Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 268 Side story ( A Guang story)


__ADS_3

A Guang mengejar Na li yang langsung kabur setelah berteriak padanya.


" Berhenti Na li. Ayo kita bicara. " Teriak A Guang.


" Tidak. Pergilah. Untuk apa kau kemari! " Balas Na li juga berteriak tanpa menghentikan kakinya. Keduanya masih saling mengejar.


Sebenarnya tidak sulit bagi A Guang untuk menangkap Na li. Namun ia masih ingin melihat seberapa keras usaha gadis itu. Tapi setelah beberapa saat ia menyesali keputusannya.


Jadi A Guang tak lagi menahan kekuatannya dan dengan mudah menangkap gadis itu.


" Berhenti melarikan diri Na li. Kita harus bicara. " Sentak A Guang begitu meraih lengan Na li.


" Tidak. Aku tidak ingin bicara dengan mu. Sungguh aku tidak ingin bicara dengan mu A Guang. " Tanpa sadar air mata Na li mengalir. Sungguh ia malu karena keburukan keluarganya diketahui olehnya.


Ia pun menambahkan. " Aku yakin kau sudah bertemu dengan pria bajingan itu bukan. Dan tahu jika aku bukanlah Na li. Ya itu memang benar. Aku bukan Na li. Aku Xu xiang. Aku terpaksa menggantikan kakak ku yang bajingan itu masuk ke dalam akademi. "


Na li meluapkan semuanya dengan emosi yang sejak lama tertahan. Ia tidak peduli lagi jika A Guang menjauhinya. Baginya saat semuanya sudah seperti ini maka tidak ada lagi untuknya menyembunyikan fakta tersebut.


Bagaimana pun jika A Guang mengetahui dan menjauhinya. Itu jauh lebih baik dan bisa membuat Na li lebih cepat mengubur dan melupakan perasaannya lebih cepat.


Emosi yang selama ini tertahan keluar bersamaan dengan air matanya. Na li menangis begitu keras.


A Guang ingin sekali memeluknya, namun ia juga menghormati Na li. Jadi ia hanya membiarkan kedua tangannya di cengkeram kuat oleh Na li.


Seorang ibu pemabuk yang hanya menyayangi kakaknya dan seorang kakak bajingan yang hanya tahu berjudi dan berhutang, membuat kehidupan Na li semakin 'sempurna'.


Penderitaannya semakin sempurna kala sang ibu ingin kakaknya menjadi sarjana. Tapi Sayangnya kakak bajingannya itu berotak tumpul dan pemalas. Jadilah ia yang harus berkorban.


Bukankah dirinya seperti lelucon. Berusaha keras untuk menjadi milik orang lain. Itulah yang selama ini Na li pikirkan.

__ADS_1


Bagi ibu Na li. Anak perempuan tidak memiliki kontribusi besar dalam keluarga. Karena pada akhirnya ia hanya akan menjadi nyonya rumah yang bertugas melayani suami. Jika bisa menjadi istri laki-laki kaya meski hanya sebagai selir maka sebuah keberuntungan menurut ibu Na li. Tapi jika sebaliknya, maka ibu Na li akan lebih memilih menjual putrinya di Lianhua untuk menjadi seorang pelacur.


Sebuah pemikiran yang menjatuhkan harga diri putrinya.


" Jadi sekarang kau pergilah. Setelah ini aku tidak akan lagi melanjutkan belajar di akademi. Begitu banyak kebohongan yang sudah aku lakukan. Aku sungguh malu pada mu A Guang. " Ucap Na li di tengah isak tangisnya yang masih terdengar.


" Na li. " Namun panggilan A Guang sama sekali tak mendapatkan perhatian gadis yang tengah menangis itu.


" Xu xiang. " A Guang kembali memanggil dengan nama lain. Dan itu berhasil membuat gadis itu melihat padanya.


Melihat mata merah dengan hidung penuh ingus, sebenarnya A Guang ingin sekali tertawa. Tapi ia tahu bahwa tak pantas baginya melakukan hal itu saat ini.


Jadi segera ia mengubah ekspresi wajahnya menjadi sendu.


