Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Pak kusir menggagalkan ciumanku


__ADS_3

Melihat wajah ziyan yang tampak kosong. Sima rui lalu menjelaskan apa yang sebenarnya ia lakukan kemarin.


Kemarin ia memang pergi ke kantor pemerintah. Para pejabat korup sudah di bereskan setengahnya oleh sima yan. Jadi sima rui hanya membersihkan sisanya. Ternyata selama ini mereka bekerja sama dengan pasar gelap untuk memperlancar izin masuk barang-barang ilegal, hingga penculikan anak-anak. Itulah kenapa kasus penculikan tersebut tidak terselesaikan. Alasan lain kenapa sima rui tinggal di kediaman He. Karena pejabat He memegang bukti penting transaksi mereka.


Sebelum kedatangan sima rui ke sini. Pejabat He sudah melakukan penyelidikan. Dan untuk mempermudah ia berkomunikasi dengan pejabat He. Maka Sima rui memutuskan untuk tinggal di kediamannya. Sima rui juga tidak memberitahu kedatangannya pada kantor pemerintah. Setelah menyelamatkan anak-anak dari pasar gelap. Tempat itu hampir tidak melakukan pergerakannya. Karena itu demi mengetahui tempat penyimpanan barang selundupan yang lain, sima rui bertindak terbuka dengan secara langsung datang ke kantor pemerintah bersama ziyan. Ia ingin membuat para penjabat itu terpojok mengetahui kedatangannya. Seperti kata pepatah, seekor tikus yang terpojok pasti akan menyerang. Tebakan sima rui tepat. Mereka langsung menghubungi pasar gelap untuk mengirim semua barang ilegal ke tempat yang lebih aman. Sayangnya pergerakan mereka sudah di awasi sima rui. Jadi mereka dengan mudahnya berhasil di bereskan.


Saat sima rui mengirim pasukannya menerobos markas pasar gelap. Ia hanya menemukan para bawahannya. Ketua gui sendiri bersama asisten wanitanya melarikan dirinya. Namun ia sudah menghancurkan markas mereka. Para wanita dan anak-anak yang tidak bersalah, sudah di pindahkan ke tempat aman.


Ziyan mendengarkan cerita sima rui dengan serius. Kesimpulan yang ia tangkap adalah bahwa Ketua gui berhasil lolos. Jika ia kabur, kemana tujuannya? Mungkinkah ia akan ke tempat kamp militer rahasia itu. Jika itu benar, ziyan harus secepatnya menemukan tempat itu. Tapi sayangnya hingga saat ini ia belum menemukan di mana letak tempat itu. Haocun sudah meminta bantuan semua anggota heilong tapi belum mendapatkan hasil.


"Jadi apa yang akan kau lakukan setelah ini pangeran? " (Ziyan)


"Setelah melapor pada Yang mulia. Aku akan mengurus masalah perbatasan terlebih dulu. Berdasarkan laporan terbaru, suku bar-bar berhasil memulihkan kekuatannya. Mereka bisa menyerang kapan saja. Karena itu aku harus mempersiapkan semuanya sebelum peperangan terjadi. "


Peperangan suku bar-bar dengan negara jin Sudah berlangsung puluhan tahun. Suku bar-bar yang berbatasan dengan wilayah selatan negara jin sering melakukan penjarahan dan pembantaian terhadap rakyat jin. Berbagai upaya baik itu negoisasi kerja sama hingga peperangan sudah dilakukan. Tapi mereka belum juga menemukan solusi untuk masalah mereka. Sementara suku bar-bar mengklaim bahwa daerah yang mereka serang adalah tanah mereka. Mereka menuduh bahwa negara jin yang diam-diam mengambil wilayah mereka dan mengatasnamakannya sebagai bagian wilayah. Kelihatannya sumber masalah ini adalah perselisihan wilayah. Jika mereka tidak segera menyelesaikannya, pihak yang akan menderita adalah rakyat.


"Berhati-hatilah. " (Ziyan)


"Apa kau khawatir denganku? " (Sima rui)


"Tentu saja. "


Sima rui tersenyum lembut. "Aku hanya pergi setengah bulan untuk melihat situasi. Aku akan segera kembali. "

__ADS_1


Pandangan Sima rui begitu lembut. Ziyan merasa tubuhnya tiba-tiba terasa panas. Tangan Sima rui yang memegang kepala ziyan pelan-pelan menariknya ke dalam. Jarak wajah mereka semakin dekat.


