
𝙷-1 𝚂𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚞𝚔𝚊𝚊𝚗.
Ziyan bersantai menggunakan kursi pantainya, berjemur menghangatkan diri dengan matahari pagi. Snowy yang berada di sampingnya juga terlihat menikmati pagi santai mereka. Setelah beberapa hari yang lalu dirinya sibuk dengan persiapan pembukaan chuntian. Kini ia bisa sedikit lebih rileks, mengingat persiapan sudah selesai di lakukan. Hanya tinggal menunggu eksekusi hari esok.
Xiaoqi berjalan dengan cepat ke arah ziyan. Ia memiliki hal penting yang harus segera di laporkan.
"Nona, baru saja wenran memberikan info bahwa salah satu host ingin mengundurkan diri. "
"Apa! " Ziyan cukup terkejut dengan kabar yang baru saja di xiaoqi katakan. Ia ingat, ia punya 5 pria sempurna yang sudah ia pilih dan beri pelatihan khusus. "Siapa dia? "
"Bingjie, nona. " jawab xiaoqi.
Ziyan mencoba mengingat pria mana yang bernama bingjie. Ah... pria itu. Pria dengan tampilan maskulin yang memiliki tahi lalat kecil di sudut kelopak mata bawahnya. Ziyan menyukai wajah pria itu, apa lagi titik hitam kecilnya itu, membuat wajahnya yang didukung dengan dada abs miliknya menjadi sangat sempurna.
"Kita akan ke chuntian. Aku akan bertanya langsung padanya. "
Xiaoqi segera membuka suaranya, begitu melihat ziyan yang segera bangkit dari kursinya dan berniat segera menuju ke chuntian. "Dia tidak ada di chuntian. Wenran bilang jika nona ingin menemuinya, silakan datang ke alamat ini. " Xiaoqi menyerahkan sebuah catatan kecil.
Ziyan membaca isi catatan tersebut. Tempat ini justru lebih dekat dari kediamannya dari pada chuntian. Kebetulan sekali.
"Ayo kita kesana? " Ziyan berjalan dengan cepat meninggalkan snowy yang tertidur sendiri.
Ziyan tiba di sebuah rumah. Ia melihat sekeliling, lalu mengetuk pintu gerbang rumah yang terlihat sepi itu. Seseorang membuka pintu tersebut. Ziyan cukup terkejut saat melihat sosok pembuka pintu itu.
"Kakek? "
Ziyan melihat kakek yang sebelumnya ia bantu di paviliun manyue. Tampilan kakek dengan sikap seperti anak kecil ini terlihat lebih baik dari terakhir ia melihatnya. Apa ia tinggal disini? apa hubungannya dengan Bingjie?
" Ah.. cucuku. Ayo cepat masuk. " Wajahnya terlihat sangat bahagia. Ia langsung menarik masuk ziyan, tanpa memperdulikan xiaoqi yang berada di belakangnya.
Xiaoqi yang cukup terkejut melihat kakek itu, tidak sempat bereaksi saat sang kakek menarik lengan ziyan. Ia pun mengikuti keduanya masuk ke dalam.
"Kakek. Aku bukan cucumu." Ziyan berusaha memberikan penjelasannya. Namun si kakek masih saja menarik lengannya.
__ADS_1
Kakek itu membawa ziyan ke ruang tamu dan menyuruhnya duduk. Sementara xiaoqi masih mengikuti mereka dan ikut duduk di kursi lain yang tak jauh dari posisi ziyan.
"Minumlah." Si kakek menuangkan teh pada ziyan. Ia tak henti-hentinya terkekeh sambil menatap gadis tersebut.
Ziyan ingin menjelaskan tujuan kedatangannya pada si kakek. Tapi melihat sikap si kakek yang seperti ini, membuat ziyan menahannya. Mungkin lebih baik menunggu anggota keluarga lain datang. Ziyan pun menyesap tehnya dan mulai memperhatikan sekeliling ruang tersebut.
" Kakek. Apakah kau sembarangan membawa masuk orang lagi? " Suara pria yang tiba-tiba menyerbu masuk itu membuat semua orang di ruang itu beralih menatapnya.
Pria dengan titik hitam di bawah kelopak mata bawahnya itu berdiri tepat di hadapan ziyan menatap kakeknya yang bersembunyi di belakang ziyan. Seperti anak kecil yang takut di marahi karena sudah melakukan kesalahan.
"Ehmm..... Bingjie bisakah kita bicara. " Suara ziyan membuat bingjie mengalihkan matanya dari sang kakek dan berubah menatap gadis itu. Ia memperhatikan sejenak wajah ziyan, lalu mengangguk sekali. Setelah dirinya duduk, ia kembali menatap ziyan seakan mengatakan 'kau siapa? '
"Bos zi memintaku menemuimu untuk bertanya alasan kenapa kau ingin mengundurkan diri? "
Bingjie terdiam. Bukannya menjawab pertanyaan ziyan, ia justru berdiri untuk menuangkan teh pada xiaoqi. " Maaf, kakekku tidak sopan. Karena tidak menuangkan teh padamu tuan. Silakan di minum. Tolong anggap ini sebagai permintaan maafku untuknya. "
Sebenarnya Xiaoqi tidak peduli dengan hal itu. Tapi karena bingjie sudah menuangkan teh untuknya, akan terlihat tak sopan jika ia tak meminumnya. Jadi Xiaoqi langsung menenggak habis tehnya dalam sekali teguk. Namun tiba-tiba, Xiaoqi merasa sangat mengantuk. Matanya begitu berat hingga sangat sulit menahan kelopak matanya untuk tidak tertutup.
