
"AAAHHHHHHH! ! ! "
Prank! !
Amarah sujin yang begitu besar membuat kepalanya tak bisa berpikir dengan jernih. Ia menyingkirkan semua yang ada di atas meja. Pecahan teko dan cangkir berserakan di lantai. Ia langsung melampiaskan kemarahannya begitu tiba di kediaman hong. Rencananya untuk menjebak ziyan gagal. Dan gadis bodoh itu justru jatuh ke biro penyidik. Jika demikian, maka keterlibatannya akan diketahui cepat atau lambat. Karena itu bagaimanapun caranya ia harus menyingkirkan gadis itu, dan menutup mulutnya untuk selamanya.
"Sampaikan pada komandan zhuting bahwa aku memiliki tugas untuknya. "
Pelayan yang menerima perintah sujin segera pergi. Sujin menatap tajam pintu yang baru saja tertutup itu. " Ang liwei! jangan salahkan aku karena bersikap kejam. Salahkan saja kebodohanmu sendiri. "
Keesokan harinya,
Sima Dan memberikan kabar bahwa ia sudah selesai menginterogasi ang li wei. Ia berhasil mengetahui orang yang menyuruhnya untuk menjebak ziyan. Siapa yang akan menyangka bahwa itu semua atas perintah Hong sujin.
"Apa yang akan kau lakukan setelah ini? " (Sima dan)
Ziyan tampak sedang berpikir, " Apakah Li wei juga mengatakan sujin terlibat dengan rumor itu? "
"Tidak. Aku juga menanyakan hal itu. Namun kelihatan ia sendiri juga tidak tahu. Bisa saja orang lain yang melakukannya. Kenapa kita tidak mencari petunjuk lain? "
Petunjuk yang berhasil ziyan dapatkan hanya sebatas pada jiangwu. Jadi ketika jiangwu mengatakan bahwa jiang sier tahu, maka secara otomatis ziyan berpikir kemungkinan sujin juga tahu. Para pendongeng yang ia tanyakan sebelumnya juga tak ada satupun yang mengetahui identitas pelaku. Mereka hanya tahu bahwa itu adalah seorang wanita. Semuanya diberikan uang dan naskah oleh wanita bertudung yang memerintahkan mereka untuk menyebarkan cerita tersebut.
Seorang wanita, tahu detail cerita pertemuannya dengan sima yan, dan memiliki banyak uang. Dari semua petunjuk itu, mengarahkan ziyan pada kesimpulan bahwa itu Hong sujin.
Sebenarnya ziyan tidak terlalu peduli dengan rumor itu jika yang dirumorkan itu memang dirinya yang sebenarnya. Hanya saja saat ini ia menggunakan identitas orang lain. Dirinya bahkan belum berhasil menemukan pelaku sebenarnya yang merencanakan pembunuhan yaner. Tapi sekarang, ia hampir membuat namanya tercoreng karena rumor tersebut. Bagaimana bisa itu membuatnya tenang. Ia tak ingin arwah gadis itu tiba-tiba muncul di mimpinya.
" Aku akan memikirkannya nanti. Kau awasi saja ang liwei, dan untuk laporan hasil interogasinya. Kau sudah menulisnya sesuai yang aku minta kan? " (Ziyan)
Sima Dan mengangguk. " Aku sudah menulis dua laporan. Laporan pertama tertulis sesuai dengan apa yang ang liwei akui, dan laporan kedua, tertulis bahwa ia mengakui semua adalah perbuatannya sendiri. Jadi sujin tak akan menyangka bahwa ang liwei sudah mengungkap semuanya. Apakah ini juga bagian dari rencana mu? " (Sima dan)
" Benar. Selain itu aku juga ingin menyelamatkan nyawa liwei. Menurutmu, gadis seperti sujin yang sanggup melakukan apapun. Apa yang akan ia lakukan jika ingin menutup mulut seseorang. "
Tentu saja membunuhnya. Bagi sujin, membayar seseorang untuk melakukan tugas tersebut adalah hal yang mudah. Dan untuk itu maka yang akan ia lakukan pastinya menyuap salah satu petugas di biro penyidik. Karena itu, Sima Dan sudah menyuruh anak buah kepercayaannya untuk melonggarkan sedikit penjagaan liwei agar memudahkan tikus masuk ke dalam perangkapnya. Sekaligus membersihkan biro penyelidik dari hama yang merusak nama keadilan itu. Dan setelah itu ia akan mengungkap hasil laporan liwei yang palsu, agar sujin berpikir bahwa liwei sama sekali tidak mengungkap keterlibatannya. Jadi itu akan membuat kewaspadaannya sedikit berkurang dan memudah ziyan untuk mencari bukti lain.
