedang bahagia?


"Huft...Baik,baik. Aku percaya. Saat menggeledah kamar wanita itu. Aku menemukan sebuah laci rahasia. Dan di dalamnya terdapat botol obat yang mencurigakan. Aku tak bisa mengambilnya karena akan mencurigakan jika tiba-tiba hilang. Jika kau mau mengambilnya, kita bisa menyiapkan botol lain dan menukarnya. " Snowy mengingat kembali apa yang ia lakukan di kamar yuefeng siang tadi.


Ia sibuk seharian ini karena ziyan memberinya tugas untuk menggeledah kamar yuefeng. Saat menyadari kedatangan teman-teman yuefeng yang tak lain adalah jebakan yang disiapkan untuk ziyan, tentu saja kedatangan mereka akan lama. Karena itu kesempatan ziyan untuk mengirim Snowy masuk ke kamarnya.


"Baiklah. Nanti kau jelaskan bagaimana bentuk botol itu. Ini hadiah untuk kerja kerasmu. " Ziyan sepiring penuh ikan kering dan memberikannya pada Snowy.


Snowy sangat senang. Kerja kerasnya setelah seharian mengacak-acak kamar wanita itu akhirnya terbayarkan.


"Aku dengar kau menahan pelayan itu. Apa yang akan kau lakukan selanjutnya? " Snowy yang masih menikmati makanannya tak menghalangi mulutnya untuk bertanya.


" Membebaskannya. "


Snowy yang mendengar jawaban singkat ziyan, melongo terkejut. Akibatnya, semua makanan di mulutnya hampir saja jatuh. Seorang ziyan membebaskan mangsanya. Apakah ini masih Gaia-nya? tidak mungkin kan setelah menjadi ziyan, sifatnya juga berubah. Jika demikian bukankah ini seperti harimau yang berganti kulit menjadi seekor kucing.


Melihat reaksi menggemaskan snowy, ziyan tak tahan untuk tidak menertawakannya. " Kau ini benar-benar bodoh. Mana mungkin aku membebaskannya begitu saja. " Ziyan pun lalu menceritakan semua yang telah ia lakukan pada yimin dan rencana selanjutnya.


"Kau benar-benar membuatku takut. Aku pikir kau telah berubah." Snowy merasa kelegaan di hatinya.


" Apa menurutmu itu hal buruk jika aku berubah? "

__ADS_1


"Bukannya buruk. Hanya saja, berdasarkan informasi yang aku tahu mengenai yaner selama ini. Aku hanya tak menyukai sifatnya yang begitu naif. Entah dia yang terlalu baik hati atau dirinya yang bodoh, sampai memaafkan orang yang mencoba membunuhnya. "


Ziyan mengerti maksud Snowy, Jika itu dirinya, ia akan membalas siapapun yang menyakitinya. Memaafkan sebelum memberi hukuman, hanya akan membuat kita di rendahkan.


__ADS_2