Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 205


__ADS_3

Malam tiba dengan cepat. Ziyan sudah merebahkan tubuhnya di ranjang hendak beristirahat. Mencoba memejamkan matanya, ziyan memutuskan untuk menghitung anak domba agar dirinya cepat tertidur. Saat dirinya fokus menghitung, terdengar suara aneh yang membuat seluruh angka hitungannya berjatuhan.


Suasana sunyi saat malam hari membuat ziyan bisa mendengar suara sedikit lebih jelas. Merasa terganggu, ziyan memutuskan untuk menempelkan telinganya di dinding yang menjadi pemisah antara kamarnya dengan kamar lain. Mencoba menguping apa yang sebenarnya terjadi di samping kamarnya. Ia bisa mendengar sedikit keributan. Rasa ingin tahunya membuat ziyan membuka sedikit pintu untuk mengintip situasi.


Ziyan melihat dua orang pria bermasker, satu sedang memanggul sesuatu di punggungnya. Meski di dalam karung goni, ziyan bisa menilai dari besarnya benda tersebut bahwa itu adalah manusia. Keduanya tampak sedang berbicara dengan seseorang yang ada di dalam kamar. Sayangnya ia tidak bisa melihat seperti apa wajah orang tersebut. Tapi ziyan tahu bahwa ia adalah seorang wanita


Keduanya pergi, sementara orang yang ada di kamar kembali menutup pintu. Ia dilema antara mengikuti dua orang itu atau memantau orang yang ada di dalam kamar. Ziyan perlahan mengetuk pintu kamar xiaoqi yang ada di samping kamarnya.


" Xiaoqi... xiaoqi.. " Lirih ziyan memanggil.


Xiaoqi yang memang sejak tadi siaga menjaga ziyan, langsung membuka pintu begitu mendengar ketukan. Ziyan langsung menyelonong masuk begitu pintu xiaoqi terbuka.


" Mereka sudah bergerak. Tapi masih ada teman mereka di kamar sebelah. Lebih baik kita bagi dua tim. Aku akan mengikuti dua orang yang membawa korban. Sedangkan kau pantau orang yang ada di kamar itu. "


" Tidak wangfei. Saya menolak. Saya tidak bisa mengabaikan keselamatan anda. Jika sampai terjadi sesuatu dengan anda maka Yang mulia tidak akan membiarkan saya hidup. " Tolak xiaoqi.


Ziyan berdecak. " Ck. Kau ini orang ku atau orang sima rui. Kenapa kau lebih patuh padanya? " Kesal ziyan.


Xiaoqi diam tidak menjawab.


Jika tidak mengingat janjinya pada sima rui, ziyan akan memilih mengikuti dua orang itu sendiri. Meski hal itu memiliki resiko lebih besar.


" kalau begitu mari kita ikuti kedua orang yang membawa korban itu. " Ziyan segera menarik xiaoqi keluar. Ia akan fokus menemukan tempat persembunyian mereka. Baru sisanya mengurus para kaki tangannya.


Beruntung langkah ziyan dan xiaoqi cepat hingga keduanya berhasil menemukan kedua pria itu. Ziyan masih mengamati mereka dari jarak yang cukup jauh namun masih terjangkau.


Ziyan menatap heran kedua pria itu yang berhenti bergerak seolah menunggu seseorang. Karena terlalu fokus ke depan. Ziyan tak sadar ada sepasang mata yang melihat dirinya dan xiaoqi.


Sebuah pukulan di leher ziyan membuat wanita itu tak sadarkan diri. Xiaoqi yang hendak melihat si penyerang kalah cepat hingga sebuah bubuk putih menerpa wajahnya membuat pandangannya kabur. Namun ia masih bisa melihat sebuah seringai di wajah orang yang di kenalnya tersebut.


" Kau! " Ucap lemah xiaoqi sebelumnya dirinya jatuh tak sadarkan diri.

__ADS_1


Pria itu bersiul, membuat kedua pria itu menoleh dan berlari ke arahnya.


" Siapa mereka? " Tanya salah seorang dari dua pria bermasker itu.


" Mereka mengikuti kalian. Apakah kalian bodoh sampai tak menyadari keberadaan mereka? " Pekik pria yang menyerang ziyan dan xiaoqi tersebut.


" Maafkan kami xumu. kami sedikit lengah. " Benar sekali, pria itu adalah xumu. Ia adalah salah satu pemburu para gadis dan pria muda yang kemudian akan mereka culik.


