
" Hanya saja... mungkin kau tidak akan bisa kembali lagi ke sini. " Ungkap Arthur.
Ziyan mengernyit masih tak mengerti maksud Arthur. Jika bisa kembali kenapa tidak bisa datang ke sini lagi. Sedangkan Sima rui diam-diam merasa cemas.
" Maksudmu? " Tuntut ziyan meminta penjelasan.
" Kau mungkin tak tahu sistem kerja portal seperti apa. Portal ibarat pintu ajaib yang bisa membawa mu kemana saja dengan cara membuat lubang cacing yang akan terhubung dengan tempat tujuan. Singkatnya, dibutuhkan dua portal untuk teleportasi agar kita bisa pergi dan kembali. Karena portal di dunia kita rusak maka tersisa satu portal di dunia ini, dan itu hanya bisa kita gunakan untuk kembali. " Beber Arthur.
" Jadi maksudmu ada portal lain di dunia ini. " Tanya ziyan memastikan.
Arthur mengangguk sebagai jawaban.
Ziyan yang sempat berdiri karena terkejut kembali terduduk. Ia bingung harus bereaksi seperti apa. Di satu sisi ia bahagia karena bisa kembali, namun di sisi lain ia sedih karena harus meninggalkan tempat ini untuk selamanya.
" Apa kau tahu dimana portal itu? " Tanya Sima rui tiba-tiba.
" Untuk apa kau bertanya tentang itu. Apa kau akan menghancurkannya agar gaia tak bisa kembali. " Ketus Arthur. Ia tak suka jika Sima rui ikut campur dengan urusannya dan gaia. Baginya sima rui hanya roda ketiga dalam hubungannya dengan gaia.
" Aku tak menyangka pikiran mu sungguh picik. Sebagai suaminya tentu saja aku akan membantu istriku untuk menemukannya. Persoalan dia ingin kembali atau tidak itu pikirkan nanti. Aku akan mendukung apapun keputusannya. Karena sesuai janjiku, hanya kebahagiaan yang akan ku berikan padanya. " Sima rui mengatakannya dengan tegas.
Ziyan bisa melihat kejujuran di mata Sima rui. Pria itu selalu saja mementingkan ziyan di atas segalanya. Hatinya yang sebelumnya penuh keraguan tiba-tiba menjadi hangat setelah mendengar ucapan sima rui.
" Ck.. Jangan berjanji akan sesuatu yang mungkin tidak akan bisa kau tepati. " Cibir arthur remeh.
" Terserah kau menilainya seperti itu. Karena bagiku ziyan lah yang terpenting bukan dirimu. " Balas Sima rui tak peduli.
Karena pada kenyataannya, di dunia Sima rui memang hanya ada dua kategori manusia, yaitu ziyan dan satu lagi orang lain. Bahkan ayahnya sendiri tergolong pada kelompok orang lain.
" Tolong berhenti berdebat. " Sela ziyan memotong perdebatan dan seketika keduanya dengan patuh menutup mulut.
" Arthur, apa yang di ucapan suamiku tidak salah. Aku akan memutuskan kembali atau tidak setelah portal ditemukan. Jadi apa kau tahu dimana portal itu berada? "
Kata 'suamiku' yang di ucapkan ziyan mampu meremas hati Arthur. Seketika pria itu bungkam lalu menunduk. Dari sikap Arthur, ziyan tahu bahwa pria itu belum menemukan letak dimana portal itu berada.
" Sudahlah. Kita akan mencarinya bersama. Aku rasa jika kita semua mencari, maka akan jauh lebih cepat menemukannya dari pada hanya mencari seorang diri. " Putus ziyan pada akhirnya.
__ADS_1
Karena ziyan sudah mengambil keputusannya. Maka kedua pria itu hanya bisa patuh mengangguk tanda setuju.
Tiba-tiba seseorang datang. Sebelum masuk, junyi meminta ijin terlebih dulu.
" Masuklah. " Ucap sima rui.
Junyi masuk dan segera menyampaikan pesan yang baru saja diterimanya dari utusan istana yang masih berada di luar.
