Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 122


__ADS_3

" Yang mulia, pangeran pertama meminta bertemu. " kasim yang berada di luar memberitahu kedatangan Sima rui.


" Suruh dia masuk. " Titah Sima shao.


Sima rui masuk dan memberikan hormat pada sang ayah.


" Ada apa kau kemari pangeran? " tanya Sima shao yang tak menyangka akan kedatangan putranya tersebut.


" Ada hal penting yang ingin ku bicarakan pada ayah. " Jawab Sima rui dengan raut wajah serius.


Sima shao meletakkan kuas yang sejak tadi dipegangnya. Lalu menatap putranya seakan memintanya untuk terus berbicara.


" Tolong ayah berikan ijin untuk menyelidiki utusan Kerajaan wei. " lanjut Sima rui.


Sima shao mengerutkan alisnya. " Apa yang terjadi? " Tanya Sima shao meminta penjelasan.


" Seseorang tanpa sengaja menemukan wanita yang mirip dengan putri wei. Ia terluka dan tampaknya itu terjadi saat perjalanan kemari. Prajurit yang ku perintahkan untuk memantau perjalanan mereka pun tidak kembali. Karena itu tolong berikan ijin untuk memeriksa mereka. "


Kini sima shao paham apa yang sebenarnya terjadi. Jika dugaannya benar maka shuwang yang ada di istana adalah palsu.


' Sepertinya orang itu sudah memasukan orangnya di Kerajaan wei juga. Aku harus bertindak cepat. ' monolog Sima shao.


" Lalu dimana wanita itu? " tanya Sima shao lagi.


" Maaf ayah, aku tidak bisa memberitahukan hal itu. Lebih sedikit yang tahu, maka semakin aman pula dia. " Bukan Sima rui tidak mempercayai ayahnya, tapi ia harus tetap waspada pada orang di sekitar ayahnya.


Sima shao mengangguk. " Kau benar. Kau lakukan saja penyelidikannya. Aku memberimu wewenang penuh. "


" Terima kasih ayahanda. "


" Apa ada lagi? " Sima shao kembali bertanya karena sang putra tak kunjung pergi.


" Perihal pernikahan ku, aku harap ayah bisa melakukannya setelah utusan wei kembali. Bahkan jika itu lebih cepat, itu akan lebih baik. "


Sima shao memijat keningnya yang tiba-tiba terasa pening. " Apa kau pikir persiapan pernikahan adalah sesuatu yang bisa kau lakukan dalam semalam. Setidaknya kita harus menunggu ibu suri kembali baru bisa mengadakan pernikahan kalian. " jelas Sima shao.

__ADS_1


" Kalau begitu, kita bisa membuat ibu suri kembali. "


' Kini Sima shao tahu dari mana sifat keras kepala putranya itu. Ia mengutuk dirinya sendiri yang dulu juga bersikap sama saat ingin menikahi Huang Guifei. '


" Baiklah. Kau atur saja. Apapun yang ingin kau lakukan aku akan mendukung mu. " Ucap Sima shao putus asa.


Sima shao menghela napas lega karena akhirnya sang putra pergi juga. Kasim liu diam-diam tertawa melihat tuannya yang putus asa.


" Kasim liu. Apa ada hal lucu yang ingin kau bagikan padaku? "


Kasim liu tersenyum saat Sima shao memberinya tatapan tajam. Seakan kasim tersebut tidak merasa takut sama sekali terhadap rajanya.


" Saya hanya merasa, sikap pangeran pertama tadi mirip dengan sikap yang dulu pernah di lakukan oleh Yang mulia. " Jawab kasim liu tenang. Ia tidak merasa khawatir akan mendapatkan hukuman karena menyindir sang raja.


Sima shao hanya mendengus kesal mendengar sindiran kasimnya tersebut.


*******


" Kita akan langsung kembali pangeran? " Tanya junyi.


" Huang guifei, pangeran pertama datang berkunjung. " Ucap pelayan yang menyampaikan kedatangan sima rui.


Huang guifei hanya mengangguk dan melanjutkan memangkas tanaman bonsainya. Entah sengaja atau tidak, tanaman bonsai yang tadinya berbentuk seperti lolipop kini hanya tersisa batangnya saja. Huang guifei memotong daunnya tepat ketika sima rui masuk dan menggelinding sampai tepat di bawah kaki Sima rui.


