Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 245 side story setelah penobatan


__ADS_3

Meski keduanya melewati malam yang panas malam itu, desas desus jelek itu masih saja setia tinggal di istana.


Baik ziyan dan Sima rui sepakat untuk mengabaikan rumor tersebut. Namun seperti tumor yang terus berkembang biak. Rumor tersebut semakin hari justru semakin merajalela.


" Apa kau tahu, semalam Yang mulia memasukkan seorang wanita ke dalam ruang bacanya. Dan wanita itu baru keluar saat tengah malam. Sepertinya wanita itu tidak lama lagi akan mengisi harem Yang mulia. "


" Benarkah? mungkin saja itu hanya salah satu pelayan istana. Bukankah ada kasim liu juga di sana. "


" Memang kenapa jika ada kasim liu. Lagi pula wanita itu tidak memakai seragam pelayan. Sudah pasti dia bukan pelayan istana. Lagi pula hampir setiap malam dia masuk ke ruang baca Yang mulia. "


" Sudahlah, jangan dibahas lagi. Itu urusan Yang mulia dan juga ratu. Ingat siapa yang kita bicarakan ini. Jangan sampai Yang mulia dengar atau nyawa kita berdua lah yang melayang. "


Kedua pelayan wanita yang tadi bergosip tidak tahu bahwa ziyan ada di balik dinding dimana mereka berada.


Ziyan sedang berjalan-jalan di taman. Namun secara tidak sengaja, telinganya menangkap obrolan kedua pelayan itu.


Yaoyao yang berada di samping ziyan sibuk mengutuk dua pelayan tadi. Karena mulut sumbang mereka, bisa di pastikan suasana majikannya akan berubah jelek.


" Nyonya, jangan percaya dengan mereka. Aku yakin wanita itu pasti salah satu pelayan kerajaan. "


" Apa benar Yang mulia memasukkan wanita ke ruang bacanya saat malam yaoyao. " Alih-alih mendengarkan ucapan yaoyao, ziyan justru melontarkan pertanyaan yang mana pertanyaan itu amat sulit di jawab olehnya.


Menelan ludah kasar, yaoyao mengangguk. " Be-benar nyonya. " Begitu berat ia menjawabnya.


Bukan dari rumor atau kata orang. Tapi yaoyao melihat sendiri wanita itu. Meski hanya sebatas punggungnya, tapi yaoyao tahu bahwa itu adalah seorang wanita.


Memejamkan mata, ziyan mencoba menenangkan diri. " Ayo kita kembali. "


Suasana hati ziyan berubah buruk. Jadi ia sudah kehilangan minat untuk meneruskan jalan-jalan sorenya. Ziyan putuskan akan kembali mengajak bicara suaminya malam nanti.


Namun hingga menjelang subuh, ziyan tak kunjung mendapati suaminya kembali ke kamar.


" Yaoyao, siapkan sarapan pagi Yang mulia. Aku akan membawanya ke sana. "


Jika Sima rui tak bisa menemuinya, maka dirinya yang akan menemuinya.


Ziyan segera menuju ruang baca Sima rui. Kasim liu terkejut saat melihat kedatangan pemilik satu-satunya harem milik kaisar. Segera ia memberikan hormatnya.


" Apakah Yang mulia di dalam kasim liu? " Tanya ziyan.


" Benar nyonya. Tapi.. "


" Tapi kenapa? "


Kasim liu sedikit ragu, namun segera ia meneruskan ucapannya. " Tapi kelihatannya Yang mulia masih tidur nyonya. "


Ziyan mengerutkan kening heran. Suaminya yang selalu bangun pagi, kali ini terlambat bangun. Tidak biasanya ia akan terlambat bangun kecuali jika mereka berdua bergulat hingga menjelang pagi.


Kepala ziyan langsung menciptakan pikiran liar. Ia segera menerobos masuk tidak peduli kasim liu melarangnya.


