Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
pembukaan yang sukses


__ADS_3

Snowy masih saja menekuk wajahnya. Ia kesal karena siang tadi ziyan meninggalkannya sendiri. Namun kenyataannya yang membuat kucing itu kesal ialah dirinya sudah melewatkan keseruan saat ziyan ditunjuk menjadi ketua heilong. Setelah kembali dari kediaman kakek Han. Snowy langsung di suguhkan dengan cerita bagaimana ziyan menjadi ketua heilong. Gadis itu baru saja mendapatkan petualangan seru. Sementara dirinya harus menerima kebosanan berada di rumah sepanjang hari.


Ziyan memindahkan tubuh gemuk snowy dari kursi ke gendongannya. Ia mengelus bulu lembutnya dan memijat pelan wajahnya.


"Apakah sudah lebih baik. " Ziyan selalu melakukan hal ini setiap kali kucing gendutnya ini kesal dan terbukti itu efektif.


Melihat snowy yang sudah lebih tenang. Ziyan melanjutkan lagi percakapannya. " Besok malam kita akan sangat sibuk. Semoga saja acara pembukaannya berjalan dengan lancar. "


"Kau sudah berusaha keras. Semuanya pasti baik-baik saja. " Snowy mengusap kepalanya ke pipi ziyan. Sungguh pemandangan yang membuat hati siapapun meleleh.


********************


Acara pembukaan paviliun chuntian di mulai. Keraguan yang dulu ziyan rasakan tidak terjadi, nyatanya tak hanya tamu VIP tiantang yang datang tapi rakyat biasa juga ikut datang. Mereka penasaran dengan kasino baru tersebut. Terlihat yelu juga datang bersama asistennya dan seorang temannya. Ziyan sebagai bos sekaligus pemilik chuntian tak akan keluar menyambut tamu atau ikut berbaur bersama. Ia membiarkan wenran menjalankan tugasnya sebagai pengelola. Dan tugasnya sebagai bos zi hanya mengawasi dan memberikannya masukan.


Ziyan diam-diam mengawasi dari lantai dua. Ia memperhatikan banyak pengunjung yang sangat tertarik dengan permainan baru, Roulette. Permainan yang tak membutuhkan begitu banyak aturan. Hanya perlu meletakan taruhan pada angka, dan menebak di angka berapa bola putih itu akan berhenti.


Di tempat lain, sekelompok orang berpakaian mahal juga terlihat berada di meja permainan poker. Jenis kartu baru yang diperkenalkan ziyan. Empat pelayan chuntian yang sudah mempelajari aturan permainan ini, sedang memberikan demo cara bermain kartu tersebut. Para pengunjung yang menyukai tantangan baru, tentunya sangat antusias dengan permainan ini.


Keramaian tak hanya mengisi lantai satu. Lantai dua yang berupa Bar juga penuh dengan pengunjung. Para host yang belum saatnya melayani para tamu wanita, untuk sementara bertugas sebagai bartender. Ziyan membuat suasana kedai araknya itu tampak lebih modern. Sebagai pengganti botol kaca, Kendi-kendi kecil arak berjejer rapi di atas rak. Para host yang berada di belakang meja besar berbentuk setengah lingkaran itu dengan cepat menyiapkan arak pesanan pengunjung.


"Nona, Kelihatannya semua berjalan lancar. Aku yakin besok siang juga pasti akan ramai. "


Ziyan masih memperhatikan semua keramaian yang ada di chuntian, ketika xiaoqi mengajaknya bicara. Ia kembali duduk ke kursinya setelah puas melihat situasi. Sebuah piring penuh kue berada tepat di depan ziyan. Ia mengambil sebuah kue lalu menggigitnya sedikit.


"Kita tidak buka siang. Kita akan mulai beroperasi pukul lima sore. " Ziyan tiba-tiba membuka suaranya membalas ucapan xiaoqi sebelumnya.


Xiaoqi tak mengerti dengan maksud ziyan. Kenapa mereka harus buka sore hari. Bukankah shugua juga buka dari siang.


Seakan tahu apa yang dipikirkan xiaoqi. Ziyan melanjutkan kembali ucapannya. "Kita baru saja buka, bukan hal yang menguntungkan untuk menyinggung shugua yang sudah besar. Belum saatnya bagi kita untuk berurusan dengan mereka. Terlalu terburu-buru bertindak hanya akan menghancurkan diri sendiri. Jika ingin menyingkirkan musuh, tangkap kelemahannya lalu hancurkan dalam sekali serang. " Ziyan meremas kue ditangannya seakan memberi contoh apa yang dimaksud olehnya.

