Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 285 Side story ( A Guang story)


__ADS_3

Xu xiang yang menerima begitu banyak keterkejutan memilih keluar dari aula menuju sebuah taman yang terletak tak jauh dari acara perjamuan.


Ia membutuhkan udara segar untuk kembali menjernihkan pikirannya.


Sebenarnya siapa kau? putra mahkota? atau putra tuan Ya se? kenapa begitu banyak identitas?


Kenapa pertemuan dengannya setelah tujuh tahun mengungkap begitu banyak hal mengejutkan. Seolah jarak keduanya justru semakin membentang luas.


Awalnya saat ia berhasil membuat serikat dagang Siwang semakin besar. Xu xiang harap ia memiliki sedikit rasa percaya diri untuk muncul di hadapannya suatu saat nanti. Namun fakta hari ini menamparnya seolah menyuruhnya untuk bangun. Menyadarkan dirinya bahwa sampai kapan pun ia tidak akan pernah bisa bersanding dengannya.


Xu xiang begitu fokus dengan pikirannya hingga tak menyadari ada seseorang yang sejak tadi memperhatikannya.


Ia tersentak ketika sebuah tangan menarik lengannya paksa.


Kedua mata Xu xiang melotot begitu menyadari siapa orang tersebut.


" Nona Xu tidak baik seorang wanita sendirian di sini. Meski siang hari tapi bisa mengundang banyak rumor apalagi jika orang lain melihat kita hanya berdua. " Zhuocheng tersenyum licik.


" Lepaskan! " Pekik Xu xiang. Ia berusaha keras menarik tangannya namun gagal.


" Jika kau terus memberontak. Aku takut akan membuat tangan mu terluka. Jadi lebih baik tenang lah. Ayo kita bicara baik-baik. "


" Tidak ada yang perlu kita bicarakan. Lepaskan! atau... "


" Atau apa? Apa kau akan berteriak? silakan, lakukan saja. Justru bagus jika kau berteriak maka akan ada banyak orang yang datang dan melihat kita berdua. Dan mau tidak mau kau harus menikah dengan ku. " zhuocheng meraih dagu Xu xiang, wajahnya semakin dekat. Beberapa inci sebelum bibit zhuocheng menyentuh bibirnya, Xu xiang sudah lebih dulu menendang benda kramat di bawah perut pria itu.


Bugh.


" Hekh! " Mata zhuocheng melotot dengan wajahnya merah padam menahan rasa sakit. Bahkan karena sangat sakit ia sampai tak mampu berteriak. Ia pegangi alat vitalnya sembari meringkuk menahan rasa sakit yang teramat sangat itu.


" Rasakan itu! " Ejek Xu xiang.


" Kau.. " Tunjuk zhuocheng sementara satu tangan yang lain masih memegangi alat vitalnya.


" Aku apa? Kau salah besar jika menganggap ku wanita lemah. Aku tidak akan tinggal diam jika kau mengusikku. Jadi lebih baik kau lupakan keinginan mu untuk menguasai Siwang. Sampai kapan pun Siwang dan Haidao tidak akan pernah bersatu. "


Setelah mengatakan itu, Xu xiang meninggalkan Zhuocheng yang masih merasakan ngilu.


Dengan langkah lebar Xu xiang melangkah menuju aula, namun lagi-lagi seseorang menariknya. Berpikir itu Zhuocheng lagi jadi Xu xiang tidak segan-segan melayangkan tendangan namun dengan mudah di tahan.

__ADS_1


" Aku tidak menyangka bahwa gadis lemah lembut akan berubah menjadi gadis kuat hanya dalam waktu tujuh tahun. "


" A Guang? " Lirih nya tanpa sadar.


Pria itu tersenyum tipis lalu menarik tangan Xu xiang menuju suatu tempat. Mereka harus bicara.


Kali ini Xu xiang hanya pasrah saat A Guang menarik tangannya. Jantungnya yang tenang kembali bergemuruh seperti pukulan drum dalam paduan marching band.


A Guang melepaskan pegangan tangannya. Ia berbalik dan menatap lekat Xu xiang.


" Katakan kenapa kau tidak kembali selama tujuh tahun ini. " Jarak keduanya begitu dekat, Xu xiang khawatir pria di depannya bisa mendengar degup Jantungnya. Ia mendorongnya berharap pria itu sedikit menjaga jaraknya.


" Aku akan mengatakannya, tapi bisakah kita bicara dengan posisi normal saja. Ini... terlalu dekat. "


Alih-alih menjauh, A Guang justru melakukan sebaliknya. Wajahnya kini begitu dekat dengan wajah Xu xiang. Ia bahkan bisa merasakan hembusan napas pria tersebut.


" Posisi normal seperti apa menurut mu. Bukankah sebelumnya kau juga berbicara dengan seorang pria seperti ini. Kalian berpelukan begitu mesra. lalu kenapa dengan ku kau tak ingin. "


Xu xiang tercengang dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh pria di depannya. Itu terdengar seperti orang yang sedang cemburu.


