
" Berhenti mengelak. Bahkan dengan semua bukti ini kau masih mencoba menyangkal. Apa perlu aku mendatangkan saksi dimana kau membunuh pria itu dan menggantungnya seolah itu adalah percobaan bunuh diri? " A Guang menunjuk mayat yang sudah di letakkan di lantai. Ia tersenyum puas saat melihat wajah Han Dong semakin pias.
Ini baru permulaan. A Guang akan mengejar dan mendorongnya hingga ke titik terendah dimana Han dong tidak akan mampu lagi untuk bangkit dimasa depan.
Ia akan membuat keluarga Han juga membuangnya. Kemarahannya bukan karena pria itu menyebarkan gosip yang membuatnya hampir kehilangan statusnya, melainkan karena hal itu menyeret Xu xiang membuat wanita itu ikut menanggung cacian semua orang.
Ia sengaja membongkar semua kebusukan Han dong di depan umum agar pria itu merasakan apa yang pernah dirinya dan Xu xiang rasakan.
Flashback ,
Beberapa saat setelah penangkapan Na li.
A Guang secara khusus menemui Na li. Ia memiliki beberapa kata yang ingin ia sampaikan pada pria bajingan itu.
" Sudah lama kita tidak bertemu. " A Guang melihat Na li yang sedang telentang dengan salah satu kaki bertumpu di atas lutut, menggigit batang jerami di mulutnya. Seolah Na li sedang berlibur alih-alih sedang di penjara.
Na li yang melihat kedatangan A Guang terkejut. Ia tidak menduga, pria dengan status calon kaisar masa depan itu akan secara khusus menemuinya.
Ia bangun lalu berjalan mendekat. " Kau? untuk apa kau ke sini? " Ucap Na li tanpa sadar. Ia melupakan etika yang harus ia lakukan ketika berbicara dengan anggota kerajaan.
" Jaga mulut mu. Beraninya kau berbicara tidak sopan dengan putra mahkota. " Hardik xiao wen. Ia memukul keras pembatas yang memisahkan mereka.
Nyali Na li langsung menciut. Ia memendekkan lehernya seperti kura-kura. Pria yang berdiri bersama dengan sang putra mahkota terlihat menakutkan, pikirnya.
Sekali pecundang selamanya tetap saja seorang pecundang. Setidaknya itu lah yang di pikirkan oleh xiao wen juga A Guang.
" Jangan terlalu marah. Kau keluarlah dulu. Aku akan berbicara berdua dengannya. "
Xiao wen mengangguk lalu meninggalkan keduanya untuk berbicara.
" Apa kau tidak penasaran kenapa aku menemui mu? " A Guang tidak membuang waktu dan langsung berbicara.
Ragu-ragu Na li berkata. " ... Apakah karena anda ingin tahu siapa orang yang menyuruhku melakukannya? " Tebak Na li.
" Aku sudah tahu meski tanpa bertanya pada mu. Aku datang kesini karena ingin menawarkan kesepakatan dengan mu. Dan aku yakin kau akan menyukainya? "
Kedua alis Na li menyatu. Apakah ia akan menawarkan sejumlah uang?
Memikirkan itu membuat Na li tak tahan untuk bertanya. " Kesepakatan apa? "
__ADS_1
" Aku ingin mengatakan semua kejahatan Han dong di depan publik. Katakan dengan jelas bagaimana ia mendorong mu untuk melakukan kejahatan itu. Sebagai imbalannya kau akan menerima pengurangan hukuman dari ku. "
Mendengar tak ada kata uang dari kata-kata A Guang. Rasa antusias Na li mendadak hilang.
" Aku tidak ingin melakukannya. Lebih baik aku tinggal di penjara setidaknya aku tidak akan kekurangan makan. "
" Jadi kau ingin menolak kesepakatan ini? " Tanya A Guang memastikan.
" Iya. Aku akan memilih hidup di penjara. Setidaknya aku tidak perlu pusing memikirkan makan. "
" Baiklah kalau begitu. " Lalu A Guang berbalik. Namun sebelum pergi ia kembali menambahkan. " Ah aku lupa mengatakan pada mu. Meski tanpa kesaksian dari mu. Aku tetap bisa menjebloskan Han dong ke dalam penjara dan mari kita lihat bagaimana kalian akan melakukan reuni di sel nanti. "
Na li panik. Dengan menyeringai, A Guang juga berkata. " Awalnya aku berencana, jika kau menyetujuinya aku akan membantu mu membalaskan dendam pada ayah bajingan mu yang telah menelantarkan kalian. Tapi karena kau menolaknya. Maka aku akan melupakannya. Lebih baik aku menikah dengan Xu xiang dan hidup bahagia, lalu meminta padanya untuk melupakan saudara satu-satunya. "
" Oh iya dan satu lagi. Ayah mu terlihat cukup bahagia dengan keluarga barunya. Jadi baguslah jika kau menolak tawaran ku. Setidaknya kau tidak akan merusak kebahagiaan orang lain. "
Mendengar ayah bajingannya disebut, kedua tangan Na li terkepal kuat. Otot-otot di lengannya menonjol.
Dari sudut matanya, A Guang bisa melihat reaksi Na li. Tampaknya ia berhasil memicu kebencian paling besar Na li. Berkat cerita dari Xu xiang, ia tahu bahwa ayah mereka adalah penyumbang terbesar alasan kenapa Na li berubah menjadi pria brengsek. Dan seperti itu benar.