'Apakah ia akan menciumku'. Suara hati ziyan mencoba menebak apa yang akan pria ini lakukan. Wajah Sima rui semakin dekat. Ia menutup matanya, membuat gadis itu ikut menutup matanya juga.


Tiba-tiba kereta mereka berguncang. Membuat kedua orang itu membuka mata mereka karena kejutan itu. Wajah ziyan merah. Apa yang baru saja ia lakukan. Hampir saja mereka berciuman. Oh tidak...


Ziyan bergeser ke kursi yang ada di sisi lain. Suhu tubuhnya tiba-tiba terasa panas membuatnya salah tingkah.


Sima rui merasa jantungnya berdetak kencang. Ia tidak tahu dengan apa yang baru saja dilakukannya. Selama hidupnya selama 19 tahun ini. Kali pertamanya ia melakukan hal seperti tadi. Ia mencoba bersikap tenang menyembunyikan rasa canggungnya. Namun dari pada canggung, ada perasaan yang lebih besar. Perasaan kesal dan ingin sekali memecat kusir yang tidak becus membawa kereta itu. Hal itu sima rui catat sebagai hal pertama yang akan ia lakukan setelah tiba di istananya.


Snowy memutar matanya melihat tingkah konyol kedua orang itu. Menurutnya bahkan seekor kucing sepertinya bisa berbuat lebih baik. Ia kecewa dengan kemampuan Sima rui. Sebagai lelaki kuat, ia terlalu lembut jika berhubungan dengan hal itu. Seharusnya yang ia lakukan adalah langsung menarik ziyan dan menghujaninya dengan ciuman panas.


Setelah itu perjalanan mereka berubah canggung. Baik Ziyan maupun Sima rui tak ada satupun yang membuka suaranya.


********************


Lain hal dengan Sima rui. Ia justru berpikir bahwa ziyan sedang marah dengannya. Sejak tadi ia hanya diam dan sama sekali mengacuhkannya. Sima rui tiba-tiba menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan. Mungkinkah ia terlalu terburu-buru.


Kereta mereka tiba di kediaman mo. Ziyan segera turun dari kereta dibantu Sima rui. Pelayan yang tadi menunggu kedatangan ziyan segera menyambutnya.


"Pangeran. Apakah anda tidak keberatan jika mampir sebentar. Ayah pasti senang menerima kedatanganmu. "


"Aku senang menerima undanganmu. Tapi aku harus segera melapor pada Yang mulia. Mungkin lain kali aku akan berkunjung. "

__ADS_1


Mereka berdua segera berpisah. Ziyan masuk ke dalam rumah setelah kereta Sima rui tak terlihat lagi.


Ketika ia melangkah masuk. Suasana kediaman sedikit aneh. Ziyan segera menuju ke halamannya dan menemukan yaoyao yang sedang menyiram tanaman.


"Nona..." Yaoyao segera menghampiri nonanya tersebut dan memberikan pelukan hangat. Ia meluapkan rasa rindunya, sudah seminggu ia tak melihatnya.


"Kenapa hanya nona yang kau sambut? Apa kau tak merindukan aku juga? " ( xiaoqi)


Yaoyao membuang mukanya. Mencibir rasa percaya diri xiaoqi.


Ziyan tertawa melihat tingkah kedua orang terdekatnya itu.


Tiba-tiba yaoyao teringat sesuatu. Ia segera menarik ziyan ke kamarnya. Ekspresinya begitu serius, seakan telah terjadi hal besar.


"Nona.. ada masalah besar. "


Ziyan benci saat yaoyao mengucapkan kata-kata itu. Kelihatannya kedamaian tak menyukainya dan memilih menjauh darinya.


"Ada masalah apa? " Ziyan masih menanggapi dengan santai.


" Nona chufeng... Dia ternyata bukan putri tuan kedua. "


"APA?! "

__ADS_1


Ziyan sangat terkejut. Ia mencoba mencerna apa yang baru saja di katakan yaoyao. Ia mengumpulkan kembali ketenangan untuk mendengarkan seluruh ceritanya.


"Coba kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi. "


__ADS_2