
Kenyataan dirinya sebagai ketua heilong yang baru, tentu saja mengejutkan ziyan. Ia sendiri sejak menjadi putri tertua keluarga Mo, tidak pernah mendengar ibunya membahas mengenai keluarga hou.
Ziyan menatap kakek Han lalu berganti menatap bingjie. Sebenarnya memiliki heilong juga bukan hal yang buruk bagi ziyan, ia justru mendapatkan manfaat dari mereka. Dengan sumber informasi dan para pengawal handal ini, akan memudahkan dirinya menyelidiki kematian Yaner.
"Baiklah. Aku menerimanya." Ziyan memutuskan untuk menerimanya setelah mempertimbangkan keuntungan yang bisa ia dapatkan. "Lalu..apakah ada hal lain yang belum kakek Han ceritakan mengenai heilong padaku? "
Wajah kakek Han berubah serius. Ia menutup matanya mencoba mengingat hal terakhir yang terjadi pada heilong.
" Ini berhubungan dengan pemberontakan yang terjadi sebelum kaisar sekarang naik tahta. Kaisar saat ini merupakan pangeran ke empat. Dan yang menjadi pangeran mahkota terdahulu adalah pangeran ke tiga. Pangeran pertama yang merupakan putra selir, tentu saja statusnya berada di bawah pangeran ke tiga yang merupakan putra permaisuri. Namun menurut pangeran pertama, sebagai putra tertua seharusnya ia lebih berhak atas tahta dari pada adiknya. Jadi setelah raja terdahulu wafat, dan putra mahkota naik tahta, ia merencanakan untuk melakukan sebuah pemberontakan. Pangeran pertama yang mengetahui perihal kerjasama heilong dengan ayahnya, mengajukan kerjasama lain. Namun karena kakekmu tahu niat pangeran pertama untuk memberontak. Ia pun menolak kesepakatan itu.
Pangeran pertama yang sebenarnya sangat marah berpura-pura menerima penolakan tersebut. Namun siapa yang tahu, bahwa diam-diam ia berniat merebut heilong dari tangan kakekmu. Kematian kakekmu juga ada hubungannya dengannya. Karena itulah kursi pemimpin heilong tidak bisa terlalu lama kosong. Karena banyak pihak yang mencoba ingin mengambil alih. Bukan karena kemampuan beladiri kami, mereka menginginkan heilong. Melainkan jaringan informasi heilong." Kakek Han menghentikan ceritanya. Seakan memberikan ziyan kesempatan untuk bertanya.
"Maksudnya jaringan informasi? "
Kakek Han tersenyum, Ia tahu keputusannya memilih ziyan sebagai ketua heilong tepat. Ia tahu bagian terpenting dari ceritanya yang harus di tanyakan.
Kakek Han berdiri, lalu berjalan ke arah pintu. "Ikutlah. Akan ku tunjukan padamu. Bingjie jaga pria muda itu. "
Perintah kakek Han dijawab dengan sebuah anggukan dari bingjie.
__ADS_1
Ziyan mengikuti kakek Han. Langkah mereka berhenti di sebuah taman yang berada di belakang kediaman itu. Sebuah air terjun mini buatan, lengkap dengan bebatuan yang berbentuk seperti tebing. Membuat tampilan air terjun tersebut tampak seperti air terjun sungguhan. Ada jembatan merah kecil yang mengarah ke arah air terjun tersebut, namun panjangnya hanya sampai setengah kolam.
Ziyan melihat kakek Han membuat ketukan pada pegangan tangan jembatan. Sebuah ketukan dengan irama tertentu. Benar, itu seperti ketukan pada sandi morse. Dan segera aliran air terjun berhenti. Air pada permukaan kolam tampak sedikit berkurang. Ziyan bisa melihat beberapa pijakan batu yang timbul. Ternyata setelah ujung jembatan sisi lain, ada pijakan batu yang mengarah ke sisi tebing.
Kakek Han berjalan melewati jembatan dan pijakan batu tersebut. Ia memasukan sebuah token kayu ke dalam dinding batu itu lalu memutarnya berlawanan dengan arah jarum jam.
Dinding batu di depan kakek Han bergeser. Ziyan terpukau dengan mekanisme pintu rahasia ini. Menggunakan token sebagai kunci. Dan sebelumnya, menggunakan ketukan berirama untuk menghentikan aliran air. Benar-benar sebuah tekhnologi canggih. Bahkan sel rahasia di kediaman mo tak serumit ini, hanya cukup menekan tombol dan pintu akan terbuka. Ziyan yakin pembuat mekanisme ini adalah seorang jenius.