Ia mendengus kesal karena kecerobohan kedua rekannya tersebut hampir saja tempat persembunyian mereka terekspos.


" lalu apa yang akan kita lakukan dengan mereka? Apakah kita akan membunuhnya? "


" Tidak. Kau bawa si pria. Aku akan membawa yang wanita. " Xumu memerintahkan salah satu rekannya yang tidak memanggul korban untuk membawa xiaoqi. Sedangkan xumu, ia sudah berjongkok dan membawa ziyan di punggungnya.


Setelah itu ketiganya pergi dengan membawa manusia di masing-masing punggungnya.


*********


" Apa kalian tidak bisa mengalahkan kelompok itu? Dasar lemah! " Bentak sima rui pada dua penjaga yang bertugas menjaga ziyan itu. Keduanya hanya bisa menunduk pasrah.


" Aying. Seret dan hukum mereka. Karena gagal melakukan tugasnya. " perintah sima rui.


" Baik Yang mulia. " Dan kedua penjaga itu pun di seret oleh rekannya yang lain tanpa perlawanan untuk menerima konsekuensi hukuman.


" Yang mulia apa kita akan melakukan pencarian? " Tanya aying.


" Kirim beberapa bawahan mu untuk melakukan pencarian. Fokus untuk mencari di sekitar lokasi hilangnya istriku. Jika istriku ditemukan, jangan langsung bergerak. Pantau dan awasi dulu. Jika memang pergerakan mereka membahayakan nyawa istriku barulah kalian bisa bergerak. Cukup bunuh dan musnahkan semua. " Perintah Sima rui.


Aying segera menghilang untuk menjalan perintah Sima rui.


Sendiri di ruang bacanya membuat pikiran Sima rui semakin tidak tenang. Ia memegang dadanya yang terus berdebar karena khawatir. Meski ia tidak meragukan kemampuan istrinya. Tapi tetap saja ada kekhawatiran akan keselamatannya.

__ADS_1


" Tolong tetaplah baik-baik saja. " Gumamnya pada diri sendiri.


********


Ziyan terbangun dari pingsannya.


" Ish.... " Ia meringis sakit saat menggerakkan lehernya. Ia pegangi leher bagian belakangnya.


Ziyan mengedarkan pandangannya, menyadari bahwa saat ini dirinya berada di sebuah sel bersama beberapa wanita. Ada total tujuh wanita yang berada di sel bersama dengannya.


" Kau sudah sadar? " Ziyan menoleh ke samping dimana seorang gadis berbicara padanya.


Ziyan tidak berbicara hanya mengangguk pelan. Kemudian ziyan menyapu pandangannya pada para wanita yang ada di sana.


" Kita dimana? " Tanya ziyan


" Aku tak tahu kita dimana. Tapi yang jelas orang-orang yang menculik kita akan menjual kita ke pelelangan ilegal. " Jelasnya.


" Lalu apa yang akan terjadi setelah kita terjual? " Tanya ziyan penasaran.


Gadis itu menatap ziyan iba. Ia tak tega jika harus mengatakan kemungkinan apa saja yang bisa terjadi saat mereka terjual.


" Jika beruntung kita masih bisa tetap hidup. Namun tidak jarang, mereka akan berakhir dengan kematian. " Gadis itu memberitahu dengan suara bergetar. Kemudian ia kembali melanjutkan. " Salah satu temanku menjadi korban mereka. Dia di temukan tewas dengan... " Ia mengambil napas panjang seolah mengirup tenaga tambahan untuk melanjutkan kalimatnya. " Seluruh kulit di tubuhnya terkelupas. Ia dikuliti hidup-hidup hingga hanya daging yang terlihat. "


Ziyan terkejut, Ia bahkan merinding karena kekejaman yang baru saja di dengarnya. Ia merasa ngilu begitu membayangkan bagaimana sakitnya penyiksaan itu.


Ia memang mendengar dari wang Yi jika pelelangan ilegal tersebut untuk mereka dengan sifat menyimpang. Bahkan psikopat juga termasuk pada penyimpangan tersebut.


Ketika ziyan akan kembali bertanya. Terdengar suara seseorang datang. Alangkah terkejutnya ziyan ketika melihat sosok yang datang tersebut. Matanya bahkan sampai melebar hingga kedua bola matanya nyaris keluar.


" Kau xumu. dan... Sujin. " Ucap ziyan yang sangat terkejut dengan keberadaan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2