Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 164


__ADS_3

Ziyan mengerutkan keningnya hingga kedua alisnya menyatu. Ia masih tak mengerti. Bagaimana bisa Dan er yang bersama shuwang, tapi Sima yan yang menjadi raja.


" Pangeran, kau tak salah menyebut nama adikmu bukan? apa maksudmu Dan er yang akan menjadi raja. " Ucap ziyan memastikan.


Sima rui tersenyum menahan tawa mendengar pertanyaan istrinya. " Istriku, bagaimana mungkin aku salah menyebut nama adikku. "


" Lalu tadi? "


" Memang benar yang akan menjadi raja di kerajaan wei adalah Yan er. " Jawab Sima rui penuh kepastian.


Tak ada yang salah dari kata-kata sima rui. Begitu adanya, sima yan lah yang akan menjadi raja negara wei. Bukan tanpa alasan. Selain karena permaisuri yang berasal dari sana. Hal itu tak lepas karena kesepakatan yang terjadi dua puluh tahun yang lalu.


Dan dari bibir Sima rui, mengalir lah cerita dua puluh tahun yang lalu.


Sementara pasangan suami istri baru terlibat pembicaraan serius. Berbeda hal dengan pasangan lain. Dengan topik serius, namun keduanya membahasnya seakan itu hanyalah obrolan sore yang pantas di nikmati dengan secangkir teh dan snack.


Istana permaisuri,


" Akhirnya Yan er akan kembali ke negara wei. Apa kau benar-benar akan ikut ke sana permaisuri? " Tanya sima shao pada permaisuri.

__ADS_1


Permaisuri yang menyesap tehnya, melirik sekilas ke arah suaminya lalu kembali menikmati tehnya.


" Itulah yang aku inginkan Yang mulia. Tapi sayangnya itu hanya sebuah keinginan. Seandainya tanggung jawab permaisuri bisa di pindahkan. Aku akan dengan senang hati memberikannya. " Ucap permaisuri sembari meletakkan cangkir tehnya.


Permaisuri masih menatap sima shao yang masih serius mendengarkannya bicara. Lalu ia tersenyum kecil, dan kembali berbicara.


" Apa Yang mulia tahu alasan apa yang ia berikan saat menolaknya. Ia bilang, posisi permaisuri memiliki banyak pekerjaan, ia tak ingin rambutnya berubah putih dengan cepat. Menghindari stres adalah kunci berumur panjang. "


Sima shao tersedak ludahnya sendiri mendengar ucapan permaisuri. Pasalnya Huang guifei yang seharusnya menggantikan posisi permaisuri menolak tanggung jawab itu, wanita itu tak ingin kesehariannya dibebankan dengan tanggung jawab besar dan pekerjaan yang tak ada habisnya.


" Tidak perlu terkejut seperti itu. Aku tahu Yang mulia sebenarnya sudah tahu akan seperti apa hasilnya. Karena itu aku tak memaksa Huang Guifei karena aku yakin Yang mulia memiliki rencana lain. " Ujar permaisuri santai.


" Apa kau yakin akan pergi dari sini? " Sima shao tak lantas menjawab pertanyaan permaisuri. Ia justru kembali bertanya.


" Kenapa Yang mulia berpikir seolah aku ragu. "


" Aku ingat, saat kerajaan ku meminta bantuan negara wei dua puluh tahun lalu. Kau meminta syarat tahta padaku. Meski tahta tersebut tak terbatas pada Kekaisaran jin maupun negara wei. Namun aku tetap menyetujuinya. Karena aku tak ingin ingkar janji. Maka dari itu aku bertanya sekali lagi. Apakah kau yakin akan pergi dan kembali ke negara wei? " Ingatan kejadian dua puluh tahun lalu masih berputar dengan jelas di kepala Sima shao, ia menjelaskan alasannya.


Permaisuri mengangguk mengingat kembali semua kejadian yang baru saja Sima shao katakan. " Yang mulia benar. Memang tahta Jin lebih menggiurkan namun negara wei adalah segalanya bagiku. "

__ADS_1


Sima shao menghela napas kala mendengar jawaban permaisuri. " Lalu bagaimana dengan shuwang? ia sudah bersama Dan er. Kau tak bisa memaksanya menikahi Yan er. " Mengingat alasan permaisuri dulu menjodohkan shuwang dengan yan er tak lain demi tahta negara wei. Membuat Sima shao tak tahan untuk kembali bertanya.


Kening permaisuri mengkerut. " Memaksa? siapa yang memaksa shuwang? "


" Bukankah perjodohan shuwang dan yan er masih berlaku? " Tanya Sima shao.


Permaisuri menggeleng. " Itu tidak benar Yang mulia. Sudah lama perjodohan mereka batal. Aku sudah mengirim Lan Yu ke negara wei untuk pembatalan pertunangan itu. Dan saat itu kaisar wei sendiri yang menyetujuinya. " Jelas permaisuri. Lan Yu adalah pengawal sekaligus tangan kanannya.


" Benarkah? Kapan itu terjadi? " tanya Sima shao.


" Bersamaan dengan saat pangeran pertama berada di wei. "


Sima shao ingat. Saat itu rui er pergi ke wei untuk memantau perjalanan shuwang dan menteri guan. ' ah pantas saja saat itu rui er bertemu dengan Lan Yu. ' Batin Sima shao.


" Yang mulia tidak perlu khawatir, aku tidak akan mengusik hubungan Dan er dan shuwang. Untuk siapa yang menjadi permaisuri yan er kelak, aku akan menyerahkan sepenuhnya masalah itu pada yan er. Mencampuri percintaan anak itu hanya akan membuat hubungan kami semakin menjauh. " Jelas permaisuri. Ia ingat bagaimana buruknya hubungan keduanya saat permaisuri menolak keras Sima yan yang jatuh cinta dengan ziyan. Tentu saja sikap permaisuri bukan tanpa alasan. Baginya sangat tidak bermoral jika harus merebut tunangan saudara sendiri.


" Jadi sudah di putuskan. Dua bulan dari sekarang, aku akan kembali ke wei bersama dengan yan er. Jadi Yang mulia, tolong bujuk Huang guifei agar mau menerima tugas sebagai permaisuri. "


Sima shao hanya mengangguk tanpa memberikan jawaban. Namun tanpa permaisuri ketahui bahwa Sima shao sudah memiliki rencananya sendiri.

__ADS_1


********


__ADS_2