" Apakah pangeran pertama memberitahumu kapan ia kembali? aku mengirimnya surat, tapi sama sekali belum mendapat balasan darinya, membuatku khawatir. "
Sima Dan menatap tunangan kakaknya tersebut. Sebenarnya, kemarin ia menerima surat dari kakaknya, yang mengatakan bahwa ia sudah dalam perjalanan kembali ke ibukota. Hanya saja ia meminta Sima Dan untuk merahasiakan kepulangannya dari ziyan. Ia ingin memberikan kejutan untuk gadis itu. Jadi jika tidak ada halangan, maka seharusnya kakaknya akan tiba dua hari lagi.
" Aku menerima surat kakak tapi tidak memberitahu kapan kepulangannya. Kenapa? apakah kau begitu merindukan kakakku. "
Ziyan hanya tersenyum menjawab pertanyaan Sima Dan. 'Mungkin juga. ' Sejak kepergian Sima Rui, Ziyan merasa ada sesuatu yang ikut pergi dengannya juga. Membuatnya setiap hari berharap agar pria itu segera kembali dan muncul di hadapannya.
" Terima kasih atas bantuanmu. Lain kali aku yang akan mentraktir mu. "
"Kenapa kau begitu sungkan. Kau adalah kakak ipar ku. Jadi sudah sewajarnya aku membantumu. "
Keduanya tertawa ringan. Diantara ketiga pangeran, Sima Dan adalah yang paling membuatnya santai ketika mengobrol. Itu membuatnya terkadang sampai melupakan waktu.
Ziyan berpamitan dengan Sima Dan dan segera naik ke keretanya untuk kembali. Mereka bertemu di restoran yang sebenarnya adalah tempat usaha baru milik ziyan. Tentu saja kepemilikan usahanya itu atas nama bos zi. Jadi meskipun ia berada disitu, tak ada satupun dari pegawainya yang mengetahui identitasnya sebagai pemilik.
Dalam waktu singkat, ziyan sudah mengembangkan beberapa usaha di ibukota. Bahkan sekolah dan salon yang dulu ia rencanakan sudah mulai beroperasi. Setiap tempat usahanya di awasi oleh satu anggota Heilong. Hal itu memudahkan ziyan untuk mengawasi dan mendapatkan informasi seputar usahanya tersebut.
Ziyan melihat ke arah luar. "Hari ini sepertinya lebih ramai dari biasanya? "
" Ah mungkin kau tidak tahu nona. Besok adalah festival pertama musim panas. Festival itu akan berlangsung selama dua hari. Hari pertama Festival akan ada pawai lampion yang kemudian akan dilepaskan sebagai permohonan meminta hujan agar pada musim panas ini terhindar dari musibah kekeringan. Lalu barulah pada hari kedua festival, para pria dan wanita muda yang belum menikah, baik bangsawan ataupun rakyat biasa akan ada banyak yang mengunjungi tempat ini. Banyak juga dari mereka yang menemukan jodoh mereka setelah festival. Aku sendiri sudah tidak sabar dan menantikan festival ini. " Wajah yaoyao yang tiba-tiba merah membuat rasa ingin tahu ziyan timbul.
"Hm... seperti ajang pencarian jodoh. Lalu kenapa kau juga merasa tidak sabar. Apakah ada yang kau sukai yaoyao? " Ziyan menggoda gadis itu membuat wajahnya semakin merah.
Ketika asyik bercanda dengan yaoyao, mata ziyan menangkap sosok yang tampak akrab di jalan.
"Xiaoqi berhenti !"
__ADS_1
Xiaoqi yang bertindak sebagai kusir hari ini menghentikan keretanya dengan tiba-tiba, membuat yaoyao dan snowy tersentak.
" Ada apa nona? " (xiaoqi)
Ziyan melihat sekeliling. " Kalian tunggu disini. Aku mau memastikan sesuatu. "
Tanpa menunggu jawaban keduanya, ziyan segera turun dari kereta kudanya dan di ikuti snowy di belakangnya.
Ziyan dengan hati-hati mengikuti gadis yang dikenalnya itu. Perjalanannya berhenti di sebuah restoran. Ia memasuki restoran tersebut. Melihat
gadis itu berjalan menuju lantai dua, maka ziyan pun memesan sebuah ruangan tepat di sampingnya.
Gadis yang sedang di ikuti ziyan itu siapa lagi jika bukan yuefeng. Ziyan merasa aneh mengingat gadis itu sudah diusir dari kediaman mo, tapi kenapa hidupnya tampak lebih mewah dari sebelumnya.
"Silakan nona.. " seorang pelayan mengantar ziyan ke ruangan yang sudah di pesannya.
"Ini ambilah. Aku masih menunggu seseorang jadi aku akan memesan makanan setelah temanku datang. "
Ziyan mengeluarkan satu Liang perak dan memberikannya pada pelayan itu.