__ADS_1


Waktu berjalan begitu cepat. Sudah satu minggu sejak paviliun chuntiannya buka. Meski paviliunnya hanya buka di sore hari dan tutup sebelum pukul tiga pagi. Hal itu tak menghalangi paviliunnya mendapatkan banyak pengunjung. Dalam waktu singkat semua uang yang ia gunakan sebagai modal sudah kembali.


"Sepertinya suasana putriku sedang senang. " Nyonya mo memperhatikan putrinya yang sejak tadi tersenyum.


"Ibu sungguh sangat pengertian. Aku hanya sedikit merasa puas bu. " Ziyan tak bisa mengatakannya bahwa ini semua berkat kasinonya yang mendapatkan untung besar.


Berbeda dengan minlan, istrinya. Mo yincheng jelas tahu apa yang membuat putrinya itu senang. Berdasarkan laporan luyi, kasino miliknya sangat ramai dan kemungkinan putrinya itu sudah menjadi bos kaya sekarang.


"Jangan lupa. Seminggu lagi ulang tahun Huang Guifei. " Mo yincheng kembali mengingatkan bahwa secara tidak langsung pertunangannya juga sebentar lagi.


"Ayah tenang saja. Aku tidak lupa. Bahkan ibu juga sudah membantu menyiapkan baju untukku. " Ziyan memeluk ibunya yang sudah berusaha keras membantunya mempersiapkan semuanya.


"Karena hanya keluarga utama yang di undang. Apakah kau tidak berniat mengajak salah satu adikmu? Kau bisa mengajak yuefeng. " Baru juga menyelesaikan kalimatnya. Terdengar suara keras dari cangkir mo yincheng.


Brakkkk


Ziyan sudah tahu apa yang membuat ayahnya begitu marah. Mana mungkin ayahnya itu membiarkan wanita yang membunuh putrinya datang ke perjamuan istana dan menikmati kehormatan tersebut. Ziyan tak ingin membuat suasana semakin canggung, jadi ia segera membuka suaranya.


"Tidak bu. Aku berencana mengajak chufeng. Aku jarang berbicara dengannya. Jadi aku ingin menggunakan kesempatan ini agar lebih dekat dengannya. "


"Baiklah jika kau sudah memutuskannya. "


Nyonya mo sepertinya menerima penjelasan ziyan. Suasana acara minum keluarga kecil itu yang sebelumnya sempat canggung, akhirnya kembali normal. Meski tak sehangat sebelumnya, karena nyatanya, api yang tadi membakar emosi yincheng masih belum pandam.


Karena ziyan sudah memutuskan untuk mengajak chufeng, maka ia berencana menemuinya di halaman selatan. Sebenarnya tak ada kewajiban bagi keluarga utama mengajak keluarga cabang ke perjamuan Huang Guifei. Ibunya hanya merasa tak enak jika hanya keluarga utama yang mendapatkan kehormatan itu. Ziyan berpikir, seandainya ibunya tahu penyebab yaner meninggal ada hubungannya dengan keluarga cabang. Masih samakah sikap ibunya terhadap mereka?


"Yaoyao, ayo kita ke halaman selatan. Sekalian bawa salah satu baju yang kemarin diberikan ibuku."


"Kau akan memberikan pada siapa nona? "

__ADS_1


"Chufeng."


Yaoyao tak menyangka bahwa nonanya itu akan mendekati nona ke tiga terlebih dulu.


Sesampainya mereka berdua di halaman selatan. Mereka di sambut dengan ekspresi terkejut para pelayan. Mereka terkejut, karena nona pertama yang sebelumnya tak pernah menginjakan kakinya di halaman mereka tiba-tiba datang berkunjung.


" Ada dimana chufeng? " Ziyan bertanya pada salah seorang pelayan yang berada didekatnya.


"Jawab nona pertama. Nona ketiga ada di ruang belajarnya. "


Ruang belajar? seperti yang dikatakan snowy. Adik ketiganya itu ternyata sangat suka berada di ruang belajar. Rasa penasaran ziyan muncul. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya sedang dilakukan oleh chufeng disana.


"Antar aku ke sana. "


Pelayan itu berjalan memandu ziyan ke arah ruang belajarnya.


"Nona ketiga, nona pertama datang berkunjung. " Pelayan memberikan kabar kedatangan ziyan.


"Kakak masuklah. "


Ziyan tak menyangka adiknya itu akan langsung mengizinkannya masuk.


***********************


pojok author.


Detik-detik menjelang Rui ketemu ziyan....


Mohon bersabar...

__ADS_1


__ADS_2