Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 402 Side story ( A Fei the princess of Jin)


__ADS_3

" Terima kasih putri atas bantuan anda. Akhirnya tahun ini kami bisa menikmati hasil panen dan ini mohon diterima kenangan dari semua warga desa. Maaf jika ini hanya sebuah barang sederhana tapi kami semua tulus memberikannya. " Kata kepala desa saat mengantar kepergian A Fei dan rombongan kembali ke ibukota.


Pria tua itu juga memberikan sebuah keranjang buah yang merupakan pemberiannya sendiri sedangkan pemberian para warga sudah tertata rapi di gerbong kereta lain di belakang. Tepatnya ada dua gerbong kereta penuh.


Sudut bibir A Fei berkedut melihat pemandangan itu, sama sekali tak menyangka bahwa ia akan mendapatkan begitu banyak hadiah terima kasih.


" Terima kasih atas hadiah kalian semua. Aku terima ketulusan kalian ini. "


Mereka berpisah dengan suasana haru. Meski hanya sebentar A Fei di sana, terlebih banyak situasi yang terjadi namun keramahan warga desa membuat desa itu berkesan baginya.


Dengan pengawalan yang secara khusus dikirim oleh A Feng dari ibukota. Perjalanan A Fei menjadi lebih ramai.


Tanpa hambatan, A Fei akhirnya tiba di ibukota. Rombongan langsung menuju istana di mana seluruh keluarga Sima sudah menunggu.


Tapi ada yang berbeda ketika A Fei turun dari gerbong kereta. Sosok pria paruh baya asing yang sudah lama tak berkunjung berada di antara keluarganya.


" Paman Arthur? " Sorak A Fei dengan wajah berseri dan mata berbinar.


" A Fei... putri ku. " Arthur merentangkan tangan hendak maju memeluk Putri Sima Rui itu.


Sima Rui semakin cemberut ketika mendengar panggilan dari saingan cintanya itu pada putrinya. Ia segera menarik kerah Arthur yang hendak maju hingga membuatnya hampir terjungkal kebelakang.


" Apa kau bisa lebih tidak tahu malu untuk mengakui putri orang lain sebagai putri mu? " Sungut Sima Rui. Ketenangan mendadak lenyap jika berada di samping pria bermata biru tersebut.

__ADS_1


" Apa yang salah dengan itu? bahkan Gaia yang melahirkan tidak mempersalahkannya. Lagipula sebuah keuntungan memiliki dua ayah. A Fei bisa menjadi seorang putri yang kaya raya dengan aku sebagai ayahnya. " Jawab Arthur dengan ekspresi acuh tak acuh. Ia membusungkan dada seolah menunjukan betapa kayanya dia saat ini.


" Ck.. Putri ku sudah kaya dengan ibunya sebagai bos zi dan ratu, lalu ayah seorang kaisar. "


Arthur memutar bola matanya. Jika sudah membawa status, Arthur memilih mundur. Ia hanya seorang bangsawan kaya yang kebetulan merupakan orang kepercayaan kaisar shu. Sangat jauh jika dibandingkan dengan Sima Rui yang memang seorang kaisar.


Melihat kedua pria yang mencintai ibunya bertengkar seperti biasa membuat perasaan A Fei hangat. Sekilas ia melihat sang ibu yang sebentar lagi tampak akan menunjukkan taringnya.


Arthur masih mencintai Ziyan, tapi ia juga menghormati hubungan Ziyan dan Sima Rui. Terlebih Ziyan terlihat begitu bahagia, itu cukup bagi arthur, ia hanya akan menjaga cintanya tanpa mencoba merusaknya.


" Berhenti kalian berdua. Tidak bisakah kalian lebih akur. Berhenti bertindak kekanakan. Ada anak-anak disini, sangat memalukan melihat tingkah kalian berdua. " Ziyan akhirnya membuka mulutnya melerai pertengkaran Sima Rui dan Arthur. Kedua pria itu seketika bungkam.


Sima Rui tahu istrinya kesal. Jadi ia tak ingin memperpanjang masalah dan memilih membujuk Ziyan.


" Istriku, aku hanya tak suka dengan sikapnya. apa kau tidak keberatan anak kita di akui olehnya. "


" Hahaha, lihatlah Ziyan membela ku. Aku tahu kau masih menyimpan nama ku di hati mu Gaia. " Arthur menatap penuh pemujaan pada Ziyan.


Ia juga menambahkan. " Lagipula dulu bukankah sudah ku katakan kalau aku akan menganggap anak yang dilahirkan Gaia sebagai anak ku. Tak peduli meskipun ia melahirkan seekor keledai sekalipun, aku akan tetap menganggapnya sebagai anak ku. "


" Istri ku, lihatlah. Dia baru saja mengatakan kemungkinan kau melahirkan seekor keledai. Bukankah itu sama saja mengatakan bahwa ku seekor keledai. " Adu Sima Rui seolah ia terluka akan kata-kata Arthur.


" Arthur hentikan! " Kali ini Ziyan menggertak Arthur yang mulai memancing pertengkaran. Masihkah ia belum paham bagaimana posesifnya Sima Rui?

__ADS_1


Pria itu langsung menutup mulutnya saat Ziyan sudah melayangkan tatapan tajam.


" Terima kasih istriku. Tolong jangan marah lagi. " Kali ini Sima Rui melirik Arthur dengan seringai di bibirnya. Puas sekali melihat pembelaan dari sang istri.


Sima Rui yang selalu bersikap dingin, bisa ketar-ketir saat Arthur di sekitar Ziyan. Pria itu juga akan berubah menjadi seekor kucing dihadapan sang istri sedangkan bila di depan orang lain kehadirannya ibarat seekor singa. Sungguh sangat berbeda.


Mengabaikan dua pria yang membuatnya pusing, Ziyan maju untuk memeluk A Fei. Ibu dan anak itu saling menyampaikan kerinduan masing-masing.


Disisi lain, sejak tadi pandangan Arthur terus menatap pada dua pria yang sedari tadi setia berada di belakang A Fei.


" Siapa kalian? " Tanya Arthur posesif seolah ia adalah seorang ayah yang enggan putrinya didekati oleh pria acak.


Kedua pria yang dimaksud adalah Jinfu dan Jingu.


Dengan senyum mengembang, Jinfu mengenalkan dirinya. " Saya putra perdana menteri Jiang, Jiang Jinfu tuan. "


Kemudian Arthur melirik Jingu, " lalu kau? "


" Saya Jingu pengawal putri A Fei, tuan. "


Arthur masih memperhatikan Jingu. Ia merasa pernah melihatnya, namun ingatannya buntu seolah ada kabut gelap yang menutupinya.


Berbeda dengan Arthur, rasa was-was kini sedang mendera Jingu. Ia takut jika Arthur mengenalinya. Ia pernah sekali datang Kekaisaran Shu sebagai urusan untuk mengurus kerjasama perdagangan antar dua kerajaan itu. Dan saat itu Arthur sebagai perwakilan dari Shu.

__ADS_1


' Semoga pria ini memiliki penyakit demensia. ' Harap Jingu dalam hati.


Ekspresi Jingu masih sama sehingga tak ada yang menyadari rasa was-was yang sedang ia rasakan saat ini. Meski begitu, A Feng yang mengenal baik Arthur menyadari bahwa ada sesuatu antara Jingu dan ayah jadi-jadiannya.


__ADS_2