Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 170


__ADS_3

Hari ini istana resmi melantik Yelu sebagai menteri perdagangan dan perekonomian. Bahkan Sima rui juga sudah berangkat ke istana sedari pagi. Banyak yang tak menyangka bahwa pemuda itu akan mendapatkan jabatan tersebut. Tentu saja Yelu juga tak akan mau jika Sima shao tak memaksanya. Dengan menggunakan orang tua Yelu, Sima shao berhasil membujuk Yelu menerima jabatan tersebut.


Kembali mundur beberapa hari sebelumnya. Dimana saat Sima shao meyakinkan yelu.


" Tolong Yang mulia, tarik kembali perintah anda. Saya merasa kemampuan saya masih kurang. Dan jika saya menerimanya, sudah pasti hanya akan menjadi beban bagi kerajaan ini. " Tolak Yelu, ia bahkan sampai sujud karena takut menyinggung orang nomor satu di Kerajaan jin tersebut.


Sima shao hanya menatap datar yelu, sama sekali tak ada jejak kecewa di matanya. ia tahu jika alasan Yelu menolak jabatan tersebut karena merasa kurang mampu. Tanpa menanggapi penolakan yelu, Sima shao kembali berbicara.


" Sebagai pengusaha, kau pasti mengenal bos zi? "


Yelu tak mengerti kenapa kaisar menyebut nama bos zi. Tapi jelas yelu tahu siapa dia. Jadi dengan jujur yelu menjawab. " Iya Yang mulia. Meski tak mengenalnya, tapi saya tahu siapa bos zi. Orang berbakat yang mampu mengembangkan banyak usaha kurang dari setahun. Ia juga berhasil meningkatkan perekonomian kerajaan dengan menjadi investor bagi rakyat yang berniat membuka usaha. " Cerita yelu dengan mata berbinar.


Kedua sudut bibir Sima shao terangkat. " Dia akan menjadi penasehat mu. Jika kau membutuhkan rekan untuk bertukar pikiran. Carilah dia di Chuntian. "


Melihat ekspresi yelu yang masih tak mengerti. Sima shao kembali berbicara. " Kau tak perlu bingung. Sebelumnya, aku memintanya mengambil posisi ini. Namun ia menolaknya dan justru mengajukan nama mu sebagai gantinya. Ia berdalih bahwa kesibukannya sudah banyak dan tak ada waktu untuk mengurus urusan resmi negara. Namun ia setuju jika sekedar menjadi penasehat. "


Yelu mulai mencerna ucapan Sima shao. ' Bos zi akan menjadi penasehatnya.' Batin yelu.


Sungguh itu menjadi letupan kejutan di kepala yelu. Idolanya akan menjadi penasehatnya. Apakah ia sedang bermimpi.


Tanpa sadar yelu menampar pipinya. " Aw! ! " Pekik yelu mengejutkan Sima shao yang langsung memandang aneh yelu.


' Ada apa dengannya? aneh sekali. Kenapa aku mulai ragu dengan keputusan ku. ' Batin Sima shao saat melihat tingkah aneh yelu.


Sebenarnya, diam-diam yelu mengidolakan bos zi. Sebagai pemuda dengan jiwa pengusaha yang mencintai uang. Yelu kagum akan sepak terjang bos zi. Pasalnya dalam waktu kurang dari satu tahun. Bos zi berhasil mengembangkan usahanya dari hanya satu usaha di Chuntian menjadi puluhan usaha di ibukota. Dan yang terbaru adalah pembangunan dermaga guna mendukung transportasi sungai.


Dan sekarang setelah pelantikannya. Tanpa membuang waktu ia bergegas pergi ke chuntian berharap bisa bertemu sang idola.


Kenyataan memang tidak selalu sama dengan ekspetasi. Semangatnya saat memikirkan akan bertemu idolanya harus layu saat ternyata ia tak bisa bertemu dengan bos zi.


