Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 433 Side story ( A Fei the princess of Jin)


__ADS_3

Perang akhirnya usai. Beberapa minggu setelahnya, Kaisar Nan akhirnya mampu dipaksa turun tahta berkat desakan hampir semua pejabat pemerintah dan seluruh rakyat Nan. Intervensi kerajaan lain juga turut membantu lengsernya Kaisar tiran tersebut.


Mungkin dari sinilah istilah demontrasi dimulai. Tidak ada yang menduga, bahwa di masa depan cara unjuk rasa ini akan begitu ampuh dan mampu bahkan untuk menumbangkan suatu pemerintahan.


Posisi Kaisar Nan digantikan oleh putra mahkota yang begitu kembali dari perjalanan jauhnya langsung menjalani prosesi pengangkatan.


" Aku yakin hanya dirimu kak yang menjadi Kaisar setelah melakukan tamasya berkedok tugas negara di Kerajaan Shu. Mereka bahkan tak menduga bahwa semua ini berkat perencanaan matang mu. " Kata Jingu yang entah itu sebuah pujian atau sindiran.


Tapi alih-alih marah, Putra mahkota yang saat ini sudah berganti status sebagai kaisar Nan justru tertawa kecil.


" Itulah artinya kerja cerdas. Aku tidak perlu bersusah payah. Lagipula yang terpenting dari semuanya adalah Kerajaan Nan akhirnya bisa terlepas dari pemerintah ayah kita yang kejam. Aku berjanji setelah ini akan membuat kerajaan Nan kita semakin berkembang. Karena itu, bisakah kau urungkan niat mu untuk pergi, adikku. Akan sulit untuk ku mewujudkan itu jika tidak ada kau yang membantu ku. "


Lanjutnya menambahkan, " Mungkin banyak orang yang akan membantu, tapi tidak ada orang yang lebih aku percayai selain kau dan ibu. "


Kaisar Nan masih mencoba membujuk Jingu berharap adiknya itu akan mengurungkan niatnya untuk meninggalkan kerajaan mereka. Meskipun ia tahu itu hanya usaha yang sia-sia.


Jingu memandang sang kakak dengan tatapan bersalah. Sebelum Jingu menjawab, Kaisar Nan sudah berbicara lagi.


" Baiklah, sudah jangan katakan. Aku tahu kau tidak akan merubah keputusan mu. Tolong sampaikan saja salam dan terima kasih ku pada Kaisar dan Putra Mahkota Jin. " Kata Kaisar Nan menyerah.


Jingu tersenyum tipis dan mengangguk. " Akan ku sampaikan. "


Sebenarnya ia juga tidak ingin meninggalkan kakaknya, tapi ada hal lain yang menjadi prioritasnya saat ini. Ia yakin bahwa kerajaan Nan akan baik-baik saja tanpa dirinya.


Sementara di Kekaisaran Jin,


Semua orang tengah sibuk mempersiapkan pernikahan A Fei. Berbeda dengan pernikahan pertamanya yang begitu meriah. Kali ini A Fei bermaksud merayakannya secara sederhana. Mengingat ini merupakan pernikahan keduanya.

__ADS_1


" Bagaimana perasaan mu. Apa kau gugup? " Tanya Liu Ru ketika A Fei mengunjunginya. Ia baru saja melahirkan bayinya. Seorang pangeran tampan kembali meramaikan keluarga Sima.


Meski kecewa karena tidak berhasil mendapatkan keponakan perempuan, A Fei terlihat mengagumi keponakan barunya itu. Beberapa kali ia menoel pipi gembul bayi gemuk itu membuatnya menggeliat karena terganggu dengan tindakan A Fei tersebut.


" Berhenti mengganggunya, kau akan membuatnya terbangun. " Omel Liu Ru menjauhkan telunjuk A Fei dari pipi bayinya.


A Fei pura-pura memasang wajah cemberut. Melihat itu, Liu Ru berkata lagi. " Berhenti mengalihkan topik dan jawab saja pertanyaan ku tadi. "


Sebenarnya A Fei enggan jika ditanya perihal pernikahannya. Bagaimana ia bisa bahagia jika semua ini terjadi karena rencana licik Jingu.


" Tidak. Aku justru masih kesal padanya bila mengingat bagaimana dia menipu semua orang dan memaksa pernikahan ini. Terlebih ketika ia memutar balikkan fakta. Sungguh, aku ingin sekali meremas aset masa depannya hingga remuk. " Geram sekali A Fei bila mengingat tindakan Jingu beberapa minggu yang lalu.


Liu Ru menutup telinga bayinya ketika mendengar ucapan frontal A Fei seolah tak ingin telinga suci bayinya terkontaminasi dengan kata-kata vulgar adik iparnya itu.


Melihat tindakan berlebihan kakak iparnya, A Fei memutar bola matanya, " berhenti bersikap mendramatisir. Itu tidak seperti putra mu mengerti apa yang aku ucapkan. "


" Aku tidak melecehkannya. Aku hanya merawatnya. " Sergah A Fei memotong. Tak terima dengan ucapan Liu Ru. Di telinga A Fei itu terdengar seolah dirinya adalah wanita cabul yang haus akan belaian laki-laki.


