Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Siapa pelakunya.


__ADS_3

Suasana halaman barat hidup kembali. Begitu ramai dan berisik. Teriakan 'Kebakaran' dan suasana pelayan yang berlarian mengambil air untuk memadamkannya terjadi di halaman belakang. Bila tadi siang karena kegilaan seorang wanita akibat halusinogen. Maka kali ini kebakaran yang terjadi di gudang penyimpanan kayu.


Ziyan yang mendengar gudang kayunya terbakar, bergegas mendatangi TKP. Ketika sampai di halaman belakang, ia masih melihat para pelayan yang mencoba memadamkan api. Meski api sudah tak terlalu besar. Tapi sudah di pastikan semua yang ada di dalamnya tidak bisa lagi diselamatkan.


Setelah api sudah benar-benar padam. Ziyan berjalan mendekati gudang yang sudah berubah menjadi puing itu.


"Apa yang terjadi? " Suara mo yincheng membuat ziyan menoleh ke belakang.


Ia melihat ayahnya datang bersama dengan keluarga yang lain. Tak terkecuali yuefeng. Sebelumnya ia tak hadir saat makan malam. Namun ketika kediamannya terjadi kebakaran, dengan senang hati, ia datang sendiri.


Kepanikan terlihat di wajah setiap orang, bersama dengan berbagai pertanyaan yang timbul di benak mereka. Ziyan berjalan menghampiri mereka.


"Yaner. Apa yang terjadi? " Nyonya mo terlihat begitu khawatir. Ia menyentuh badan anaknya, dan melihat kalau-kalau ada bagian yang terluka. " Apakah kau terluka? "


Ziyan menggeleng. "Aku baik-baik saja bu. Aku juga tidak tahu bagaimana ini terjadi. "


"Tidak apa-apa, yang penting tidak ada yang terluka." Mo yincheng mencoba berpikir positif agar semuanya tenang.


"Ayah itu... Ada satu korban meninggal. " kata ziyan tiba-tiba. " Yimin, pelayan wanita yang membuat kekacauan tadi siang. Awalnya aku akan menyelidikinya besok. Jadi aku mengurungnya di gudang kayu sementara waktu. Namun, siapa yang menyangka akan terjadi hal seperti ini. "


"Jadi kau belum menyelidiki wanita itu? " Meski tak terlihat diwajahnya, namun bisa ziyan ketahui dari nada bicara ayahnya, bahwa ia merasa sedikit kecewa.


"Maaf ayah. " Ziyan merasa menyesal sudah mengecewakan ayahnya.


"Sudahlah yincheng. Yang terpenting putrimu baik-baik saja. " Nyonya tua mo tak ingin putranya itu menyalahkan cucunya. Baginya yang terpenting adalah cucunya tidak terluka.


Setelah melihat situasi yang sudah terkendali, semua orang pergi kembali ke halaman masing-masing.


"Kakak kau baik-baik saja? " Yuefeng yang belum beranjak pergi, mencoba menunjukan perhatiannya.

__ADS_1


"Hm.. Aku baik-baik saja. Terima kasih atas perhatianmu. " Meski tidak menyukai perhatian palsunya, namun ia tak bisa bersikap terlalu kasar saat banyak mata melihat mereka. Ia tak bisa dengan terus terang mengatakan, 'kau yang membakarnya kan? '. Tanpa adanya bukti dan secara langsung mengatakan seperti itu, bukankah semua orang akan menganggap dirinya menggunakan halusinogen juga.


"Kalau begitu, aku kembali dulu kak. Jaga dirimu ya." Yuefeng tersenyum penuh arti.


Karena semua orang sudah kembali. Ziyan kembali berjalan mendekati sebuah mayat yang telah dikeluarkan dari dalam gudang. Kondisinya sangat buruk, hitam legam, dan bau gosong tercium dari mayat tersebut.


"Tolong kau urus pemakaman untuknya dan beri kabar pada keluarganya, serta berikan kompensasi yang cukup untuk mereka. "


"Baik nona. Tapi berdasarkan informasi pelayan lain, selama ini dia tinggal sendiri, tak ada keluarga. " Yaoyao menyampaikan informasi yang baru saja ia dapat.


"Sudahlah. Kau minta seseorang untuk mengurus pemakamannya saja kalau gitu. "


Setelah menyelesaikan urusannya, ziyan segera kembali ke kamarnya.


𝚂𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚍𝚒 𝚑𝚊𝚕𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚒𝚗.