" Maaf tuan yelu. Bos kami sudah memberitahu bahwa jika kau datang dan memiliki kendala atau pertanyaan. Kau bisa menulisnya pada sehelai kertas dan kami akan meyerahkannya pada bos kami. Secepatnya bos kami akan segera memberikan respon. Jadi silakan tulis apa yang ingin anda sampaikan. " Ucap wenran sembari memberikan kertas pada yelu.


Yelu meraih kertas tersebut dengan lemas. Ia menghela napas melepaskan kekecewaannya. 'Yah setidaknya aku masih bisa berkomunikasi dengannya meskipun melalui selembar kertas. ' Hibur yelu dalam hati. Kemudian ia pun menulis apa yang ingin ia sampaikan pada idolanya tersebut.


Wenran masih memperhatikan yelu. Ia bisa melihat wajah kecewa yelu karena tak bisa bertemu dengan bosnya. Wenran sangat tahu, di ibukota ini siapa yang tak ingin bertemu dengan bosnya, maka jawabannya tidak ada. Semuanya berharap bisa bertemu dengannya.


Alasan? tentu saja mereka memiliki segudang alasan. Dari sekedar menghilangkan rasa penasaran, investasi, hingga lawan yang senantiasa ingin menjatuhkannya.

__ADS_1


" Ini.. " Yelu memberikan kertas yang sudah ia tulis pada wenran. " Tolong secepatnya berikan kabar jika sudah ada jawaban. " Ucap yelu dengan sungguh-sungguh.


Wenran tidak menjawab, ia nanya menganggup sebagai respon.


Setelah yelu hilang dari pandangannya, segera wenran pergi ke ruangan bos zi untuk meletakkan kertas tersebut. Ia sendiri juga tak tahu kapan pastinya atasannya tersebut datang. Jadi dari pada menunggu dalam ketidakpastian lebih baik ia langsung meletakkannya.


**********


Kediaman Sima rui.


Seorang pelayan memberi tahu ziyan kedatangan chufeng. Ia penasaran apa yang membuat saudaranya tersebut tiba-tiba datang menemuinya. Jadi begitu mendengarnya, ziyan segera menyuruh wanita itu masuk.


Chufeng menunggu di ruang tamu. Para pelayan membawakan beberapa kudapan dan teh untuk menemani saudara tuannya tersebut.


" Maaf membuatmu menunggu. "


Chufeng menoleh ke arah pintu begitu mendengar suara seseorang yang sejak tadi ditunggunya. Reflek ia tersenyum menyambut ziyan.


" Tidak kak. Justru aku yang seharusnya meminta maaf karena berkunjung tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. " Ucap chufeng bersalah. Bagaimana pun saudarinya itu sekarang adalah Permaisuri putri. Jadi sudah seharusnya ia lebih menghormati dan tidak bertindak sesuka hati seperti saat ini. Jadi chufeng tanpa sadar menjaga jaraknya.


Chufeng tersenyum, ternyata saudarinya tak berubah sama sekali. Ia masih sama, baik dan tidak sombong. Padahal jika itu orang lain, mungkin saja mereka akan memandang rendah yang lain.


Setelah ziyan puas bertanya seputar kabar keluarga Mo di kediaman. Akhirnya ia pun kembali ke topik utama. " Jadi kenapa kau kemari chufeng? bukan aku melarang atau membatasi kau kemari. Aku senang kau kemari. Tapi melihat kesibukanmu selama ini, pasti ada sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku. "


Mata chufeng berkaca-kaca menatap ziyan. Bingung, haruskah ia menceritakan masalahnya.


" Katakan chufeng. Aku kakakmu, Jadi buang keraguanmu. Aku harap bisa meringankan masalahmu setelah mendengarnya. " Kata ziyan setelah melihat keraguan di wajah chufeng.


Chufeng membuang napas frustasi. Lalu mulai membuka mulutnya. " Sepertinya aku ingin membatalkan pertunangan ku dengan yelu kak. "


" Hah? tunggu tunggu. Kau bilang apa? " Ziyan berharap telinganya bermasalah. Karena itu ia meminta chufeng mengulang lagi apa yang ia katakan.


" kakak tidak salah dengar. Aku ingin membatalkan pertunangan ku dengan yelu. " Ucap chufeng pasti.


