
ππππππ 2 πΏπππππππ πΌπππ’ππ,
Keributan yang terjadi tadi ternyata tak hanya menarik perhatian orang-orang yang berada di lantai 1, tapi juga para pengunjung di lantai 2.
Sepasang mata mulai memperhatikan kejadian itu saat dirinya mendengar kata 'Nona Mo'. Diperhatikannya saat seorang kakek memegang erat kaki seorang gadis muda dan merengek meminta anggur. Tak lama dua pelayan mendekat kakek itu dan siap untuk menyeretnya. Siapa yang menduga, akan ada gadis lain yang membantu sang kakek.
Sosok gadis itu membuatnya tak bisa mengalihkan pandangannya darinya. Ia terus memperhatikan gadis itu. Saat gadis itu menerima penolakan dari sang pemilik paviliun, tiba-tiba ia merasakan sedikit perasaan tak suka. Namun selang beberapa detik kemudian, betapa terkejutnya dia. Saat gadis itu mengeluarkan tokennya. Ternyata dia nona besar keluarga Mo. Jadi siapa gadis itu? Oh putri keluarga cabang.
Bibirnya melengkung sedikit, membuat sebuah senyum tipis. Namun meski hanya sebuah senyum tipis dan sebentar. Pengawal pribadinya berhasil mengabadikan momen langka tersebut. Dengan penuh keberanian, ia bertekad harus bertanya. Ada hal menarik apa hingga membuat tuannya ini tersenyum.
" Pangeran. Apa gerangan yang membuat anda tersenyum? " Dengan penuh rasa penasaran, ia menunggu jawaban dari tuannya.
Tanpa menjawab pertanyaan bawahannya. Ia justru memberikan tugas baru untuknya. " Junyi, aku ingin informasi mengenai nona besar kediaman Mo. "
Pengawal itu bernama Tang junyi. Sudah pasti pria yang di panggil pangeran ini adalah Sima Rui.
"Aku ingin informasinya sudah ada dimejaku malam ini. "
" Hah... malam ini... " Junyi terkejut saat menerima batas waktunya yang ternyata sangat singkat. Karena tak ingin membuang waktunya. Junyi memutuskan untuk segera memulai tugasnya.
Kepergian Junyi meninggalkan Sima Rui sendiri. Ia kembali mengingat sosok yang tadi sempat diperhatikannya itu, membuat dirinya tanpa saja bergumam pelan. "Mo Ziyan, sepertinya bukan hal buruk untuk bertunangan dengannya. "
"Kakak. Maaf membuatmu menunggu. "
Pria yang dari tadi ditunggunya akhirnya tiba. Sima Rui memasang wajah serius dan menatapnya tajam. "Apakah kau pikir aku memiliki banyak waktu. Alasan bodoh apa yang akan kau katakan kali ini."
Sima Dan yang melihat ekspresi marah kakaknya hanya bisa diam mengunci mulutnya takut akan mengatakan sesuatu yang justru membuatnya semakin kesal.
Sementara Heimian pengawal pribadi Sima Dan hanya bisa menghela napas dan menggeleng.
Melihat adiknya yang diam saja. Sima rui menuangkan teh pada sebuah cangkir dan memberikannya pada Sima Dan. " Sudahlah. Sekarang kita langsung aja. Apa yang sudah kau temukan."
Sima Dan menenggak tehnya, barulah ia menjelaskan hasil kerjanya. " Sepertinya keterlambatan pasokan pangan tentara waktu itu ada hubungannya dengan Departemen pendapatan. Aku menerima info bahwa pajak yang ditarik di beberapa daerah lebih besar. Hal ini membuat para petani mengalami kesulitan untuk memenuhi target panennya."
__ADS_1
"Kenapa departemen pendapatan menarik pajak lebih? Apakah Yang mulia mengetahuinya. "
Sima Dan mengangguk. "Yang mulia menyetujui penarikan pajak lebih itu karena situasi keuangan kerajaan. Akibat perang dengan suku bar-bar terakhir kali, membuat keuangan kerajaan mengalami defisit. Itulah kenapa Yang mulia terpaksa menyetujuinya. "
Sima Rui mencoba menganalisis informasi yang baru diterimanya. Jika target panen tak terpenuhi, otomatis akan mempengaruhi pasokan ke kerajaan. Tentu saja itu juga berpengaruh pada distribusi pangan para pasukan. Apalagi jika musim panas tiba. Tidak ada hasil panen. Bukankah itu akan lebih buruk. Sekarang musim semi, musim selanjutnya adalah musim panas.
