Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Chapter 86


__ADS_3

Istana Xinyue,


"Huang Guifei.. Nona besar mo sudah tiba. " Seorang pelayan memberitahu kedatangan ziyan pada Huang Guifei. Selir kesayangan raja tersebut memang secara khusus mengundang calon istri putranya itu untuk datang ke istananya.


"Persilahkan dia masuk. "


Pelayan tersebut membungkuk sedikit lalu pergi untuk menjemput ziyan.


Ziyan melihat pelayan yang tadi memintanya menunggu kembali, lalu mempersilahkan dirinya untuk masuk ke ruangan dimana ia keluar sebelumnya.


Ziyan masih tidak menyangka saat ini ia barada di istana Xinyue. Tiga hari yang lalu, secara mengejutkan seorang kasim datang ke kediamannya, dan menyampaikan pesan Huang Guifei. Ia secara langsung mengundang ziyan untuk datang ke istananya. Alasan dibalik undangan tersebut, mungkin berhubungan dengan rumor yang sedang hangat di perbincangkan. Sudah satu minggu sejak keberangkatan Sima rui. Dan rumor mengenai dirinya, sima rui, dan sima yan menyebar di ibu kota. Entah siapa yang memulai rumor tersebut, namun ziyan yakin bahwa sumbernya adalah orang yang sama yang mengirim surat anonim pada sima rui. Meski ziyan tidak peduli dengan rumor tersebut. Namun rumor tersebut cukup menyulitkan ayahnya di pengadilan istana. Beberapa menteri yang berlawanan dengan ayahnya, menjadikan hal ini sebagai alasan untuk menjatuhkannya. Namun beruntung masalah ini di tangani oleh Yang mulia kaisar dengan baik. Sebagai alasan sima rui yang tidak ada di tempat saat ini. Kaisar meminta para menteri itu untuk sementara waktu menangguhkan masalah tersebut dan menunggu hingga putranya kembali.


"Salam Huang Guifei. " Ziyan membungkuk memberikan salam. Wanita yang menjadi Huang Guifei sekaligus ibu calon suaminya ini memang pantas menyandang sebagian selir kesayangan kaisar. Selain kecantikannya, pembawaan Huang Guifei yang kuat mampu membuat lawan bicaranya merasa lemah.


"Bangkitlah.... Silakan duduk. "


Huang Guifei memberikan intruksi agar para pelayan menuangkan teh yang sudah di siapkannya.


Ketenangan ziyan membuat Huang Guifei cukup puas. Normalnya saat seseorang untuk pertama kali di undang ke istana, ia akan gugup atau merasa takut. Namun gadis ini, sangat tenang dan tak nampak sedikitpun ketakutan padanya.


Ziyan mengamati wanita di depannya tersebut menebak apa yang sedang di pikirkannya. Namun sungguh sesuai dengan kepribadian putranya. Huang Guifei nampak tanpa emosi dan aura yang terpancar terkesan dingin. Membuatnya sulit membaca apa yang yang sedang dipikirkannya.


"Kau tahu alasan kenapa aku memanggilmu? "


" Tidak Yang mulia. "

__ADS_1


Meski ziyan sudah menebak alasan ia diundang, tapi ia tak ingin begitu terus terang mengatakannya. Bertindak terlalu pintar juga bukan hal yang baik.


Huang Guifei masih memperhatikan reaksi ziyan. Meski pertanyaannya penuh penekanan, namun gadis itu masih terlihat tenang. Membuat salah satu sudut bibir Huang Guifei tersenyum sedikit.


" Rumor mengenai kalian bertiga menjadi perbincangan hangat di ibukota." (Huang Guifei)


Ziyan tetap diam, ia tidak menyanggah ataupun mengiyakan.


" Karena rumor itu, situasi diluar tidak bagus. Mereka menjadikan rumor tersebut sebagai ancaman untuk ayahmu dan putraku." Huang Guifei memutar cangkirnya lalu menyesap tehnya. " Jadi apa rencanamu dengan hal ini. "


Mengenai situasi saat ini, ziyan tahu jelas. Jika hal kecil ini tidak ditangani dengan baik, bisa berubah menjadi batu besar yang siap menghancurkan keluarganya. Tapi...


" Rumor ini berhubungan dengan integritas para pangeran. Menyebarkan rumor buruk tentang mereka tidak akan berakhir dengan baik. Tolong Huang Guifei bersabar. Karena tanpa aku turun tangan, seseorang akan mengambil tindakan. "


Huang Guifei melihat keyakinan pada mata gadis itu. Sesuai dengan apa yang di sebutkan putranya. Gadis ini memang pantas menjadi calon menantunya. Tapi terkadang sebuah kepercayaan diri yang terlalu besar juga bisa menjadi lubang yang akan menjatuhkanmu.