Jadi sedikit provokasi tentang ayah mereka tampaknya rencananya akan berhasil.
A Guang menghentikan langkahnya. Ia tidak menoleh, menunggu apa yang akan di ucapkan oleh Na li.
" Aku ambil kesepakatan itu. Aku akan bersaksi di depan umum. Aku juga memiliki bukti yang akan memberatkan Han dong. Tapi aku harap kau tidak berbohong dan ingkar dengan apa yang kau janjikan itu. "
Salah satu sudut bibir A Guang naik. " Tentu. Aku bukan bajingan yang akan mengingkari apa yang sudah ku janjikan. Persiapkan diri mu. Aku akan menjemput mu setelah semuanya siap. "
Flashback selesai.
" Minta petugas yang saat itu berjaga sekaligus petugas yang diam-diam di tempatkan oleh Paman Dan untuk mengawasi Na li. " Ucap A Guang.
Pengadilan tampaknya semakin seru. Bahkan hakim yang seharusnya memimpin pengadilan seolah tak terlihat wujudnya. Jika bukan karena kaisar sendiri yang menyuruhnya untuk memberikan panggung pada A Guang. Tentu apa yang putra mahkota itu lakukan sudah sejak tadi dihentikannya.
Semua orang hanya tahu bahwa hakim pengadilan tidak berani menghentikan A Guang. Mereka tidak mengetahui bahwa ia hanya petugas biasa yang menjalankan perintah pemimpin negara.
Sedangkan Sima rui, kaisar dingin yang terlihat seolah kejam pada para pangeran dan hanya mencintai putri. Namun sesungguhnya ia begitu perhatian pada mereka.
Tiga petugas datang dan langsung memberikan keterangan sesuai dengan apa yang mereka lihat.
__ADS_1
Dua dari petugas itu juga membenarkan bahwa Han dong melakukan kunjungan malam tepat sebelum pria yang sengaja di siapkan A Guang sebagai pengganti Na li tewas.
Pengganti yang disiapkan oleh A Guang juga bukan sembarang orang. Dia adalah penjahat pidana mati yang memiliki sosok mirip Na li yang sebelumnya sudah di berikan racun yang membuatnya bisu.
Tubuh Han Dong seketika lemas. Seolah nyawanya baru saja di cabut dari raga bersamaan dengan satu persatu kesaksian yang di ungkap oleh ketiga petugas.
Kini setelah semua ini, ia merasa sedikit menyesal. Tapi apa yang bisa ia lakukan. A Guang sudah membongkar semua kejahatannya di muka umum, tak akan ada lagi pijakan untuknya di masa depan.
Keluarga Han? Ia ragu mereka akan menolongnya. Ia sangat yakin, setelah ini ayahnya akan berlari ke kantor pemerintah untuk memutus hubungan mereka. Dan Han dong akan di tinggalkan selayaknya seonggok sampah.
Han dong memandang Sima Guang dengan sisa kebenciannya. " Sungguh kejam metode yang kau lakukan sebagai balasan. " lirihnya.
Ia akhirnya menyadari bahwa Sima Guang tetaplah seorang Sima. Para pria di keluarga ini tak kenal ampun.
Semua orang hanya melihat bahwa Sima feng mirip dengan Kaisar jin. Mereka selalu mengatakan bahwa Sima Guang tidak seperti kaisar. Ia lebih lembut dan tidak sekejam kaisar Jin.
Mereka seolah lupa bahwa Sima Guang juga seorang Sima. karena itu, setelah kejadian ini beberapa orang yang cerdas segera menyadari untuk tidak menyinggung Sima Guang.
Ia sama kejamnya dengan kaisar jin. Metode yang digunakan tanpa ampun. Fakta itu akan selalu di ingat oleh semua orang.
Han dong akhirnya di masukkan ke dalam penjara. Ia akan mendapatkan hukuman 20 tahun penjara. Sementara Na li hanya mendapat hukuman 2 tahun penjara.
Hakim sebenarnya menjatuhkan hukuman lebih berat untuk Na li. Namun A Guang meminta pada hakim untuk menjatuhkan hukuman lebih rendah. Dengan dalih bahwa Na li hanya diperintah oleh Han dong karena tekanan ancaman.
Semua rakyat kini tidak lagi berpikir bahwa A Guang adalah pangeran tak bermoral. Ia justru berubah menjadi pangeran dengan hati mulia. Karena sifat pemaafnya.
' Lihatlah, sekarang aku bahkan bisa memulihkan nama baik dan citra ku. Semua selesai dalam sekali sapuan. ' Tanpa malu A Guang tak tahan untuk tidak memuji dirinya sendiri.
Sementara di istana,
Sima rui baru saja menerima laporan dari bawahannya mengenai perkembangan kasus A Guang.
Ia tersenyum puas. ' Bajingan ini, tidak buruk. '
Sima rui cukup puas dengan cara yang di gunakan A Guang. Tidak terlalu panjang dan itu menyelesaikan hampir semua masalah. Cukup efisien.
Kini Sima rui yakin. Mulut para pejabat yang sebelumnya menyuarakan permohonan untuk mencopot status putra mahkota A Guang akan berpikir ulang.
Tidak sabar rasanya untuk segera mengejek mereka. Sima rui berpikir ingin mempermalukan para pejabat tuanya.
__ADS_1