" kenapa? " Tanya ziyan menunjukan simpati.


Kembali chufeng menghela napas. " Ada banyak faktor yang membuatku berpikir ulang perihal hubungan kami. Salah satunya karena yelu sudah tak mencintai ku lagi kak. Ia mencintai orang lain. "

__ADS_1


Kening Ziyan terajut. Ia yakin bahwa yelu tidak memiliki wanita lain. Seperti itulah laporan Heilong saat ia menugaskan mereka menyelidiki yelu saat keduanya akan bertunangan. Belum juga genap tiga bulan pertunangan keduanya. Secepat itukah yelu mendapatkan wanita idaman lain? Ziyan sejujurnya ragu akan hal itu. Jadi sekali lagi ia menanyakan keseriusan zhufeng.


" Chufeng, ini bukan hal yang bisa kau jadikan candaan. Apa kau sudah memastikan sendiri bahwa yelu memiliki wanita lain? "


Chufeng diam, kemudian menggeleng. Namun selanjutnya ia mengangguk. Membuat ziyan menganga lebar karena bingung dengan tanggapan chufeng.


" Jadi apa yang benar. Kau melihatnya sendiri atau tidak? " Tanya ziyan sekali lagi.


" Aku tak pernah melihatnya kak. Hanya saja ia selalu memuji dan membicarakannya. Bahkan wanita itu juga yang membantu yelu sehingga ia bisa menjadi menteri seperti saat ini. " Terdengar suara chufeng yang bergetar. Ziyan bisa melihat raut kesedihan pada wajahnya.


' Dasar bajingan. Beraninya dia mempermainkan perasaan chufeng! ' Ziyan mengutuk yelu dalam hati.


Kini ziyan menyesal karena merekomendasikannya pada Yang mulia. Jika tahu kebusukan yelu lebih awal. Sudah pasti ia akan memukul pria itu alih-alih memberikannya kemuliaan. Namun nasi sudah menjadi bubur. Tidak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi.


Kini ziyan yang menghela napas. Ia harus berpikir jernih. Ia tak ingin membuat keputusan yang salah, yang nantinya membuat chufeng menyesal. Jadi alih-alih mengikuti kekesalannya pada yelu, ia mencoba bersikap bijak.


" Karena kau tak pernah melihatnya. Mungkin saja itu hanya sebuah kesalahpahaman. Kau tahu, kadang apa yang kita lihat tidak selalu benar. Jadi lebih baik kau mencari buktinya terlebih dahulu. Jika memang yelu bersalah. Kau bisa memutuskan pertunangan dengan menggunakan bukti tersebut. Meski status keluarga yelu tak setinggi keluarga Mo. Tapi tetap tak bisa bertindak sembarangan. Jika tidak, Orang-orang akan berpikir bahwa keluarga Mo menindas keluarga Han. " Cerca ziyan menjelaskan.


Marga yelu adalah Han, Han yelu.


Ziyan sendiri sebenarnya kurang yakin apakah keluarga Han mau menerima. Bukan tanpa alasan ziyan ragu, mengingat negara ini yang masih memandang wajar poligami. Bagi mereka, seorang pria wajar jika memiliki beberapa selir. Dan itulah yang ziyan khawatirkan.


" Aku mengerti kak. " jawab chufeng.


" Jadi apakah kau tahu siapa wanita yang disukai yelu itu? " Tanya ziyan penasaran.


Chufeng diam. Mulutnya seolah terkunci enggan menyebut nama saingan cintanya tersebut.


" Jika kau tak ingin menyebutnya. Maka tak usah. " Ziyan tak ingin memaksa chufeng.


Chufeng menggeleng. " Wanita itu bernama bos zi. "


Ziyan tersedak, kue yang sedang dikunyahnya tersangkut di tenggorokan. Ucapan chufeng berhasil mengejutkannya. ' Apa yang baru saja ia bilang, bos zi. ' Ziyan menepuk dadanya yang terasa sesak.


**********


Dukung author yukzz... dengan like, komen, dan juga vote. Biar authornya semangat updatenya. Dukungan kalian sangatlah berarti. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2