Junyi yang melihat hal itu entah kenapa langsung memegang lehernya yang terasa ngilu ketika melihat bentuk bonsai yang seperti kepala itu. Lain hal dengan sima rui yang tampak tenang dan mengambil benda itu dengan santai.


" Sayang sekali tanaman mahal ini harus berakhir tragis. " Ucap sima rui.


Huang guifei meletakan gunting besarnya lalu duduk di kursi batu yang tak jauh darinya. " Akhirnya putraku datang berkunjung. Aku pikir kau melupakan ibu mu ini. "


Sima rui tersenyum mendengar keluhan ibunya. " Bagaimana aku melupakan ibu. Aku hanya sedang berusaha untuk secepatnya memberikan ibu seorang menantu. Lagi pula aku tidak berani melupakan ibu, atau aku akan berakhir seperti tanaman ini. " Kata Sima rui sembari mengelus benda yang berbentuk seperti kepala itu.


Tiba-tiba junyi merasa merinding melihat interaksi dua orang di depannya itu. Berada di tempat yang sama dengan mereka bagaikan berada di rumah jagal.


" Jadi kapan kau berencana akan menikah? " Tanya Huang guifei.

__ADS_1


" Setelah utusan Kerajaan wei kembali. Tapi menurut ayah, setidaknya kita harus menunggu hingga ibu suri kembali. "


" Kau akan melakukannya? " Huang guifei tidak yakin putranya akan patuh menunggu hingga ibu suri kembali.


" Menurut ibu? " Sima rui tersenyum seringai.


" Lakukan dengan rapi. Aku tidak ingin ada masalah. Bagaimanapun ia adalah ibu suri. "


Sima rui tahu bahwa sang ibu sangat mengerti dirinya. Tanpa perlu mengatakannya, Huang guifei bahkan bisa mengetahui apa yang di pikirkan oleh Sima rui.


Junyi dan Sima rui baru saja keluar dari istana Huang guifei dan secara kebetulan bertemu dengan shuwang.


" Hormat pada pangeran pertama. " Ucap shuwang dengan suara yang sangat lembut. " Kebetulan sekali bertemu di sini pangeran. Apakah kau akan ke istana Huang guifei? "


" Tidak. Aku baru saja dari sana. " Jawab Sima rui masih dengan wajar datarnya.


" Aku pikir kau juga akan kesana. Aku akan menemui Huang guifei setelah bertemu dengan permaisuri. " Ucap shuwang berbohong.


Sebenarnya ia tidak dari istana permaisuri, ia sengaja langsung ke istana Huang guifei begitu mendengar Sima rui datang kemari. Ia akan mencoba mendekati Sima rui, lalu merebutnya. Karena ziyan sudah berani menarik perhatian Sima yan, itulah yang ia pikirkan.


Namun yang tidak shuwang ketahui. Jika Sima yan saja tidak bisa ia goda. Bagaimana mungkin ia bisa menggoda Sima rui.


" Kalau begitu silakan kau lanjutkan. Aku permisi. " Sima rui pergi melewati shuwang begitu saja, membuat wanita yang sudah merias dirinya secantik mungkin itu hanya bisa menganga tak percaya.


" Sial! ada apa dengan semua pangeran negara ini. Apakah mereka semua buta tidak bisa melihat diriku yang cantik ini. " Shuwang mengumpat kesal atas perlakuan Sima rui padanya.


" Putri, harap jangan marah. Anda adalah kecantikan negara wei. Tidak ada yang sanggup menolak anda. Menurutku mereka hanya sedang berpura-pura acuh pada anda. " Hibur pelayan shuwang.


" Benarkah? kenapa kau berpikir begitu? " Tanya shuwang tak percaya.


" Karena tidak ada wanita yang lebih cantik dari anda disini. " Jawab pelayan itu dengan percaya diri.


Shuwang kembali tersenyum dan dengan cepat melupakan kekesalannya pada sama rui.


" Jadi apakah kita akan menemui Huang guifei putri? " tanya pelayan shuwang.

__ADS_1


Shuwang berbalik dan berjalan ke arah lain. " Untuk apa. Aku tidak harus membuang waktu ku berbicara dengan seseorang yang bahkan lebih rendah dari status bibiku yang seorang permaisuri. "


__ADS_2