Sepertinya ia harus mencari solusi masalah ini.
*******************
Haatchi...
" Sepertinya ada seseorang yang sedang membicarakan aku." Ziyan menggosok hidungnya.
"Berdasarkan apa yang telah anda lakukan, wajar jika sekarang ada yang membicarakanmu nona. Apa lagi nona kedua. Ia pasti sangat kesal sekarang. "
" Semakin kesal dia, semakin besar ambisinya untuk menghabisiku. Itulah tujuanku yang sesungguhnya. Membuat musuh bergerak. Jadi akan lebih mudah untukku melakukan pembersihan. "
"Pembersihan? "
******************
Dua hari berlalu,
Ziyan yang menghabiskan 2 hari terakhirnya mempersiapkan pembukaan kasino dan klab malamnya. Merasa cukup puas dengan hasil yang sudah dicapainya, meski itu menyita waktu dan tenaganya.
Jika tidak ada halangan dalam persiapan lainnya. Seharusnya ia bisa melakukan grand opening 3 minggu lagi.
"Nona, ini laporan dari Wenran." Xiaoqi meletakan beberapa lembar kertas di atas meja ziyan.
"Hm. Aku akan melihatnya nanti. " Ziyan mengambil kertasnya dan meletakkannya di samping. "Bagaimana dengan barang yang aku pesan? apakah pandai besi itu mengalami kesulitan. "
"Tidak nona. Ia hanya butuh sedikit waktu. Karena pengerjaannya yang rumit. "
__ADS_1
" Baiklah. Kau bisa kembali. "
Xiaoqi membungkuk lalu melangkah pergi.
Setelah penculikan yang terjadi di kota Donglu, Ziyan semakin waspada. Satu hal yang ia pahami yaitu, mereka yang mengirim orang untuk menyerangnya tak mungkin akan melakukannya sekali. Entah itu yang kedua, ketiga, ... entah sampai kapan. Jika ia belum mencabut hingga ke akar-akarnya. Hal tersebut tidak akan berhenti.
"Benda apa yang kau minta xiaoqi buat di pandai besi? Kau tidak menyuruhnya membuat pena lagi kan. "
Karena ziyan tidak memberikan perintah pada snowy untuk mengawasi yuefeng. Alhasil membuat kucing gendut itu terjebak di ruang kerja bersamanya seharian penuh.
"Revolver."
"Apaaa!! " Snowy bukan hanya terkejut kali ini, Ia benar-benar tak habis pikir apa yang sebenarnya ada di otak gadis ini. Ia tahu bahwa membuat senjata adalah hal mudah baginya tapi itu sangat berbahaya. Meminta orang lain membuat pistol bukankah sangat beresiko. Apakah ia tidak takut orang lain akan menggunakannya.
" Tenang saja, aku membuat cetak biru perbagiannya secara terpisah. Aku akan merakitnya sendiri. Pandai besi itu hanya tahu, ia membuat potongan-potongan besi yang tak jelas bentuknya." Ziyan memberikan penjelasan detailnya.
"Pelurunya. Bagaimana dengan pelurunya? "
"Aku meminta pandai besi membuat cetakannya. Peleburan besi dan pengisian bubuk mesiu akan kulakukan sendiri. "
"Gaia. Kenapa kau memutuskan sampai membuat senjata. Apakah karena insiden waktu itu. " Snowy yang memahami kepedihan gadis di depannya ini hanya bisa memandang dengan sedih. Meski ia sudah berubah menjadi ziyan, bagi snowy ia tetaplah Gaia-nya. Gadis yang meski terlihat kuat namun hatinya mudah sekali terluka, terlebih lagi manakala ada orang lain yang harus kehilangan nyawa demi dirinya.
Gaia. Nama yang sudah lama tak didengarnya. Ziyan tersenyum tipis. Ia kembali teringat dengan dua pengawal kediaman Mo yang terbunuh di depannya saat dirinya di culik oleh para bandit. Meski pengawal tersebut tewas saat menjalankan tugasnya, ziyan tetap merasa bahwa ia harus ikut bertanggung jawab juga. Jika saja saat itu ia lebih berhati-hati agar tidak diculik atau lebih cepat melarikan diri. Mungkin situasinya akan berbeda. Karena itu, dia tak ingin kejadian itu terulang lagi. Ia harus bisa melindungi dirinya.
***************
pojok author.
Buat perbandingan gimana rupa para pangeran jin.
dan yang ini gambar revolver. β¬β¬β¬β¬
__ADS_1