Brukkk
"Tehmu aman tenang saja, ia hanya tertidur. Bingjie hanya memberinya obat tidur. Kami terpaksa melakukannya karena kita harus bicara. "
Kakek yang sejak tadi terlihat seperti anak kecil. Kini terlihat normal layaknya kakek-kakek pada umumnya. Apakah dia pura-pura? sejak kapan? ziyan kembali mengingat kejadian di paviliun manyue. Apakah ia sudah merencanakannya sejak saat itu?
" Kau sangat berbeda dengan ibumu, minglan. "
Ziyan terkejut mendengar kakek itu menyebut nama ibunya. Apa hubungannya dengan ibu?
"Kau pasti ingin tahu apa hubunganku dengan ibumu bukan? aku akan mengatakan semuanya. Sebelumnya kau bisa memanggilku kakek Han. " Kakek han tersenyum, tingkah kekanak-kanakannya hilang berubah menjadi seorang kakek penuh wibawa.
Cerita di mulai dari keluarga hou, keluarga ibu ziyan, Hou minglan. Keluarga hou dikenal sebagai keluarga pedagang besar. Namun tak ada yang tahu bahwa keluarga hou adalah pemilik 'Heilong'. Sebuah kelompok bayaran yang bertugas mengumpulkan informasi. Selain mengumpulkan informasi, kami juga melakukan pekerjaan lain sebagai pengawal bayaran. Meski keluarga hou kaya, tapi mereka bukanlah keluarga bangsawan, hanya keluarga biasa tanpa status. Namun hal itu berubah saat Hou mingjun menjadi kepala keluarga.
Mendiang raja tahu Hou mingjun pemilik Heilong. Jadi dia menawarkan kerjasama dengan imbalan status bangsawan untuk keluarga Hou. Sementara heilong harus menjadi penyedia informasi bagi kerajaan jin. Karena mediang raja telah wafat, secara otomatis kesepakatan merekapun selesai. Kini Heilong sepenuhnya kembali menjadi milik keluarga Hou. Hanya saja semenjak Hou mingjun meninggal, kursi pemimpin kosong. Mingjun tak bisa menyerahkan Heilong pada putranya, ia tidak memiliki rasa tanggung jawab dan mudah dibutakan dengan godaan uang. Sementara putrinya, minglan. Ia terlalu lembut dan baik hati. Mingjun berpesan jika sampai cucunya tak ada yang cocok dengan syarat sebagai pemimpin Heilong. Dengan terpaksa Heilong harus dibubarkan. Hal ini mencegah Heilong yang terlalu lama tanpa pemimpin disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
__ADS_1
"Jadi.. apa hubungan kakek Han dengan kakekku. " Tanya ziyan setelah mendengar cerita yang panjang itu tapi tak ada penjelasan apapun mengenai hubungan kakeknya dengan kakek Han ini.
Kakek Han hanya tersenyum, lalu tampak sedang berpikir. Sebelum akhirnya ia menjawab. "Bisa dibilang kami tumbuh bersama."
Ziyan masih tidak percaya. Tapi ia juga tak bisa memaksanya bicara atau mencaritahu sekarang.
"Jadi cucuku yaner. Bagaimana? apakah kau bersedia menjadi pemimpin Heilong. " Kakek Han mencoba membujuk ziyan.
Ziyan menatap serius kakek Han. Ia menghela napas, dan mulai mengungkapkan apa yang ada di pikirannya. " Kakek Han. Pertama aku tidak mengenalmu. Kedua, aku bukan cucumu. Ketiga, aku bahkan tak mengerti apapun mengenai Heilong. Jadi bagaimana aku bisa menjadi pemimpin mereka. "
"Tak apa, kau bisa perlahan-lahan mengenal Heilong. Bingjie akan membantumu. Dia adalah anggota heilong dengan fisik paling sempurna. Karena itu, dia ku masukan menjadi pekerjamu. "
Bingjie tahu ziyan sedang menatapnya. Jadi ia membungkukan badannya sedikit memberikan salam.
"Lagi pula kau sudah menerima jabatan pemimpin Heilong ini. Jadi aku bisa istirahat dengan tenang mulai sekarang."
Ziyan sepertinya mendengar sesuatu yang salah dengan kalimat kakek Han. " Tunggu. Kapan aku menerimanya? "
"Bukankah kau tadi minum teh yang aku tuang untukmu*. "
Benar kata pepatah, Jahe tua memang lebih pedas.* Seorang ziyan yang licik masih tetap sebuah jahe muda. Kakek Han merasa sangat puas karena berhasil menjebak gadis muda itu.
Sementara ziyan merasa jengkel dan kesal karena berhasil di jebak oleh kakek tua itu.
*****************
pojok author :
Peribahasa Jahe tua lebih pedas maksudnya orang tua pasti lebih sadis, lebih licik, jadi jangan meremehkan orang yang usianya sudah tua.
Orang Tionghoa biasanya melakukan upacara apapun dengan memberikan teh. Seperti pernikahan, menantu akan memberikan teh pada mertuanya, dan mertua akan menerimanya sebagai tanda ia sudah diterima sebagai anggota keluarga.
Guru menerima murid, seorang murid akan memberikan teh kepada gurunya sebagai tanda hormatnya.
__ADS_1
Nah disini kakek Han memberi teh pada ziyan sebagai simbol ia sudah memberikan jabatannya dan menerima ziyan sebagai pemimpin Heilong yang baru.