" Aku tidak peduli itu Na li atau Xu xiang. Bagi ku ia tetap teman terbaik ku dimana selama hampir setahun ini kami tinggal di kamar yang sama dan menghabiskan waktu yang menyenangkan. "


Kemudian A Guang kembali menambahkan. " Aku tahu bukan hal baik bagi ku untuk ikut campur dengan masalah keluarga mu. Namun sebagai teman mu, ijinkan aku meringankan sedikit saja kesedihan mu. "


Na li terkekeh di tengah tangisnya. " Kau memanggilnya kakak bajingan? "


" Aku tidak memiliki pilihan lain. Kau yang mengajari ku dengan panggilan seperti itu. Lagi pula, sungguh canggung bagi ku untuk memanggilnya Na li. Kau tahu sendiri dengan alasannya. "


Xu xiang tersenyum tipis dan mengangguk. A Guang mungkin belum terbiasa saat orang yang biasanya ia panggil Na li seorang gadis tiba-tiba benar-benar berubah menjadi seorang laki-laki.


" Xu xiang. Tolong jangan berhenti. Sungguh amat disayangkan jika kau berhenti begitu saja dari akademi. Kau sangat pintar. Dan merupakan kerugian bagi kerajaan ini jika murid pintar seperti kau berhenti bersekolah. "


Xu xiang tersenyum pahit mendengarnya. " Tapi percuma juga jika aku terus melanjutkan. Karena semua yang ku lakukan pada akhirnya akan menjadi milik kakak ku. "


" Tidak. Itu akan tetap menjadi milik mu. Aku berjanji. "

__ADS_1


" Bagaimana mungkin? "


" Percayalah pada ku. "


Xu xiang ingin percaya namun rasanya tidak mungkin. Tapi melihat kesungguhan A Guang, Xu xiang akhirnya memutuskan untuk percaya.


Sedangkan A Guang, akan mencoba bertanya pada ibunya perihal masalah Xu xiang. Jika bisa, maka ia akan membujuk ibunya untuk merubah identitas Na li menjadi Xu xiang.


Bukankah sungguh disayangkan jika sumber daya tidak digunakan. A Guang akui ia begitu beruntung karena memiliki ayah yang berkuasa sebagai kaisar, dan ibu yang sangat kaya sebagai bos zi. Jadi saat melihat kondisi keluarga Xu xiang, ia sungguh bersyukur pada langit atas kelahirannya.


' Setelah ini aku akan pergi ke kuil untuk mengucapkan terima kasih pada dewa. ' Sebuah pemikiran yang tiba-tiba muncul di kepalanya.


Setelah itu, Xu xiang dan A Guang kembali berbicara.


Dari pembicaraan ini, A Guang bisa menangkap satu kesimpulan bahwa Xu xiang melewati kehidupannya dengan sangat menyedihkan.


Selain ibu pemabuk dan kakak bajingan, ayah Xu xiang ternyata tidak kalah bajingan. Ayahnya pergi dengan wanita lain dan menelantarkan keluarganya. Menyebabkan ibu Xu xiang depresi dan memilih melupakan kesedihannya dengan arak. Sedang kakaknya, memilih menghibur dirinya dengan berjudi dan menumpuk hutang menyebabkan Xu xiang harus menyicil dengan bekerja di Lianhua.


Sekelebat ingatan saat ia melihat Xu xiang memasuki Lianhua dulu muncul. A Guang akhirnya mengerti bahwa itu benar-benar dia. Jadi saat itu ia sedang bekerja di Lianhua.


Membayangkan Xu xiang bekerja di tempat yang penuh dengan laki-laki hidung belang. Membuat hati A Guang serasa di guyur air asam. Wajahnya berubah gelap saat itu juga.


" Aku akan mengantar mu kembali. "


" Tidak perlu. Aku bisa kembali sendiri. " Tolak Xu xiang tak enak karena A Guang akan kembali melihat betapa kacaunya keluarganya.


" Aku tak menerima penolakan. "


Xu xiang ingin kembali menolak. Tapi hawa dingin saat A Guang berucap membuat gadis itu diam. Tidak tahu kenapa, ia merasa bahwa saat ini A Guang sedang menahan marah.

__ADS_1


Namun bukan itu yang sebenarnya. Otak kecil A Guang sedang mencari solusi agar Xu xiang tak lagi bekerja di tempat terkutuk tersebut. Hal itu sekaligus membuatnya terbayang akan puluhan pasang mata laki-laki hidung belang yang menatap lapar Xu xiang dan itu membuatnya kesal.


__ADS_2