Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 144


__ADS_3

Di desa yang terletak di pinggiran kota, tepatnya di sebuah penginapan kecil. Dua wanita sedang menikmati istirahat mereka setelah seharian berjalan dan berlari. Sudah berhari-hari keduanya hidup bak buronan. Dua wanita itu tak lain shuwang dan pelayannya.


" Nona, apakah kita akan menginap disini malam ini? " Tanya si pelayan.


Shuwang mengangguk. " Kita akan beristirahat disini, besok pagi baru kita pergi lagi. "


Mendengar jawaban shuwang, si pelayan menghela napas lega. Pasalnya tubuhnya sudah terlalu lelah setelah seharian ini berjalan dan terus berjalan. Ingin mengeluh tapi tidak enak, karena shuwang sendiri sebagai majikannya tidak mengeluh sama sekali.


Dari meja makan shuwang, ia bisa mendengar dua pria yang sedang mengobrol.


" Hei apa kau sudah dengar bahwa desa di perbatasan kerajaan jin, baru-baru ini melakukan pembersihan. Tampaknya mereka memanfaatkan serangan suku bar-bar pada kerajaan wei sehingga bisa mengalihkan sejenak prajurit jin ke desa itu. "


" Iya aku dengar itu. Siapa yang menyangka bahwa banyak suku bar-bar yang tinggal di desa itu. Bahkan beberapa menjadi penguasa. "


" Tampaknya desa itu akan menjadi lebih makmur dari sebelumnya. Apalagi setelah seorang investor ibukota berencana mengembangkan usahanya di desa itu. Sudah dapat di pastikan desa itu akan menjadi lebih ramai. "


" Berbanding terbalik dengan desa itu, sungguh malang nasib kerajaan wei. Dari yang aku dengar, mereka sudah di taklukkan oleh suku bar-bar. Bahkan kaisar wei sendiri dikabarkan tewas dalam serangan tersebut. "


Pupil mata shuwang membesar seolah akan keluar. Terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya. Ia bahkan sampai menutup mulutnya agar tidak berteriak pada kedua pria itu karena ucapan yang menurutnya adalah sebuah omong kosong.


' Ia tak mungkin tewas, dirinya sudah berjanji akan bertahan. ' Monolog shuwang pilu.


Pelayan shuwang memandang iba majikannya tersebut. Ia tahu bagaimana perasaannya saat ini setelah mendengar rumor tersebut. Keduanya memilih diam sembari terus mendengarkan pembicaraan kedua pria itu.


" Benarkah? bagaimana bisa terjadi? "


" Kabarnya salah seorang anggota keluarga chu yang selamat menjadi jenderal pasukan bar-bar. Tampaknya ia melakukan pengkhianatan guna membalas dendam keluarganya. Dan kini, jenderal itu sedang mencari putri shuwang yang melarikan diri. "


" Untuk apa ia mencari putri? "


" Itu karena stempel kerajaannya ada padanya. Sepertinya kaisar wei sudah memperkirakan semuanya, jadi ia memberikan benda penting itu pada putri agar kerajaan tidak jatuh ke tangan suku bar-bar. " Ucap salah satu pria itu menekan suaranya pelan. Meski begitu karena jarak meja shuwang dan kedua pria itu begitu dekat. Shuwang masih bisa mendengar apa yang pria itu ucapkan.


" Meski begitu, kerajaan wei sudah hancur. Bahkan mayat rajanya pun tak di ketahui ada dimana. "


Shuwang menjatuhkan gelas yang dipegangnya, niat hati ingin menenangkan pikirannya. Ia justru mendengar kalimat yang membuat hatinya hancur. Tangannya gemetar, air matanya sudah tak terbendung lagi. Tak tahan dengan berita buruk yang ia dengar. Shuwang berdiri dari kursinya dan dengan cepat berlari naik ke lantai atas untuk secepatnya masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


*********


Sementara di perbatasan kerajaan jin.


" Pangeran, kami sudah melakukan apa yang anda perintahkan. " Ucap salah seorang pengawal bayangannya.


" Kerja bagus. Kalian boleh pergi. "


Setelah kepergian pengawal bayangannya tersebut. Sima rui melihat keluar jendela memikirkan nasib kerajaan wei. Kabar jatuhnya kerajaan tersebut cukup mengejutkannya. Ia tak menyangka suku bar-bar akan memiliki bala bantuan yang membuat mereka dengan mudah menaklukkan kerajaan wei.


Ketukan pintu membuyarkan pikiran sima rui. Melihat ziyan masuk, ia tersenyum menyambut kedatangan gadis itu.


" Bisa kita bicara? ada hal yang ingin aku tanyakan. "


Sima rui tahu apa yang ingin ditanyakan oleh kekasihnya itu. Tapi ia memilih untuk berpura-pura tak tahu.