" Yang mulia, kaisar meminta anda untuk datang ke pertemuan. Beliau bahkan mengirim seseorang untuk mendampingi anda. "
" Sampaikan pada ayahku bahwa aku sedang sibuk. "
" Tapi Yang mulia, utusan itu juga bilang bahwa ia tak diperbolehkan kembali sebelum anda ikut dengannya ke istana. " Adu junyi.
Tak ingin di anggap sebagai pengaruh buruk. Ziyan pun mencoba membujuk sima rui.
" Pergilah. Tak baik meninggalkan urusan negara hanya demi menemani ku. " Bujuk ziyan dengan suara lembut.
Meski berat hati, jika ziyan sudah bicara mana bisa sima rui menolak.
" Baiklah. Aku akan segera kembali. "
Sima rui dan junyi akhirnya pergi meninggalkan ziyan dan Arthur. Ditengah lorong ia memanggil aying.
" Awasi pria itu. Cari tahu apa saja yang mereka bicarakan. " Perintah Sima rui pada aying.
" Baik Yang mulia. " Setelah berucap, aying kembali menghilang untuk menjalankan perintah tuannya tersebut.
Kembali pada ziyan dan Arthur.
" Apakah kau serius tak ingin kembali dan terus menjalani pernikahan dengan pria yang tak bertanggung jawab itu. Kau lihat bukan, bahkan ia tak mengindahkan urusan negara dan justru memilih ikut mengobrol dengan kita. " Cela Arthur.
Ziyan menautkan kedua alisnya tak suka dengan kata-kata Arthur yang menghina Sima rui. "Jaga bicara mu arthur. Sima rui adalah pria paling bertanggung jawab. Kau sama sekali tak mengenalnya. Jadi jangan pernah kau berbicara buruk tentangnya. " Marah ziyan tak suka jika suaminya di hina. Bagaimana pun juga, ziyan adalah seorang istri yang akan marah jika seseorang menghina suaminya.
" Kau marah denganku? " Tanya Arthur kecewa.
__ADS_1
" Bukankah itu wajar. Kau menghina suamiku, sebagai istri sudah tugasku melindungi martabatnya. " Tekan ziyan.
" Istri... " Arthur tersenyum remeh. " Ingat gaia, kau bukan ziyan. Jadi secara tidak langsung kau juga bukan istrinya. "
" Terserah bagaimana kau melihatnya. terlepas dari siapapun yang menjadi ziyan. Sima rui tetaplah suamiku. " Pekik ziyan mulai terbawa emosi.
Arthur tertegun, sorot matanya terlihat jelas rasa kekecewaan.
" Maaf. " Cicit ziyan merasa bersalah karena telah meninggikan suaranya.
" Tak apa. Aku lah yang salah di sini. " Arthur tersenyum kecut.
Keduanya diam. Keheningan tiba-tiba itu membuat suasana berubah canggung.
" Apa kau ingin bertemu Snowy. Aku sudah mengatakan tentang mu kemarin. " Ucap ziyan berusaha mencairkan suasana.
" Boleh. Sudah lama aku juga tak bertemu dengannya. Apakah ia semakin gemuk? "
Ziyan terkekeh. " Tidak hanya gemuk, malah ia sudah tergolong obesitas. "
Mendengar itu, Arthur pun ikut tertawa.
Tak selang berapa lama, Snowy datang bersama yaoyao. Kucing itu segera melompat naik ke pangkuan ziyan.
" Terima kasih yaoyao. Kau boleh kembali. "
Yaoyao bergegas pergi begitu tugasnya selesai.
" Hai snow, apa kabar? sepertinya kau terlihat jauh lebih makmur sekarang. " Arthur mengamati kucing putih yang ada di pangkuan ziyan.
" Hai. Aku baik seperti yang kau lihat. "
Ziyan melihat Snowy yang tampak kurang antusias dengan kedatangan Arthur. Tiba-tiba ia teringat sesuatu.
" Hei snow kau tahu Arthur memiliki berita bagus. Dia bilang kita bisa pulang. Pulang ke dunia kita. "
__ADS_1
" Benarkah? " Snowy tampak biasa saja. Namun jauh di dalam hatinya, ia tiba-tiba merasa takut. Takut jika ziyan benar-benar akan kembali. Apa yang harus ia lakukan. Padahal ia sudah berjanji pada rosy untuk menjaganya disini.
' Ini semua gara-gara pria sialan itu. ' Umpat Snowy dalam hati.