Mata pelayan bersinar melihat uang yang diberikan ziyan. Baginya jumlah tersebut sangat besar. Tanpa rasa curiga sedikitpun, ia bergegas mengambilnya dan dengan senang hati meninggalkan ziyan bersama snowy sendiri.
Ziyan menempelkan telinganya pada dinding, begitu juga dengan snowy. Keduanya berusaha mendengarkan apa yang sedang dibicarakan mereka. Karena kebanyakan bangunan zaman ini masih terbuat dari kayu. Otomatis ia bisa mendengar percakapan di ruangan samping meski itu tidak terlalu jelas. Berbeda dengan snowy, yang memiliki kelebihan, ia bisa mendengar pembicaraan dengan sangat jelas.
" Tuan... Bagaimana hasilnya? apakah mereka berhasil melakukannya. "
" Tidak. Siapa yang akan menyangka bahwa putra mahkota akan bersama dengannya saat itu. "
" Wanita jal**g itu benar-benar beruntung. Kita sudah menyebarkan rumor itu, tapi sama sekali tidak menghancurkan reputasinya. Dan sekarang, para bandit itu juga gagal untuk membunuhnya. "
" Sudahlah. Tenang saja. Aku sudah memiliki rencana lain. Dan kali ini aku jamin akan berhasil. "
"Benarkah? Tuan...Apakah kali ini anda yakin akan berhasil? "
"Aku percaya dengan tuan. "
Meski tidak begitu jelas, ziyan masih bisa mengenali suara wanita yang berbicara, itu adalah suara yuefeng. Namun untuk suara pria, ziyan sama sekali belum pernah mendengarnya. Kelihatannya kali ini yuefeng berhasil mendapatkan seseorang yang bisa ia andalkan. Tapi siapa? Hm... kelihatan nya ia harus mencari tahu identitas orang tersebut.
Dari percakapan itu, ziyan tahu bahwa bandit yang kemarin menyerangnya adalah suruhan yuefeng. Dan hal yang lebih tidak ia duga lagi, ternyata yuefeng merupakan tersangka utama yang menyebarkan rumor buruk tentangnya. Selama ini ziyan pikir, sujin lah orang yang menyebarkan rumor palsu itu. Tapi ketika mengingat lagi hubungan sujin dan yuefeng, ziyan kembali berpikir. Apakah sujin yang menyuruh yuefeng melakukannya?
Ketika ziyan sedang sibuk berpikir. Ia tidak menyadari bahwa snowy masih sibuk menguping pembicaraan sebelah. Ziyan melirik snowy, dan menangkap wajah kucing itu yang tampak aneh.
"Kau kenapa? wajahmu tampak aneh. "
Karena telinga ziyan tidak setajam dirinya, jadi gadis itu tidak tahu bahwa di sebelah ruangan ini tengah terjadi aktifitas panas. Sementara snowy bisa mendengar dengan jelas suara erotis dari sana.
Karena penasaran, ziyan kembali menempelkan telinganya pada dinding. Ia ingin tahu apa yang sedang didengar kucingnya tersebut. Tapi setelah menunggu, ziyan sama sekali tidak mendengar pembicaraan apapun. Hanya suara absurb yang ia dengar. Ziyan sadar apa yang sedang terjadi di sana.
"Sudah, jangan menguping lagi. Aku tidak bisa mencarikan mu seekor kucing betina sekarang. "
Ziyan tersenyum, menggoda kucingnya tersebut.
Snowy yang sadar dirinya sedang di ejek ziyan hanya bisa bermuka masam. " Aku hanya ingin tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Apakah menurutmu gadis itu kesini hanya untuk melakukan olahraga panas. "
" Itu mungkin saja. " Ziyan mengisi cangkirnya dengan air putih, lalu meneguknya. " Selain tubuhnya, menurutmu apa lagi yang gadis itu miliki?Oleh karena itu, aku harus tahu, identitas pria bodoh yang mau digunakan oleh yuefeng itu. Jadi.... "
Ziyan tersenyum dengan cerah. Namun tidak bagi snowy, yang ia lihat justru kegelapan di balik senyumannya itu. Ia merasakan firasat buruk.
Benar saja.....
Sekarang kucing itu sudah berada di atas ruangan yuefeng. Tepatnya di atas atap ruangan yuefeng. Ziyan meminta snowy untuk membuat keributan dengan memecahkan beberapa atap.
__ADS_1
Tak ingin terlalu lama terpapar panas matahari, Snowy mulai menghentakkan kaki belakangnya, mengerahkan semua kekuatan lemak ditubuhnya.
Dan...
Prank! Prankk ! !
Genting yang hancur mulai berjatuhan ke bawah.
"APA INI !? " Pria yang bersama yuefeng berteriak marah mendapati atap ruangannya jatuh hampir mengenainya.
Setelah melakukan tugasnya, Snowy segera kabur melarikan diri.