" Katakan? "


" Apa benar, jika kerajaan wei jatuh ke tangan suku bar-bar? " Tanya ziyan langsung.


Sima rui melihat kekhawatiran di wajah wanitanya tersebut. Ia pun kembali berbicara.


" Tapi kau tenang saja. Ketidaksiapan kerajaan wei juga menjadi faktor kekalahan mereka. Setelah diterjang masalah internal, serangan mendadak suku bar-bar telak menjadi pukulan berat bagi mereka. "


Ziyan mengangguk setuju. Kasus perdana menteri guan li membuat kaisar wei merombak total struktur pemerintahannya. Membuat celah pada sistem pertahanan mereka. Jadi sangat wajar jika serangan tiba-tiba suku bar-bar cukup mengguncangkan mereka.


"Lalu apa kau tahu nasib kaisar wei dan putri shuwang? " Tanya ziyan.


Sima rui menatap ziyan dengan ekspresi rumit. Lidahnya seakan berat harus menyampaikan berita buruk tersebut.


" Kaisar wei... Ditemukan tewas dan... mayatnya di gantung di gerbang istana. " Kaki ziyan lemas, membuatnya hampir saja jatuh ke belakang. Matanya bergetar karena amarah. Ia sama sekali tak menduga kaisar wei akan mendapat perlakuan yang begitu menyedihkan. Di gantung di gerbang istana, sama saja dengan mempermalukannya.


" Mereka benar-benar kejam. " Guman ziyan mengepalkan tangannya.


" Lalu bagaimana dengan shuwang? " lanjut ziyan saat teringat bahwa Sima rui hanya mengatakan kematian kaisar wei.

__ADS_1


" Sebelum pasukan bar-bar menerobos masuk istana. Kaisar wei sudah meminta seseorang untuk mengirim putri keluar istana. Jadi kemungkinan besar ia masih hidup. Hanya saja, keberadaannya ada dimana, masih belum di ketahui. "


Ziyan mengerutkan keningnya tampak berpikir.


" Aku akan membantumu mencarinya. " Ucap Sima rui tiba-tiba membuat ziyan tercengang.


" Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan. " Lanjut Sima rui. Ia berjalan mendekati ziyan. " Sudah ku katakan, apapun yang ingin kau lakukan, katakan padaku. "


" Dan sudah ku katakan, bahwa kita akan melakukannya bersama. " Potong ziyan. " Jadi aku akan tetap mencari shuwang dengan bantuan Heilong. Dan kau dengan pengawal bayangan mu. Aku rasa dengan dua orang bekerja sama akan lebih cepat dari pada sendiri. "


Sima rui mencubit gemas pipi ziyan. " Aku tidak akan bisa berdebat dengan mu. "


*********


" Apa putri masih belum di temukan? " Tanya chu baiji pada salah satu bawahannya.


" Maaf jenderal. Kami sedang berusaha mencarinya. " Jawab bawahan baiji dengan kepala menunduk.


Brak


Baiji memukul keras pegangan tangan pada kursi kebesaran kerajaan wei tersebut. Kursi yang menjadi simbol kaisar wei sebelumnya itu kini telah berganti pemilik. Namun baiji harus menundanya karena stempel kerajaan, benda sakral tersebut tak di temukan di mana pun. Ia tahu dari salah satu pelayan bahwa stempel tersebut dibawa oleh putri shuwang. Karena itulah baiji mengerahkan semua prajuritnya untuk mencari keberadaan putri sekaligus stempel kerajaan.


" Kerahkan orang lebih banyak. Bagaimanapun kita harus menemukan putri. " Ucap baiji dengan marah.


Setelah kepergian bawahan baiji. Datang seorang pria dari arah belakang.


" Untuk apa kau disini? " tanya baiji dengan ketus tanpa melirik ke arah pria tersebut.


Pria itu tidak suka dengan sikap arogan baiji. Namun karena kedatangannya hanya ingin mengingatkannya, maka ia tak memperdulikannya.


" Dendam mu sudah terbalaskan. Jangan lupa, jika semua ini akan menjadi milik Yang mulia. "


" Ck... Aku tidak lupa. Lagi pula aku juga tidak berminat duduk di tahta kerajaan yang sudah hancur ini. " Ucap baiji acuh. Namun saat melihat pria itu hendak pergi. Ia kembali berbicara. " Apakah statusnya sebagai ibu suri kerajaan jin masih tak cukup baginya, sampai ia menginginkan kerajaan wei juga? "


Pria yang diketahui tangan kanan ibu suri itu menatap tajam baiji. " Jaga mulutmu atau kau akan kehilangan nyawamu. "

__ADS_1


Dan tanpa peduli dengan tawa baiji, pria itu pergi.


__ADS_2