Apakah A Guang sedang cemburu?


Benar. Ada sedikit rasa cemburu saat mengatakan hal tersebut. Tiba-tiba A Guang merasa kesal dan ingin menghajar seseorang agar emosinya reda.


Awalnya, sesaat setelah melihat Xu xiang tadi, ia ingin sekali segera berlari dan memeluknya. Namun di sampingnya adalah Kaisar shu dan di depannya orang-orang penting Kekaisaran shu. Jadi ia harus bertahan dan akan menemuinya secara diam-diam.


Saat itu ia pergi ke taman dan mencarinya, namun yang ia temukan adalah Xu xiang yang sedang berpelukan dengan seorang pria. Karena jarak cukup jauh, Ia tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


Hampir saja dirinya berubah menjadi iblis andai pengendalian diri A Guang buruk.


Sedikit tercengang saat selanjutnya A Guang melihat Xu xiang menendang zhuocheng pada titik sensitifnya. A Guang yang hanya melihatnya saja merasakan ngilu pada area pusatnya. Namun diam-diam ia tersenyum dengan tindakan Xu xiang, itu berarti ia tidak memiliki hubungan apapun dengan pria itu.


" Itu tidak seperti yang kau lihat. Aku tidak memeluknya, dia lah yang tiba-tiba datang dan mencengkram tanganku. Aku bahkan menendang miliknya karena ia tak kunjung melepaskan ku. Apa kau juga ingin aku menendang milik mu? "


Mendengar kalimat terakhir Xu xiang, A Guang segera mundur dengan cepat. Ia tak ingin berakhir seperti Pria tadi. A Guang masih mengingat jelas bagaimana ekspresi kesakitan nya. Itu pasti sakit sekali.


Jadi dengan cepat ia menggeleng. " Tidak. Aku masih menyayangi milik ku. "


Tak jauh dari sana ada sebuah batu besar yang bisa untuk dua orang duduk di atasnya. Jadi Xu xiang mengajak A Guang untuk berbicara di sana.

__ADS_1


Setelah duduk cukup lama, tak ada satupun yang memulai lebih dulu. Keduanya masih diam mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk obrolan pertama mereka setelah tujuh tahun tidak bertemu.


Jangan ditanya bagaimana jantung mereka. Degup jantung keduanya seolah sedang berlomba mengetahui jantung mana yang lebih cepat berdetak.


" Kau.. bagaimana kabar mu? " Tanya A Guang mencoba membuka pembicaraan.


Setelah bertanya ia justru memaki dirinya karena mengungkap pertanyaan yang menurutnya sangat konyol.


Bukankah sudah terlihat sangat jelas bahwa ia hidup dengan baik. Dari pakaian yang dikenakan saja ia bisa tahu bahwa itu memiliki kwalitas baik seperti pakaian yang biasa para bangsawan ibukota kenakan.


" Aku baik. Sangat baik. Bagaimana dengan mu? "


" Aku juga baik. "


Hanya seperti itu, setelahnya mereka kembali saling diam.


Jika A Hua melihat ini, mungkin ia akan menggaruk wajah keduanya karena terlalu gemas dengan sikap kikuk mereka.


" Aku tidak tahu kau sebenarnya putra mahkota atau putra Ya se. Maaf Aku jadi berpikir liar karena dua kenyataan ini. "


" Berpikir liar? " A Guang masih belum memahami arti kata ini.


Ia tidak tahu bahwa Xu xiang berpikir bahwa ia adalah anak tidak sah Ziyan dengan Arthur. Namun ia tidak ingin mengatakannya secara gamblang. Karena ini termasuk memfitnah ratu jika terbukti tidak benar.


Tampaknya kesalahpahaman ini masih akan terus berlanjut.


Saat ingin kembali bertanya, Xiao wen yang sejak tadi mencari keberadaan A Guang akhirnya menemukannya.


" Akhirnya saya menemukan anda Yang mulia. Sejak tadi saya mencari anda. " Xiao wen mengungkap kelegaannya karena pencariannya akhirnya berakhir.


" Yang mulia Kaisar shu ingin berbicara dengan anda. Itulah kenapa saya mencari anda. " Seolah bisa menebak apa yang ingin ditanyakan A Guang, Xiao wen sudah lebih dulu menjawabnya.


Kemudian ia melihat wanita yang duduk di samping A Guang.


" Bukankah ini istri Gu shang? Ternyata anda mengenalnya Yang mulia? "


Xu xiang mengerutkan alisnya masih belum paham bahwa wanita yang dimaksud adalah dirinya.


Sementara A Guang secepatnya menoleh pada Xu xiang dengan mata melotot lebar.

__ADS_1


" Kau sudah menikah? "


Hah?! Apa lagi ini.


__ADS_2