" Yang mulia! " Panggil ziyan dengan suara keras.


Sima rui yang baru saja pulas langsung terperanjat, terkejut dengan suara lantang istrinya.


" Istriku? kenapa kau ke sini? " Mengucek matanya yang merah Sima rui memastikan bahwa yang ada di hadapannya benar istrinya.


" Yang mulia terlalu sibuk dengan seseorang hingga lupa untuk kembali pulang. " Sindir ziyan yang sontak membuat Sima rui membeku. Senyum istrinya pagi ini terlihat sangat menakutkan.


" Yaoyao bawa kemari sarapan Yang mulia. " Perintahnya.


Yaoyao memimpin para pelayan yang membawa makanan Sima rui lalu meletakkannya di meja.


Total ada lima piring lauk tertata rapi di atas meja.


Sima rui mengerutkan keningnya, " Istriku, kenapa semua lauk berwarna hijau? " Tanyanya pada ziyan.

__ADS_1


" Tidak ada apa-apa. Aku pikir Yang mulia membutuhkan sayuran hijau agar tetap sehat. " Ziyan mulai mengambil satu persatu lauk hijau dan meletakkannya di atas nasi sima rui.


" Makanlah Yang mulia. " Ziyan kembali berkata dengan senyum cerah yang mana justru semakin membuat Sima rui was-was.


' Apakah makanan ini beracun? '


Karena terus di tatap sang istri, Sima rui langsung memasukkan nasinya ke dalam mulut. Mengunyah lalu menelannya meski terasa sulit.


Ketika sima rui sudah menikmati makanannya, ziyan kembali berbicara.


" Aku juga sudah menyiapkan baju hijau dan juga topi hijau untuk mu Yang mulia. "


Sima rui tersedak. Beberapa butir nasi bahkan menyembur melalui hidungnya.


Ziyan membantu menepuk punggung suaminya. " Berhati-hatilah saat makan. Kenapa bisa sampai tersedak? " Tanya ziyan pura-pura tidak tahu.


" Istriku berhenti seperti ini. Sebenarnya ada apa? " Tanya Sima rui tak tahan. Ia tahu bahwa ada sesuatu yang membuat istrinya seperti ini.


Sima rui memberikan instruksi agar semua orang pergi. Tinggallah kini hanya mereka berdua di dalam ruangan tersebut.


Sima rui mengambil kursi dan duduk tepat di samping istrinya, memeluk pinggang ziyan dan mendekatkan wajah keduanya.


" Sekarang kita hanya berdua istriku. Sekarang bicaralah. Siapa yang mengganggu mu. "


" Kau yang mengganggu ku. " Tegas ziyan. Karena hanya ada mereka berdua, ziyan kembali menggunakan kata informal pada suaminya.


" Aku? bagaimana bisa aku mengganggu mu istriku. " Sima rui masih tak mengerti apa yang sudah ia lakukan hingga membuatnya istrinya mengamuk pagi-pagi.


" Kenapa kau tidak kembali semalam. " Pertanyaan ziyan seperti pedang yang menghunus tepat ke jantung.


Sima rui tercengang. Ternyata gara-gara itu istrinya marah. Sima rui terkekeh merasa lucu.


" Maafkan aku sayang. Aku terlalu fokus hingga lupa waktu. Aku berencana menyelesaikan semua pekerjaan. Jadi hari ini aku bisa mengajak mu pergi keluar. " Jelas Sima rui.


" Kita akan keluar? " Ziyan memastikan apa yang didengarnya tidak salah.


" Kita akan keluar dengan menyamar, karena itu jangan sampai orang lain mengetahuinya. "


" Baiklah. " Ziyan senang, akhirnya dirinya bisa keluar istana setelah hampir setengah tahun terkurung di dalam istana.


" Kita akan kemana? " Tanya ziyan penasaran.


