Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 328 side story ( A Feng Story)


__ADS_3

" Kenapa mereka ada disini? " Gumam Liu mingchen tanpa sadar.


Seolah mendengar apa yang di ucapkan tuan Liu. Sima Feng segera mengumumkan identitas dua orang paruh baya yang baru saja masuk ke ruang jamuan itu.


" Mereka adalah keluarga Wen. Keluarga dari mendiang ibu istri ku yang merawatnya ketika keluarga Liu mengirim paksa dirinya ke perbatasan. "


Perubahan situasi ini tentu diluar dugaan seluruh keluarga Liu. Tak ada jalan lagi, kebohongan mereka sudah pasti akan terungkap hari ini juga.


Namun bukan keluarga Liu, jika mereka akan mundur begitu saja. Dengan menebalkan wajah mereka, keluarga Liu bertindak seolah mereka adalah kerabat yang sudah lama tidak bertemu.


" Kalian berdua datang? terima kasih sudah merawat putri ku selama ini. Maaf karena belum bisa berkunjung ke sana untuk mengucapkan terima kasih. " Ucap tuan Liu berjalan mendekat ke arah tuan Wen.


' Sungguh penipu ulung. Menyesal sekali dulu aku percaya dengannya. ' Batin tuan Wen.


Liu mingchen yang awalnya mengira kedua orang kampung itu masih naif dan bodoh tak menyangka jika dirinya akan mendapat penolakan dari keduanya.


Dengan wajah tak suka, tuan Wen mencibir. " Berterima kasih? berhenti bersandiwara Liu mingchen. Apakah kau lupa, bahwa saat itu kau datang membawa ru er dan berkata bahwa ingin menyerahkan putri mu yang kau bilang adalah pembawa sial. Kau bahkan tak menghiraukan tangisan putri mu yang saat itu sampai bersujud padamu. " Tunjuk tuan Wen tepat di wajah Liu mingchen.


Kalimat tuan Wen tersebut tentu mengejutkan semua orang.


Tubuh tuan Liu membeku dengan tatapan ke arah tuan Wen. Masih tak menyangka mantan adik iparnya itu kini berani menunjuk dirinya bahkan meninggikan suaranya.


' Dari mana dia mendapatkan keberanian itu? ' Batin Liu mingchen.

__ADS_1


Masih berusaha menyangkal. Tuan Liu berusaha memaksakan senyumnya. " A-apa yang kau katakan. Aku tak mengerti. Mungkinkah kau lupa bahwa aku juga mengatakan akan menjemput putri ku kembali? "


" Apa kau pikir aku orang tua pikun yang sudah melupakan ucapan mu? sayang sekali Liu mingchen. Ingatan ku masih bagus. "


Kemudian tuan Wen melanjutkan. " Tak puas sampai disitu, selir mu itu juga mengancam istri ku agar mengusir ru er. Jika tidak dia akan membuat putra ku membusuk di penjara atas kejahatan yang sama sekali tidak dilakukannya. Rubah licik itu dengan kejam telah menjebak putra ku. Sungguh, kau dan selir mu amat serasi, sama-sama kejam. "


Keluarga Liu benar-benar merasa malu. Terutama wajah nyonya Liu yang sudah berubah pucat. Tak menyangka rahasianya akan di ungkap di depan semua orang. Harga dirinya benar-benar tak tersisa lagi.


" Adik ipar jangan berkata seperti itu. Dia istri ku bukan selir. Aku yakin ada kesalahpahaman disini. Tidak mungkin istri ku melakukan hal seperti itu? "


" Adik ipar? Cuih aku tidak sudi menjadi adik ipar mu lagi. " Hina Tuan Wen.


" Kenapa kau tak terima? Selir mu berubah menjadi istri mu setelah kematian kakak ku. Tapi sayangnya, di mataku dia tetaplah seorang selir. Bahkan aku mulai ragu, apakah benar kakak ku meninggal karena sakit? bukan karena ulah wanita ular itu? "


" Wen Hao! " Bentak Liu mincheng tak kuat lagi menahan amarahnya. Kematian istri pertamanya adalah duri dalam hatinya.


" Berhenti berbicara omong kosong. Jangan pengaruhi dan membuat orang lain berpikir buruk. "


Tuan Wen berdecak. " Ck.. Kau berbicara seolah dirimu adalah orang baik. kau justru pria terburuk, sekaligus suami dan ayah paling buruk. "


" Kau! " Liu mincheng kehilangan kata-katanya karena terlalu marah. Jarinya yang menunjuk Wen Hao hanya mengambang di udara.


" Berhenti kalian berdua. " Sima Feng menghentikan perseteruan keduanya. Ia sengaja menghentikannya di tengah, agar mengundang rasa penasaran semua orang.

__ADS_1


Membuktikan bahwa kematian ibu Liu ru tak ada hubungannya dengan ibu tirinya akan sangat sulit. Karena itu, akan membutuhkan banyak waktu untuk menyelidikinya.


Dan setelah kejadian ini, Sima Feng yakin. Semua orang akan mulai merasakan keraguan pada keluarga Liu. Membuat mereka dipandang sebelah mata.


" Jadi tuan Liu, kau benar-benar membuang putri mu? Dan kau berani menipu ku? Sungguh lancang. " Sima Feng seolah tak terima dirinya telah di bohongi.


" Jangan terkejut Yang mulia. Jika ia saja sanggup membuang putrinya maka menipu anda mungkin bukan masalah besar baginya. " Sindir Liu ru.


" Tidak Yang mulia jangan dengarkan dia. Semua ini adalah fitnah. Apa yang dikatakan Wen Hao dan dia semuanya adalah kebohongan. " Liu mingcheng masih mengelak.


Orang-orang mulai berbisik. Tak menyangka jika keluarga Liu begitu buruk. Selain tak tahu malu, mereka juga kejam.


Dalam benak semua orang, terutama yang memiliki status sebagai kepala keluarga. Mereka mulai mencoret nama keluarga Liu. Akan lebih baik menjauh dari keluarga yang memiliki hubungan buruk dengan keluarga Sima.


Sima Feng memang tak bisa menghukum keluarga Liu secara langsung. Tapi membuat mereka kehilangan wajah, itu sangatlah mudah.


Setelah perjamuan ini, ia yakin orang-orang di ibu kota akan mengetahui bagaimana keluarga Liu dipermalukan hari ini.


Karena tak sanggup menerima tatapan hinaan semua orang. Keluarga Liu segera meninggalkan jamuan tersebut.


Nyonya tua Liu bahkan harus repot-repot di papah karena mengeluh dadanya yang terasa sesak.


" Terima kasih. " Lirih Liu ru. Meski masih jauh dari harapannya mengenai hukuman bagi keluarga Liu. Tapi untuk awalan, ia sangat puas.

__ADS_1


" Bicaralah pada bibi dan paman mu. Terutama pada bibi mu. Kalian harus menebus kesalahan pahaman selama ini. Jika bukan karena permintaan bibi mu, paman mu tak mungkin bisa membantu mu saat itu. "


kedua alis Liu ru mengerut. " Maksud mu? "


__ADS_2