
Kabar kematian Wenran yang merupakan tangan kanan Bos Zi sontak menjadi buah bibir hampir di setiap sudut tempat di ibukota. Karena yang semua orang ketahui, hanya Zhou Wenran yang tahu seperti apa wajah Bos Zi. Sementara untuk Bingjie, meskipun terkadang melakukan tugas yang berkaitan dengan serikat dagang tapi sosoknya tidak terlalu dikenal oleh para rekan bisnis Ziyan, hanya segelintir orang yang tahu dan itu tidak lebih dari hitungan jari.
" Aku penasaran, siapa yang akan menggantikan posisi tuan Zhou? Kita tahu bos Zi tak pernah mau tampil di depan umum. Bahkan aku dengan bos Zi yang sudah menjadi investor di tempat usaha ku selama puluhan tahun saja hanya sekali dua kali bertemu. "
" Apa lagi dengan ku yang hanya baru beberapa tahun. Itupun semua kerjasama di lakukan dengan tuan Zhou. Dan setelah ini, pasti akan sangat sulit untuk menghubungi bos Zi. "
Mengingat segala transaksi selalu melalui Wenran. Termasuk ketika meminta sebuah persetujuan, mereka akan menyerahkan proposal pada Wenran, baru kemudian disampaikan pada Ziyan.
Dan selalu seperti itu.
Pernah ada orang yang ingin mengungkap wajah bos Zi, namun selalu berakhir dengan kegagalan berkat penjagaan ketat pengawal bayangan Sima Rui.
Dua pria yang merupakan rekan bisnis Ziyan itu sama-sama menghela napas. Pasalnya semenjak kematian Wenran, mereka kesulitan ketika harus melakukan pembahasan bisnis. Entah akan seperti apa nasib usaha mereka.
Tiba-tiba seseorang datang, langsung ikut bergabung di meja dua pria itu. " Untuk apa kalian risau. Kalian tahu, aku baru saja pergi ke Chuntian dan coba kalian tebak siapa yang ku temui di sana? kalian pasti tidak akan percaya, aku baru saja bertemu dengan bos Zi. " Ceritanya dengan perasaan antusias.
Bola mata kedua pria sebelumnya melebar seolah tak percaya dengan pernyataan yang baru saja mereka dengar.
Keduanya lalu menggeleng dan serempak berkata. " Tidak mungkin. "
" Kalian berdua tidak percaya? " Kecewa karena kedua temannya menganggap dirinya membual.
" Jangan bercanda. Bos Zi tak pernah mau terjun langsung mengurus serikat dagangnya. "
" Itu benar. Kau pasti salah orang. "
" Ini serius. Aku benar-benar bertemu dengannya. Jika itu bukan Bos Zi, bagaimana ia bisa berada di Chuntian? " Kedua pria itu saling berpandangan.
__ADS_1
Masuk akal, mengingat seberapa ketatnya penjagaan di sana.
Sementara di tempat lain.
Situasi kacau terjadi di sebuah toko dimana Ziyan menjadi salah satu investor.
" Tidak. Tolong jangan tarik semua modal anda, Nyonya. Saya tahu usaha saya sedang redup. Tapi jika anda menarik seluruh modal yang anda tanam, itu sama saja dengan mematikan usaha ini. Tolong beri tenggang waktu, saya janji akan membuat usaha ku jaya seperti sedia kala. " Seorang pria tua tengah memohon pada wanita bercadar di depannya.
Sayangnya, wanita yang terlibat arogan itu sama sekali tidak mengindahkan permohonan pria tua tersebut.
" Tidak! Apa kau tahu, aku menanam modal untuk mendapatkan untung. Tapi lihatlah, sudah beberapa bulan keuntungan yang ku terima hampir tidak ada. Amat disayangkan jika aku harus menghabiskan uang ku di tempat ini. Akan lebih menguntungkan jika aku mengalihkan uang ini di tempat lain yang lebih menguntungkan. "
" Tolong, beri saya kesempatan lagi. " Pria tua itu bahkan bersujud beberapa kali.