Sima rui menekan bibir ziyan dengan jari telunjuknya. " Sstt.. Itu sebuah rahasia. Kau akan tahu nanti. "


Senyum ziyan merekah namun kembali luntur ketika kembali teringat akan sesuatu.


" Suamiku. Apa aku boleh bertanya? "


Melihat suaminya mengangguk. Ziyan langsung mengutarakan pertanyaan yang sejak semalam mengganggu pikirannya.


" Jadi, siapa wanita yang kau undang setiap malam ke ruang baca mu Yang mulia? " Tanya ziyan dengan sorot mata menyelidik.


Sima rui kembali menepuk dadanya yang tersedak. Dengan susah payah, Sima rui mengambil air lalu meminumnya dengan cepat.


Setelah Menetralkan sesak di dadanya, Sima rui membuka suaranya.


" Wanita itu kau mengenalnya istriku. Kita juga akan bertemu dengannya nanti. Jadi tunggu saja kejutan dari ku dan jangan berpikir macam-macam lagi. Jangan percaya dengan rumor bodoh yang mengatakan hal aneh-aneh itu. " Papar Sima rui.


' Kejutan? apa sebenarnya yang sedang di lakukan suaminya ini. ' Batin ziyan.


Namun ziyan tak ingin ambil pusing. Lagi pula suaminya sudah memberikan jawaban dan ia akan segera tahu siapa sebenarnya wanita itu.


Setelah sarapan, keduanya segera bersiap-siap untuk ke tempat dimana sima rui menyiapkan kejutan untuk ziyan.


Kasim liu membiarkan tuannya pergi, bagaimana pun juga ia sudah menyelesaikan semua tugasnya.

__ADS_1


Karena kepergian keduanya dilakukan secara rahasia, maka kasim liu mendapatkan tugas untuk menghalangi siapapun yang mencoba bertemu dengannya di ruang baca.


" Apa kau siap istri ku. " Ziyan mengangguk tanda iya.


Mereka keluar dari istana seolah hendak melakukan kencan berdua, hingga tak menyadari keberadaan anak mereka yang terlupakan.


A Guang yang mengetahui rencana kedua orang tuanya, ikut keluar istana secara diam-diam.


" Paman Junyi, menurut mu kemana mereka akan pergi? kenapa ayah dan ibu harus diam-diam keluar istana. " Bisik A Guang di sela-sela mengikuti kedua orang tuanya.


" Pangeran, lebih baik kita kembali. Jika ayah anda tahu bahwa anda mengikutinya secara diam-diam. Anda pasti akan di hukum olehnya. Apakah anda ingin pergi ke perbatasan? " Junyi mencoba menakut-nakuti tuan kecilnya itu berharap ia patuh dan segera kembali ke istana.


Namun tampaknya rasa penasaran anak itu lebih besar dari rasa takutnya. Jadi A Guang masih mengikuti kedua orang tuanya dan mengabaikan peringatan junyi.


" Ayo paman, nanti ayah dan ibu semakin jauh dan kita akan kehilangan jejak mereka. " Ucap A Guang tanpa membalas ucapan junyi.


Junyi hanya bisa pasrah mengikuti langkah A Guang. Tugasnya hanya melindunginya, jadi semisal tuannya tahu bahwa mereka diam-diam mengikuti mereka. Maka yang akan mendapatkan hukuman adalah A Guang.


Saat sedang berjalan melihat beberapa stand penjualan aksesoris, sudut mata Sima rui menangkap putranya dan junyi yang sedang mengikuti. Ia tidak marah, dirinya justru tersenyum tipis melihat keberanian anaknya yang berani mengikuti dirinya dan ziyan.


" Kenapa kau tertawa? " Tanya ziyan.


" Tidak ada. Hanya saja, ada dua tikus kecil yang sedang mengikuti kita. " Seloroh sima rui.


" Tikus? " Ziyan menoleh dan mengedarkan matanya ke segala penjuru. Matanya menangkap dua orang yang begitu ia kenal sedang berjongkok sembari bersembunyi.


