
Masalah lizhong sudah selesai, dan pembukaan chuntian tinggal menghitung hari. Semua persiapan baik kasino maupun host clubnya sudah hampir selesai. Kini saatnya menagih hutang tiantang. Ziyan berencana menggunakan para relasi tiantang sebagai tamu undangan pada pembukaan kasinonya. Karena host club masih belum sepopuler rumah bordir, jadi ziyan ingin fokus terlebih dulu pada kasinonya. Setelah kasinonya dibuka dan dikenal, secara otomatis host clubnya juga akan mengikuti.
"Xiaoqi, berikan surat ini pada yelu. Sudah saatnya menagih hutang mereka. "
Xiaoqi mengerti maksud ziyan. Setelah menerima suratnya, ia segera meluncur menuju tiantang.
"Nona. Seorang pelayan kediaman utara datang dan menyampaikan pesan bahwa tuan besar mencarimu. Beliau menunggu di ruang kerjanya. "
"Baik. Ayo kita pergi sekarang." Ziyan bersiap menuju ke kediaman utara. Namun saat hendak melangkah keluar, ia teringat sesuatu. Ia menoleh dan menatap snowy. " Jangan terlalu banyak makan. Lakukan pekerjaanmu bakar kalorimu. Jangan sampai kau bertambah gemuk karena kurang bergerak. "
Setelah mengucapkan kata-katanya, ziyan segera meninggalkan snowy yang masih tercengang.
Yaoyao sendiri sebenarnya ragu dengan kucing nonanya tersebut. Kucing ini sangat pintar seakan mengerti apa yang diucapkan manusia.
"Ayah, kau mencariku. " Ziyan bertanya dari luar ruang kerja ayahnya, sekaligus memberitahunya bahwa ia sudah datang.
"Masuklah."
Ziyan membuka pintu, dan sebelum ia menutupnya. Tuan mo meminta yaoyao untuk berjaga di luar pintu agar tak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
"Kau sudah tahu bahwa ulang tahun Huang Guifei akan di adakan sebulan lagi. "
Ziyan cukup terkejut dengan topik yang di bahas ayahnya ini. Kalau menyebut ulang tahun bukankah berarti harus ada hadiah. Apakah ayahnya ini akan bertanya hadiah apa yang akan ia siapkan. Tapi sepertinya tidak sesederhana itu. Pasti ada hal lain yang lebih besar yang akan terjadi di ulang tahun Huang Guifei.
"Belum. Apakah ada yang spesial dengan ulang tahun itu ayah. "
Mo yincheng diam menatap putrinya tersebut. Lalu menghela napasnya. "Itu benar. Yang mulia kaisar berencana mengumumkan pertunanganmu dengan pangeran pertama. "
Sekarang giliran ziyan yang diam menatap ayahnya.
__ADS_1
" Owh. "
Dan hanya Itu respon yang bisa ziyan berikan.
Ia tahu hal ini akan terjadi cepat atau lambat. Dan dirinya sudah bertekad akan mempersiapkan hatinya untuk tidak terkejut begitu hari ini tiba. Tapi tetap saja, ternyata cukup mengejutkan juga.
"Jadi... apakah kau sudah siap? "
"Ayah... bisakah pertanyaanmu lebih spesifik? yang kau tanyakan sudah siap itu perasaanku atau hadiah untuk Huang Guifei? "
Mendengar jawaban putrinya tersebut. Mo yincheng hanya bisa tertawa, karena itu berarti putrinya sudah siap secara mental. Karena setelah pertunangan ini di umumkan, mereka yang menginginkan kekuasan militer Sima Rui, pasti akan menargetkan dirinya juga.
Hal itu tentu saja sudah di pahami ziyan jauh sebelum pemberitahuan hari ini. Karena itulah ia tak ingin menggunakan identitas aslinya untuk membuka tempat usahanya. Jangan sampai status tunangan pangeran pertama merusak mata pencahariannya.
"Karena itu berhati-hatilah mulai sekarang. " Mo yincheng kembali memperingatkan putrinya.
"Pasti ayah. Lalu bagaimana dengan hadiah untuk Huang Guifei? Aku tidak tahu benda apa yang harus aku berikan. "
Mo yincheng berpikir sejenak. Karena ini merupakan hadiah ulang tahun, sekaligus hadiah pertama sebagai calon menantu, sudah pasti harus sesuatu yang terbaik. Sebuah tempat tiba-tiba muncul di kepala yincheng.
"Pelelangan. Yaner, kau bisa mendapatkan barang langka di pelelangan. " mo yincheng ingat, tempat itu sering sekali melelang barang langka.
Pelelangan. Benar juga. Aku akan ke sana hari ini juga.
***************************
Ziyan pergi hanya bersama xiaoqi. Ia memang sengaja meninggalkan yaoyao dirumah, ia memintanya untuk mengawasi para pelayan yang beberapa merupakan mata-mata yuefeng.
Ziyan tiba di sebuah bangunan besar bertuliskan 'Paimai'. Gedung pelelangan tersebut cukup besar. Bahkan lebih besar dari paviliun chuntian maupun tiantang.
__ADS_1
Ziyan memutuskan untuk langsung masuk kedalam. Saat dirinya baru melangkah masuk dan melihat sekeliling. Seorang pelayan menghampirinya.
