Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 151


__ADS_3

" Bagaimana dengan persiapannya? " Tanya Sima rui masih dengan suara lirih.


" Semuanya sudah selesai. Malam ini akan menjadi malam yang tidak akan pernah wanita itu lupakan. " Sima Yan tersenyum dengan seringai licik dan sorot mata tajam.


Ia menyalahkan wanita yang menjadi ibu suri itu untuk nasib sialnya yang harus bersembunyi di balik pakaian wanita yang sedang dikenakannya ini.


Tahu jika sudah waktunya eksekusi. Sima rui pun bersiul, memberikan tanda untuk Aying agar menyingkirkan tikus yang sejak tadi memantau dirinya. To mu yang sedari tadi fokus pada sima rui tidak menyadari serangan tiba-tiba Aying. To mu berhasil menghindar namun ia mendapatkan luka pada lengannya akibat sabetan pedang Aying.


Ia mengeram saat mendapati lengannya berdarah. Aying kembali menyerang To mu. Untuk yang kesekian kalinya To mu berhasil menghindar.


" Pantas disebut tangan kanan ibu suri. Tidak buruk. " Gumam Sima rui.


Sima rui berdiri dan meninggalkan kolam. Sima Yan tahu apa yang akan di lakukan sang kakak. Jadi ia menyingkir dan memutuskan berdiri di pojokan.


To mu terhempas ketika sebuah tendangan tiba-tiba menyerangnya. Ia memuntahkan seteguk darah merasakan sakit dan sesak di dadanya. Baru saja merasakan sakit, To mu kembali terkejut saat sebuah pedang berada di lehernya. Ia mengangkat kepalanya dan melihat Sima rui yang menatap datar dirinya.


" Sepertinya kau kurang berlatih. Menangkap satu tikus seperti ini saja, sampai aku juga harus turun tangan. " Ejek Sima rui pada Aying tanpa melepas tatapannya pada To mu.


" Maaf Yang mulia. " Ucap Aying.

__ADS_1


Sima rui sebenarnya tahu bukan Aying yang malas berlatih. Namun kemampuan To mu yang berada di atasnya. Jika bukan karena pria itu yang lengah, mungkin serangan pertama Aying sudah di pastikan meleset.


" Tampaknya ibu suri begitu menaruh perhatian padaku sampai mengirim mu langsung untuk mengawasi ku. "


Namun To mu sama sekali tak menjawab. Ia memilih bungkam.


" Baiklah jika kau sama sekali tak ingin bicara. " Lalu memberikan perintah pada Aying. " Bawa dia dan berikan dia pelayanan terbaik. "


Aying segera mengerti tugas yang harus di kerjakan nya tersebut. Ia menatap To mu dengan pandangan kasihan. Jika itu dirinya, Ia sungguh akan memilih mati dari pada mendapatkan pelayanan terbaik tersebut.


Setelah To mu di lumpuhkan. Sima rui dan Sima Yan segera melakukan apa yang sudah selama ini mereka rencanakan.


Sementara Sima Yan yang sudah berganti kostum lengkap dengan baju zirahnya juga tengah bergabung dengan prajurit yang ia pimpin. Kali ini mereka akan membuat kekacauan di istana.


Langit malam ibu kota yang awalnya sunyi hanya berisi bintang dan bulan. Tiba-tiba ramai dengan puluhan kembang api. Membuat takjub rakyat ibu kota dengan keindahan dalam setiap ledakannya.


Namun suasana lain terjadi di istana. Prajurit Sima rui yang sejak awal berada di luar gerbang mulai memaksa masuk. Sementara Prajurit Sima Yan yang sudah sejak awal masuk diam-diam ke dalam istana langsung menyerang dari dalam.


Kekacauan benar-benar terjadi. Prajurit pendukung ibu suri tak menyangka bahwa mereka akan mendapatkan serangan seperti ini. Selain kalah jumlah, karena tidak adanya persiapan, dengan mudah akhirnya mereka di lumpuhkan.

__ADS_1


Sima rui segera menuju istana ibu suri. Situasi di tempat ini juga tidak jauh berbeda. Para pelayan dan Prajurit yang memihak ibu suri semuanya di lumpuhkan.


" Beraninya kau melakukan semua ini di istana ku! " Pekik ibu suri begitu melihat Sima rui.


" Aku hanya menjalankan sesuai perintah Kaisar. " Sahut Sima rui.


" Dasar pembohong. Bagaimana bisa kau mengatakan atas perintah Kaisar sementara ia sendiri terbaring tak sadarkan diri. " Cibir ibu suri.


" Kau benar. Kaisar tak sadarkan diri dan itu semua karena perbuatan mu. " Ucap Sima rui santai seolah itu bukanlah masalah besar.


" Pengawal! seret dan bawa ibu suri ke penjara. " Perintah Sima rui.


Kedua prajurit yang sejak tadi mencengkram tangan bu suri langsung menjalankan perintah Sima rui.


Ibu suri memberontak, " Lepaskan aku. Beraninya kalian memperlakukan ku seperti ini. Lepaskan! " Teriaknya.


" Sima rui, lihat saja. Para menteri dan bangsawan tidak akan tinggal diam. " Ancam ibu suri sebelum kembali di seret.


***********

__ADS_1


__ADS_2