
Sementara para peserta berburu. Para tamu menikmati perjamuan. Sambil menunggu sampai batas waktu habis, para tamu di sajikan makanan dan minuman, dan kebebasan bagi mereka yang ingin menampilkan pertunjukan.
Acara perburuan ini benar-benar berbeda dengan apa yang dipikirkan ziyan. Ia mengira akan seperti di Britania. Tapi baguslah, hewan besar seperti harimau, singa dan beruang jika terus di buru juga tidak akan bagus. Keberadaan mereka bisa jadi langkah dan akhirnya punah. Seperti apa yang terjadi di dunianya.
Suara Kaisar membuat ziyan tersadar dari renungan nya.
" Ziyan, bagaimana menurutmu acaranya ini? "
" Sangat menarik Yang mulia. Menurut hamba, mengganti hewan buruan dengan berburu burung itu adalah langkah yang sangat bagus. Karena hal itu bisa mencegah kelangkaan hewan-hewan tertentu. Kita tahu jika sesuatu di tangkap terus menerus akan menimbulkan ketidakseimbangan ekosistem dan kemudian mempengaruhi populasi hewan itu sendiri. "
Kaisar tertawa mendengar jawaban Ziyan. Ia puas dengan jawaban gadis itu. Semua orang tersentak melihat Kaisar yang tertawa begitu lepas.
" Kau wanita yang cerdas. Kau mampu berpikir secara luas. Pangeran pertama sungguh beruntung mendapatkan mu. "
" Yang mulia terlalu menyanjung. Justru hamba yang beruntung bisa berpasangan dengan pangeran. "
" Pangeran Rui, kau dengar itu. " (Sima shao)
" Iya Yang mulia. Aku juga merasa beruntung bisa berpasangan dengan yaner. "
Semua orang bisa melihat hubungan Sima Rui dan Ziyan yang begitu baik. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa rumor sebelumnya adalah sebuah kebohongan belaka. Tidak ada rasa canggung atau ke pura-puraan di antara keduanya. Interaksi keduanya tampak penuh cinta.
" Lihatlah keduanya.Bukankah terlihat sangat serasi."
" Benar. Mata pangeran Rui juga tampak lembut saat memandang nona Mo. "
" Ah... betapa membuat iri mereka. "
__ADS_1
Orang-orang mulai mengeluarkan pendapat masing-masing. Feiyue tak senang mendengarnya. Ia masih menganggap gadis itu sama sekali tak pantas untuk Rui ge nya. Jika ia tidak bisa bersama dengan Rui ge, setidaknya pria itu harus mendapatkan wanita yang lebih dari dirinya. Buka wanita lemah seperti mo Ziyan. Sepertinya ia harus membuka mata semua orang agar sadar kalau Ziyan tak pantas untuk Rui ge nya.
" Nona Mo, bolehkah aku mengajakmu bersulang. Aku belum memberikan selamat atas pertunangan kalian. "
Ziyan merasakan sesuatu yang mencurigakan. Apa yang di inginkannya? lebih baik ikuti saja dan perlahan-lahan mencari tahu apa yang di inginkannya.
Ziyan mengangkat cangkirnya. " Tentu. "
Keduanya mengosongkan cangkir mereka dalam sekali teguk. Setelah mengajak ziyan bersulang. Feiyue kembali ke tempat duduknya.
Seorang gadis maju ke depan menghadap Kaisar.
" Yang mulia, Tolong izinkan saya menampilkan sebuah pertunjukan untuk merayakan kemenangan pangeran rui. "
"Di izinkan. Pertunjukan apa itu? "
Sima shao melihat arah pandangan gadis itu. Dan melihat cucu Jenderal Rong.
" Hoo... sepertinya menarik. Aku tidak tahu cucu jenderal Rong bisa bermain musik. Kalian mulailah. "
Feiyue dan gadis itu yang ternyata nona kediaman Gu telah menyelesaikan persiapannya. Feiyue akan memainkan sitar dan nona Gu akan menari.
Petikan feiyue mengawali alunan musik dengan nada ringan, lalu berlanjut dengan nada ceria. Nona Gu menari dengan sangat apik dan indah. Baik permainan sitar maupun tarian berhasil memukau semua orang.
