Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 128


__ADS_3

Ziyan melihat ekspresi rumit di wajah shuwang. Ia tahu, berat bagi shuwang harus menceritakan mengenai hubungannya dengan kaisar wei. Di dunia ini hal tersebut masih terkesan tabu, namun di dunia modern, asal mereka tidak berhubungan darah, itu bukanlah sebuah masalah. Apalagi hal tersebut berhubungan dengan hati, siapa yang tahu dimana hati kita akan berlabuh, bukan?


" Jangan di teruskan jika berat untuk di ceritakan. Aku hanya ingin tahu, kenapa kaisar wei sama sekali tidak melakukan apapun jika menterinya memiliki niat buruk pada negaranya? " Tanya ziyan mengalihkan topik, ia tidak tertarik mengetahui hubungan romantis orang lain.


" Saat kaisar memberitahu menteri guan bahwa ia berniat membatalkan perjodohan. Awalnya menteri guan mendukung dan setuju, namun seminggu kemudian, tiba-tiba kaisar jatuh sakit dan tidak sadarkan diri. Jika menghitung hari, sudah satu bulan lebih beliau tak sadarkan diri. Dan selama itu pula semua pemerintahan negara di jalankan oleh menteri guan dan para koloninya. " Shuwang berhenti sejenak.


" Awalnya aku tidak ingin ikut dalam perjalanan ini. Lebih baik bagiku untuk menjaga kaisar. Namun apa yang menteri guan katakan padaku membuatku berubah pikiran. " lanjut shuwang.


" Apa yang dia katakan. " Tanya ziyan penasaran.


" Dia bilang jika ia telah menemukan tabib yang bisa menyembuhkan kaisar. Tapi sayangnya tabib itu ada di negara Jin. Maka, dengan informasi tersebut, aku memutuskan untuk ikut. "


" Apa tidak ada tabib yang bisa menyembuhkan kaisar di negara wei. " Ziyan tidak percaya jika shuwang mudah terbujuk dengan alasan klise seperti itu.


Shuwang menggeleng. " Baik tabib istana maupun tabib terkenal sudah mencoba namun hasilnya masih sama. Kami juga tidak berani melakukan sayembara. Karena jika dunia luar tahu bahwa kondisi kaisar wei sedang tidak baik-baik saja. Mereka pasti akan menggunakan kesempatan tersebut untuk menyerang. "


Shuwang tersenyum kecut ketika mengingat kembali betapa bodohnya dia. " Aku yang percaya dengan ucapan menteri guan. Hingga saat di tengah jalan, sekelompok pria berbaju hitam menyerang dan membawaku. Saat aku berhasil kabur, aku justru terluka dan akhirnya hanyut ke sungai. Bagitu bangun, aku mendengar kau berbicara bahwa ada putri shuwang di istana. " Shuwang menatap ziyan.


" Aku yakin mereka berniat menyingkirkan ku dan mengambil posisiku. " Lanjut shuwang.


" Apa kau memiliki bukti mengenai rencana mereka? " tanya sima rui. Ia tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada keluarganya. Namun untuk mengungkap konspirasi menteri guan diperlukan bukti.


Shuwang menggeleng. " Aku tidak memiliki bukti. "


Sima rui sama sekali tidak terkejut. Jika seorang Menteri mampu menjalankan pemerintahan tanpa kehadiran kaisar, itu membuktikan pengaruhnya yang tidaklah kecil.


Ziyan dan Sima rui bertemu pandang. Mereka saling mengangguk seolah mampu membaca apa yang satu sama lain pikirkan.

__ADS_1


" Jika kau bersedia bekerja sama dengan kami, aku akan meminta bibi lucy untuk mengobati kaisar wei. Aku cukup percaya diri dengan kemampuan bibi lucy, aku yakin ia bisa mengobatinya. " Ziyan mencari alasan agar gadis itu tidak mencoba kabur.


" Benarkah wanita itu tabib yang hebat? " Shuwang tampak ragu.


" Percaya atau tidak itu pilihanmu. Aku hanya akan mengatakan bahwa ia tabib terhebat di negeri ini. " Ziyan tak ingin terlihat meyakinkan gadis itu untuk menerima lucy. Ia harus membuat gadis itu berpikir bahwa ia tidak memiliki pilihan lain.


" Baiklah. Aku akan bekerja sama dengan kalian. Asal kalian membantuku menyembuhkan kaisar. " Shuwang akhirnya setuju, bagaimana pun ia sendiri juga tidak memiliki pilihan lain. Kembali ke negaranya juga pasti akan sulit, mengingat kekuasaan menteri guan di sana. " Apa yang harus aku lakukan? " tanya shuwang kemudian.


" Cukup diam dan bersembunyi disini. Kehadiranmu hanya akan membuat rencana kami gagal. " Ucap ziyan.