"Nona, apakah anda disini penjual atau pembeli? "
Itulah pertanyaan yang biasa pelayan paimai tanyakan saat menyapa pelanggan mereka. Kenapa harus ada pertanyaan itu? Karena paimai bisa menerima siapapun untuk menjual barang, asalkan barang itu adalah barang langka dan berkualitas tinggi. Sedangkan jika Pembeli, paimai membatasi hanya bangsawan yang diperbolehkan membuat penawaran. Hal ini karena harga barang di paimai relatif mahal. Maka rakyat biasa sudah pasti tidak akan sanggup membelinya dan sekaligus mencegah terjadinya penawar palsu. Maksudnya ialah orang yang menawar dan berhasil mendapatkan barang, namun tidak bisa melakukan pembayaran. Hal itu telak merugikan pihak paimai. Jadi untuk mencegah semua hal tersebut. Pihak paimai selalu membedakan pengunjung sebagai pembeli dan penjual.
"Pembeli." Lalu ziyan menunjukan token identitasnya pada pelayan tersebut.
Pelayan tersebut mengambil token emas ziyan lalu memeriksanya. Setelah dipastikan bahwa itu asli, ia mengembalikan token tersebut dan memberikan nomor lelang. Nomor lelang ialah papan nomor yang digunakan untuk menawar barang. Jadi kita tidak akan menggunakan nama kita sebagai Identitas melainkan nomor lelang. Kerahasiaan Identitas pembeli menjamin keamanan barang setelah didapatkan.
Seorang pelayan yang bertugas mengantarnya membawa mereka ke sebuah ruangan yang ada di lantai dua. Karena keluarga Mo adalah bangsawan Houjue, maka ia mendapatkan ruang lantai dua. Berdasarkan penjelasan pelayan tersebut, semakin tinggi lantainya semakin tinggi pula status kebangsawanannya. Dengan kata lain, lantai tiga untuk keluarga kerajaan dan Gongjue (Duke), lantai dua houjue (marques) dan bojue (count), lalu lantai satu zijue (viscount) dan nanjue (Baron).
" Ini ruang anda nona. Silakan panggil kami jika anda membutuhkan sesuatu. " ucap pelayan tersebut sebelum meninggalkannya.
Ziyan memperhatikan ruangan ia berada, ukurannya tidak terlalu besar namun cukup nyaman. Ziyan melihat ke arah panggung di lantai satu yang ada diluar ruangan. Saat ini sedang berlangsung sebuah penawaran terhadap mutiara hitam yang ukurannya cukup besar. Dikatakan benda itu berasal dari kedalam laut yang ada di negara shu.
Jika mendengar cerita dari ayahnya mengenai Huang Guifei. Sepertinya memberikan mutiara hitam tidak begitu cocok untuknya. Jadi ziyan memutuskan menunggu barang lelang lain.
Empat barang lelang sudah selesai dilelang. Namun tidak ada yang sesuai dengan perspektif ziyan. Saat dirinya hampir kehilangan minat, ia melihat benda yang baru saja dikeluarkan. Itu sepasang gelang giok hijau dengan ukiran naga di sisinya. Meski ia tak bisa melihat ukirannya karena jarak yang jauh. Tapi seperti itulah yang petugas lelang itu katakan. Kualitas gioknya pastilah yang terbaik, warna hijaunya tampak menyala. Baiklah, sudah diputuskan ia akan mengambil barang ini.
Ziyan mulai memberikan penawarannya. penawaran dibuka dengan 10 tael, semakin lama semakin tinggi harga yang ditawarkan. Dan tampaknya ada pihak lainnya yang juga begitu menginginkannya. Orang itu ada di lantai tiga. Sudah jelas dia pasti bangsawan Gongjue. Namun ziyan tidak akan kalah begitu saja. Bagaimanapun ia harus mendapatkannya.
Ziyan kembali mengeluarkan nomornya. "500 ! ". Kali ini ia langsung melompat dari harga terakhir yang ditawarkan 380 langsung ke 500.
" 500...wow ! ruang 23 menawar 500. Apakah ada yang lain. Jika tidak ada. Maka akan aku hitung mundur. 500 pertama..... 500 kedua...... " petugas lelang masih mengedarkan pandangannya mengantisipasi bila ada yang memberikan penawaran lain. Karena sepertinya sudah tidak ada lagi yang berniat menawar. Ia putuskan untuk melanjutkan hitungannya. "500 ketiga.... Selamat giok naga menjadi milik ruang 23. Terjual seharga 500 ribu tael emas. "
Ziyan menyembur teh yang sedang diminumnya.
"Apa barusan dia bilang? 500 ribu tael emas bukan perak. Kenapa transaksinya langsung menggunakan emas bukan perak. " Ziyan begitu terkejut sampai ia tak sadar bahwa xiaoqi sedang tercengang melihat reaksi histerisnya.
__ADS_1
Nona mudanya yang selalu tampak tenang dan percaya diri. Kini terlihat histeris dan terkejut saat petugas lelang menyebut harga sesungguhnya. Sebenarnya sudah dikatakan oleh pelayan sebelumnya, bahwa semua transaksi menggunakan emas dan dibulatkan dalam satuan ribu. Namun karena ziyan tidak begitu fokus mendengarkan jadi info penting itu berubah menjadi angin lalu.
Dan tanpa ziyan sadari, seseorang yang ada di lantai tiga yang sejak tadi memberikan penawaran melawannya, sedang tertawa saat mengetahui reaksi gadis tersebut.