" Tidak ada lagi kesempatan. Ingat, untuk mengembalikan semua uang ku besok atau kau akan kehilangan toko ini sebagai gantinya. "
Di dalam kereta kuda,
" Nyonya, Bagaimana sandiwara ku tadi? apa aku sudah berperan dengan sangat baik? " Tanya wanita bercadar yang sebelumnya bertindak sebagai Bos Zi.
" Sekarang terlihat jauh lebih baik. Kau cukup meyakinkan sekarang. " Puji wanita paruh baya yang sebelumnya di panggil dengan sebutan Nyonya.
" Sekarang kau harus tetap fokus agar mereka tidak curiga. Ingat Xiao Lu, jangan sampai kau membuat kesalahan yang akan membuat gagal rencana kita. "
Wanita bercadar yang di panggil Xiao Lu itu mengangguk patuh. " Aku mengerti. "
Setelah hening beberapa saat, Xiao lu kembali bertanya.
__ADS_1
" Nyonya, kenapa kau hanya menarik modal dari usaha yang akan gulung tikar? kita akan mendapatkan lebih banyak uang jika menarik modal di tempat usaha yang sedang berkembang juga. Bila perlu kita tarik semua investasi bos Zi di semua tempat usaha. "
Sebuah pukulan mendarat di pundak Xiao Lu. " Apa kau bodoh. Jika aku menarik modal di semua tempat usaha, semua orang akan curiga jika kau bukan bos Zi yang sebenarnya. Alasan aku hanya bertindak di beberapa usaha yang terancam gulung tikar, karena itu tampak lebih masuk akal. Orang bodoh juga pasti akan berpikir bahwa apa yang kau lakukan wajar. Mereka pasti akan berpikir bahwa tak seharusnya kita menyia-nyiakan uang di tempat itu. "
" Ingat, jangan terlalu serakah atau kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Aku sudah melakukan usaha keras untuk membuat mu berperan sebagai bos Zi. Bahkan aku harus menyingkirkan semua pegawai kepercayaan mantan suami ku itu agar penyamaran mu tidak ketahuan. "
Ya, wanita yang di panggil nyonya itu adalah mantan istri Wenran, Song Xi.
" Kita memang harus mengambil sebanyak mungkin tapi tetap dalam batas wajar. " Lanjut Song Xi lagi.
Xiao Lu tak paham dengan konsep sang nyonya yang mengatakan ' mengambil sebanyak mungkin tapi dalam batas wajar. '
Mana ada kata ' batas wajar ' disandingkan dengan kata ' sebanyak mungkin. ' Jadi ia hanya mengangguk seolah mengerti.
" Lalu nyonya, lusa bukankah akan ada upacara peresmian rumah sakit Kekaisaran. Kabarnya bos Zi sebagai investor pendirian rumah sakit ini. Jadi sudah pasti kedatangannya adalah hal yang wajib. Hanya saja apakah aku harus datang nyonya? jujur, aku sedikit bimbang. "
"Kenapa kau bimbang? tentu saja sebagai bos Zi kau harus datang. "
" Tapi aku takut jika bos Zi yang sebenarnya akan datang, nyonya. "
" Kau tenang saja. Sejak dulu, kedatangan bos Zi selalu di wakilkan oleh mantan suami ku. Seandainya wanita itu datang pun , kita bisa katakan pada semua orang bahwa dia lah yang palsu sementara kau yang asli. Lagi pula tak ada yang pernah melihat wajah bos Zi selain Wenran. Aku yakin tak akan ada yang tahu siapa yang palsu dan siapa yang asli. "
" Tapi.. " Masih saja Xiao Lu ragu.
" Sudahlah. Yang penting kau harus terlihat meyakinkan ketika berperan sebagai bos Zi. Seandainya bos Zi asli muncul, itu jauh lebih baik. kita bisa diam-diam menyingkirkannya. Setelah itu, kita tidak perlu lagi melarikan diri dan seluruh serikat dagang Zi akan menjadi milik kita. "
'Tentu saja setelah itu, aku akan membunuh mu dan mengalihkan seluruh kekayaan ini hanya untuk ku. ' Batin Song Xi dengan rencana liciknya.
__ADS_1