Setelah peperangan, Jingu datang menemui Sima Feng kemudian dengan tidak tahu malu menceritakan kejadian malam itu pada Putra Mahkota Jin itu.


Rahan Sima Feng hampir jatuh ke tanah ketika mendengar cerita Jingu yang menggambarkan seolah dirinya baru saja dirudapaksa oleh A Fei dan membuatnya kehilangan kesucian layaknya seorang gadis.


Sima Feng kemudian menanyakan hal itu pada A Fei, dan gadis itu langsung mengakuinya tanpa tahu ada beberapa plot tersembunyi yang sudah di rencanakan oleh Jingu.


Merasa ada yang aneh, A Fei bertanya pada sang kakak kenapa ia menanyakan hal tersebut. Sima Feng kemudian menceritakan apa yang Jingu katakan padanya.


Setelah mendengar bagaimana penggambaran dari sudut pandang Jingu. Tentu saja membuat A Fei ingin sekali muntah darah karena menahan marah.

__ADS_1


Berkat lidah licin Jingu yang begitu licik memainkan kata-kata, akhirnya A Fei berbalik di paksa untuk bertanggung jawab dan keduanya diharuskan menikah.


Sima Rui dan Ziyan tentu bisa melihat plot tersembunyi Jingu. Mereka memilih bungkam karena tahu pria itu sampai melakukan itu karena ingin mendapatkan putri mereka. Dan sebesar apa rasa cinta Jingu pada A Fei, mereka bisa melihatnya. Apa lagi sebenarnya A Fei juga menyukai Jingu, hanya saja gadis itu tak terlalu jujur mengenai perasaannya.


A Fei menghela napas, dan berkata dengan lirih. " Aku tahu, tapi aku masih sedikit bimbang. " Ia akui bahwa Jingu pria yang baik dan entah sejak kapan di hatinya terukir namanya. Tapi..


" Apa kau masih berpikir tentang kejadian dulu? bukankah kesalahpahaman kalian sudah terselesaikan? "


A Fei menggeleng. " Bukan karena itu aku bimbang. Aku hanya takut pernikahan ini akan kembali membuatku merasa kecewa. "


Kegagalan pernikahannya dulu masih meninggalkan jejak pada ingatan A Fei. Meski bukan sebuah trauma tapi itu ibarat noda yang tertinggal di selembar kain. Tidak akan bersih meski sudah dicuci berulangkali, dan A Fei sebagai wanita biasa wajar jika masih menyimpan ketakutan tersebut.


Ia juga ingin seperti orang tuanya yang saling mencintai dan bahagia sebagai pasangan suami istri.


" Dia bukan Li Chenlan. Aku yakin Jingu akan menjadikan mu wanita satu-satunya dalam hidupnya. "


Kata-kata Liu Ru ibarat air segar yang menghilangkan rasa dahaga di tenggorokan setelah seharian tersesat di tengah gurun. Meski sebuah kata-kata penghibur, tapi A Fei merasa lebih tenang dan dalam hati berharap itu menjadi kenyataan.


" Selain itu, kau seharusnya merasa beruntung karena tidak berakhir dengan tuan muda Jiang. Kabarnya Nyonya Jiang memberikan dua selir pada putranya. Entah itu karena permintaan tuan muda Jiang atau memang Nyonya Jiang yang begitu tidak sabar menginginkan seorang cucu. " Liu Ru mulai bergosip. Ia memang tak menyukai keluarga Jiang setelah apa yang mereka lakukan pada A Fei di perjamuan dulu.


" Jangan bergosip kakak ipar. Meski aku tidak menikah dengan Jingu, aku pun tidak ingin menikah dengan keluarga Jiang. Memiliki ibu mertua seperti Nyonya Jiang akan membuat umurku berkurang dengan cepat. Tidak! aku tidak ingin itu. Aku masih ingin panjang umur dan menikmati hidup. "


Tanpa sadar, A Fei mulai menggunjing. Begitulah wanita.


Beberapa hari setelah insiden tenggelamnya Bai Fulan di danau. Keduanya akhirnya menikah. Keluarga Bai Fulan mendesak Jinfu untuk bertanggung jawab dengan dalih pria itu sudah memeluk Bai Fulan di depan umum. Menganggap bahwa tindakan itu sudah merusak kemurnian gadis itu.


Namun meski keduanya sudah menikah, kehidupan pernikahan mereka jauh dari kata bahagia. Bahkan satu kali pun Jinfu belum pernah menyentuh Bai Fulan layaknya suami istri. Hal itu membuat khawatir Nyonya Jiang. Berpikir bahwa putranya mungkin tidak menyukai Bai Fulan, ia pun menghadirkan dua wanita lain sebagai selir Jinfu. Sayangnya hal itu masih tidak berpengaruh pada kehidupan pernikahan Jinfu.

__ADS_1


Segala usaha sudah di lakukan agar putranya melakukan kewajibannya sebagai seorang suami. Namun selalu berakhir sia-sia. Hingga pada akhirnya Nyonya Jiang menyerah dan memilih untuk tidak lagi ikut campur pada kehidupan pernikahan putranya.


__ADS_2