Ziyan tak menyangka Huang Guifei akan sangat mengerti jalan pikirannya. Meski ini pertama kalinya mereka saling berbicara secara pribadi. Namun entah kenapa, ziyan merasa sangat cocok dengan calon mertuanya ini.


Setelah pembicaraan serius, mereka berdua akhirnya menghabiskan waktu dengan obrolan ringan. Huang Guifei yang tak pernah berbicara banyak, tapi di depan ziyan mampu menikmati perbincangannya dengan santai dan menyenangkan. Sungguh pemandangan langka, dan bahkan tak pernah kaisar sangka bahwa suatu hari akan ada seseorang yang lebih menarik perhatian istrnya tersebut daripada dirinya.


Sementara ditempat lain.


Sebuah kedai teh cukup ramai dengan pengunjung. Seorang pendongeng sedang bersiap. Seperti biasa ia akan membawakan sebuah cerita yang lebih mirip menyebarkan rumor. Tentu saja rumor panas ziyan juga berawal dari mereka. Pendongeng tersebut mulai memberikan ketukan pada mejanya tanda cerita akan segera dimulai. Semua orang dengan tenang duduk untuk mendengarkan.


" Karena kalian sangat menantikan. Maka aku akan menceritakan cerita yang sedang hangat akhir-akhir ini. Apa lagi jika bukan cinta segitiga pangeran mahkota, pangeran pertama, dan tunangannya. "

__ADS_1


Sorak pengunjung membuat suasana semakin ramai. pendongeng memulai ceritanya. Cerita diawali dengan pertemuan ziyan dengan sima yan. Namun sebagian besar cerita sudah melalui perubahan. Sehingga cerita tersebut berubah menjadi cerita bagaimana ziyan menggoda kedua pangeran. Hinaan dan cacian keluar dari mulut pengunjung. Para pria mulai berpikir kotor mengenai kemampuan hebat ziyan di ranjang sehingga mampu menaklukan kedua pangeran, sedangkan para wanita, mencemooh dan menghina ziyan sebagai rubah yang pandai menggoda para pangeran.


Suasana yang sebelumnya ramai penuh dengan cacian dan hinaan terhadap ziyan seketika hening ketika sebuah mug kecil melayang ke meja pria pendongeng itu.


Pria paruh baya yang sebelumnya mendongeng itu diam dan dengan penuh amarah memaki pelempar mug tersebut. Ia melihat ke arah tempat duduk yang berada di sudut asal mug tersebut datang. Dua pria duduk disana, dari pakaiannya terlihat bahwa salah satunya adalah seorang bangsawan.


" Tuan muda. Alasan apa yang membuatmu melemparkan benda ini. Apakah aku sudah menyinggungmu? "


Pendongeng bertanya dengan nada sinis pada pemuda itu. Tapi sebelum pria bangsawan itu membuka mulutnya, pria satunya yang memegang pedang sudah menjatuhkan si pendongeng sehingga membuat kepalanya menyentuh meja.


"Lancang. Beraninya kau berbicara tidak sopan dengan putra mahkota. "


Mengetahui identitas pria bangsawan tersebut membuat pendongeng yang sebelumnya emosi berubah ketakutan. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya, bibirnya yang pucat terlihat seakan jiwanya sudah pergi meninggalkan tubuhnya. Semua pengunjung yang sebelumnya kesal dengan tindakan sima yan karena mengganggu cerita pendongeng, sontak menutup rapat mulut mereka setelah mengetahui identitasnya.


'Pendongeng itu pasti mati. '


'Kami baru saja membicarakan hal buruk di depan putra mahkota. '


'Apa yang akan putra mahkota lakukan. '


'Akankah ada pembantaian setelah ini. '


Begitu banyak pertanyaan di benak para pengunjung. Mereka hanya bisa mengutarakan pertanyaan mereka dalam diam. Menyaksikan sang putra mahkota menghukum si pendongeng.


Sima yan berjalan ke arah pendongeng itu. Ia menatap tajam seakan menusuk pria itu dengan tatapannya.

__ADS_1


" Memfitnah dan menyebarkan berita palsu mengenai keluarga kerajaan adalah sebuah kejahatan besar. Mulai sekarang, jika masih ada yang berani membicarakan rumor ini. Maka baik dirinya dan seluruh keluarganya akan mendapatkan hukuman berat. " Sebelum melangkah pergi, Sima yan kembali membuka suaranya. "Feng xiao, bawa pria itu agar menjadi contoh untuk yang lain. "


Feng xiao menyeret paksa pendongeng itu. pria paruh baya itu meronta dan meminta pengampunan Sima yan. Namun usahanya sia-sia. Sima yan tidak peduli dengannya dan terus berjalan menuju keretanya.


__ADS_2