
Ziyan tiba di kediaman Mo. Setelah memastikan mereka tiba dengan selamat. Xiaoqi segera pergi melaksanakan tugasnya.
Saat Ziyan masuk ke kediamannya, ia merasa suasana di kediamannya tampak berbeda. Ia bertanya pada seorang pelayan yang berada tak jauh darinya. " Apakah ada tamu yang datang? "
"Salam nona pertama. Itu, para teman-teman nona kedua datang berkunjung. "
"Baiklah. Terima kasih. "
Ziyan dan yaoyao kembali melangkah menuju halaman tempat tinggalnya.
"Siapa teman-teman yuefeng itu? " Entah kenapa ziyan merasa ada sesuatu yang mencurigakan dengan kedatangan orang-orang ini.
"Sepertinya para putri bangsawan. Ada tiga teman nona kedua yang sering datang kesini. Hong Sujin, Jiang sier, situ fen. "
Saat mereka melewati taman halaman utama, Ziyan melihat sekelompok gadis muda sedang bersenda gurau. Yaoyao mulai menjelaskan secara singkat identitas mereka. Ziyan hanya melihat sekilas lalu melanjutkan langkahnya.
"Kakak kau sudah kembali? " yuefeng segera menegur ziyan saat menyadari kedatangannya.
Mendengar teguran dari yuefeng, membuat langkah ziyan terhenti sejenak sebelum akhirnya berbalik. Kini pandangan semua orang di taman tersebut beralih menatap ziyan.
"Iya. kenapa? " Ziyan yang menjawab dengan singkat membuat suasana berubah sedikit canggung.
"Ehm... Apakah kakak lelah. Jika tidak, maukah kau bergabung dengan kami. " Yuefeng memaksakan ekspresikan agar tak terlihat kaku.
"Terima kasih. Tapi aku lelah. Aku ingin kembali ke halamanku untuk beristirahat."
"Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan memaksa kakak. "
Tanpa memperdulikan padangan yang lain. Ziyan kembali melangkah pergi meninggalkan mereka.
"Apakah itu mo ziyan? Sikapnya sangat dingin. Padahal ia melihat kita semua, tapi sama sekali tidak menyapa. "
__ADS_1
" Sujin... dia adalah nona pertama kediaman Mo, sebagai bangsawan Houjue mana mungkin dia mau merendahkan diri pada bangsawan seperti kita."
Melihat kedua temannya, Sujin dan sier yang mengungkap ketidaksukaannya, Yuefeng tersenyum dalam hati. "Aku minta maaf atas sikap kakakku tadi. Ia tidak biasanya bersikap seperti itu. Mungkin karena lelah, dia jadi bersikap kurang sopan pada kalian. "
Meski terdengar yuefeng seperti meminta maaf atas nama kakaknya, sesungguhnya tujuannya adalah menambahkan minyak ke dalam api. Dengan begitu, saat dirinya mendapatkan kesan sebagai adik yang pengertian, ziyan akan dicap sebagai orang yang tidak sopan dan arogan.
Hanya satu orang yang sedari tadi diam memperhatikan ketiganya. Situ fen, entah kenapa ia merasakan perasaan yang berbeda saat menatap ziyan. Ia sudah mengenal ziyan sejak kecil namun entah kenapa dirinya tidak terlalu menyukainya. Apakah ada perbedaan yaner dulu dan yaner sekarang? kenapa perasaannya padanya menjadi berubah? Sebenarnya ia tidak membenci yaner. Ia hanya tak menyukainya.
Ziyan dan yaoyao tiba di halaman miliknya. Seorang pelayan yang sedang menyapu di pintu depan, langsung memberikan salam saat menyadari kedatangannya. Ziyan melirik sekilas pada pelayan tersebut lalu kembali melihat kedepan. Ia hendak membuka pintu kamarnya, namun snowy tiba-tiba muncul dan memberikan anggukan padanya. Ziyan yang mengerti maksud snowy, segera memerintahkan yaoyao untuk ke dapur menyiapkan teh susu kesukaannya.
Ketika yaoyao sudah tak terlihat, ziyan bergegas menghampiri snowy. "Ada apa? "
"Saat kau pergi, ada pelayan yang memasuki kamarmu. Aku tak tahu apa yang dilakukannya di kamarmu. Tapi dari gerak geriknya, ia terlihat sangat mencurigakan. "
"Apa kau mengenali pelayan itu? "
"Pelayan yang menyapamu di pintu depan tadi. "
Mereka berdua segera memeriksa kamar, tak ada barang yang hilang atau mencurigakan. Ziyan duduk di kasurnya untuk berpikir sejenak, saat matanya melihat bantal miliknya, Ia menyadari ada yang janggal.