Mendengar keributan dari dalam, pengawal Hong Dawei segera masuk untuk melihat keadaan tuannya.
" Ada apa tuan? "
"Panggil manager tempat ini. SEKARANG! "
Pengawal tersebut segera melaksanakan tugasnya. namun saat ia berbalik, ia sempat melirik yuefeng yang sedang berusaha merapikan pakaiannya.
"Tuan anda jangan marah. Itu tidak baik untuk kesehatanmu. " Yuefeng berusaha menghibur hong dawei. Ia masih membutuhkan uang pria tua ini. Jadi ia harus menjadi wanita yang baik dimatanya.
"Yuefeng memang paling perhatian. Aku kesal karena hewan sial*n itu sudah menganggu kita. "
"Sudahlah tuan. Kita bisa melanjutkannya lain kali."
Yuefeng tersenyum lembut. Namun dalam hati yuefeng sebenarnya berterima kasih pada hewan itu. Karena ia tidak perlu melayani orang tua ini lagi. Orang tua yang bahkan membutuhkan waktu lama untuk bangun, tapi begitu cepat loyo hanya dalam beberapa menit. Bagaimana bisa Ia menyukai pria seperti ini, jika bukan karena ia kaya, ia tak akan sudi bersamanya.
Manager restoran datang dengan cepat begitu mendengar apa yang terjadi di ruangan hong dawei. Ia tak ingin membuat tamu pentingnya ini merasa tidak puas.
" Tuan Hong. Maaf atas kejadian ini. Kami benar-benar minta maaf. Tolong katakan apa yang bisa kami lakukan untuk meredakan amarah anda? "
" Menurutmu apa yang bisa restoran kecilmu ini berikan untukku. "
"Hm.... " Manager kecil itu tampak berpikir keras. Ia tak ingin jawabannya nanti justru membuat orang didepannya ini semakin marah.
"Sudah lah. Berikan ruangan lain untukku. "
Terlihat sebuah kelegaan di wajah manajer kecil itu. " Baik tuan Hong. Mari saya antar, lalu sebagai permintaan maaf kami. Kami akan menggratiskan semua transaksi anda hari ini. "
Suara mereka semakin jauh pertanda mereka sudah meninggalkan ruangan.
Ziyan terdiam, wajahnya tak menunjukan ekspresi apapun. Tapi Snowy tahu bahwa gadis ini sedang sibuk dengan pikirannya sekarang.
'Tuan Hong? Apakah itu Hong dawei? '. Jika mendengar dari nada bicara manajer yang begitu ketakutan dengan pria bermarga Hong itu. Sudah pasti ia adalah seseorang yang berkuasa. Dan setahu ziyan, marga Hong yang berkuasa hanya keluarga Hong sujin. Apakah tuan Hong ini adalah Hong dawei ayah Hong sujin. Jika itu benar. Bukankah sangat gila. Han jian berselingkuh dari pamannya dengan Hong dawei, lalu sekarang putrinya sendiri berhubungan dengan selingkuhannya. Bukankah jika dijadikan sebuah cerita akan berjudul ' Kekasihku adalah selingkuhan ibuku dan ayah sahabatku. '
Ziyan menghela napas, 'yuefeng yuefeng.... Kau benar-benar membuatku terkejut hari ini. '
" Apa yang akan kau lakukan selanjutnya? " (Snowy)
Ziyan tersenyum jahat. "Karena ia begitu membenciku. Aku akan menghargai perasaannya itu. Aku akan secara khusus memberinya sebuah 'hadiah'. "
Awalnya ziyan ingin membiarkan yuefeng memulai hidup barunya dengan tenang. Ziyan masih berharap dia bisa berubah lebih baik, mengingat semua perbuatannya dulu karena pengaruh xun ai. Tapi ternyata pemikiran itu merupakan hal konyol belaka. Yuefeng justru semakin buruk dan kini sudah saatnya ziyan bertindak tegas.
'Yaner. Maaf karena aku tidak bisa melepaskan saudaramu. Jika kau ingin mengeluh, datanglah ke mimpiku. '
Terkadang ziyan ingin tertawa. Mengingat bagaimana mendiang yaner dulu memperlakukan yuefeng. Menganggapnya sebagai adik, tapi pihak lain justru menganggapnya sebagai duri. Untuk apa hidup sebagai orang baik, dan harus kehilangan nyawa dengan sia-sia. Bukankah lebih baik hidup sebagai penjahat dan hidup dengan baik.
'Yuefeng, sujin, kalian tunggu saja. '
***************
__ADS_1
Bagaimana ziyan membalas keduanya? Ditunggu episodenya besok ya..
Sambil nunggu, tolong dukung author dengan vote dan like ya... dikasih hadiah juga sama sekali g nolak kok. 😋 Makasih.....