"Itu nona... " Pria itu hendak mengatakan sesuatu, namun saat melihat kantong uang cukup besar yang di pegang xun ai, membuatnya mengurungkan niatnya.


Xun ai memberikan sekantong uang padanya, dan menyelipkan beberapa kata padanya. " Terimalah, ingat jangan sampai kejadian ini diketahui orang lain. Jika sampai hal ini bocor, ingatlah, kau dan seluruh keluargamu akan membayar mahal. "


"Baik, baik. Aku mengerti. " Setelah mendapatkan uangnya, pria itu bergegas pergi.


"Nona. Apakah kau ingin membiarkan pria itu pergi begitu saja? " Xun ai sedikit khawatir jika suatu saat pria itu akan berbalik merepotkan mereka.


"Biarkan saja. Ia sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Jadi dia pantas mendapatkannya." Yuefeng bangkit dari kursinya dan berjalan kembali ke kasurnya. "Sudahlah. Aku lelah. Kau kembali saja. Kebakaran ini sudah mengganggu waktu tidurku. "


Xun ai segera meninggalkan kamar yuefeng. Ia berjalan menuju kamarnya, namun saat setengah jalan ke arah kamarnya, berada di lorong yang sepi. Ia menghentikan langkahnya.


"Urus pria tadi. Ambil kembali uangnya. Yuefeng, gadis ini sangat bodoh. Aku tak bisa membiarkan resiko sedikitpun. " Kata Xun ai entah pada siapa. Pandangannya masih lurus ke depan tidak ada seorangpun di hadapannya.

__ADS_1


Sekelebat bayangan hitam bergerak keluar dari pohon yang ada di samping Xun ai. Setelah melihat orang di perintahnya sudah bergerak. Xun ai melangkah lagi kembali ke kamarnya.


**********************


𝚔𝚎 𝚎𝚜𝚘𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚐𝚒𝚗𝚢𝚊.


"Nona, Luyi meminta bertemu anda. " Yaoyao sebenarnya tak ingin mengganggu acara sarapan pagi nonanya ini. Tapi melihat luyi yang datang secara langsung, pasti ada hal penting yang harus di sampaikan.


Ziyan mengangguk, "Suruh dia menunggu di ruang bacaku. Aku akan segera kesana. "


Di ruang baca miliknya, sudah ada luyi yang berdiri menunggu kedatangannya. Wajahnya terlihat bahwa dia tidak tidur semalaman. Ziyan merasa simpati dengan keadaannya. Ia mengangkat tangannya, menyuruh luyi duduk. Yaoyao datang dan menuangkan teh pada luyi.


"Minumlah. Kita akan berbicara setelah dirimu terlihat lebih rileks. " Ziyan tersenyum hangat.


Melihat senyum putri majikannya ini, hampir membuat luyi melupakan apa yang sudah di lakukannya sejak kemarin. Ia terlihat seperti gadis polos, namun di sisi lain, gadis ini penuh dengan rencana dan perhitungan. Entah kenapa, luyi merasa nonanya ini sudah berubah. Jika dipikir-pikir, sejak kapan ya...ah benar. sejak ia kembali dari jianjing. Secara fisik memang tak ada perubahan, hanya saja sifatnya sedikit berubah. Dan perubahan ini, merupakan hal yang bagus menurutnya.


Luyi menyesap tehnya dan menghayati apa yang sedang di pikirkannya.


Melihat bawahan ayahnya tersebut sudah lebih rileks. Ziyan pun memulai diskusi mereka. "Apakah dia sudah pergi? "


Mendengar pertanyaan tiba-tiba ziyan. Luyi yang sedang menyesap tehnya segera meletakan cangkirnya kembali. "Sudah nona. Ia dikirim keluar dengan kereta kuda yang kita sewa, dan segera mengirimnya ke luar negara jin. "


" Bagus. "


"Tapi nona ada satu hal yang aku tidak mengerti." luyi tak sanggup lagi menahan rasa penasarannya. Karena masalah ini ternyata melibatkan tuannya juga. Saat dirinya melapor pada tuannya apa yang ziyan perintahkan padanya. Tuannya hanya berbicara, 'lakukan saja apa pun yang diperintahkannya. ' Bukankah secara tidak langsung mengatakan bahwa tuannya juga mendukung apapun rencana putrinya ini. "Kenapa anda membakar gudang anda sendiri? "


************


see you next chapter ... Jadi siapa pelaku sebenarnya? penjelasannya di chapter selanjutnya ya....

__ADS_1


__ADS_2