Nona Gu mengakhiri tariannya dengan lompatan indah dan bersamaan dengan itu menyebarkan kelopak bunga dari tangannya. Tepuk tangan para tamu menunjukan kepuasan mereka. Bahkan Kaisar juga terlihat puas dengan pertunjukan tersebut.
" Bagus, bagus. Kalian sangat hebat. Aku tidak menyangka pejabat Gu memiliki putri yang pandai menari. Dan cucu jenderal Rong, Rong feiyue, selain hebat dalam militer, kau juga pandai dalam bermain sitar. Aku puas dengan kalian. karena itu aku akan memberikan kalian hadiah berupa giok putih. "
__ADS_1
" Terima kasih atas kemurahan hati Yang mulia. "
Setelah pertunjukan hebat itu, satu persatu para tamu undangan mulai menampilkan bakat masing-masing. Musik, puisi, melukis, tarian, semua penampilan terlihat istimewa. Namun karena sejak awal para tamu sudah di suguhkan tarian nona Gu dan Feiyue yang begitu memukau. Pertunjukan setelahnya pun terlihat biasa. Membuat mereka yang ingin menampilkan pertunjukan, beberapa mengurungkan niatnya karena ketidak percayaan diri mereka.
" Nona mo, Pertunjukan apa yang akan kau tampilkan. Aku yakin kau pasti sangat berbakat. "
Ucapan Feiyue membuat perhatian semua orang mengarah pada ziyan. Tampak ekspresi semua orang yang terlihat penasaran. Mereka berpikir, sebagai tunangan pangeran pertama ia pasti sangat berbakat.
Sementara nyonya Mo merasa khawatir. Yaner memang pandai memainkan musik dan puisi, tapi ziyan, ia tidak tahu bakat apa yang di milikinya. Nyonya Mo menggenggam erat tangan suaminya. Mo yincheng mengerti betul apa yang sedang di khawatirkan istrinya tersebut.
" Tenang saja. Putri kita sangat berbakat. " Yincheng tersenyum mencoba menenangkan istrinya. Namun sebenarnya ia sendiri juga ragu.
'ia memang berbakat tapi tak ada bakat lain selain menghasilkan uang. ' Batin mo yincheng.
" Bakat? " Ziyan memegang dagunya tampak berpikir dan semua orang menunggu apa akan gadis itu ucapkan.
" Sepertinya tidak ada. "
Hah?!
Semua orang terdiam. Lalu tak lama kemudian mulai berdiskusi. Bagaimana mungkin tidak ada bakat. Tunangan pangeran Rui pastinya wanita hebat. Mungkinkah ia malas menunjukan penampilannya. Bukankah itu sama saja tidak menghormati Kaisar. Padahal semua orang sudah berusaha keras memberikan penampilan terbaiknya. Tapi ia justru demi menghindarinya, mengatakan hal seperti itu. Itu tindakan seorang pengecut.
Ziyan bisa mendengar jelas apa yang mereka diskusikan. Tapi menurutnya tak ada kewajiban baginya untuk tampil. Ia tak ingin menjadi badut demi menyenangkan orang. Sima Rui menggenggam tangan Ziyan. Memberitahunya agar tidak perlu khawatir.
" Aku tahu nona Mo hanya bersikap merendah. Bakatnya pasti sangat luar biasa. Karena tidak mungkin tunangan pangeran pertama orang yang biasa saja. Jika anda tidak ingin tampil itu tidak masalah. "
Sekilas ucapan Feiyue tampak seperti memberikan pengertian pada Ziyan. Namun sesungguhnya ia sedang menyiram minyak ke dalam api. Tujuannya yang sebenarnya adalah mengangkat tinggi Ziyan dan kemudian membantingnya dengan keras ke tanah. Maksudnya adalah ia ingin membuat semua orang berpikir tinggi tentang ziyan, menganggapnya wanita yang hebat, lalu mempermalukannya karena kebodohannya. Ia ingin lihat selain berbicara, apa yang bisa ia lakukan.
__ADS_1
Sima shao tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Ia sama sekali tidak membuka suaranya bukan karena tak ingin membantu calon menantunya itu. Tapi ia ingin melihat bagaimana gadis itu menyelesaikan masalah ini. Ia percaya, putri sahabatnya itu tak mungkin seorang gadis lemah yang bisa dengan mudah di injak oleh orang lain.