Memasuki dinding batu, ziyan melihat lorong lalu sebuah anak tangga menurun. Kakek Han dan ziyan menuruni anak tangga tersebut lalu berjalan menyusuri lorong yang cukup panjang. Ziyan tak tahu sudah berapa lama dirinya berjalan. Jika dihitung dari banyaknya langkah kaki, sepertinya sudah sekitar sepuluh menit. Saat ziyan berpikir lorong yang tak berujung ini, ia melihat sebuah pintu batu. Kali ini kakek Han membukanya dengan token yang berbeda dari sebelumnya. Jika token sebelumnya sekilas berbentuk persegi panjang, kali ini berbentuk persegi enam dengan karakter Long (龙) ditengahnya. Kakek Han menempatkan token tersebut di lubang persegi enam yang ada di tengah pintu, lalu memutarnya searah jarum jam.
Kedua pintu saling bergeser menjauh. Dan betapa mencengangkannya pemandangan yang ada di depan ziyan sekarang. Sebuah rak berjejer dengan banyak gulungan yang tertata rapi di masing-masing rak tersebut. Ini... Seperti perpustakaan nasional yang ada di Britania. Aula ruangan yang begitu luas membuatnya terlihat seperti hamparan perkamen.
"Ini.... " Ziyan tak bisa berkata-kata. Ia terlalu terkejut dengan pemandangan yang sedang di lihatnya.
Ziyan sedikit banyak kini mengerti bagaimana sistem kerja heilong, ini seperti Guild yang ada di Britania. Mereka mengumpulkan informasi dan menjualnya. Harga untuk membeli informasi di guild juga tidak murah. Kadang seorang bangsawan Britania rela membayarnya dengan sebuah tambang demi informasi penting yang mereka inginkan.
Ziyan sepertinya baru saja menemukan harta karun. Sumber daya heilong ini akan benar-benar membantu penyelidikannya sekaligus membantunya mengumpulkan lebih banyak uang. Ia tersenyum lalu dengan pandangan serius menatap kakek Han.
"Kakek, aku bersedia menjadi ketua heilong. Dan aku juga berjanji akan membawa heilong pada masa kejayaannya. "
__ADS_1
Kakek Han terkejut melihat keseriusan ziyan yang tiba-tiba. Matanya memancarkan nyala api yang membuktikan keseriusan tekadnya. Kelihatannya ia bisa tenang menyerahkan heilong.
Ziyan dan kakek han segera kembali ke ruang tengah. Bingjie masih duduk disamping xiaoqi yang masih tak sadarkan diri. Ia sedang membaca buku saat ziyan tiba di ruang tersebut.
Melihat kedatangan kakek Han dan ziyan, bingjie menurunkan dan meletakan bukunya.
"Bingjie. Mulai sekarang yaner secara resmi menjadi ketua heilong. Berikan hormatmu padanya. "
Bingjie segera berlutut, satu lututnya menyentuh lantai dan tangannya saling mengepal ke depan. "Ketua. Bingjie, siap melayani anda. "
Ziyan tersentak dengan tindakan bingjie. Ia memandang kakek Han, dan melihatnya mengangguk dengan senyum. Ziyan kembali melihat bingjie yang masih berlutut. Ia menepuk bahunya dan memintanya untuk berdiri. " Berdirilah."
Kakek Han menyerahkan token ketua pada ziyan. "Token ini bisa memerintah semua anggota heilong diseluruh penjuru negeri. Mereka hanya akan mengenali ketua heilong dengan menggunakan token ini. " Ucap kakek Han. Tidak ketinggalan, kakek Han juga menyerahkan dua token lain yang digunakan untuk masuk ke ruang rahasia tadi.
Ziyan tak menyangka dalam satu hari, kini dirinya resmi menjadi ketua sebuah perkumpulan besar. Benar-benar sangat mengejutkan.
Setelah menyelesaikan masalah tentang ketua heilong, ziyan segera mengajak xiaoqi yang sudah sadar untuk segera pulang. Xiaoqi yang merasa aneh karena badannya merasa begitu lemas tak memberikan kecurigaan apapun pada bingjie. Dan alasan bingjie yang ingin mengundurkan diripun hanya kebohongannya saja untuk memancing ziyan agar pergi ke rumahnya.
Kakek Han dan bingjie mangantar kepergian ziyan. Ketika kereta kuda tersebut sudah menjauh. Bingjie segera membuka mulutnya yang sejak tadi terasa gatal ingin bertanya. "Tetua Han. Kenapa anda tidak jujur dengan nona mo."
__ADS_1
Kakek Han tak menjawab pertanyaan bingjie. Ia hanya berbalik untuk melangkah masuk kedalam. Bingjie hanya bisa menghela napasnya dan bergumam pelan.
"Jelas-jelas anda adalah Hou minjun kakeknya sendiri."