" Bantal ini. Sepertinya ada yang menyentuhnya. "
"Apa kau yakin? " snowy balik bertanya, takut ziyan terlalu khawatir dan berpikir berlebihan.
" Sebelum pergi, aku selalu meninggalkan satu helai rambutku di sini. Dan aku juga selalu memerintahkan pelayan lain untuk tidak memasuki kamar saat aku pergi. " Ziyan mengamati bantalnya lebih dekat, samar-samar ia mencium bau asing di bantalnya. " kemarilah. Dan cium ini " Ziyan menunjuk bantalnya dan meminta Snowy untuk mendekat dan mengendusnya.
Snowy melihat lebih dekat dan mengenduskan hidungnya beberapa kali. "Bau ini.... seperti bau obat. Dari baunya hampir sama dengan bau psikotropika jenis halusinogen yang ada di Britania.
Ziyan tidak meragukan indra penciuman Snowy. Sebagai kucing spesial, ia memiliki ketajaman indra lebih kuat dari kucing pada umumnya, baik penglihatan, penciuman, dan pendengaran.
Tiba-tiba ziyan teringat sesuatu, ia teringat dengan kedatangan teman-teman yuefeng hari ini. Lalu melirik sekilas bantalnya. Jika dirinya tidur di batalnya dan menghirup obat tersebut. Ziyan tak tahu hal gila apa yang akan ia perbuat.
__ADS_1
"Snowy ingatkan aku untuk mencatat hutang ini. saat waktunya tiba, aku akan membayarnya kembali beserta dengan bunganya."
"Dicatat." Snowy bergaya seperti prajurit yang memberi hormat pada atasannya.
"Sekarang yang terpenting kita buang dulu sampah busuknya, sebelum mencemari halamanku.
********************
𝚂𝚘𝚛𝚎 𝚑𝚊𝚛𝚒,
"Tuan. Saya mendapat pesan dari salah satu pelayan nona pertama. Bahwa Kondisi nona pertama sedang tidak baik." Berita yang dibawa luyi sontak mengejutkan suami istri Mo dan nyonya tua.
"Luyi segera panggil tabib ke halaman barat. " perintah tuan Mo.
Tanpa menunggu lama, Mereka langsung bergerak menuju halaman barat tempat tinggal mo ziyan. Yuefeng merasa heran saat melihat para tetua keluarganya berjalan dengan tergesa-gesa. Ia bertanya pada luyi apa yang sebenarnya sedang terjadi. luyi menjelaskan bahwa para tetua menerima kabar, yang mengatakan kesehatan nona pertama memburuk. Wajah yuefeng terlihat khawatir saat mendengarnya, Ia mengajak ketiga temannya untuk ikut mengunjungi kakaknya.
Para pelayan halaman barat terheran-heran begitu melihat orang-orang datang. Tuan mo bergegas ke kamar ziyan di ikuti yang lain. Betapa terkejutnya tuan mo saat melihat ziyan yang sedang berbaring sambil membaca buku.
"Yaner. Kau baik-baik saja? " Tuan mo segera berlari ke arah ziyan untuk melihat kondisi putrinya tersebut. Nyonya mo yang berada tepat di belakang suaminya, langsung memeluk ziyan dan menangis lega, melihat bahwa putrinya baik-baik saja.
Ekspresi kebingungan terlihat jelas di wajah ziyan ketika melihat banyak orang datang ke kamarnya. "Kalian semua... kenapa tiba-tiba datang kesini?"
"Seorang pelayan datang melapor pada luyi bahwa kesehatanmu memburuk. " jelas tuan mo.
Ziyan melipat keningnya. " kesehatanku memburuk?"
"Benar kak. Itulah kenapa kami semua bergegas kemari. " yuefeng ikut memberikan penjelasan seolah-olah dirinya juga khawatir dengan kondisinya.
"Sepertinya pelayan itu salah. Sejak tadi aku baik-baik saja. Setelah kembali tadi siang. Aku langsung istirahat. "
Tak lama kemudian, suara yaoyao terdengar dari luar kamar ziyan. Suaranya penuh dengan kekhawatiran, hingga menarik perhatian semua orang di kamar ziyan.
__ADS_1
"Nona! gawat. i, itu.... "