" Apa yang mereka lakukan. " Lirih ziyan pada suaminya.


" Sepertinya putra kita begitu penasaran dengan apa yang akan kita lakukan. "


Ziyan berdecak. " Kalau itu, aku juga penasaran. Sebenarnya apa yang sedang kau siapkan. "


Sima rui tersenyum. " Kau akan segera tahu. Sekarang apakah kau sudah puas dengan ritual cuci mata yang kau maksud itu istriku. "


Sima rui pikir cuci mata yang dimaksud istrinya adalah mata yang di cuci dengan air. Namun ternyata sungguh di luar nalar.


" Sudah. "


Sima rui segera menuju kediaman miliknya.


" Kenapa kita ke kediaman kita dulu? " Tanya ziyan tak mengerti.


Sima rui tak menjawab, ia justru tersenyum kemudian membawa ziyan ke taman belakang.


Mata ziyan terbelalak saat melihat tampilan taman belakang yang sudah berubah. Di tepi danau ada panggung kecil dengan tiang di kedua sisi yang di hiasi dengan kain putih dan bunga-bunga putih dan merah muda. Karpet merah bertabur bunga putih membentang lurus hingga ke panggung. Terdapat untaian bunga pada sisi kanan dan kiri karpet. Ada pula kain panjang yang menjuntai di langit sebagai pengganti atap.


" Ini... " Suara ziyan tercekak tak bisa berkata-kata. Ia bukannya tidak tahu ini apa.


Dekorasi pernikahan yang biasa ada di Britania. Dan sekarang tersuguh di depan matanya.


" Apa kau menyukainya? " Tanya Sima rui memperhatikan kedua mata istrinya yang sudah berkaca-kaca.


Ziyan mengangguk kuat dengan menahan air mata yang sebentar lagi akan tumpah. Ia memeluk sima rui dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang pria itu.


" Aku sangat menyukainya. Kapan kau menyiapkan ini semua. " Suara ziyan terdengar sedikit serak karena tangisnya. Ia masih menyembunyikan wajahnya enggan menatap suaminya. Sungguh ia begitu terharu, dan malu karena sudah mencurigai suaminya tadi pagi.


" Karena ini hutang ku pada mu istriku. Aku sudah pernah berjanji, setelah kau melahirkan A Guang kita akan melakukan pernikahan sekali lagi sesuai dengan tata cara pernikahan di dunia mu. Karena itulah aku ingin mewujudkan pernikahan impian mu ini. "


Ziyan mengangkat wajahnya menatap wajah suaminya yang sedang melihatnya dengan penuh cinta.


' Bagaimana bisa aku bodoh dan mencurigai suamiku. Ia begitu mencintai ku. Tidak ada cinta yang lebih besar darinya di dunia ini. Dan aku meragukannya. ' Ziyan mengutuk kebodohan dirinya.


" Sebenarnya satu minggu ini aku sibuk menyiapkan ini dan juga menyelesaikan tugas, Karena itulah aku tidak mempunyai banyak waktu untuk kita berdua. Tapi percayalah, semua desas desus konyol itu tidak benar. Dan kau tahu siapa wanita yang setiap malam keluar masuk ruang baca ku. itu dia. " Sima rui menunjuk seorang wanita dengan buket bunga di tangannya.


" Bibi? " Kata ziyan tak percaya.

__ADS_1


" Benar. Aku membutuhkan informasi darinya perihal pesta pernikahan kalian. Karena pada siang hari lucy sibuk dengan penelitiannya, maka ia hanya bisa pergi ke istana pada malam hari. Karena tidak mudah untuk ku keluar istana jadi dirinya lah yang aku minta datang ke istana. " Jelas Sima rui.


" Jadi... Apakah kau masih cemburu istri ku? " Sima rui tersenyum puas saat melihat wajah istrinya yang bersemu merah karena malu.


__ADS_2