Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 379 Side story ( A Fei the princess of Jin)


__ADS_3

Waktu berlalu dengan sangat cepat, sudah dua minggu A Fei berada di Kerajaan Wei. Persiapan pernikahan mereka juga hampir selesai.


Sima Fei begitu bahagia, karena selama dua minggu ini setiap hari Li Chenlan datang menemuinya. Karena itu, hari ini ia berencana membuat sesuatu untuk calon suaminya tersebut.


Dibantu kedua pelayannya, Sima Fei akhirnya berhasil membuat satu piring kue setelah membuat kekacauan besar di dapur.


A Fei menatap penuh keraguan hasil ciptaannya tersebut.


" Kenapa aku merasa makanan ini akan meracuni seseorang hanya dengan melihat penampilannya yang mengerikan. Xiao er, apa kau yakin putra mahkota akan memakannya? aku sendiri bahkan enggan andai ini bukan buatan ku sendiri. "


Rasa percaya diri A Fei mendadak menguap setelah melihat penampilan kue miliknya yang mengerikan.


" Putri, anda jangan khawatir, meskipun penampilannya meragukan tapi rasanya sangat enak. Bukankah anda sudah mencobanya tadi? " Ucap Xiao er menghibur.


Bahkan Xiao San juga menambahkan, " Itu benar putri, anda sudah membuatnya dengan sepenuh hati, aku yakin putra mahkota pasti akan tersentuh dengan usaha keras mu dan mau mencobanya. Jadi anda harus percaya diri putri. "


Mendengar kata-kata penghibur dari kedua pelayan setianya, membuat A Fei kembali merasa percaya diri.


" Baiklah, ayo kita bergegas ke istana Putra Mahkota. "


********


Sementara di istana putra mahkota,


Dua orang tampak kelelahan setelah olahraga ranjang yang baru saja mereka selesaikan. Masih di tempat tidur, Fu Xiquan bersandar di dada bidang Li Chenlan sedang sang pria tengah sibuk dengan pikirannya.


" Berpakaianlah. Setelah ini jangan menemui ku dulu. Aku harus menyiapkan pernikahan ku dengan A Fei. "


Li Chenlan mendorong tubuh polos Fu Xiquan dan beranjak bangun dengan memakai jubah mandinya.


Fu Xiquan menatap kecewa Li Chenlan. " Yang mulia, apa kau membuang ku? setelah semua yang kita lakukan bersama. Bukankah kau berjanji akan menjadikan ku selir? "

__ADS_1


" Aku tahu, karena itu aku menyuruh mu untuk tak menemui ku dulu sampai hari pernikahan ku dan A Fei. Bersabarlah, aku akan menjadikan mu selir ku di hari yang sama di mana aku menikahi A Fei. "


Andai tak mengingat perintah ayahnya untuk tak mengangkat selir setelah menikah, Li Chenlan akan membawa Fu Xiquan setelah hari pernikahan. Lagipula, ayah wanita ini adalah perdana menteri, Li Chenlan yakin ayahnya tak akan begitu marah jika menjadikannya selirnya.


Fu Xiquan yang mendengar itu cemberut. Bagaimana tidak? jika dirinya memasuki istana di hari yang sama dengan hari pernikahan, bukankah sama saja ia melewati hari itu seorang diri. Dalam bayangan Fu Xiquan, setidaknya ada Li Chenlan yang menemaninya memasuki istana, tapi apa ini...


" Tidak. " Tolak Fu Xiquan. " Aku tidak mau, Yang mulia tidak bisakah aku memasuki istana sebelum hari pernikahan atau sesudah. Bagaimana bisa kau menyuruh ku melewati hari itu seorang diri. Itu pasti akan sangat memalukan. "


Li Chenlan mengangkat satu alisnya. Pikirnya sungguh lucu alasan yang di ungkapkan Fu Xiquan. Wanita itu merasa malu melewati upacara pengangkatan selir seorang diri tapi justru bangga menyerahkan dirinya pada lelaki yang bahkan belum menjadi suaminya. Sungguh konyol, terlalu murahan. Andai bukan karena ayahnya seorang perdana menteri, dirinya tak akan sudi menyentuh wanita ini. Menjijikan.


" Seharusnya kau pakai otak mu dan gunakan untuk berpikir sebelum menggoda ku. Bukankah kau sendiri tahu bahwa kaisar Jin tidak memperbolehkan ku memiliki selir, itulah syarat agar aku bisa menikahi putrinya dan sekarang kau menuntut agar aku menjadikan mu selir dan aku juga sudah menuruti mu. Tapi nyatanya kau terlalu serakah dan meminta banyak hal. "


" Sepertinya aku terlalu memanjakan mu selama ini hingga kau melupakan status mu. "


Fu Xiquan tersentak ketika pria yang dicintainya itu kembali mengingatkannya akan syarat tak tertulis kaisar Jin. Ia memang lupa akan hal itu, dan karena terlalu terlena dengan kasih sayang Li Chenlan. Fu Xiquan menganggap bahwa pria itu akan melakukan apapun demi dirinya.


Nyatanya apa yang di lakukan Li Chenlan padanya tidak lebih hanya untuk bersenang-senang. Sama sekali tak ada cinta seperti yang di pikirkan Fu Xiquan. Wanita itu hanya pion baginya.