Setelah berbicara, ziyan dan Sima rui keluar. Mereka akan langsung menuju istana.


Didalam kereta kuda, " Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang. " Tanya ziyan pada Sima rui.


" Kita hanya bisa menunggu mereka menjalankan aksinya, dan menangkapnya di tempat. " Jawab Sima rui.


" Aku akan mengirim orang untuk mencari tahu bagaimana situasi di negara wei. Tidak ada yang bisa kita lakukan selain menunggu. " Sima rui tentu saja memiliki rencana lain. Tapi ia tidak ingin ziyan ikut terlibat. Bukan karena ia meragukan kemampuannya. Tapi bagaimana mungkin ia membiarkan wanita yang dicintainya bertemu bahaya.


" Lalu untuk apa kita ke istana? " Jika menurut Sima rui mereka harus menunggu, lantas untuk apa mereka ke istana.


" Bertemu dengan ibu suri. Tapi jika kau tidak keberatan, kita bisa sekaligus bertemu dengan ibu mertua mu. "


*******


Mereka tiba di istana ibu suri. Mereka segera menemui ibu suri ketika pelayan yang memberitahu kedatangan mereka kembali.


" Pangeran pertama, nona Mo silakan masuk. Ibu suri sudah menunggu kalian. " Ucap pelayan tersebut lalu membimbing keduanya menuju tempat dimana ibu suri berada.

__ADS_1


Sima rui dan ziyan langsung memberikan hormat begitu melihat ibu suri. Saat mengangkat kepalanya ziyan terperangah ketika melihat wajah ibu suri.


Bagaimana tidak? Wajah yang ia pikir akan selayaknya wanita berusia 60an mengingat ia istri mendiang kakek raja, tapi justru terlihat seperti wanita yang seumuran dengan permaisuri.


" Apakah ada sesuatu di wajahku nona Mo? " Ucapan ibu suri mengembalikan kesadaran ziyan. Ia bisa melihat raut wajah ibu suri yang tampak tak menyukai tindakan ziyan itu.


" Maaf atas ketidaksopanan saya ibu suri. Saya hanya terpukau dengan kecantikan anda. " Ziyan buru-buru membuat alasan agar tidak membuat wanita dengan status tinggi itu marah.


Ibu suri terkekeh. " Mulutmu sungguh manis nona Mo. Sepertinya keberuntungan untuk pangeran pertama yang akan segera menikah denganmu. "


" Tidak ibu suri. Sayalah yang beruntung. Bisa menikah dengan pangeran pertama yang seorang jenderal besar dan pahlawan negeri ini sudah merupakan keberuntungan besar bagi keluarga Mo. "


Dan setelahnya percakapan singkat terus berlanjut. Hingga tanpa terasa hampir setengah jam berlalu. Sima rui dan ziyan meminta ijin kembali.


" Apa yang kau pikirkan? " Sima rui melihat ziyan yang tampak berpikir serius.


" Penampilan ibu suri di luar dugaan ku. Bagaimana beliau bisa tampil begitu awet muda? " Ziyan mengemukakan pertanyaan yang sejak tadi mengganjal di hatinya.


Sima rui tersenyum mendengar pertanyaan ziyan. " Ia bukan awet muda. Tapi memang usia ibu suri masih muda. Mungkin tidak beda jauh dengan usia ayahanda. mendiang kaisar, atau bisa kita sebut kakek. Beliau bertemu secara tak sengaja saat perburuan istana. Saat itu kakek menyelamatkan ibu suri dan membiarkannya tinggal di istana. Tak butuh waktu lama, kakek mengangkatnya sebagian selir. Saat itu kakek hanya memiliki satu permaisuri dan tiga selir termasuk ibu suri. Tapi hampir setiap hari kakek hanya berkunjung ke istana ibu suri. Hingga rumor bahwa ibu suri merupakan selir kesayangan pun muncul. Setelah permaisuri saat itu meninggal karena sakit. Ibu suri yang kala itu masih selir, tanpa ragu di angkat menjadi permaisuri oleh kakek. Sampai akhirnya ia menjadi ibu suri seperti sekarang. " Jelas Sima rui.


Sima rui melihat wajah ziyan yang begitu antusias. Ia terlihat seperti seorang ayah yang sedang membacakan dongeng pengantar tidur pada putrinya.


" Apakah kau begitu menyukai ceritanya. " Ziyan mengangguk.


" Ayo lanjutkan lagi. Aku penasaran dengan cerita ibu suri. " pinta ziyan dengan mata berbinar.


Sima rui menyentil pelan dahi ziyan. " Aw.. kenapa kau malah memukulku. " Keluh ziyan sembari mengusap dahinya yang tidak merah.

__ADS_1


" Aku akan melanjutkannya saat kita tiba di istana rixi. " Sima rui mengusap lembut puncak kepala ziyan.


__ADS_2