Saat ini lebih baik mundur, dari pada terus mendesaknya. Fu Xiquan yakin akan ada banyak kesempatan setelah ia memasuki istana. Ia akan membuat Sima Fei menghilang kemudian menggantikan statusnya sebagai putri mahkota.


Fi Xiquan yang sudah kembali berpakaian segera pergi meninggalkan kamar Li Chenlan.


Saat itu Fu Xiquan tak sadar bahwa A Fei melihat semuanya. Bagaimana seorang wanita bangsawan keluar dari kamar calon suaminya. Mungkin jika itu pelayan, A Fei tidak akan berpikir berlebihan. Namun berbeda jika itu Fu Xiquan.


Ia tidak bodoh untuk menebak apa yang mereka lakukan di dalam. Hatinya bergemuruh, tiba-tiba A Fei merasa seluruh tenaganya menghilang seolah ada lubang cacing yang menyedot semuanya hingga tak tersisa.


Bola mata gadis itu bergetar. Seketika itu juga otaknya berubah tumpul. Ia tak tahu apa yang harus dilakukannya.


Xiao er menatap iba tuan putrinya yang sedang patah hati itu. Ia sendiri pun sangat kecewa dengan putra mahkota.


" Tuan putri, lebih baik kita kembali terlebih dulu. "

__ADS_1


A Fei tersadar dari transnya, " Ah.. kau benar. Lebih baik kita segera pergi dari sini. " dan segera pergi mengikuti saran Xiao er.


Sepanjang jalan, A Fei tak bicara, ia masih sangat terkejut dengan fakta yang baru saja dilihat oleh matanya. Pria yang ia pikir akan menjadikan dirinya satu-satunya ternyata hanya seorang pria brengsek.


Seketika rasa kagum dan sukanya pada Li Chenlan mendadak runtuh bagaikan deretan domino yang berjatuhan. Perasaan itu tak tersisa lagi berganti dengan rasa kecewa.


" Apakah menikah dengan anggota kerajaan harus siap untuk membagi suami kita dengan wanita lain? " Gumam A Fei setelah ia merenung sepanjang sore. Menatap puluhan ikan yang sibuk berenang di kolam.


" Tidak hanya pada anggota kerajaan putri, poligami juga ada di keluarga bangsawan bahkan rakyat jelata sekalipun. Para lelaki berpikir bahwa mereka sangat hebat dan sebuah prestasi jika memiliki banyak selir. "


" Xiao San berhenti berbicara. Kau justru membuat putri semakin sedih. " Tegur Xiao er.


" Putri jangan dengarkan ucapan Xiao San. Tidak semua anggota kerajaan melakukan poligami. Contohnya Yang mulia kaisar. Bukankah beliau hanya memiliki ratu dan keduanya juga terlihat saling mencintai. "


Sima Fei melirik Xiao Er sekilas kemudian kembali memandang puluhan ikan yang sejak tadi mengabaikan kegalauan Sima Fei.


" Ayah ku berbeda, baginya ibu ku adalah hidupnya. Jadi mana mungkin ia tergoda dengan wanita lain. "


Diam sejenak, A Fei kembali berbicara. " Menurut kalian apakah aku harus membatalkan pernikahan ini? meski aku tidak pernah mengalami perselisihan harem karena ayah hanya memiliki ibu. Tapi jika melihat betapa buruknya rumah tangga para pejabat ayah yang memiliki selir. Itu sangat berantakan. Tak hanya akan ada persaingan antar istri demi merebut perhatian suami. Tapi juga perselisihan antara anak haram dan juga anak sah. "


" Bukankah itu sangat merepotkan. Hanya memikirkannya saja sudah membuat kepala ku pusing. Karena itu, apakah aku harus membatalkannya saja? "


Xiao er dan Xiao San saling berpandangan. Andaikan ini hanya pernikahan antar dua keluarga, itu bukan hal sulit untuk membatalkannya. Tapi ini adalah pernikahan antar dua kerajaan. Kemungkinan yang terburuk dari pembatalan ini adalah perang.


Xiao er mencoba berpikir bijak. Ia memberikan saran pada A Fei.


" Putri, lebih baik anda beritahu Yang mulia raja mengenai hal ini. Itu jauh lebih baik dari pada melakukan pembatalan. Setidaknya Yang mulia raja bisa membantu mu berbicara dengan putra mahkota. Dengan raja berbicara, ia bisa memberikan dekrit larangan putra mahkota untuk mengangkat selir. "


" Dekrit larangan? tidakkah itu terkesan seperti aku wanita yang egois? aku yakin seluruh pejabat istana akan menolak keras dekrit tersebut dan memaki ku sebagai wanita berpikiran picik. "


Xiao er diam. Ia juga berpikir demikian. Sangat sulit untuk tidak berpoligami dalam keluarga kerajaan. Terlebih dalam keluarga kerajaan dituntut untuk memiliki banyak keturunan.

__ADS_1


Sima Fei bangkit dan membuang seluruh makanan ikan yang di tangannya ke kolam. " Sudahlah, aku akan coba berbicara pada Yang mulia raja. Aku rasa hanya itu satu-satu cara saat ini. "


__ADS_2